“Kamu telah membuat seorang istri kehilangan suaminya, sekarang aku akan mengambil suamimu agar kamu tau rasanya kehilangan suami” begitu tekad Kanaya.
Setelah Papanya meninggal dan Ibu tirinya menikah lagi, Kanaya pun nekad melakukan hubungan terlarang dengan Arsen,suami baru Ibu tirinya.
Setelah dendamnya terbalas dan melihat pernikahan ibu tirinya hancur, Kanaya pikir semua akan selesai.Namun nyatanya ia malah terjebak dan tidak bisa melepaskan diri dari Arsen.
Arsen yang terlanjur mencintai Kanaya berjuang untuk mendapatkan Kanaya meskipun terbentur oleh restu dari Ibu Kanaya. Apakah ibu Kanaya tetap tidak memberikan restunya jika di dalam rahim Kanaya sudah bersemayam janin benih Arsen ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jaccuzi Party
...Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏...
Mobil yang Arsen kendarai melaju menyusuri jalanan di pesisir pantai yang cukup sepi.
'Daddy yakin kita tidak salah jalan ?" Kanaya memeluk lengan Arsen ketakutan karena jalanan yang mereka melewati sangat gelap dan nyaris tidak ada yang lewat disana selain mobil Arsen.
"Benar sayang..Daddy sudah beberapa kali kesana jadi tidak akan nyasar " jawab Arsen sambil tertawa
Villa yang akan mereka kunjungi memang tempatnya sedikit tersembunyi dan sangat cocok dipakai untuk tempat privat party.
Setelah menempuh jalanan sepi selama setengah jam akhirnya mobil Arsen pun tiba .
Arsen memarkirkan mobil mewahnya bersama beberapa mobil mewah sekelas mobil milik Arsen yang sudah lebih dulu ada disana.
Dari mobil yang terparkir disana Kanaya sudah dapat menebak jika pasta yang akan mereka hadiri bukanlah pesta kaleng-kaleng.
Begitu masuk mereka langsung disambut oleh seorang pria bule yang mengaku sebagai teman kuliah Arsen sewaktu di luar negri.
Pria bernama Steve itu memberikan sebuah kunci kamar kepada Arsen yang akan menjadi tempatnya menginap malam ini sekaligus menjadi tempat untuk kamar ganti.
Arsen menuntun Kanaya menuju kamarnya dan disana keduanya mengganti bajunya dengan pakaian renang.
Permukaan kedua payudara Kanaya yang padat dan kencang menyembul dibalik bikini two piece nya yang super seksi yang Arsen siapkan dari Jakarta.
Arsen sendiri mengenakan celana renang yang cukup ketat sehingga mencetak dengan sangat jelas tonjolan yang ada diantara kedua pahanya.
Kanaya menelan air liurnya membayangkan benda yang sedang terperangkap di dalam celana renang itu yang pastinya berukuran besar dan panjang.
Setelah memakai baju renangnya Arsen menuntun Kanaya menuju ke sebuah taman yang berada tepat di depan kamar yang akan mereka tempati malam ini.
Di bagian tengah taman itu terdapat sebuah kolam jaccuzi berukuran 3x3 meter dimana disana sudah ada tiga orang teman Arsen beserta pasangannya yang sedang berendam.
Kanaya memeluk erat tangan Arsen ketika melihat ketiga pasangan itu tampak begitu cuek nya mencumbu pasangannya di dalam kolam.
"It's Oke Sayang ..tidak usah malu. Mereka memang begitu " bisik Arsen
Pesta itu hanya dihadiri oleh empat orang termasuk Arsen dan pasangannya masing-masing.
Keempat sekawan itu dulunya kuliah bersama di Australia dan mereka sering berlibur bersama dan membuat pesta seperti ini.
Steve yang berasal dari Australia, Kim yang berasal dari Soul, Hizami dari Jepang dan hanya Arsen yang berdarah Indonesia walaupun secara fisik lebih dominan ikut dengan Mamanya yang berasal dari Spanyol.
"Kenalin ini Kanaya..istri gue " Arsen memperkenalkan Kanaya kepada teman-teman nya.
"Are you serious ?" Steve membelalakkan matanya menatap tidak percaya kearah Kanaya.
"Serius lah masa gue bohong " jawab Arsen sambil menuntun Kanaya turun ke kolam air hangat.
Di kolam Kanaya juga berkenalan dengan ketiga pasangan teman Arsen.
Kekasih Hizami dan Kim bermata sipit sedangkan kekasih Steve seorang bule..mereka semua fasih berbahasa Indonesia.
Meskipun baru pertama kali bertemu namun mereka sangat cepat menjadi akrab.
Mereka semua berbincang seru sambil menikmati minuman dan sesekali mencumbu pasangannya masing-masing.
Awalnya Kanaya merasa risi ketika Arsen memeluk tubuhnya dari belakang dan berbincang sambil mengecupi bahu telanjangnya, namun ketika melihat ketiga pasangan yang lain tampak cuek bermesraan di depan mereka akhirnya Kanaya pun mulai bisa menyesuaikan diri.
Kanaya akhirnya tidak merasa malu lagi ketika Arsen mencumbunya di depan teman-temannya bahkan Kanaya berani membalasnya.
Semakin malam mereka mulai fokus dengan pasangan masing-masing. Steve yang paling gila disana, pria itu dengan cueknya melepas bikini pacarnya dan mencumbunya dengan sangat brutal.
Arsen menarik Kanaya untuk naik diikuti oleh Kim dan pasangannya, mereka menikmati dentuman musik sambil berjoget.
Kanaya meliuk-liukan tubuhnya dengan lincah seirama alunan musik.
Arsen memerangkap tubuh molek itu dan mereka bergoyang bersama.
Di kolam hanya tinggal Steve dan Hizami yang bersama pasangannya yang nyaris telanjang.
"Dad..aku mau ke toilet dulu " bisik Kanaya kepada Arsen.
"Baiklah..apa perlu Daddy antar ?" tanya Arsen.
"Tidak perlu " jawab Kanaya. Arsen mengangguk.
Tanpa sepengetahuan Arsen, Kanaya sebetulnya tidak pergi ke toilet namun ia tampak menghampiri seorang pelayan yang tengah sibuk menyiapkan minuman.
Kanaya berbicara serius dengan pelayan itu dan tidak lama kemudian Kanaya pun kembali menghampiri Arsen yang sudah berada di jaccuzi lagi sedangkan semua teman Arsen sedang asik berjoget.
Begitu Kanaya masuk ke kolam,Arsen langsung meraih pinggang Kanaya agar duduk di pangkuannya.
Di dalam kolam Arsen langsung memerangkap tubuh Kanaya dan menyusupkan wajahnya di leher Kanaya.
Kanaya terkikik ketika bibir Arsen mengecupi lehernya. " geli Dad " keluhnya.
Di dalam air tangan Arsen meremas bokong Kanaya dan menggerakkan pinggulnya hingga bagian inti mereka saling bergesekan.
Kanaya dapat merasakan tonjolan diantara paha Arsen semakin membesar dan menekan miliknya.
"Euummhh..Dad " Kanaya tidak kuasa menahan sensasi rasa dari pergesekan di bawah sana.
Ini baru bergesekan, Kanaya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya kalau milik suaminya itu benar-benar memasuki tubuhnya.
Kanaya dan Arsen yang sedang asik bercumbu tidak menyadari jika ada seorang pelayan yang diam-diam mengambil beberapa photo mereka dari arah belakang Kanaya.
Karena diambil dari arah belakang Kanaya jadi hanya wajah Arsen yang terlihat jelas.
Menjelang tengah malam pesta pun usai dan mereka pun masuk ke kamar masing-masing setelah mandi di pancuran air hangat yang ada di dekat kolam jaccuzi.
Setibanya di dalam kamar Kanaya memakai lingerie nya karena sebelum berangkat ke villa Arsen menyuruh Kanaya membawanya.
Lingerie berbentuk baby doll dan g-string itu memeta tubuh Kanaya dengan begitu jelas.
Arsen yang sedang menyesap wine nya tampak melongo menatap keindahan tubuh Kanaya di depannya.
Jika tadi pada saat Kanaya memakai bikini Arsen hanya melihat sebagian permukaan dada Kanaya , namun kali ini Arsen melihat dua benda bulat yang padat berisi itu dengan utuh.
Arsen meletakkan gelas wine nya dan segera berdiri menyambut tubuh molek itu dalam pelukannya.
"You look so sexy.. Naya " bisik Arsen menggelitik telinga Kanaya membuat gadis itu tersipu.
Perlahan Arsen menyatukan bibir mereka dan menyesapnya dengan lembut..Kanaya membalasnya dan mengalungkan kedua tangannya di leher Arsen.
Cukup lama mereka berciuman dalam posisi berdiri, tangan Arsen kini menyentuh dada Kanaya dan mere mas nya dengan lembut.
Perlahan mereka bergerak menuju ranjang dan Arsen pun menjatuhkan tubuh Kanaya disana.
Perlahan Arsen merangkak naik keatas tubuh Kanaya dan melepas lingerie itu dari tubuh Kanaya berikut g-string nya hingga tubuh Kanaya benar-benar polos.
Arsen yang hanya mengenakan sweatpants tampak menelan Saliva nya ketika melihat kemolekan tubuh Kanaya secara utuh.
Kanaya berusaha menutupi buah dada dan area intimnya dengan tangannya namun Arsen dengan cepat menyingkirkannya.
"Kenapa harus ditutup ? semua yang ada pada kamu adalah milik Daddy " tutur Arsen.
Perlahan Arsen merunduk dan menyapukan ciuman lembut di bibir Kanaya dan Kanaya pun menyambutnya.
Sentuhan bibir Arsen perlahan berubah menjadi panas dan semakin menuntut.
Kanaya menggeliat ketika tangan Arsen tidak mau diam menyasar buah dada nya dan mere mas nya.
Arsen melepaskan tautan bibirnya dan mulai menyusuri leher mulus Kanaya.
Awalnya Arsen menghujani leher jenjang itu dengan kecupan kecil namun lama-kelamaan berubah menjadi gigitan kecil dan hisapan kuat sehingga meninggalkan jejak merah kebiruan disana.
Kanaya mende sah kala merasakan sesuatu dibalik sweatpants Arsen menekan bagian intimnya dan terus menggeseknya menghadirkan sensasi rasa yang luar biasa.
Malam itu Kanaya untuk yang pertama kalinya melakukan. kewajibannya sebagai seorang istri.
Dengan tanpa keraguan Arsen membimbing Kanaya mereguk indahnya hubungan yang halal.
Mereka saling memberi dan saling menerima tanpa takut dihantui perasaan dosa.
Kanaya memasrahkan seluruh jiwa dan raganya untuk Arsen sang papa tiri yang sudah menjerat hatinya dengan begitu erat.
padahal kan aslinya, emank bener niat awal, tapi setelah berjalan nya wkt, hati yg ambil alih, bodohnya Arsen gk konfirmasi ke kmu lgsg Nay... 😥