Kehidupan seorang gadis yang cantik nan manis. Yang memiliki segudang prestasi. Seorang anak gadis yang hidup dengan kemewahan. Tetapi tidak untuk kebahagian dalam keluarganya. Ia hanya mendapatkan kecerian dari seseorang yang dikagumi. Dan lama-lama kegaguman itu berubah menjadi cinta.
Tetapi apakah semua yang dimiliki nya bisa ia rasakan sendiri?
Apakah kehidupan nya akan secantik dan semanis dia?
Bagaimana jika ia bertemu dengan seseorang yang dimana itu adalah orang di masa lalu orangtua nya?
Dan apa jadi nya ketika ia mengetahui sesuatu hal yang besar tidak terduga?
ayo kita intip kisah nya👀
@deendam21
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DindaM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NoTtle 3!
HAPPY READING :)
.
.
.
Dert dert dert
Aisyah yang sedang di kamar mandi pun kaget saat ponselnya berdering. Lekas dia mempercepat mandinya.
" Siapa sih yang menelfon pagi-pagi begini? tidak tahu waktu saja." gerutu Aisyah sambil keluar dari kamar mandi dengan tububg yang sudah terbalut dengan kimono handuk.
" Ya hallo Assalamu'alaikum." ucap Aisyah kepada penelfon.
" Wa'alaikumussalam Nak, ini Mama." ternyata Dilara.
" Hm, ada apa? Kenapa nomor nya lain?" tanya Aisyah.
" Iya, kapan kamu pulang Ais, ini pake nomor telefon manager Mama."
" Masih satu minggu lagi."
" Bisa tidak kamu pulang dalam waktu dekat?"
" Emang nya kenapa?"
" Kamu sudah terlalu lama di sana Ais, apakah kamu tidak rindu dengan Mama?"
" Hm, Papa juga tidak masalah kalo aku disini lama."
" Pokoknya Mama ingin kamu segera pulang." tegas Dilara.
" Huft, Aku masih ingin tetap disini." tolak Aisyah.
" Kalau kamu tidak pulang segera. Mama akan kesana buat jemput kamu." ucap Dilara seakan mengancam.
" I don't care." kekeh Aisyah.
" Baiklah kalau kamu mau nya seperti itu. Tunggu Papa dan Mama kesana."
" Hmzt. Ya sudah aku tutup ya telfonnya, Assalamu'alaikum."
" Hai Mama belum selesai..."
Tutt tutt tutt. Pangilan sudah terputus.
" Huffttt." Dilara mendengus kasar.
( Aisyah kurang ngajar ya? wkwk)
Aisyah menghembuskan nafasnya perlahan. Dia merasa jengah atas permintaan Mama nya itu.
" Apakah aku terlalu kasar kepada Mama?" tanya dirinya sendiri.
Aisyah tidak sangat mempedulikan itu. Lalu ia bergegas untuk memakai pakaian nya yang sempat tertunda.
Disisi lain terlihat Dilara sedang bingung memikirkan Aisyah yang seakan selalu menentang perkataan nya. Dilara memutuskan pulang dari kantor.
" Bram makasih ya telfon nya, saya mau pulang. Nanti kalau ada berita tentang klien kamu hubungi saya saja." ucap Dilara pada Manager nya.
" Baik bu, hati-hati dijalan."
Dilara langsung pergi dari kantor untuk pulang dan menemui suaminya. Shah sudah pulang dari Kalimantan pagi tadi. Jadi dia belum berangkat ke kantor karena cape.
Setelah sampai di rumah, Dilara langsung mencari keberadaan suaminya.
" Pah, Papa." panggil Dilara kepada suaminya. Entah dimana suaminya ini.
Dilara mencari suaminya di ruang kerja tidak ada di kamar mereka pun sama. Pada akhirnya dia ingat tempat dimana suaminya sering menghabiskan waktu jika sedang lelah. Ternyata benar suaminya ada di taman belakang rumah.
" Pah." panggil Dilara dari belakang.
" Eh, Mama, kok sudah pulang. Ada apa?" tanya Shah.
" Mama ingin ke Surabaya." ucap Dilara langsung ke inti.
" Kenapa ingin kesana?" heran Shah.
" Mama ingin jemput Ais Pah."
" Aduh Mama, biarkan Ais disana dulu, lagian Ais juga senang disana."
" Tapi Ais sudah sangat lama Pah berada di sana."
" Mah, Papa tahu apa yang ada di pikiran Mama. Sudah lah Mah jangan berfikiran seperti itu."
" Tapi Mama sangat takut jika nanti Ais beneran bertemu dengan dia." lesu Dilara sambil mengusap wajahnya.
" Mah, memang kenapa kalau mereka bertemu? Toh mereka juga tidak saling kenal kan?"
" Tapi Mama merasa ada yang aneh Pah. Dari kemaren hati Mama merasa ada sesuatu yang terjadi disana, sampai Ais tidak mau pulang. Mama ingin Ais pulang Pah, hiks." ucap Dilara dengan diiringi tangis.
" Ya sudah besok kita kesana untuk menyusul Ais, sudah Mama jangan menangis lagi ya." Shah yang menenangkan istrinya.
" Benarkah Pah?"
Shah hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Dilara. Dilara tersenyum dan langsung mendekap suaminya.
" Sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama seperti mu Mah, tapi Papa urungkan niat buat menyuruh Ais pulang, karena takut kalau Ais marah." ucap Shah dalam hati sambil memeluk Dilara.
~"-*-"~
He? garing ya? Maaf ya, hhehe.
Thank you💞
@dinda_mahardhika21
Anyway boomlike dari "amor phase" jangan lupa mampir ya. have a nice day 💖🌻
semoga cerita nya bagus....
semangat thot.....
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
💓💓💓
terus berkarya aku mendukungmu
salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"