NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Suasana hening masih menyelimuti jalanan yang sepi itu. Raven berdiri diam menatap ke arah kegelapan tempat kedua sosok itu menghilang, sementara Arga, Alden, dan Andra saling berpandangan dengan wajah takjub sekaligus bingung. Andra menepuk pelan bahu Alden sambil bergumam tak percaya.

“Kau dengar tidak, suara barusan? itu suara wanita jir!"

"Iya dari postur tubuhnya juga sudah jelas jika salah satu dari mereka wanita!” sahut Alden yakin.

“Sepertinya wanita itu juga mengenal kita, buktinya dia tahu nama Si Bos!" timpal Andra.

Alden mengangguk mantap sambil menatap ke arah jalan kosong itu. “Yang lebih menarik lagi cara mereka bertarung… sungguh luar biasa. Gerakannya cepat, tepat, dan terlatih sempurna, bukan hal biasa yang dimiliki sembarangan orang. Aku jadi semakin penasaran siapa mereka sebenarnya ya?”

Raven masih menatap jauh ke depan, matanya berkilau tajam dengan rasa penasaran yang makin memuncak. “Entahlah… tapi satu hal yang pasti, kita berhutang nyawa sama mereka!" Ia tersenyum miring penuh keyakinan.

"Kau benar! Semoga saja kita bisa bertemu lagi sama sosok misterius itu dan mengucapkan terima kasih!" harap Arga.

"Iya! Tapi sebelumnya kita harus bikin perhitungan sama Gang Kobra!"

"Pasti! Kita akan tunjukkan pada mereka siapa Gang Phoenix!" sahut Raven tegas.

"Tapi Ini udah tengah malam baiknya kita bicarakan masalah ini besok di markas sama anak-anak!" lanjutnya sambil melangkah ke arah motornya. Di susul Andra, Arga dan Alden,

lalu keempat remaja itu melaju perlahan meninggalkan tempat itu, membawa rasa heran dan pertanyaan besar yang belum terjawab.

 *

*

Tak jauh dari sana, Sara dan Leon melambatkan laju kendaraan hingga akhirnya berhenti di tepi jalan yang sepi dan teduh. Mereka melepas helm, penutup wajah, serta topi yang menyamarkan penampilan mereka. Angin malam berhembus lembut menerpa wajah mereka, membawa kesejukan di tengah keheningan kota.

Leon menatap Sara dengan pandangan kagum. “Kau benar‑benar tak pernah berubah sedikit pun, Nona. Gerakanmu masih tetap secepat kilat, tegas, dan tak pernah meleset sedikit. Seolah kau tak pernah berhenti mengasah kemampuan itu setiap saat.”

Sara tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin malam. “Dunia ini tak pernah berhenti berputar, Kak Leon. Di mana pun kita berpijak, bahaya bisa datang kapan saja tanpa memberi peringatan lebih dulu. Kita harus selalu siap siaga, tak boleh lengah sedetik pun.”

Ia menatap lurus ke jalanan yang kosong di hadapannya. “Tampaknya di sini pun persis sama seperti di Italia penuh persaingan keras dan permusuhan yang bersembunyi di balik bayang‑bayang gelap.”

“Benar sekali,” sahut Leon setuju sambil mengangguk mantap. “Banyak hal yang masih tertutup rapat dan belum kita ketahui sepenuhnya. Kejadian hari ini hanyalah sekilas gambaran kecil dari apa yang mungkin masih menanti kita di masa depan. Yang terpenting kita tetap berhati‑hati dan berjalan dengan langkah yang mantap serta waspada.”

“Tentu saja,” jawab Sara tenang namun tegas. “Udaranya semakin dingin lebih baik kita langsung kembali ke apartemen deh! Esok hari kita harus menjalankan peran kita sebagai siswi dan guru yang baik di sekolah, menjalani hari‑hari kita seperti biasa, sambil terus mengamati segala hal yang terjadi di sekitar kita.”

Keduanya kembali menyalakan mesin kendaraannya, lalu melaju perlahan menjauh, lenyap perlahan tertelan kegelapan malam yang sunyi.

*

*

Sementara itu, di kediaman keluarga Krishnawardhana yang luas dan megah, Suasana terasa sunyi dan senyap menyisakan cahaya redup dari lampu taman. Seperti biasa Raven melangkah hati-hati membuka pintu belakang taman supaya tidak membangunkan penghuni mansion, terutama kedua orangtuanya.

Begitu pintu terbuka dan Raven baru saja melangkah masuk beberapa langkah menuju arah kamarnya, ia langsung mendapati orang yang sangat ingin ia hindari.

"Sial! Ketahuan deh!" serunya dalam hati.

Maria sudah berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada menunggu tepat di ruang tengah dengan wajah tampak garang namun tersirat penuh kekhawatiran mendalam di matanya. Ia langsung berjalan mendekati putra kesayangannya itu dengan langkah cepat.

“Raven! Sampai kapan kau akan terus begini hah!” serunya dengan nada meninggi namun penuh perhatian. “Pulang selalu tengah malam, penampilan berantakan, pasti habis balapan dan tawuran ya kan? Apakah kau benar‑benar ingin jantung Mommy berhenti berdetak lebih dulu sebelum sempat melihatmu menikah dan menimang cucu darimu?!”

Raven hanya bisa mendengus pelan sambil memutar bola matanya malas, ia sudah hafal betul alur pembicaraan Mommy-nya, awalnya selalu berisi kekhawatiran dan kata-kata bijaknya lalu ujung‑ujungnya tak lepas dari pembahasan tentang perjodohan yang selalu ia hindari. Ia berjalan santai melewati sang Mommy sambil menjawab santai.

“Aduh Mommy, sayang… aku ini masih sangat muda, masih punya banyak waktu panjang ke depan. Kenapa Mommy begitu terburu‑buru dan bersungguh‑sungguh ingin menjodohkan aku? Kalau Mommy begitu ingin mengendong anak kecil, lebih baik Mommy minta sama Daddy untuk membuatkan adik baru saja!”

Wajah Maria seketika berubah merah padam menahan kesal sekaligus tak percaya mendengar jawaban santai itu, lalu ia menggeleng lebar sambil menunjuk putranya.

“Andai saja masih bisa dilakukan, pasti sudah lama Mommy lakukan! Tapi kau tahu kan Mommy sudah tak memungkinkan lagi untuk punya anak lain lagi setelah melahirkan kau dulu!” Ia mendekat lagi dengan tatapan yang kini tampak lebih tegas dan tak mau dibantah sedikit pun.

“Kau dengarkan baik‑baik ucapan Mommy ini! Kalau kau masih tak mau mengubah sikapmu yang keras kepala itu… Mommy benar‑benar akan segera menikahkanmu dengan gadis pilihan Mommy sendiri. Dan kali ini Mommy tak perlu persetujuanmu, keputusan Mommy sudah bulat!”

Bersambung…

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!