NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Lelang Misterius dan Senyuman di Balik Rencana

Di dalam ruang VIP yang kini dipenuhi sanjungan, Chen tetap tenang menghadapi sikap para kolektor yang mendadak berubah menjadi sangat ramah dan sok akrab. Ia hanya sesekali meminum tehnya, menanggapi tawaran-tawaran kerja sama mereka dengan senyuman formal yang sopan namun berjarak.

Di tengah riuhnya obrolan, Tuan Zhang—kolektor gemuk yang kini duduk di sebelah Chen—mendekatkan tubuhnya. Wajahnya berubah menjadi sangat serius, seolah-olah ingin membagikan sebuah rahasia besar yang sangat eksklusif.

"Tuan Chen, Tuan Muda Liu... karena kita sekarang sudah menjadi teman akrab, ada satu informasi besar skala internasional yang wajib Anda berdua ketahui," bisik Tuan Zhang dengan nada misterius.

Liu yang sedang bersandar santai langsung menaikkan sebelah alisnya. "Informasi apa, Tuan Zhang? Jangan membuat kami penasaran."

Tuan Zhang menengok ke kanan dan kiri sebelum melanjutkan, "Minggu depan, di pulau pribadi perbatasan kota, akan diadakan 'Lelang Batu Giok Misterius' skala internasional. Acara ini sangat tertutup, hanya boleh dihadiri oleh para taipan papan atas yang mendapat undangan khusus. Batu-batu mentah yang akan dilelang di sana kabarnya digali dari situs kuno terdalam yang belum pernah dijamah manusia."

Kolektor di sebelah Tuan Zhang ikut mengangguk cepat, menyahut dengan mata berbinar, "Benar! Taruhannya di sana sangat gila. Banyak taipan kaya dari berbagai negara yang siap mempertaruhkan aset hingga miliaran yuan hanya untuk menebak dan berebut batu-batu mistis itu!"

Perjudian Terakhir Keluarga Wang

Mendengar kata 'taruhan miliaran' dan 'batu dari situs kuno', Chen hanya mendengarkan dengan tenang. Namun, kalimat berikutnya yang keluar dari mulut Tuan Zhang langsung membuat atmosfer di meja itu mendadak berubah.

"Tapi yang paling gila dari semuanya adalah kabar tentang Keluarga Wang," lanjut Tuan Zhang dengan suara yang semakin dikecilkan. "Kalian pasti tahu kalau belakangan ini kas keuangan mereka sedang sekarat akibat salah membeli lahan tambang atas yang ternyata membutuhkan biaya operasional terlampau besar. Nah, kabarnya, Long Wang sudah kehilangan akal sehatnya. Demi membalikkan keadaan dan menutupi utangnya, ia nekat mempertaruhkan seluruh sisa aset terakhir milik Keluarga Wang di lelang misterius minggu depan itu!"

Kolektor itu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Long Wang benar-benar ingin melakukan perjudian hidup dan mati. Jika dia berhasil memenangkan giok legendaris di lelang itu, Keluarga Wang akan bangkit lebih kuat dari sebelumnya. Tapi jika dia salah menebak... tamatlah riwayat Keluarga Wang seumur hidup mereka."

Dua Senyuman yang Mematikan

Mendengar informasi yang sangat berharga tersebut, pergerakan tangan Chen yang hendak meletakkan cangkir tehnya seketika terhenti. Di balik retinanya, aliran energi hangat dari sepasang mata ajaibnya mendadak berdesir kuat secara otomatis, seolah ikut bersemangat menyambut medan pertempuran yang baru.

Chen perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Liu yang duduk tepat di seberangnya.

Pada saat yang bersamaan, Liu juga sedang menatap lurus ke arah Chen. Dua sahabat yang telah melewati berbagai intrik bisnis itu langsung saling bertatap muka.

Tanpa perlu mengucapkan satu kata pun, mereka berdua sudah tahu apa yang ada di dalam pikiran masing-masing. Informasi ini bukan sekadar berita lelang biasa; ini adalah umpan sempurna yang dikirimkan takdir untuk menghancurkan musuh mereka sampai ke akar-akarnya.

Long Wang mengira dia bisa membalikkan keadaan dengan mengandalkan keberuntungan di lelang internasional tersebut. Namun, bajingan tua itu tidak pernah tahu bahwa di dalam lingkaran kompetisi itu, ada seorang pemuda bernama Chen yang memiliki penglihatan laboratorium tingkat dewa—sosok yang bisa membedah struktur molekul batuan dan melihat isi perut bumi hanya dengan sekali kedipan mata.

Di bawah temaram lampu ruang VIP, Chen dan Liu sama-sama menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang sangat penuh arti. Itu adalah senyuman kemenangan, senyuman mematikan dari dua harimau muda yang siap mengantar Keluarga Wang menuju gerbang kebangkrutan yang mutlak seminggu lagi.

1
Markario Putra
ok siap bang
👍😁
indrawanto djiwanto
konflik kurang banyak min. kalopun lanjut, ceritanya terus jangan berubah jadi kultivator plus nanti lawan alien atau mkahluk dunia ata dst.
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!