NovelToon NovelToon
Jangan Pergi Dariku

Jangan Pergi Dariku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍

Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 RASA YANG TIDAK MUNGKIN

    Vendra teringat saat dirinya Usia 6 tahun bersama sang kakak perempuan nya yaitu Sofia. saat itu_____

Bruk

  seketika vendra jatuh dari sepeda saat dirinya belajar

" Aduhh... sakit!! ". Vendra pun menangis ke sakitan sambil pegang lutut kaki kirinya yang sakit

   Sofia datang menolong sang adik yang lagi kesakitan.

"Vendra!! sakit ya? ". Ucap Sofia cemas

" Hiks...hmmmm!!hiks...!". Vendra mengangguk kepala sambil menangis.

"Sudah jangan nangis!!" Sofia mengusap air mata di wajah pipinya vendra dengan perhatian. "ayo!! kakak gendong!". Vendra pun naik ke punggung Sofia.

   terlihat Sofia sangat senang menggendong adik ke sayang nya. Melangkah jalan sambil menggendong vendra yang lagi tersenyum bahagia.

" kak? ". sahut vendra

" hemmm! ". jawabnya

"makasih udah jaga aku, nanti kalau aku udah dewasa, giliran aku akan menjaga kak Sofia, aku janji akan menjaga kakak dan aku akan melakukan apa pun agar kakak tetap baik-baik saja". Ucap vendra tersenyum bahagia.

" kalau gitu cepat dewasa nya. jangan lama-lama jadi anak kecil! biar kakak di lindungi". Jawabnya senyum ledek pada adik nya sendiri yang ia gendong saat ini.

"hemmm!! ". balas vendra bertingkah polos.

    Dari sejak itu dirinya sudah berjanji akan menjaga kakaknya, tapi kali ini tidak yang ia duga melihat sebuah batu nisan di hadapan nya yang ia lihat kali ini, sebuah kehancuran di hatinya bagaimana tidak, sebagai seorang adik rasa kecewa dan amarah menyesali sesuatu di perasaannya.

     Mengapa harus kakaknya mengalami hal buruk. pernikahan itu seharusnya menjadi kebahagiaan setiap pembelai wanita yang lagi berbahagia. tapi yang di alami kak Sofia sangat lah buruk.

      Tanga kanan yang masih menyentuh di batu nisan kini berlahan mengepal kuat, tampaknya Vendra bener-bener marah ingin membalas dendam pada seseorang yang telah bikin kakaknya tiada.

   vendra bangkit sejenak berdiri memandangi sebuah batu nisan dan terdiam merenung, kemudian vendra melangkah mendekat pada Denis yang dari tadi memperhatikan dirinya.

"Denis!! Katakan padaku di mana, aku bisa bertemu dengan seorang Raja Ambarawa itu?". Tanya vendra Menatap mata tajam pada Denis rasa kesel yang di rasakan Vendra memuncak naik.

   Denis terdiam melihat wajah Vendra mulai tidak terkontrol tenang. Ia mengerti kehilangan orang yang kita sayangi memang tidak bisa di Terima begitu saja. tapi untuk membalaskan dendam bukan caranya yang baik

"Aku mengerti, tapi kalau mencari pria itu! bukan hal baik! Pria itu bukan orang biasa dia CEO. Keluarga nya juga bukan orang biasa! jangan gegabah! ". Ujar Denis agar tidak melakukan hal buruk, ia cukup khawatir terhadap Vendra akan semakin benci dan dendam pada keluarga Ambarawa

" AKU! TIDAK PE.. DU.. LI! SEKUAT APA PUN MEREKA. TIDAK BIKIN AKU GENTAR! ". Vendra berkata tegas. dirinya akan menantang keluarga Ambarawa

   Denis menghela nafas berat, entah bagaimana caranya agar Vendra tidak melakukan hal gila. ia tahu Vendra marah kecewa terhadap Rajab, tapi menghadapi keluarga Ambarawa bukanlah ide yang baik tapi Buruk.

"Kamu jangan gegabah! pikirkan lagi niat, mu itu! ". Ucap Denis, Hal yang tidak bisa di lakukan oleh Vendra adalah menghancurkan kediaman keluarga Ambarawa. Akan menjadi perseteru. " Dengar! Lebih baik pikirkan hal lain. maksudnya pikirkan cara yang lain. Ok! ". Denis mencoba untuk menghentikan pikiran Vendra yang Negatif itu. " Lebih baik kita pulang dulu. Ayo! ". Ajak Denis melangkah jalan. Vendra merasa perasaan nya begitu berat dari perkataan Denis barusan. Vendra melangkah jalan mengikuti langkah Denis sembari ekpresi wajah bete dan kesel.

*****

*****

*****

    Sebuah mobil hitam mewah melaju jalan. Di dalam kursi jok belakang ada Johan berserta anak perempuan nya Yaitu Luna di samping nya yang sedang sibuk main ponsel nya itu. Kursi Jok depan seorang Pria yang sedang menyetirkan mobil, dia sopir pribadi Johan yang melihat kedepan jalan di balik kaca mobil tersebut.

"Gimana menurut kamu? ". Tanya Johan pada anak perempuan nya yang masih main ponsel

" hmmm! siapa?". Tanya balik Luna hanya berkata lantang tidak berfikir sembari main ponsel nya.

"Rajab! gimana menurut mu? tentang pria itu? ". Johan berkata bertanya pada Sang anak perempuan di samping nya itu yang masih saja main ponsel nya itu.

    Luna berhenti main ponsel, lalu melihat wajah sang ayah di samping dirinya dengan ekpresi tenang dan berkata____

" Aku tahu, Omanya ingin aku menutup pikiran dia, tapi aku juga perempuan, Sedikit keberatan permintaan Omanya itu. Kalau ingin lembaran baru pasti kan dulu Cucunya sudah bener-bener Moveon dari masalalu itu. Aku tidak mau cinta sendirian! dan aku tidak mau di jadikan penutup perasaan dia!". Luna merasa jadi pelampiasan saja untuk Rajab, ia bukan wanita yang mudah untuk menerima seseorang begitu saja, sekali pun dari keluarga Ambarawa. sehebat apa pun keluarga Ambarawa tidak menutup kemungkinan mengikuti permintaan mereka begitu saja.

"Tapi mereka sangat berharap sekali kepada mu, Apa lagi Omanya sangat senang pertemuan kita tadi. Apa salahnya kamu coba mengikuti permintaan mereka, mungkin saja Rajab berlahan-lahan akan jatuh cinta sama kamu". Johan mengerti perasaan anak perempuan nya itu. Tapi ia sangat khawatir, keluarga Ambarawa sangat tertinggi dan terpengaruh, takut masa depan Luna tidak akan baik-baik saja.

"Itu mustahil! ". Jawab Luna Tegas

" kenapa? ". Tanya johan bingung terhadap anaknya

" ayah tahu! kenapa Omanya memilih aku? Karena aku sedikit mirip dengan mantan calon istri nya! bukan wajah ku tapi sifat ku! itulah kenapa mereka ingin aku mengikuti permintaan mereka! ". Ujar Luna merasa dirinya harus menjadi orang lain, ia tidak bisa menerima permintaan keluarga Ambarawa hanya karena dirinya mirip dengan Calon istri Rajab itu.

   Johan pun terdiam setelah mendengar ucapan sang anak perempuan samping dirinya, Ia merasa bersalah tapi memang bener dari ucapan sang anak. Kalau pun Anaknya menikah bukan bahagia tapi menderita saat berumah tangan nanti akan saling berseteru perbedaan mereka nanti. Apa lagi Rajab begitu Terobsesi nya pada mantan calon istri nya. pasti akan minta nuntut banyak. Johan sangat pusing dan bingung harus bagaimana nanti. keputusan ada di tangan anaknya yaitu Luna.

   Sebagai seorang ayah hanya bisa mendukung keputusan apa yang di mau anak perempuan nya itu.

   Mobil yang mereka tumpangi melaju cepat

*****

    Kemudian Mobil hitam mewah membelok memasuki gerbang pintu rumah. Lalu berhenti terparkir dengan aman. Tidak lama Johan berserta anak perempuan nya keluar bersamaan dari dalam mobil di sisi kiri dan kanan. Rumah yang mereka miliki terlihat besar dengan dua tingkat, Mereka melangkah jalan ke pintu rumah.

    Kini Johan dan Luna sudah berada di dalam ruangan tamu.

"ayah mau masuk ke kamar, iya! ". Ucap Johan pada sang anak pamit untuk ke kamarnya.

" iya! ". Jawab Luna pada ayahnya. Johan pun melangkah jalan meninggalkan anak perempuan nya yang lagi berdiri melihat dirinya nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!