NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14 Noda Lipstik Wanita Lain

Tubuh besar Firman ambruk begitu saja di atas kasur. Ia langsung tertidur pulas dengan dengkuran kasar yang memecah keheningan malam. Pria itu bahkan tidak repot-repot membuka sepatu kulitnya atau melepaskan kemeja kerjanya yang berwarna cream.

Dengan langkah gontai, Kania mendekati tepi ranjang. Ia berjongkok, dengan telaten dan penuh kesabaran membuka tali sepatu Firman satu per satu, lalu melepaskan kaus kaki yang bau apek itu.

"Berapa banyak kamu minum malam ini, Mas? Sampai bau alkoholnya menyengat begini," gumam Kania lirih.

Setelah meletakkan sepatu di sudut kamar, Kania berniat melonggarkan kerah kemeja Firman agar suaminya bisa bernapas lebih lega.

Namun, saat tangannya menyentuh kerah kemeja tersebut, gerakan Kania terhenti seketika. Matanya membelalak sempurna. Jantungnya seakan berhenti berdetak detik itu juga.

Tepat di bagian kerah yang dekat dengan tulang selangka Firman, terdapat sebuah noda merah terang. Noda yang cetakannya sangat jelas.

Sebuah noda lipstik.

Tidak hanya itu, saat Kania menunduk lebih dekat, aroma alkohol yang pekat itu ternyata bercampur dengan samar-samar wangi parfum wanita beraroma vanilla, aroma parfum mahal yang jelas bukan milik suaminya.

"Apa ini, Mas?" gumam Kania dengan bibir bergetar hebat.

Tangannya meremas seprai dengan kuat. Pertahanan Kania yang sedari tadi ia bangun akhirnya runtuh tak bersisa.

Kania menangis sejadi-jadinya tanpa suara, menggigit bibir bawahnya agar isakan nya tidak membangunkan pria yang kini mendengkur di hadapannya.

"Apakah mas Firman melampiaskan kekesalannya dengan mencari wanita lain?" batin Kania menjerit.

"Tega kamu, Mas. Di saat aku setengah mati memikirkan beras dan tagihan, kamu justru bersenang-senang, mabuk, dan bermain gila dengan perempuan lain di luar sana? Sebegitu hinanya aku di matamu sekarang?" isaknya penuh luka.

Dengan berderai air mata dan dada yang sesak luar biasa, Kania memaksa dirinya bangkit. Ia melangkah keluar kamar dan turun ke dapur lantai satu untuk mengambil air hangat dan waslap.

Bagaimanapun marahnya ia, Kania tidak tega membiarkan suaminya tidur dalam keadaan kotor dan bau.

Baru saja Kania menuangkan air panas ke dalam baskom kecil, tiba-tiba lampu dapur menyala terang benderang.

"Ngapain kamu malam-malam di dapur nangis bombay begitu? Bikin kaget orang tua saja!"

Suara ketus dan melengking itu membuat Kania terlonjak. Di ambang pintu dapur, berdirilah Tuti dengan wajah ditekuk, tangan bersedekap di depan dada, menatap Kania dengan penuh ketidaksukaan.

Kania buru-buru mengusap air matanya, menunduk tak berani menatap langsung mata tajam mertuanya.

"I-ini, Ma... Kania lagi siapkan air hangat. Mas Firman baru pulang..."

"Ya terus kenapa kalau Firman pulang? Kenapa kamu harus nangis? Habis berantem lagi kamu sama anakku, hah?!" selidik Tuti dengan nada menuduh.

"Mas Firman... mabuk berat, Ma," jawab Kania jujur, suaranya parau.

Mendengar itu, bukannya terkejut atau marah pada putranya, Tuti justru mendengus kasar dan memutar bola matanya malas.

"Alah! Cuma mabuk saja kamu sampai nangis begitu! Ya namanya juga laki-laki sedang pusing! Wajar saja!" seru Tuti membela anaknya dengan membabi buta. "Perusahaannya habis bangkrut, utangnya banyak! Wajar kalau dia butuh pelampiasan untuk buang stres!"

Mendengar pembelaan yang tidak masuk akal itu, Kania seketika mendongak. Kesabarannya sebagai menantu yang selalu diam kini mulai terkikis.

"Wajar bagaimana, Ma? Mabuk itu dosa! Dan lagi, mabuk tidak akan menyelesaikan utang-utang kita!" balas Kania dengan suara bergetar menahan amarah. "Lagipula, Mas Firman bukan cuma mabuk. Ada noda lipstik dan bau parfum wanita di kemejanya, Ma! Dia habis menemui perempuan lain!"

Wajah Tuti menegang sesaat, namun dengan cepat ia kembali memasang raut arogan. Wanita paruh baya itu melangkah maju, menunjuk tepat ke depan hidung Kania.

"Heh, Kania! Jaga mulutmu, ya! Jangan berani-berani menuduh anakku selingkuh kalau kamu tidak punya bukti yang jelas! Noda lipstik di tempat mabuk itu biasa, mungkin dia tidak sengaja bersenggolan dengan orang lewat!" bentak Tuti sengit.

"Tapi Ma, Mas Firman—"

"Dengar ya, kalaupun benar Firman cari hiburan dan kenyamanan di luar sana, itu seratus persen salahmu!" potong Tuti dengan kejam, kata-katanya menusuk tepat ke ulu hati Kania.

"Itu artinya kamu yang tidak becus jadi istri! Kamu tidak bisa melayani suamimu dengan baik! Suami lagi susah, jatuh miskin, bukannya ditenangkan, malah kamu ganggu terus dengan urusan dapur! Istri macam apa kamu ini, hah?!"

Kania terpaku. Baskom kecil di tangannya nyaris terlepas. Ia menatap ibu mertuanya dengan pandangan tak percaya.

"Lihat dirimu sendiri di cermin," lanjut Tuti dengan tatapan merendahkan dari ujung kepala hingga ujung kaki Kania. "Daster lusuh, wajah kusam, kerjanya cuma menangis dan menuntut. Laki-laki mana yang betah di rumah kalau istrinya seperti gembel begini? Sudah, sana urus suamimu! Jangan banyak drama!"

Tuti membalikkan badan dan melangkah pergi dengan angkuh, meninggalkan Kania yang berdiri mematung di dapur yang dingin.

Air mata Kania jatuh tanpa henti, membasahi pipinya yang pucat, merasa bahwa dunia ini benar-benar tidak menyisakan ruang sedikit pun untuknya bernapas.

"Aku harus mencari pekerjaan supaya bisa membantu mas Firman," gumam Kania.

******

Sinar matahari pagi yang menyengat menembus tirai jendela, memaksa Firman membuka kedua matanya yang terasa lengket.

Kepalanya berdenyut hebat, seolah ada palu yang terus-menerus memukul pelipisnya. Pria itu mengerang, memegangi kepalanya yang berat sambil berusaha duduk di tepi ranjang.

Mendengar suara erangan dari kamar, Kania yang sedang melipat selimut di sudut ruangan perlahan menoleh. Wajahnya datar, namun matanya sembab sisa menangis semalaman.

"Sayang, kepalaku sakit banget. Aku kenapa semalam?" tanya Firman dengan suara serak, sembari mengusap wajahnya kasar.

"Kamu mabuk berat, Mas. Pulang larut malam," jawab Kania dingin tanpa menatap suaminya. Ia memutar tubuhnya menghadap Firman. "Diantar pulang sama siapa kamu semalam, Mas?"

Firman mematung sejenak. Ingatannya tentang semalam masih samar, namun ia ingat betul siapa yang membayarkan tagihan minumnya dan mengantarnya pulang.

"Oh... itu... diantar Mawar," jawab Firman pelan, mencoba menutupi kegugupannya dengan pura-pura meregangkan otot.

Kening Kania mengernyit tajam. "Mawar? Mawar siapa? Sepertinya aku belum pernah dengar kamu punya teman atau rekan bisnis bernama Mawar?"

Mendengar cecaran istrinya, Firman yang kepalanya masih berdenyut langsung merasa jengah. Ia berdiri dengan kasar.

"Halah, nggak usah banyak tanya, deh! Kamu nggak kenal juga!" ketus Firman. "Mending sekarang kamu ke dapur, buatkan aku kopi hitam pekat! Kepalaku mau pecah! Aku mau mandi dan harus cepat berangkat kerja!"

Firman baru saja melangkahkan kakinya menuju pintu kamar mandi, namun Kania dengan cepat menggeser tubuhnya, menghalangi jalan pria itu.

"Tunggu, Mas. Aku berhak tahu siapa Mawar itu. Apa dia perempuan yang noda lipstiknya menempel di kerah kemeja mu semalam?" desak Kania, menatap tajam langsung ke mata suaminya.

Wajah Firman memerah padam. Ego dan rasa bersalahnya bercampur menjadi amarah yang meledak.

"Lama-lama kamu itu bawel banget, ya, Kania!! Nanya ini itu terus!" bentak Firman dengan suara keras hingga urat lehernya menonjol. "Aku ini lagi pusing, berusaha setengah mati mencari pinjaman dana supaya perusahaan ku bangkit lagi! Harusnya kamu dukung aku, bukan malah cari ribut pagi-pagi begini!"

Bukannya takut, Kania justru mendongak, matanya berkilat penuh perlawanan.

"Oh, jadi begitu cara Mas mencari dana tambahan? Dengan mabuk-mabukan dan membiarkan perempuan bernama Mawar itu mencium kerah kemeja mu? Dengan mencari wanita lain di luar sana?!"

"Cukup, Kania!! Tutup mulutmu!" teriak Firman, mengangkat tangannya seolah ingin menampar istrinya, membuat Kania refleks memejamkan mata dan memundurkan wajahnya.

1
Heni Setiyaningsih
dasar suami pecundang
Heni Setiyaningsih
semoga pita suara nya rusak bisr gak bisa teriak lg 🤣🤣🤣🤣
MamDeyh
Lanjuuut
Nice1808
biarkn firman dgn mawar kania, km dgn abngkya si boss abimanyu🤣🤭🤭
tinie
semangaat Kania
kamu pasti bisa bangkit kembali😭😭
MamDeyh
Lanjuuut lagi kak
Ma Em
Semoga Kania jadi sukses setelah diterima kerja , firman kamu pasti akan menyesal karena sdh membuang Kania istri yg baik dan berbakti meskipun selalu dihina dan direndahkan sama Bu Tuti sang mertua .
Nice1808
org tua sinting si tuti, ntar klo kania jd kaya kau ngemis2 krna mawar adiknya abimanyu bossnya kania🤭🤣
tinie
orang tua gila
kamu gak tau KLO mawar ingin menjadikan firman sebagai budak catur
yg harus kerja rodi
siap siap lembur stiap hari dan istri barumu akan menghabiskan uang perusahaan
dan Bu Tuti akan kehilangan jatah bulananmu
ahay
MamDeyh
Lagi kak...

Nah betul nih si 🌹 berduri adiknya si kulkas. Eng ing eng...
Dew666
Syukurlah langsung talak 3, kok aku malah hepi ya wkwk
Dede Maesaroh
amit"😡
Deasy Suryandari
dan ternyata firman yg mandul
Dew666
Kania nikah sama abi, bojone kania nikah sama mawar seru
tinie
🤣🤣 sabar Kania
sebenarnya itu bukan dosa
hanya ujian😁
tinie
pantesan mawar banyak duit
ternyata dia dari anak pengusaha
tinie
aiih jadi mawar itu adiknya Abi
ish ish kelakuannya berbanding terbalik sama kakaknya

huh dasar pelakor
Nice1808
sabar kania boss mu dingin tp ntar jd bucin🤭🤣🤣
MamDeyh
Mawarrrr berduri itucjd adiknya Banyuu/Gosh/...
Fia Ayu
Sabar kania, nanti juga dia jadi bucin🤭adeknya dapet bekas km kamu dapetin abangnya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!