Airell Miranda baru saja menerima kenyataan bahwa ia telah menjadi selingkuhan sang kekasih bernama Bram Smith yang telah dipcarinya selama hampir 3 tahun. Istri Bram yang datang ke apartemen Airell bersama seorang pria yang Airell tidak tau siapa. Perempuan yang mengaku sebagai istri dari Bram memberi peringatan berupa ancaman dan pelajaran untuk tidak lagi mendekati suaminya, Bram.
Berita Airell yang merebut suami orang kini sudah tersebar di rumah sakit tempat di mana Airell bekerja sebagai seorang psikiater. Tidak hanya itu, Airell dipecat dari pekerjaannya dan nama Airell dikasih tinta hitam agar rumah sakit, biro ataupun perusahaan tidak menerima Airell sebagai pekerja. Selain Airell kehilangan pekerjaannya, Airel juga dijauhi dan ditinggalkan teman-temannya.
Kemalangan Airell masih berlanjut saat Airell tiba-tiba diculik oleh orang suruhan pria yang datang ke apartemennya bersama istri Bram yang Airell baru tau nama pria tersebut adalah Max Alexanders Wu. Max memperkosa Airell yang saat itu masih suci dan memberikan ancaman untuk tidak lagi mendekati Bram suami dari adiknya.
Airell menatap penuh dendam kepada pria yang merenggut kesuciannya. Namun, Airell tidak bisa melakukan apa-apa. Hingga akhirnya setelah kejadian itu Airell memutuskan untuk pindah keluar negeri.
Bagaimana perjuangan Airell setelah menghadapi kemalangan-kemalangan yang menimpa dirinya. Yuk, ikuti novel ini!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunar Sirius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. It's Not Simple to Say
Dokter Adam yang hendak masuk ke ruang rawat kamar Airell mendengar semua apa yang dikatakan oleh Max dan melihat bagaimana Max yang mengusap air mata Airell mengepalkan kedua tangannya.
Membalikkan badannya untuk menenangkan diri dan menjernihkan pikirannya melihat kedekatan Airell dengan Max walaupun ia tau bahwa Airell tidak menggubris apa yang dikatakan dan dilakukan Max namun hatinya sakit saat melihat Airell tidak menolaknya.
Di seberang sana Steffy melihat bagaimana drama yang terjadi di antara ketiganya mendengus kesal sekaligus heran kenapa semua sangat menyukai Airell apa yang menjadi kelebihan Airell seperti hingga membuat laki-laki bertekuk lutut di bawah pesona seorang Airell Miranda.
“Drama yang sangat menyedihkan.” Ucap Steffy dengan dingin dan tatapannya yang dalam lalu meninggalkan tempat persembunyiannya.
“Bagaimana apakah sudah ketemu?” Tanya dokter Adam yang sedang memegang ponsel di tangannya. Menghela nafas berat dan panjang saat mendengar bahwa Noel masih belum bisa ditemukan membuat kepala dokter Adam sangat pusing.
Menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesaran miliknya sambil memijit kepalanya untuk mengurangi rasa pusing tersebut.
Tok tok tok
“Masuk.” Jawab dokter Adam dan melihat siapa yang datang ke ruangannya malam-malam begini. Mengernyitkan heran saat melihat siapa yang datang karena ia sama sekali tidak pernah berurusan dengan seseorang di hadapannya. Apakah orang ini mempunyai masalah kesehatan hingga datang selarut ini.
“Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya dokter Adam dengan lembut dan senyumannya seperti
biasa.
“Jauhi Airell Miranda, dia bukan milikmu.” Ucap orang tersebut dengan datar dan dingin tanpa menjawab pertanyaan dokter Adam.
“Kalau bukan masalah pekerjaan atau kesehatan silahkan Anda keluar.” Ucap dokter Adam dengan tenang. “Anda tidak punya hak untuk melarang saya mendekati siapa pun.” Lanjut dokter Adam.
“Terserah yang penting aku sudah memperingati mu. Aku hanya merasa sayang saja cinta tulus mu itu nanti tidak akan bisa kamu miliki. Jangan terlalu berlebihan mencintai seseorang jika tidak ingin merasakan rasa sakit yang lebih pula. Masih banyak perempuan lain di dunia ini selain Airell Miranda. Airell Miranda dan Kalle Jaani Oiva Alexanders Wu hanya milik keluarga Alexanders Wu bukan dan tidak akan pernah menjadi milik keluarga Maynard.” Dokter Adam yang mendengar pernyataan orang di hadapannya mengepalakan kedua tangan di atas pahanya dan mengetatkan kedua rahangnya.
“Siapa pun itu Anda tidak berhak untuk ikut campur orang lain, Anda juga tidak berhak untuk mengklaim sembarangan atas apa yang belum pasti takdir siapa yang akan tau.” Ucap dokter Adam dengan tegas dan dinginnya.
“Setidaknya aku sudah mengatakan dan memperingati mu dokter Adam dan jangan sampai nanti dokter Adam belum siap menerima kenyataan itu dalam waktu dekat. Persiapkan diri Anda dokter Adam.” Setelah mengatakan itu orang tersebut pergi dari ruangan dokter Adam dengan senyuman dinginnya.
Nafas dokter Adam menjadi sangat cepat setelah kedatangan orang tadi, pikiran dan perasaannya menjadi tidak stabil. Apakah ia harus menyerah setelah mendengar hal itu tidak sama sekali ia akan terus memperjuangkan Airell Miranda dan Noel.
Di dalam ruang kamar rawat Airell terjadi keheningan saat isak tangis tak lagi jadi pengiring musik untuk mengisi kekosongan di antara Airell dan Max.
Mereka bersama-sama mengatur emosi masing-masing setelah ada adegan menangis berjemaah tersebut. "Pergilah dari sini aku ingin beristirahat.” Usir Airell setelah sekian lama, Max yang mendengarnya kembali menegang dan perutnya mulai bergejolak kembali.
Airell yang melihat hal itu segera berucap, “Setidaknya kamu juga perlu beristirahat.” Max yang mendengarnya melihat ke arah mata Airell yang sedang menatapnya dengan dingin. Perasaan Max berbunga-bunga mendengar kalimat perhatian yang Airell berikan kepadanya apalagi nada bicara Airell untuk pertama kalinya tidaklah formal.
“Kenapa masih di sini?” Tanya Airell yang melihat Max malah tersenyum tipis dengan dirinya.
“Apakah kamu sudah memaafkan ku?” Tanya Max dengan hati-hati. Airell menatap mata Max dengan dalam sebelum menjawab pertanyaan Max untuknya.
“Iya.” Ucap Airell hingga membuat Max tersenyum senang, “aku melakukannya karena aku ingin berdamai dengan diriku agar aku bisa memulai kehidupan baru bersama Noel dan keluarga kecil ku nanti.” Lanjut Airell sedangkan Max yang mendengarnya menjadi sedih kembali apalagi saat mendengar keluarga kecil. Apakah hubungan Airell dan dokter Adam akan masuk ke jenjang yang lebih serius dan artinya ia tidak akan mempunyai kesempatan untuk itu. Tidak kali ini ia tidak boleh terlambat lagi ia tidak boleh menjadi pengecut cukup untuk kedua kalinya tidak untuk kali ini.
“El…maksud ku Airell.” Ucap Max dengan gugup saat Max melihat Airell yang menatapnya tajam ketika memanggilnya dengan nama El. “Ada yang ingin aku sampaikan kepada mu dan aku tidak ingin menyesalinya kembali.” Airell yang mendengarnya mengernyitkan dahinya. Tidak mengertikah pria ini bahwa saat ini yang diperlukan dirinya hanya istirahat.
“Kalau tidak ada yang ingin dikatakan silahkan keluar.” Ucap Airell dengan dingin saat melihat Max tidak mengatakan apa-apa selama 5 menit lamanya.
Max yang mendengarnya menatap sendu ke arah Airell yang masih bersikap dingin kepadanya dan Max juga tau bahwa Airell belum sepenuhnya memaafkan dirinya tapi setidaknya Max bersyukur karena Airell mendengarkan ia berbicara dan tidak lagi menolak keberadaannya.
“Tidak, aku akan berbicara langsung.” Ucap Max dengan cepat.
“Aku…aku…aku mencintaimu Airell Miranda.” Ucap Max dengan sekali nafas. Setelah Max mengatakan itu bebannya terasa terangkat, di lain sisi Airell yang menerima pernyataan cinta dari pria di depannya mengerjapkan matanya dengan pelan namun ia masih bisa menetralkan wajahnya untuk tidak berekspresi secara berlebihan.
“Aku serius dengan itu rasa ini sudah jauh sebelum kita bertemu dan bertatap muka secara langsung. Setidaknya itu yang ingin aku sampaikan kepada mu, tidak mudah bagi ku untuk mengatakan ini namun aku tidak ingin menjadi pengecut untuk ketiga kalinya.” Ucap Max yang langsung berjalan pergi dari ruang kamar rawat Airell dengan gugup tanpa mendengar jawaban dari Airell.
Max terlanjur gugup dan sangat malu atas pernyataan yang tidak bisa ia kontrol. Kenapa saat berdekatan dengan Airell ia yang selalu pandai mengontrol emosinya menjadi tidak terkontrol. Itu sangat berbahaya, kesalahan fatal akibat dirinya tidak bisa mengendalikan dirinya adalah lahir dan hadirnya Noel yang menjadi bukti tidak terkontrol emosinya ketika berhadapan dengan Airell.
Airell masih dengan diamnya sambil menatap pintu kamar rawatnya yang ditutup dengan keras oleh Max. “Apa dia kerasukan.” Gumam Airell yang merasa heran dengan sikap Max, apalagi tadi ia sempat melihat Max tersandung dengan kakinya sendiri hingga tampak konyol untuk dilihat.
Tak lama kemudian dokter Adam masuk ke kamar rawat Airell setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Kenapa kamu belum tidur, istirahatlah.” Ucap dokter Adam yang tidak luput senyuman manisnya. “Orang-orang ku masih mencari keberadaan Noel. Jadi, kamu harus segera sembuh agar bisa mencari keberadaan Noel. Jika kamu sakit Noel akan sangat sedih melihat mu.” Airell yang mendengarnya menganggukkan kepalanya tanpa membantah lagi pula matanya sudah mengantuk dan air matanya sudah kering karena banyak menangis. Cukup sudah ia menjadi lemah ia harus kuat demi Noel.
Dokter Adam yang melihat Airell menuruti katanya tersenyum senang di tengah kekalutan perasaan dan pikirannya.
“Aku sangat mencintai mu Elma.” Ucap dokter Adam lirih dan kemudian ia ikut tidur di ruang kamar rawat Airell yang memang sudah tersedia kasur buat keluarga pasien.
*Bersambung*