Aresha Ravan Aravella harus bekerja keras sejak SMA. Dan kini dia bekerja di salah satu perusahaan Makanan Instant terbesar di sebuah Kota Besar.
Menjadi Budak. Maksudnya menjadi Sekretaris level S untuk Seorang President Direktur yang begitu tampan bernama Alvarro Osmond Cullen.
Dan, Akhirnya tiba juga dimana dia bisa lepas dari jeratan Alvarro karena sebuah keberuntungan menggapai ke dirinya. Aresha memenangkan sebuah Kupon Undian senilai 2 Milyar.
Aresha memutuskan mengundurkan diri dan bebas menikmati hidup.
Namun hanya dengan sebuah kata "Saya Tolak" dari seorang Alvarro. Kini Aresha harus terjerat semakin dalam di kehidupan Alvarro.
Penasaran dengan kisah Kocak, Romantis, dan pastinya selalu bikin baper. Langsung simak aja cerita nya ya 💋
Follow IG Mama @ma2.zan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamaZan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Lain Alvarro
.....
"Jangan pergi tinggalkan aku Mama....Papaa...." gumam Alvarro dengan lirih.
Aresha langsung berbalik dan melihat Alvarro kembali.
"Varro..??" ucap Aresha lembut yang langsung berlutut menatap wajah Alvarro. Dengan lembut Aresha mengusap air mata yang mengalir di mata yang masih terpejam itu.
"Apa yang dia mimpikan sampai membuat nya begitu sedih.." gumam Aresha.
Karena dirinya sangat sering bermimpi buruk dan ketika terbangun matanya sudah sembab karena air mata.
Aresha membiarkan Alvarro memegang tangan nya. Pertama kali dirinya melihat Bosnya yang begitu Arrogant dan Sifat Dingin nya ternyata memiliki sosok rapuh seperti ini.
Tanpa sadar tangan Aresha terus mengusap lembut kening Alvarro. Alvarro tidak hentinya mengigau memanggil kedua orang tuanya.
"Tidaakkk...!!" teriak Varro tiba-tiba dan duduk terbangun dari tidurnya dengan nafas saling berburu. Tepat di hadapan nya, dirinya melihat Aresha yang sedang menatapnya dengan khawatir. Dengan cepat dirinya menarik Aresha dan memeluknya dengan erat.
"Kalau ini masih mimpi, biarkan aku memelukmu seperti ini Aresha..." lirih Alvarro yang mendekap Aresha dengan begitu erat.
Aresha yang awalnya hanya termangu mendapatkan pelukan tiba-tiba, langsung menaikkan tangannya dan mengusap lembut punggung Alvarro ketika mendengar ucapan nya, kemudian Aresha berbisik.." Semuanya baik-baik saja Varro..." dengan begitu lembut.
Dirinya sangat tahu bagaimana hidup yang di hantui dengan mimpi buruk dan menyakitkan. Selama ini apabila dia bermimpi buruk. Dia sangat membutuhkan kata-kata yang menguatkan hatinya.
Dan inilah yang bisa dia lakukan untuk Alvarro.
Mendapatkan ucapan dari Aresha membuat Alvarro melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Aresha dan menyentuh pipi Aresha dengan kedua tangan nya. Kemudian menyentuh bibir Aresha dengan ibu jarinya.
"Kenapa terasa begitu nyata...?" gumam Alvarro yang bisa di dengar Aresha.
Aresha tersenyum mendengar ucapan Alvarro.
"Dalam mimpi pun kau terlihat sangat cantik Aresha..." ucap Alvarro yang mengira masih berada dalam mimpinya.
Blussshhhh
"Pak..?" panggil Aresha ke Alvarro.
"Iya..?" jawab Alvarro santai dan tersenyum. Kemudian kembali memeluk Aresha dengan erat.
"Pak..?" panggil Aresha lagi.
"Iya ada apa Aresha..?" balas Akvarro.
"Hmm...Kaki ku mati rasa Pak...!" seru Aresha.
"Mati rasa..??" beo Alvarro.
Deg
Alvarro membelalakkan matanya menyadari sesuatu. Dan sedetik kemudian tersadar kalau saat ini bukanlah mimpi.
"Cari akal Varro..!!" batin Alvarro yang menahan malunya. Namun, belum melepaskan pelukannya dari Aresha.
"Atau pura-pura masih dalam mimpi...?" batin Alvarri asal.
"Paak...?" seru Aresha kembali dengan sedikit meringis.
"Hmmm... Hoammm..." seru Alvarro yang melepaskan pelukan nya dari Aresha dan kembali membuang badan nya di sofa yang berpura-pura tidur.
"Auchhh...!" ringis Aresha sambil duduk di atas karpet dan meluruskan kakinya.
"Ughhh...Ahh...!" seru Aresha sambil menepuk-nepuk kakinya yang mati rasa berubah menjadi kesemutan.
"Ughhh ngilu...!"
Alvarro merasa terganggu dengan gumaman Aresha yang tidak sadar sudah membangunkan sesuatu.
Alvarro langsung bangun dan ikut duduk di Karpet membantu meredakan kesemutan di kaki Aresha yang terlalu lama berlutut.
"Ahhh...aaaa....pelan-pelan Pak..." seru Aresha ketika Alvarro menyentuh ujung jari kakinya.
Mendengar seruan Aresha membuat telinga Alvarro memerah. Dengan cepat dirinya bangun dan mengambil air hangat dan handuk kecil.
"Sini kaki kamu..." seru Alvarro kemudian menaikkan sedikit celana panjang Aresha, lalu menaruh handuk hangat ke kaki Aresha yang sangat putih bersih.
"Uhmmm... sudah mulai reda Pak..." ucap Aresha merasa lega dengan kondisi kakinya sekarang yang sudah mulai bisa di gerakkan.
"Stop bergumam Aresha..!!" seru Alvarro yang hanya menunduk melihat handuk kecil di kaki Aresha.
"Ehh..?? Kenapa Pak.. itu namanya spontanitas Pak.. !" jawab Aresha yang cukup kesal karena di larang-larang tanpa ada alasan.
"Salah siapa juga kaki ku jadi kebas seperti ini...!!" batin Aresha.
"Hmm....! Sudah bisa bangun..? Sini aku bantuin...!" ucap Alvarro lembut dan membantu Aresha untuk duduk di sofa.
Aresha masih kesulitan untuk berdiri. "Aa...aaaa...aaa...pelan-pelan Pak..." seru Aresha merasa kakinya tersetrum akibat bergerak.
Dan..."aaahhhhh..."seru Aresha kehilangan keseimbangan ketika kakinya menyentuh lantai.
Bughhh
Bersambung....
☘☘☘☘☘
Mohon untuk Support dengan Like, Komentar, Vote, Kirim Hadiah dan Tentu saja jangan sampai lupa Klik Tombol Favorit ❤
Karya ini Mama sedang mengajukan Kontrak, Jadi bantu Mama biar bisa cepat lulus kontrak dan masuk rekomendasi 😘😘
I Love You Semua 😘😘😘