follow IG aku ya zayang di : harumini_12
Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.
Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.
Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 Bukti-bukti
"Kamu kira papa tidak tahu? Jawab dengan jujur sebelum papa mencari tahu sendiri, untuk apa kamu pergi ke luar kota," ucap papa Doni lagi.
Sela yang mendengar perkataan papa Doni beranjak dari duduknya kemudian menghampiri papa Doni lalu memegang bahunya.
"Papa," ucap Sela sambil tersenyum ke arah papa Doni yang menatap Sela. "Mas Harza keluar kota karena ingin memberikan kejutan pada papa,"
"Maksud kamu nak?"
"Karena mas Harza bisa berdikari sendiri tanpa campur tangan perusahaan papa, buktinya mas Harza bisa dapat proyek di luar kota," jelas Sela, dan Harza yang mendengar perkataan sang istri langsung menatap Sela.
"Iya kan Mas?" Sela bertanya sambil menatap ke arah Harza dengan tersenyum manis.
Dan dengan segera Harza menganggukkan kepalanya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Sela Pa. Sudah lama aku ingin membuktikan pada papa, kalau aku bisa membangun perusahaan tanpa campur tangan perusahaan papa. Dan akhirnya aku bisa," jelas Harza sebisa mungkin menutupi kebohongannya apa lagi saat Sela mempercayainya apa yang pernah di ucapkannya.
"Baik mas, aku ikuti permainanmu," gumam Sela dalam hati sambil terus mengembangkan senyum di kedua sudut bibirnya.
Karena Sela sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak boleh lemah dan ingin mencari tahu apa yang membuat sikap Harza berubah padanya, dan juga ingin tahu siapa Rani nama yang terucap dari bibir sang suami.
"Baiklah, papa percaya padamu," ujar papa Doni kemudian beranjak dari duduknya. "Dan sekarang papa ingin ikut ke perusahaan, ada perkembangan apa di dalam perusahaan mudah mudahan kamu dan juga Hendri tidak mengecewakan papa,"
Harza yang mendengarkan perkataan papa Doni langsung terkejut, karena selama ini dirinya selalu memakai uang perusahan untuk membiayai kehidupan Rani.
Dan Sela yang melihat mimik wajah Harza yang terlihat begitu cemas hanya bisa mengerutkan keningnya.
"Apa yang kamu sembunyikan mas," gumam Sela dalam hati kemudian mengikuti sang suami dan papa mertuanya keluar dari rumah.
Setelah Harza dan juga papa Doni pergi, Sela langsung masuk ke dalam rumah dengan lunglai saat merasakan tubuhnya begitu lemas karena semalam suntuk sama sekali dirinya tidak memejamkan matanya.
Sela yang sudah berada di kamar langsung menjatuhkan tubuhnya kasar di atas tempat tidur sambil memegangi keningnya, dan Sela langsung mmengingat kembali nama perempuan yang keluar dari mulut sang suami.
"Rani, siapa kamu sebenarnya, apa kamu yang sudah membuat mas Harza berubah padaku," ucap Sela kemudian beranjak dari tidurnya, lalu Sela berjalan menuju meja kerja sang suami yang berada di kamarnya untuk mencari tahu tentang kecurigaanya pada Harza.
Hampir setengah jam Sela mencari bukti-bukti yang membuat suami berubah, tapi dirinya tidak mendapat bukti apa pun, kemudian Sela langsung menjatuhkan tubuhnya di kursi kerja sang suami dengan kasar dan tatapannya langsung tertuju pada sebuah map yang berada di atas meja Harza yang tadi luput dari pandangannya.
Sela kemudian membuka map tersebut, dan Sela langsung mengerutkan keningnya ketika melihat selembaran sertifikat rumah, dan Sela langsung terkejut saat melihat nama yang tercantum di map tersebut.
"Rania, apa ini Rani," ucap Sela dan langsung membaca alamat yang tertera di sertifikat tersebut, kemudian Sela mengambil ponsel miliknya untuk mengambil gambar alamat yang ada di sertifikat tersebut.
"Baiklah, aku harus siap menerima kenyataan ini," ujar Sela sambil menggenggam ponsel miliknya kemudian menyambar tasnya dan keluar dari kamar.
*
*
*
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam menggunakan taksi online, akhirnya Sela Sampai di sebuah perumahan yang tertera di sertifikat yang dirinya temukan di meja kerja Harza.
Dan Sela langsung menyuruh sopir taksi yang dirinya pesan menuju salah satu rumah yang terdapat di sertifikat yang sudah dirinya ambil menggunakan kamera ponselnya.
Sopir taksi tersebut menghentikan mobilnya tepat di depan rumah yang menjadi tujuan Sela.
"Mbak kita sudah sampai," ucap sopir taksi pada Sela yang sedang mengamati rumah tersebut. "Mbak,"
"Iya Pak, kita tunggu dulu setengah jam disini, dan tenang saja, aku akan membayar dua kali lipat dari yang tertera di argo," ujar Sela dan sopir taksi online tersebut meng iyakan permintaan Sela.
Tapi sudah hampir setengah jam Sela menunggu, tidak ada tanda-tanda ada seseorang yang akan keluar dari rumah tersebut.
Kemudian mata Sela tertuju pada ibu-ibu yang tidak jauh dari tempatnya berada.
"Pak, tolong lajukan mobilnya kesana," pinta Sela pada ibu-ibu yah sedang mengerumuni tukang sayur gerobak.
"Baik mbak,"
Sela memutuskan untuk turun dari mobil dan menghampiri ibu-ibu yang sedari tadi menjadi objeknya.
"Permisi, selamat pagi," sapa Sela saat sudah menghampiri ibu-ibu yang sedang memilah sayuran.
"Pagi menjelang siang," ucap salah satu ibu-ibu sambil tersenyum dan Sela pun balas tersenyum.
"Pagi, penghuni baru ya mbak?" tanya ibu lainnya.
"Bukan bu. Aku hanya ingin bertanya, apa boleh?"
"Jelas saja boleh neng," sambung pria paruh baya penjual sayuran.
"Terima kasih pak,"
"Neng kan belum bertanya kenapa sudah berterima kasih duluan?"
"Itu namanya sopan mang Asep," sambung salah satu ibu-ibu. "Silahkan neng, apa yang ingin neng tanyakan?"
Sela yang mendengar pertanyaan ibu tersebut ragu-ragu ingin bertanya.
"Neng kenapa diam saja?"
"Eh itu bu, rumah itu," tunjuk Sela dan jarinya menunjuk salah satu rumah yang yang sedari tadi dirinya amati.
"Oh itu. Rumah neng Rani istri dari Harza, ada apa neng?"
Deg!
Bersambung.........................
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
mendingan cari suami baru