NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persekutuan Berdarah

​Suasana di dalam rumah mewah Randy dan Anita begitu sunyi senyap menjelang pukul dua belas malam. Di kamar utama, Randy sedang tertidur lelap sembari mendengkur pelan.

Di atas meja nakas, ponselnya sengaja dimatikan total. Randy sengaja melakukan itu karena dia sudah muak sekaligus ketakutan setengah mati jika harus menerima puluhan panggilan atau teror dari Valeria yang sudah didepaknya. Pria itu mengira, dengan mematikan ponsel, dia bisa tidur dengan tenang.

​Namun, Randy tidak pernah tahu bahwa orang yang paling dia takuti justru sudah berada di dalam rumahnya.

​Menggunakan kunci serep yang dia curi dari tas Anita, Valeria berhasil menyelinap masuk melewati pintu dapur. Langkah kakinya sangat sunyi, nyaris tak terdengar.

Kondisi rumah itu kosong dari penjagaan karena Vano sedang dititipkan di rumah neneknya, sebuah keberuntungan besar bagi rencana gila Valeria.

​Valeria melangkah masuk ke dalam kamar mandi tamu di lantai bawah. Di bawah temaram lampu wastafel, dia menatap pantulan dirinya di cermin.

Wajahnya berantakan, dan di bawah hidungnya terdapat bekas darah mimisan yang sudah mengering akibat hantaman siku Anita di basemen tadi sore.

Sambil tersenyum menyeringai lebar, Valeria menyalakan keran, membasuh wajahnya, dan membersihkan sisa-sisa darah itu hingga bersih.

​Setelah merasa penampilannya cukup rapi, Valeria melangkah perlahan menaiki tangga menuju kamar utama. Dia membuka pintu kamar yang tidak dikunci, mendekati tempat tidur tempat Randy sedang mendengkur, lalu membungkuk.

Tanpa peringatan, Valeria menempelkan bibirnya, mencium bibir Randy dengan paksa dan penuh obsesi.

​"Emmph?!" Randy tersentak kaget. Rasa dingin dan aroma asing yang tiba-tiba menyergap indra penciumannya membuat pria itu langsung membuka mata dan terbangun seketika.

​Begitu melihat wajah Valeria berada hanya beberapa sentimeter di depan wajahnya dalam kegelapan kamar, Randy memekik panik, langsung mendorong tubuh wanita itu hingga mundur beberapa langkah.

​"Valeria?! Gila lo, ya! Ngapain lo ada di rumah gue?!" bentak Randy sembari menyalakan lampu tidur dengan tangan gemetar.

"Gue udah bilang kita selesai! Keluar lo dari sini sebelum gue panggil satpam!"

​Valeria tidak takut. Dia justru duduk dengan santai di sofa tunggal di sudut kamar, melipat kakinya, dan menatap Randy dengan pandangan mata yang kosong namun tajam.

"Panggil aja satpam, Mas. Biar sekalian seluruh kompleks ini tahu kalau selingkuhan lo baru aja beresin istri sah lo."

​Jantung Randy serasa berhenti berdetak.

"Apa... apa maksud lo?"

​"Anita udah musnah, Randy," bisik Valeria dengan senyuman yang teramat puas.

"Gue udah bikin wajah sok cantiknya itu melepuh pakai air mendidih, dan sekarang tubuhnya lagi membusuk di dasar jurang hutan yang sepi. Nggak akan ada yang bisa nemuin dia."

​"Bajingan! Lo bener-bener psikopat, Valeria!" Randy murka. Dia melompat dari tempat tidur, mencengkeram kerah jaket Valeria, dan mengguncang tubuh wanita itu dengan kemarahan yang meluap-luap.

"Lo udah gila! Lo udah ngebunuh istri gue! Lo sadar nggak, karena kelakuan iblis lo ini, lo bisa penjara!"

​"Gue?" Valeria tertawa renyah, sebuah tawa yang terdengar sangat mengerikan di tengah keheningan malam. Dia menepis tangan Randy dari kerahnya, lalu berdiri tegak menantang tatapan pria itu.

"Jangan sok suci, Randy. Kalau gue masuk penjara, lo juga bakal ikut pake baju oranye bareng gue."

​"Gue nggak terlibat! Lo yang lakuin ini semua sendiri!" sangkal Randy, suaranya mulai bergetar karena ketakutan yang luar biasa.

​"Oh, ya? Lo lupa kejadian tiga bulan lalu, Mas?" tanya Valeria dengan nada mengejek yang sangat dingin.

"Siapa yang panik waktu Melati, mantan sekretaris lo itu, tahu soal hubungan gelap kita dan mengancam bakal ngelaporin semuanya ke Anita beserta buktinya?"

​Randy membeku di tempat, wajahnya mendadak pucat pasi bagai mayat.

​"Siapa yang suruh orang buat nabrak Anita sampai mati? Lo, Randy. Tapi atas perintah dan persetujuan siapa? Atas persetujan bersama!" Valeria melangkah mendekat, menekan dada Randy dengan telunjuknya yang tajam.

"Kita berdua yang ngebunuh Melati tiga bulan lalu, Randy. Kita berdua sekongkol dalam pembunuhan berencana itu demi menutupi borok kita. Jadi, jangan pernah lo pikir bisa lepas tangan dan ninggalin gue sendirian setelah apa yang gue lakuin ke Anita!"

​Kata-kata Valeria menghantam mental Randy layaknya besi yang sangat berat. Semua fakta kelam yang selama ini dia kubur dalam-dalam kini dibongkar paksa oleh wanita yang ada di hadapannya.

Randy jatuh terduduk di tepi ranjang, memegang kepalanya yang terasa mau pecah.

​Pikirannya mendadak kacau, frustrasi, dan dipenuhi kebingungan yang teramat sangat. Di satu sisi, dia sangat membenci kegilaan Valeria yang baru saja melenyapkan Anita.

Namun di sisi lain, dia menyadari bahwa dirinya kini benar-benar terjebak. Dia terikat dalam rantai dosa yang sama dengan sang pelakor, dan seutas benang hitam itu kini siap menjerat lehernya kapan saja jika dia salah mengambil langkah.

​Malam yang dingin itu seketika pecah oleh raungan sirene ambulans yang membelah jalanan menuju Rumah Sakit Pusat.

Trian mendampingi brankar Anita yang didorong dengan kecepatan penuh oleh empat orang petugas medis menuju ruang Emergency Red Zone.

Lampu-lampu koridor rumah sakit yang terang benderang merefleksikan pemandangan yang mengerikan, pakaian Anita basah kuyup oleh sisa embun hutan dan darah, sementara wajahnya ditutupi kain kasa steril yang mulai merembeskan cairan kuning kemerahan.

​"Pasien wanita, korban kekerasan fisik!" teriak salah satu paramedis memberikan laporan singkat kepada dokter jaga.

"Mengalami luka bakar termal derajat tiga di area wajah akibat paparan air mendidih, serta beberapa luka robek di pipi kanan akibat gigitan hewan pengerat!"

​"Siapkan jalur IV ganda, berikan fentanyl dosis tinggi untuk meredam syok neurogenik akibat rasa sakit, dan bersihkan area wajah dengan cairan salin steril sekarang juga!" perintah dokter jaga dengan cekatan, langsung memakai sarung tangan lateksnya.

​Trian terpaksa dihentikan di batas pintu ruang tindakan. Dia hanya bisa berdiri mematung di balik kaca pembatas, menatap tubuh Anita yang kini dikerubuti oleh tim dokter yang memasang berbagai alat pemantau tanda-tanda vital.

Dada Trian terasa sesak tak tertahankan saat melihat layar monitor menunjukkan detak jantung Anita yang melemah dan tidak stabil.

​Tak lama kemudian, Bu Kiara tiba di rumah sakit dengan langkah gontai dan wajah yang bengkak karena terus menangis.

Begitu melihat Trian yang berdiri dengan baju berlumuran darah, Bu Kiara langsung lemas dan hampir terjatuh jika Trian tidak sigap menopang tubuhnya.

Di depan ruang operasi yang mencekam itu, mereka berdua hanya bisa berdoa di tengah ketidakpastian, berharap seutas benang nyawa Anita tidak terputus malam ini.

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!