NovelToon NovelToon
One Night Mistake With Calon Ipar

One Night Mistake With Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:824.6k
Nilai: 5
Nama Author: embunpagi

Untuk mengukuhkan kerja sama dan persahabatan yang sudah terjalin cukup lama, Bara dan Elang menjodohkannya anak sulung mereka, Nathan dan Zea. Namun, pada kenyataannya, justru Zio-putra ketiga Baralah yang akhirnya menikahi Zea. Kok bisa?

"Gue bakal tanggung jawab, lo nggak usah nangis lagi," ucap Zio.

"Aku nggak butuh tanggung jawab kamu, pergi!" usir Zea.

Zio berdecak, "terus, lo mau abang gue yang tanggung jawab? Itu benih gue! gue yang bakal tanggung jawab!"

Tangis Zea semakin pecah," semua gara-gara kamu, aku benci kamu Zio!"

"Bukannya lo emang udah benci sama gue?"

" Aku makin benci sama kamu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Sepanjang jalan, Zio terus memikirkan bagaimana caranya supaya Zea mau melakukan tes pada urinenya. Tidak mungkin dia memaksa gadis itu untuk buang air kecil dan memaksanya mengetes dengan tespeck yang dia beli. Bisa-bisa sudah kena bogem duluan saat memaksanya buang air kecil. Parahnya bisa di tuduh melakukan pelecehan lagi terhadap gadis itu.

Atau dengan sengaja saja dia membuntuti Zea saat ke toilet dan menyergapnya di sana untuk memberikannya air seninya. Astaga, itu lebih konyol dan terlalu beresiko. Bisa-bisa, ia di keroyok mahasiswa satu kampus. Zio terus memikirkan bagaimana caranya, dari cara terhalus hingga kasar. Tapi, tak ada satupun yang bisa ia lakukan.

Karena terus melamun memikirkan cara agar tahu Zea hamil beneran atai tidak, Zio tak menyadari jalan yang ia lewati berlubang hingga motornya oleh dan ia terjatuh. Untung saja tak ada kendaraan di sekitarnya sehingga tak memakan korban lain, "Ah si al!" pekiknya saat motor dan tubuhnya terpelanting jatuh ke aspal.

Orang-orang berbondong mendekati Zio untuk menolongnya, "Kau tidak apa-apa, anak muda?" tanya seorang pria sambil membantu Zio berdiri.

"Saya baik-baik saja, terima kasih," ucap Zio. Meski ia merasa sakit pada kakinya karena tertindih motornya.

"Sepertinya kakimu terluka, sebaiknya ke puskesmas terdekat saja," saran yang lainnya.

Belum Zio menyahut, ponselnya berdering. Panggilan dari sang ibunda ratu masuk, tak mungkin Zio mengabaikannya.

"Maaf," ucap Zio kepada kerumunan orang-orang itu lalu sedikit menyingkir untuk mengangkat teleponnya.

"Zio, sayang... Malam ini pulang kan? Kita akan malam di luar, ingat kan?" tanya Syafira dari seberang telepon.

Ah, Zio baru ingat jika nanti malam keluarganya dan keluarga Zea akan mengadakan makan malam di luar untuk membicarakan pernikahan Nathan dan Zea," Harus banget, bund aku ikut?" tanya Zio.

"Iya harus, dong Nak, abang kamu yang akan menikah, kita semua harus datang dan ikut andil dalam pernikahan nanti," jawab Syafira.

Zio menghela napas, saat dirinya yakin jika di perut Zea tumbuh benihnya, rencana pernikahan mereka justru semakin dekat. Bahkan pertemuan inti dua keluarga sudah akan di lakukan nanti malam. Zio mengusap wajahnya kasar, kalau benar Zea hamil bagaimana nanti.

"Halo, yo? Kok diem?"

"Eh, iya bund. Nanti Zio usahakan," sahut Zio kemudian. Ia langsung mematikan panggilan dari bundanya tersebut dan kembali menghampiri orang-orang yang masih berkerumun.

"Terima kasih atas bantuannya bapak-bapak dan ibu, saya permisi," ucap Zio pamit kepada mereka dengan sopan.

"Kau yakin tidak perlu ke puskesmas atau rumah sakit?"

Zio mengangguk lalu menaiki motornya dan memakai helemnya.

"Lain kali lebih hati-hati dalam berkendara anak muda," nasihat seseorang.

Zio mengangguk, "Terima kasih," ucapnya yang langsung kembali tancap gas.

.....

Sementara itu, Zea tengah fitting baju pengantinnya yang sudah jadi di butik Adelia. Ia datang sendiri tanpa Nathan karena pria itu sedang sibuk.

"Sepertinya kamu gemukan, sayang," ucap Adelia lembut saat Zea mencoba gaunnya dan gaun tersebut sedikit kekecilan di badannya hingga ia merasa tak nyaman.

"Napsu makanku akhir-akhir ini memang meningkat aunty," sahut Zea.

Adelia tersenyum menanggapinya,"Kau memang terlihat lebih berisi dari terakhir kita bertemu, sayang," katanya.

"Sepertinya aku harus diet supaya bisa menjaga berata badanku seperti sebelumnya, atau aku tidak akan nyaman nanti jika kekecilan seperti ini. Maafkan Zea aunty, padahal aunty sudah susah payah membuatkan gaun secantik ini, tapi Zea tidak menjaga pola makan" ucap Zea.

Lagi-lagi Adelia tersenyum, "Tenanglah, ini bukan masalah besar buat aunty, sayang. Masih bisa di akali dan tetap akan terlihat cantik saat kamu pakai nanti," ujarnya.

Setelah dari butik Adelia, Zea langsung pulang ke rumah. Ia merasa lelah padahal tadi hanya kuliah dan ke butik. Tapi, memang badannya akhir-akhir ini mudah sekali lelah. Kadang ia merasa sangat malas untuk melakukan aktivitas dan hanya ingin rebahan saja, tapi itupun tak lama. Ia akan bosa dan kesal dengan sendirinya.

Hingga malam tiba, Zea tidak keluar dari kamarnya sama sekali semenjak pulang tadi.

Tok tok tok!

Pintu kamarnya di ketuk, Zea menoleh melihat momminya masuk, "Mommy mau kemana? Kok rapi sekali?" tanya Zea yang masih malas-malasan di atas tempat tidur.

"Loh, kok kemana? Malam ini kan kita akan makan malam dengan keluarga om Bara di Osmaro hotel? Kamu lupa, ya?" ucap Senja.

"Iyakah?" Zea terlihat ragu, detik kemudian ia ingat, "Oh ya ampun, Zea lupa, mom!" ujarnya menepuk keningnya sendiri.

Senja tersenyum, "Untung mommy ke sini untuk memastikan, soalnya kamu dari sore tadi nggak keluar kamar. Buruan gih siap-siap. Dandan yang cantik, kan mau ketemu calon suami sama mertua," selorohnya.

"Anak mommy sudah cantik mau di apain lagi?" kekeh Zea.

"Siapa dulu momminya, mommy tunggu di bawah!" ujar Senja.

Zea mengembuskan napasnya setelah Senja keluar lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap.

Sementara itu... Di kediaman lain juga Syafira tak kalah antusiasnya. Ia sudah siap dan tak sabar untuk pergi. Karena ini adalah kali pertama kedua keluarga akan bertemu secara formal setelah pertunangan anak mereka dulu.

"Udah belum, mas?" tanya Syafira pada suaminya.

"Ini sudah, sayang. Gak sabar banget sih?" Bara mendekat sambil mengancingkan kemejanya di bagian tangan.

Syafira lebih mendekat lalu menyentuh dasi yang di kenakan suaminya, "Ini memang bukan pertama kali kita akan mantu, mas. Tapi, rasanya beda, dulu Nala menikah kan karena situasi yang... Mas tahu sendirilah, serba mendadak. Tak ada persiapan seperti ini. Kali ini harus terencana dengan baik dan sempurna. Anak sulung kita akhirnya akan menikah, mas," ucap Syafira sembari membenarkan dasi suaminya yang tak tersimpul dengan benar.

" Terima kasih, karena kamu selalu memberikan yang terbaik buat anak-anak, " ujar Bara tulus.

Syafira tersenyum," Hari kamis nanti, kita ziarah ke makam mbak Olivia, ya mas?" ucapnya dan Bara mengangguk, "skalian kita ke makam orang tua kita," ucapnya.

Syafira mengangguk setuju.

"Aku harus memastikan Zio sudah pulang dan bersiap. Tahu sendiri anakmu yang satu itu, mas," ucap Syafira.

"Apa perlu mas sedikit keras dengannya, biar dia tidak membuatmu jantungan setiap harinya," ucap Bara.

"Mas sudah cukup keras dengannya, jangan terlalu keras, Zio bukan Nathan yang akan takut jika mas keras dengannya. Ia akan semakin menantang. Aku nggak mau itu," ujar Syafira.

"Baiklah, sana!" sahut Bara tersenyum.

Saat ke kamar Zio, Syafira tak mendapati putranya tersebut. Ia langsung menghubungi anak itu.

"Sayang, kenapa belum pulang? Bunda kan sudah bilang kalau...."

"Ini baru sampai, ibunda ratu," bisik Zio tepat di telinga Syafira.

Syafira langsung menoleh dan menutup teleponnya karena ternyata Zio sudah di rumah, "Cepetan bersiap, nak. Daddy dan abang sudah menunggu," ucap Syafira lembut sembari menyentuh pipi putra ketiganya tersebut.

"Kakak nggak ikut?" Zio menanyakan kakak perempuannya yang sudah menikah dan tinggal dengan suami dan anaknya.

"Nala berangkat dari rumahnya bersama kakak ipar, langsung ke hotel," sahut Syafira.

Zio mengangguk paham dan melesat ke kamar mandi.

"Bund..." Panggil Zio dari kamar mandi dengan hanya kepalanya yang nyembul keluar.

"Apa, nak?" tanya Syafira yang urung melangkah keluar kamar Zio.

"Zio pakai kaos nggak apa-apa, kan?" tanya Zio.

Syafira tersenyum, "Senyamannya kamu aja, tapi kalau bunda boleh minta, pakai kemeja, ya? Tidak pakai jas tidak apa-apa," ucap Syafira.

Zio tersenyum, "Baiklah bunda ratu," ucapnya dan langsung menutup pintu kamar mandi.

Syafira mengembuskan napasnya lalu menggelengkan kepalanya, bibirnya tersenyum mengingat tingkah putranya tersebut. Mungkin bagi orang putranya tersebut adalah brandal, tengil dan arogant. Tapi, baginya, Zio adalah anak yang manis dan baik.

...----------------...

1
Muhammad Al Ezlam
/Angry/
Sri Hendrayani
thor ini kok lama x ndak up
Indah Wirdianingsih
ya Allah tetiba zio up senangnya semoga bisa tiap hari ya thor
suryani duriah
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Aras Diana
thor kok belum up up,di tunggu bab selanjutnya
Uny Widyastuti
❤️❤️❤️😍😍😍
Ari Prastiwi
Alhamdulillah akhirnya up juga
hampir tiap hari nyari2 notif barangkali nyempil /Sleep//Sleep//Sleep/

ternyata hari ini kesampaian juga
Aras Diana
lanjut upnya thor
Russyulfi
lanjut thor
kania rahma
kak embun kita harus berbuat apa biar kak embun bisa up tiap hari lagi kaya dulu
kania rahma
baru awal zio masih panjang perjalanan nya semoga aja kamu bisa meluluh kan hatinya zea...... jangan ketus ketus ze takut nya nanti zio nya pergi karena udah gx sbr lagi sma sikap kamu😅😅😅😅
kania rahma
tadinya q pkr zio bakalan bawa zea kerumah baru eh tau nya mlh ke rumah mertua..... kenapa gx beli rumah aja yo yg kecil gpp yg pntng ckp buat kalian berdua 🤭🤭🤭🤭
kania rahma
ya Alloh kak sdh lama skali baru up lagi untung masih inget cerita tentang zio..... lanjut kak
Edah J
Alhamdulillah,,,, akhirnya up lagi
makasih kak author
sehat" selalu 😘
🌸🏵️🌼 tetap semangat 💪
Aras Diana
upnya thor
Sri Hendrayani
akhirnya up jg setelah sekian purmana meditasi thor.. /Facepalm/
Risma Waty
Ceritanya bagus...
Risma Waty
Astaga.. kisah yg lama kunantikan kelanjutannya.
Zio cinta Zea tapi Zea tunangan dgn Nathan, kakaknya Zio. Karena suatu hal, Zio tidur dengan Zea akhirnya mereka menikah.
Dwi Puji Lestari
lanjut kak...dtggu bucinya mrk berdua kyk daddy n mommy ny
Eli Suryani
masyaAllah baru up lagi
alhamdulillah semoga terus lanjut ya kka smpai tamat...
di tunggu up beriktnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!