NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Dibalik sikap ceroboh dan somplak di antara ketiga sahabatnya, Zahra menyimpan kisah hidup yang cukup memilukan. Masa kecil bersama Yudha di sebuah Panti Asuhan, membuat Zahra menganggap Yudha sebagai kakak bahkan Zahra sangat mengagumi lelaki itu dan berharap bisa menjadi pendamping hidup Yudha selamanya—kelak.

Di satu sisi, Zahra berusaha menghindar dari Arga karena tidak ingin 'sial' jika berada di dekat lelaki itu. Setelah sebuah penolakan terlontar dari mulut Zahra, Arga memilih untuk pergi.

Namun, bagaimana jika sebuah rahasia tentang Yudha terkuak dan hal itu membuat Zahra kecewa? Akankah Zahra bisa memaafkan Yudha, atau mengejar cinta Arga yang pernah dia tolak sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Zahra mendongak dan menatap benci ke arah Arga. Bahkan, tangan Zahra terkepal erat saat teringat Arga menyebut Yudha sebagai lelaki brengs*k, sedangkan Arga justru tetap terlihat santai dan seolah tidak berdosa sama sekali.

"Tuan, bisakah Anda berbicara dengan baik?" Suara Zahra penuh amarah, tetapi Arga masih saja tenang.

"Aku sudah berbicara dengan baik. Bukankah memang lelaki itu brengs*k." Arga justru mengulangi dan itu mampu membuat emosi Zahra makin naik.

Zahra melangkah maju hingga berjarak cukup dekat dengan Arga. Dia menatap tajam kedua bola mata Arga yang juga masih menatapnya lekat. Gigi Zahra bergemerutuk dengan telunjuk mengarah tepat di depan wajah Arga.

"Tuan, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya sebagai bawahan Anda, saya ingin bertanya. Memangnya Anda pikir sebaik apa diri Anda sampai menyebut Mas Yudha adalah lelaki brengs*k!" bentak Zahra.

Arga tidak menjawab, hanya diam menatap wajah Zahra yang biasanya menunduk malu, kini terlihat penuh emosi dan sangat menantang. Bukannya takut, tetapi Arga justru menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum sinis.

"Jawab, Tuan! Saya pikir Anda masih memiliki mulut dan berbicara dengan baik. Atau Anda mulai bisu sekarang!"

Senyum Arga memudar. Wajahnya kini dipenuhi amarah, tetapi Arga berusaha keras untuk meredam. Arga tidak menyangka kalau Zahra bisa berbicara sekasar itu padanya. Sementara Zety dan Margaretha hanya berdiri dari balik tembok, melihat pertunjukan dua orang tersebut. Mereka tidak berani mendekat karena yang ada akan menjadi pelampiasan amarah Zahra.

"Aku tidak menyangka kalau kamu bisa sekasar itu." Arga tersenyum sinis. Dia berusaha menahan diri supaya emosi yang saat ini bergemuruh hebat tidak mencuat dan meluap. Selama Arga masih bisa menahan diri maka dia akan berusaha untuk menahan.

"Tuan, lebih baik sekarang Anda pergi dari sini dan jangan pernah lagi usik kehidupan saya. Asal Anda tahu, setiap Anda berada di dekat saya, saya selalu kena sial!" hardik Zahra.

"Kamu tidak takut dipecat dari perusahaan? Bagaimana juga aku adalah atasanmu." Arga tersenyum sinis, tetapi senyumannya kembali memudar saat melihat Zahra tidak takut sama sekali.

Zahra justru mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi Rasya. "Ra, gue keluar dari perusahaan laki elu, dan jangan lagi elu suruh Tuan Arga buat ngedeketin gue. Ra, gue kecewa sama elu!"

Zahra mematikan panggilan itu secara sepihak padahal Rasya dari seberang telepon belum menjawab sama sekali. Arga murka, tetapi dia berusaha menahan. Demi apa pun, hati Arga rasanya sangat sakit mendengar ucapan Zahra barusan.

"Anda puas? Lebih baik sekarang Anda pergi dan jangan pernah sekalipun mendekat!" usir Zahra.

Arga pun memilih pergi dari sana dengan membawa rasa sakit dan juga amarah yang kini sudah berkumpul menjadi satu. Dia tidak mau akan melukai Zahra jika terus-menerus berada di sana. Ketika sampai di ambang pintu, Arga menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan Yudha. Ingin sekali Arga memukul lelaki itu, tetapi akal sehatnya masih bekerja dengan baik.

"Tu-Tuan Arga," panggil Yudha. Dia terkejut dengan keberadaan Arga di sana.

Arga hanya melirik sinis, lalu pergi begitu saja tanpa mengucap sepatah kata pun. Yudha merasa heran apalagi saat dia melihat Zahra yang sedang menatap Arga dengan tatapan yang susah dijelaskan. Ketika Yudha melihat mobil Arga yang sudah pergi, dengan bergegas dia mendekati Zahra.

"Ada apa, Ra?" tanya Yudha khawatir. Zahra tidak menjawab dan justru memeluk Yudha sangat erat lalu terisak keras. Yudha mengusap punggung Zahra untuk menenangkan gadis itu. Yudha kembali bertanya, tetapi Zahra sama sekali tidak menjawab. Yang ada, isakannya makin keras terdengar.

"Apa Tuan Arga menyakitimu? Kalau iya, biarkan aku beri dia pelajaran kalau bisa aku akan membunuhnya. Aku tidak mau ada seorang pun yang menyakitimu."

"Jangan." Zahra menahan. Sejak kecil Yudha selalu berkata seperti itu saat ada orang yang melukai Zahra. Walaupun hanya ancaman, tetapi Zahra khawatir dan tidak ingin terjadi hal buruk kepada Arga.

1
kaki novel
/Good//Good//Heart//Heart/
kalea rizuky
kok be kena aids
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙪𝙙𝙖, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙘𝙗 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙨𝙜𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙢𝙪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙙𝙝𝙖 𝙟𝙙 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙢𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝2𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙮𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙪𝙙𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙧𝙥𝙙 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙪𝙙𝙪𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙖𝙨𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙟𝙡𝙨 𝙟𝙜 𝙩𝙖𝙧 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙟𝙙 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙤𝙙𝙪𝙨𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪.
Marlina Malla Cessa
bagusss cerita nyah ga ngebosenin 🥰🥰
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
congrats Arga n Zainab 🌹
pipi gemoy
😆😆😆😆😆😆😆
pipi gemoy
Arga mulai baper seperti si panu😆😆😆👻
pipi gemoy
ya ampun nih si Zainab minta di sleding 😂😂😂😂😂
pipi gemoy
ortu Arga noh👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
Yudha memenuhi janjinya dengan menjaga Zahra sampai akhir hayat 🥀
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sempat sempat menjadikan Arga tumbal setan👻👻👻
pipi gemoy
mulut mereka semua nga ada rem nya😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
suit suit Arga nih ye...😂😂😂😂
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!