arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA
Erika dan Cindy berdiri saling berhadapan di dalam sebuah kafe.
"Kenapa aku tidak boleh menerima kasusnya?" Erika menghampiri sebuah sofa dan duduk di atasnya. Melihat Cindy mengangguk sambil menghela napas, Erika mengangkat sebelah alisnya dan bertanya, "Bisa kau jelaskan alasannya?"
"Itu karena..."
Cindy mulai menjelaskan situasi yang berkaitan dengan kasus itu. Erika mengetuk jemari di paha kirinya sambil mendengarkan.
Matanya menggelap sambil mempertimbangkan Cindy, "Cukup menarik. Siapa saja pihak yang terlibat?"
"Baiklah... sepertinya tidak masalah jika kau tahu...
Erika menatap Cindy dengan penuh keingin tahuan.
"Kedua belah pihak adalah orang-orang berkuasa di dunia bisnis, jadi ini termasuk kasus besar karena melibatkan banyak hal.
Hubungan mereka kurang baik, dan orang yang meminta bantuanmu adalah Tuan Dikara. Sedangkan saingan Tuan Dikara adalah..."
Cindy menghela napas dan melanjutkan dengan sedih, "Suamimu!"
Napas Erika memburu.
Lalu, Cindy menekan tangan di dadanya dan berkata dengan menyesal. "Sepertinya kasus ini memang bukan untuk kita. Sayang sekali melihat jumlah uang yang sangat besar tetapi tidak bisa menerimanya.
Erika diam-diam memainkan ponselnya. Sulit untuk menebak apa yang sedang dia pikirkan.
Cindy melihat Erika dan mengira bahwa dia sedih. Dirinya merasakan hatinya ikut sakit, lalu menenangkan Erika, Jangan sedih. Dengan reputasimu, aku yakin kau bisa mendapatkan kasus lain dan menerima uang yang lebih banyak. Tapi Ines, apa kau benar-benar sudah bercerai?"
Erika mengerutkan bibirnya. "Hidupku akan
lebih baik tanpa dia
Cindy melihat tatapan serius di mata Erika dan merasa lega. "Akhirnya kau sadar juga! Kau
Sudah melakukan banyak hal untuk si sampah itu, tapi dia tidak pernah belajar untuk menghargaimu. Kau sudah membebaskan dirimu dari penderitaan dengan meninggalkannya. Beb, aku sungguh mengucapkan selamat atas keputusan yang telah kau buat!
Saat mereka sedang berbicara, dua sosok familiar memasuki kafe, membuat ekspresi wajah Erika menggelap seketika.
Si pria mengenakan setelah berwarna hitam dengan kemeja silver yang berkilat dingin seperti hatinya.
Wanita di sebelahnya mengenakan sebuah gaun putih, dia terlihat lembut seperti seekor burung. Namanya adalah Lanni Baswara.
Erika merasa kesal. Kebetulan sekali. Kami baru saja bercerai, dan sekarang dia berkencan dengan selingkuhannya secara terang-terangan.
Cindy menatap sekilas ke arah Erika dan melihat ekspresinya memburuk. "Kenapa dua orang itu bisa ada di sini?"
Suara Cindy terlalu keras hingga menarik perhatian Gardan, memaksanya untuk berbalik dan melihat mereka. Ekspresinya langsung berubah sengit.
Ada apa dengan wanita ini? Tadi malam, dia tanpa ragu menandatangani surat cerai dan bahkan menolak vilanya. Sekarang dia muncul di depanku lagi. Apakah dia sedang mencoba jual mahal?
Tatapan mata mereka bertemu dan Erika memalingkan wajah acuh tak acuh sebelum menarik Cindy untuk pergi.
Namun, sebuah suara manis yang membuatnya muak terdengar di dekat Erika "Erika, kau di sini juga."
Saat mengatakan itu, Lanni menghampiri mereka dengan tersenyum lembut. Dia menatap Erika dengan polosnya seolah-olah tidak melakukan kesalahan apapun.
Erika mengejek di dalam hati. Siapa yang mengira jika wanita yang tampak polos dan lembut ini diam-diam mengirimiku foto kedekatannya dengan Gardan yang tak terhitung jumlahnya bulan ini?
Erika pura-pura tersenyum. "Lanni, kau sudah keluar dari rumah sakit? Wow, kau langsung bisa berjalan setelah koma selama tiga tahun. Sungguh keajaiban!"
Orang-orang di sekitar mereka melihat dengan penasaran setelah mendengar Erika mengatakan itu.
Lanni tampak gelagapan seketika, tetapi langsung kembali tenang. Dia berbalik ke arah Gardan dan tersenyum manis. "Dokter bilang itu semua berkat perhatian Gardan selama tiga tahun ini. Karena kegigihannya lah aku bisa bangun dan sembuh dengan lebih cepat."
Erika tidak tahan untuk melihat Gardan dan menyeringai. "Aku baru tahu kalau mantan suamiku ternyata bisa menyembuhkan orang sakit. Sayang sekali dia tidak pernah belajar kedokteran. Bidang kesehatan telah kehilangan orang berbakat!"
Orang-orang yang menonton merasa penasaran setelah mendengar itu dan ingin melihat dramanya terungkap. Mereka saling bertukar pandang dan berbisik.
"Mantan suami? Apa itu artinya wanita yang memakai gaun putih adalah selingkuhannya? Apakah dia sepupu istrinya?"
"Astaga! Berantakan sekali!"
"Berani-beraninya dia menunjukkan diri di depan istrinya? Dasar wanita tidak tahu malu!"
Ekspresi wajah Gardan menggelap saat mendengar orang-orang di sekitar mereka. "Erika, selama ini kau selalu saja menempel padaku, dan sekarang kau justru berani menunjukkan dirimu di sini dan bermain jual mahal? Jika kau muncul lagi di depanku, kau akan menyesalinya!"
Erika menahan amarahnya dan tersenyum.
"Menyesal? Dengan cara apa kau akan membuatku menyesalinya, Tuan Wistam?"
NAMANYA DIUBAH