NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:67.1k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Li Zie melangkah mendekat ke ranjang, tangannya sudah terulur hendak mencubit lengan sang Pangeran, dan bergumam ngawur, karena terlalu lapar, "Berikan sedikit... satu gigitan saja..."

"Guru! SADAR GURU!" teriak Ji Yu panik sambil mencoba menarik jubah Li Zie dengan sebelah tangan yang tidak terluka. Ji Yu kembali berkata dengan panik, "Itu Pasien! Itu Pangeran! Bukan kambing guling!"

Yan masuk dengan terburu-buru membawa nampan besar berisi ayam panggang utuh dan sepiring besar daging sapi tumis. Bau harum masakan itu langsung meledak di ruangan.

Seketika, sihir itu hancur. Pandangan Li Zie kembali normal. Ia melihat tangannya yang hampir menyentuh pipi sang Pangeran dan segera menariknya kembali seolah terkena setrum.

"Ehem! Tadi... tadi itu aku sedang mengecek suhu kulitmu dari jarak dekat! Ya, itu teknik diagnosa jarak jauh!" kilat Li Zie dengan wajah yang panas bukan main. Sungguh ia merasa sangat malu. Tapi ia tidak menunjukkannya karena harga dirinya setinggi langit.

Tanpa menunggu aba-aba, Li Zie langsung menyambar nampan dari tangan Yan. Li Zie duduk di lantai bahkan tidak peduli lagi pada kursi dan mulai menyobek paha ayam itu dengan beringas.

"Nyam! Nyam! Ini baru benar!" Li Zie makan seperti orang yang tidak makan selama satu abad. Kumis palsunya sebelah kiri tidak sengaja terkena saus tiram, membuatnya nampak semakin amburadul dan konyol.

Pangeran itu hanya bisa terdiam membeku di ranjangnya, menatap Tabib Agung yang baru saja mencoba memakannya, kini sedang bertarung dengan paha ayam. Pangeran yang sebenarnya seorang kaisar, ia tak tahu harus merasa terancam atau ingin tertawa sampai sesak napas.

"Tabib Agung," suara Pangeran terdengar sangat lembut namun penuh geli. Ia kembali berkata, "Sepertinya saya harus menyiapkan peternakan ayam khusus untuk setiap kunjungan Anda ke sini."

Li Zie tidak peduli pada ucapan pangeran, Li Zie merasa janggut ekor kudanya sangat mengganggu saat ia mencoba mengunyah tulang ayam yang keras. Karena sudah terlanjur malu karena mengira Pangeran sebagai daging guling, ia memutuskan untuk sekalian saja tampil setengah asli.

Sret!

Tanpa ragu, Li Zie menarik lepas janggut dan kumis palsunya, menyisakan wajah cantiknya yang masih cemong arang namun terlihat jauh lebih muda. Ia menghela napas lega, lalu kembali menyikat daging sapi tumis dengan rakus.

"Nah, begini lebih enak bernapas!" gerutu Li Zie dengan mulut penuh makanan.

Ji Yu hanya mampu menunduk malu, melihat Nona mudanya yang hilang kendali karena efek Mata Dewa.

Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka dengan suara bantingan yang keras. "Yan! Bagaimana keadaan Yang Mulia?!"

Seorang pria berambut panjang yang diikat tinggi masuk dengan terburu-buru. Ia adalah Feng, pengawal setia kaisar lainnya yang dikenal memiliki insting tajam dan lidah yang pedas. Feng berhenti mendadak saat melihat pemandangan di depannya.

Seorang kakek bertubuh kecil tanpa janggut sedang duduk bersila di lantai, makan ayam dengan beringas, sementara sang Pangeran hanya menonton dengan tatapan takjub.

"Siapa gelandangan ini, Yan? Kenapa kau membiarkannya makan di kamar Yang Mulia?" tanya Feng sambil menghunuskan setengah pedangnya, auranya sangat mengintimidasi.

Li Zie berhenti mengunyah sebentar. Li Zie menoleh ke arah Feng dengan mulut yang masih berminyak, dan berkata dengan suara kakek tua, dan sangat galak, "Gelandangan?! Hei, Anak Muda! Gelandangan ini baru saja menjahit nyawa tuanmu kembali ke tubuhnya!"

Yan segera menahan tangan Feng, dan berkata, "Tenang, Feng! Dia adalah Tabib Agung yang kuceritakan!"

Feng mengernyitkan alis, menatap Li Zie dari atas ke bawah. Dan berkata dengan tak percaya, "Tabib Agung? Dia lebih mirip pencuri jemuran yang sedang kelaparan, Yan."

Li Zie mendengus, lalu ia berdiri dengan satu paha ayam masih di tangan. Ambisi matrenya tiba-tiba bangkit melihat Feng yang nampak seperti orang kaya juga.

"Yan! Karena temanmu ini sangat tidak sopan, biaya pengobatan tambahan untuk malam ini naik lagi!" ujar Li Zie, Li Zie menunjuk Feng dengan tulang ayam. Dan kembali berkata, "Aku minta sepuluh batangan perak lagi sebagai biaya 'kerusakan mental' karena dihina!"

Pangeran es itu tertawa rendah, suara tawa yang sangat merdu. Pangeran yang ternyata kaisar itu merasa hatinya terusik dengan tingkah absurd tabib Agung, pangeran pun berkata, "Berikan saja padanya, Feng. Dia memang unik."

Li Zie tidak berhenti di situ. Ia melirik jubah bulu rubah yang dipakai Feng untuk menahan dingin. Li Zie tersenyum penuh arti dan berkata, "Dan jubah itu... kelihatannya cukup mahal. Berikan padaku juga! Ji Yu butuh selimut yang lebih layak di paviliun- maksudku, di tempat pertapaanku!"

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Maria Lina
kok 1 sih thor kn kurang lgi ya
Retno Palupi
seharusnya kaisar ikuti tabib Zen biar tau kelakuan absurdnya
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
aduhhh, malah jadi lapar baca bagian paha ayam itu /Drool/
Sekar
bagi apelnya donk😁😁
Retno Palupi
lanjut kak, kpn tabib dan kaisar jadian
Fitria: Oke.
nanti dulu jadiannya kak, Shen Zie nya sulit di dekati
total 1 replies
Fitria
Keseringan nolong orang hingga menguras Qi ny, bunyi perut udah melebihi ledakan Rudal Israel
Fitria
Tiap habis bantu orang, langsung makan untuk jatah 1 kampung 🤣🤣🤣
Fitria: Jangan gitu ,kak. takut ada yang ngambek
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Cayo.... 영혼....... Spirit....
Cty Badria
semangat/Rose/
Fitria: Hari ini agak telat ya, author agak sibuk.
total 1 replies
Nurhayati Sobana
Kaisar dan Shen Zie benar2 seperti ABG yang baru tertarik pada lawan jenis, malu2 tapi mau
Cty Badria
lg
Marsya
diseret,emang karung beras🤔🤔🤔🤔
Maria Lina
nah kn enak double"up nya makasih bnyk ya thor n bsk kayak gini lgi ya ya🙏🏻🙏🏻
Fitria: Siap besok dobel up lagi, kk.
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
yeayyy, akhirnya up... 💃🏻💃🏻🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️

jantung Shen Zue gak mau berhenti berdetak ketika ditatap Xuan Long /Facepalm//Facepalm/
Fitria: biasalah, kk🤣
total 1 replies
Cty Badria
👍/Rose//Rose/ hadia
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Kamu ngga ada niat buat jadi Permaisuri kah?... eh tunggu Kaisar Tampan ngga punya selir atau Permaisuri kan ya?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: 🤭 semoga ya kak... biar bisa luluhkan hati yang sedang beku
total 8 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
5 kopi yuk buat kakaknya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: ihhhh.... aku ngga minta balikin kak.. cerita Kakak bagus aku kasih hadiah
total 2 replies
Fitria
Paksa bayangin kak, cemong arang dan kumis palsu🤣
Retno Palupi
lanjut kak
Fitria: Siap, kk.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!