Alceena harus menelan kekecewaan saat pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh calon suami, karena ada rumor yang beredar jika dirinya mandul.
Alceena tidak merasa jika dia seperti yang diberitakan pun berniat untuk membuktikan pada seluruh orang bahwa dirinya bisa memiliki keturunan. Dia melakukan program hamil dengan metode inseminasi buatan, memasukkan sel dari bibit kehidupan seorang pria misterius yang bersedia mendonorkan sedikit cairan penting tersebut, tanpa melakukan hubungan badan.
Namun, tanpa Alceena ketahui bahwa pendonor bibit kehidupan tersebut adalah Dariush Doris Dominique, seorang pengusaha muda di Eropa sekaligus musuh dan orang yang selalu dia hindari sejak dahulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Dokter Hillary tetap tidak ingin mengingkari janjinya dengan Alceena agar merahasiakan tujuan yang ingin melakukan inseminasi buatan. Padahal sudah diancam oleh direktur utama Hakanimen Grand Luxury Hospital.
Alceena memang sedang mencari pendonor cairan bibit kehidupan untuk membuahi ovumnya. Tapi, dia tak ingin pria pendonor mengetahui tentang identitasnya. Melindungi agar sewaktu-waktu jika anaknya lahir, tidak diambil oleh orang tersebut, atau pendonor tak bisa mengambil keuntungan apa pun di kemudian hari selain nominal uang yang sudah dia janjikan dan titipkan pada Dokter Hillary.
“Sudahlah, kau buka saja data base pusat. Pasti data pasien terinput semua di sana, ‘kan?” Dariush kembali berbicara melalui sambungan telepon.
“Benar juga, Tuan. Anda pintar sekali.” Direktur utama rumah sakit itu memuji Dariush. Lebih tepatnya sedang menjilat salah satu keluarga Dominique. Siapa tahu akan menambah investasi di sana.
“Aku memang pintar,” balas Dariush sangat percaya diri dan sombong. Dia menunggu orang yang sedang ditelepon itu untuk mencari data.
Dan setelah beberapa saat, direktur utama rumah sakit pun memberitahukan data tentang Adaire Alceena Pattinson. Sesuai pada data base yang tadi diinput oleh Dokter Hillary.
“Tuan, Nona Alceena baru pertama kali datang ke bagian obgyn pada hari ini. Tujuannya untuk melakukan program hamil menggunakan inseminasi buatan, dan saat ini masih dalam proses pencarian pendonor cairan dari seorang pria.”
Mendengar informasi tersebut, Dariush mengernyitkan dahi. Tapi dia paham kenapa Alceena melakukan hal itu. “Oke, terima kasih.” Dia memutus panggilan dan memasukkan ponsel ke dalam saku.
Dariush bergeleng kepala. “Ternyata seperti ini caramu menyelesaikan masalah dan memperbaiki nama baikmu. Cerdik juga, bahkan jika aku berada di posisinya, pasti akan menyewa orang untuk berhubungan badan sampai hamil dan tak terpikirkan untuk inseminasi buatan. Memang tak salah aku menyukai Alceena,” gumamnya lirih.
Dariush kembali menatap Dokter Hillary. “Aku sudah tahu tujuan Alceena datang ke sini. Jadi, kau tak perlu takut dianggap mengingkari janjimu dengannya, karena bukan mulutmu yang membocorkan.”
Dokter Hillary mengulas senyum. “Tolong jangan sampai ada yang tahu tentang ini, Tuan. Saya tidak ingin dianggap mengingkari janji,” pintanya.
“Tenang, mulutku aman. Asalkan kau menjadikan aku sebagai pendonornya dan merahasiakan pada Alceena tentang identitasku, bagaimana?” Dariush mencoba membuat kesepakatan. Walaupun dia belum bisa memiliki Alceena, setidaknya wanita itu akan hamil anaknya. Anggap saja sedang mencicil.
Dariush juga harus menutupi identitasnya. Sebab, jika Alceena tahu dialah pendonor cairan yang sedang dibutuhkan oleh wanita itu, pasti akan ditolak. Bantuannya saja selalu tak diterima.
Dokter Hillary menilai penampilan Dariush. Wajah tampan, tinggi, hidung mancung, terlihat tegas, berwibawa. Cocok sekali dengan kriteria yang diinginkan oleh Alceena. “Baik, tapi saya harus cek sel aktif dari cairan Anda terlebih dahulu.” Daripada dia pusing mencari kandidat yang cocok, lebih baik mengambil kesempatan yang sudah ada di depan mata.
“Oke.” Dariush langsung berdiri, terlihat sangat semangat. “Di mana aku harus melakukan pengujiannya?”
Asisten Dokter Hillary mengambil sebuah tabung kecil dari lemari penyimpanan benda-benda penting kebutuhan Dokter Hillary, lalu memberikan kepada Dariush. “Silahkan Anda mengeluarkan cairannya dan dimasukkan ke dalam sini, Tuan.”
Dariush menerima benda tersebut. “Boleh ku bawa? Mengeluarkan cairanku membutuhkan imajinasi tinggi.”
“Silahkan, Tuan. Harap pastikan saat cairan keluar, langsung dimasukkan ke dalam tabung itu.”
“Oke, nanti aku akan kembali lagi ke sini setelah tabung mini terisi.” Dariush pun keluar dari ruangan Dokter Hillary.
...*****...
...Dah ya bonusnya dua aja. Ketemu lagi besok. Jangan lupa like, komen, vote, dan kirim hadiah sebanyak-banyaknya bestie....