Penyakit eating disorder membuat Jackson tidak bisa mencicipi rasa makanan selama 20 tahun. Masakan Rossy, koki pribadi baru berhasil membuat pria itu memakannya dan secara perlahan mencoba mengatasi trauma masa lalu.
Terkuak misteri Rossy adalah ibu kandung dari bayi tabung IVF yang dibeli oleh Jackson lima tahun yang lalu. Berhasilkah Jackson mengatasi trauma masa lalu yang merupakan pemicu penyakitnya serta bersatu dengan Rossy dan putra kembarnya Chandra&Kelvin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18. Dinner di Mansion Wijaya *CRAZY UP PART II*
***Mansion Wijaya***
Rossy merasa kesal karena makanan supper yang di masaknya tidak di makan lagi oleh Jackson malahan pria itu meminta Rossy menghabiskan makanan supper itu di depannya lagi.
Rossy berjalan menuju kamar tidurnya dengan muka cemberut setelah selesai membersihkan peralatan dapur yang dipakainya untuk memasak supper tadi.
Wanita muda itu naik ke atas tempat tidur.
"Aku harus menelepon Michelle sekarang."
Rossy teringat akan janjinya kepada Michelle sewaktu di mall. Wanita muda itu mengambil handphone dari dalam tasnya dan melihat ada notifikasi grup LINE yang baru.
Ternyata Felix membuat grup chat LINE. Anggota di dalam grup chat LINE ada Rossy, Michelle, dan Felix.
"Hello semuanya. Good Night ya. Sweet dream." Rossy mengirim sms ke grup chat LINE.
"Good night Rossyku." Michelle pun mengirim sms di grup LINE .
"Good night Rossy & Michelle," ketik Felix di dalam chat.
Felix sengaja membuat grup chat LINE supaya bisa berhubungan dengan Michelle. Beberapa saat kemudian Felix menambahkan satu nomor ke dalam grup chat .
"Boss J yang narsis&arogan bergabung dalam grup".
"WHAT?" teriak Rossy secara spontan melihat nomor kontak Jackson bergabung di dalam grup chat.
Ternyata Felix menambahkan Jackson ke dalam grup dan mengubah nama grup menjadi 'Friends'.
Rossy tidak menyangka Felix akan memasukkan Jackson ke dalam grup chat.
"Mungkin tuan Jackson selama ini tidak mempunyai teman sehingga Felix memasukkannya ke dalam grup chat," kata hati Rossy.
Wanita muda itu merasa kasihan kepada Jackson dan tidak mempermasalahkan lagi Jackson ada di dalam grup chat yang sama dengannya.
Rossy segera mandi dan bersiap untuk tidur karena besok harus bangun pagi untuk memasak breakfast Jackson, bos barunya yang arogan.
***Rumah kontrakan Michelle Angela***
Michelle yang baru saja selesai mengetik sms membalas chat Rossy di grup chat LINE, meletakkan handphonenya di atas meja.
"Aunty Michelle! Bolehkah aku meminjam handphonenya untuk main game sebentar? Tiga puluh menit saja. Please," tanya Chandra ke Michelle.
"Baiklah. Setelah main games, kamu harus tidur ya," jawab Michelle.
"Okay aunty Michelle," kata Chandra.
"Aunty akan mencuci pakaian barumu," kata Michelle.
"Thank you aunty Michelle," kata Chandra.
Michelle membawa pakaian baru yang dibeli oleh Rossy di mall ke dalam kamar mandi dan menyucinya. Sudah menjadi kebiasaan Michelle untuk mencuci terlebih dahulu pakaian baru yang dibeli sebelum menggunakannya.
Setelah Michelle masuk ke dalam kamar mandi, Chandra mulai menggunakan handphone Michelle .
Tujuan utama Chandra meminjam handphone Michelle adalah untuk menghacker data pribadi Violet dan Febrian.
Dalam sekejap sudah terkumpul banyak data-data dan informasi mengenai Violet dan Febrian. Data-data dan informasi itu akan di jadikan senjata Chandra untuk melawan Violet dan Febrian apabila mereka melakukan perbuatan yang menyakiti Rossy di kemudian hari.
Setelah selesai, Chandra meletakkan kembali handphone Michelle ke atas meja dan berjalan ke kamar mandi.
Tok Tok Tok
Chandra mengetuk pintu kamar mandi.
"Ada apa Kelvin?" tanya Michelle.
"Hanphone aunty sudah aku letakkan kembali di atas meja," jawab Chandra.
"Baiklah. Sekarang waktunya tidur," kata Michelle.
"Good night aunty Michelle," kata Chandra.
"Good night Kelvin," balas Michelle.
***Mansion Wijaya***
Pagi-pagi Rossy sudah berada di dapur memasak breakfast untuk Jackson.
Semalam Rossy tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan tentang Kelvin.
Wanita muda itu masih khawatir adanya kesalahan dengan hasil medical check up Kelvin. Karena sudah berhasil bertemu dengan Felix, Rossy memutuskan akan mendekati pria itu dan berusaha mendapatkan bayi darinya. Darah tali pusat bayi itu akan disimpan dan mungkin saja bisa digunakan oleh Kelvin di masa yang akan datang.
Demi kesehatan Kelvin, Rossy rela melakukan apa saja.
Hari ini Rossy memasak lontong sayur untuk breakfast Jackson.
Pak Lesmana datang ke dapur dan merasa lapar melihat lontong sayur buatan Rossy.
"Hmmm! Kuahnya pasti sangat gurih," kata hati Pak Lesmana.
"Nona Rossy! Tuan Jackson memintamu mengantarkan breakfast ke kamar tidurnya," kata Pak Lesmana.
"Baik Pak Lesmana," jawab Rossy.
Mangkuk yang berisi lontong sayur di letakkan di atas nampan. Rossy membawa nampan itu menuju kamar Jackson.
***
Tok Tok Tok
Rossy mengetuk pintu kamar tidur Jackson.
"Masuk!" perintah Jackson dari dalam kamar.
"Tuan Jackson! Aku membawakan breakfast untukmu," ucap Rossy sambil meletakkan mangkuk yang berisi lontong sayur di atas meja.
Jackson melihat sekilas mangkuk lontong sayur di atas meja dan menganggukkan kepalanya.
"Apakah tuan Jackson ingin memakannya sekarang?" Rossy berusaha membujuk Jackson untuk makan masakannya.
"Rossy! Ambilkan pakaian kerja dan tas kerjaku!" perintah Jackson.
Rossy merasa tidak senang karena Jackson tidak menjawab pertanyaannya melainkan memerintahkannya untuk mengambil pakaian dan tas kerja.
"Tuan Jackson! Aku adalah koki pribadimu dan bukan pembantumu," ucap Rossy.
"Kamu harus latihan menjadi pembantuku mulai sekarang sehingga sewaktu kalah taruhan, kamu sudah terbiasa dengan pekerjaan barumu ini," jawab Jackson dengan nada datar.
Mendengar perkataan Jackson, Rossy tersadar akan waktu taruhannya yang hampir habis dan Jackson sama sekali belum memakan masakannya.
"Baik tuan Jackson di" jawab Rossy.
Rossy mengambilkan pakaian kerja dan tas kerja Jackson dengan pasrah dan patuh.
"Aku harus mencari tahu apa yang menyebabkannya trauma terhadap makanan," kata hati Rossy.
"Aku tidak ingin makan. Lontong sayur itu untukmu saja," ucap Jackson.
Rossy pun membawa nampan yang berisi mangkuk lontong sayur kembali ke dapur dengan lesu.
Jackson memakai pakaian kerjanya dan berdiri di depan cermin.
"Rossy pintar memadukan pakaian dengan dasi," kata hati Jackson.
Jackson akui penampilan Rossy selama ini pun selalu rapi dan bersih.
Jackson mengambil tas kerjanya dan berangkat ke Perusahaan Wijaya .
***
Sementara itu Rossy sedang memakan lontong sayur dengan tidak bersemangat. Pikirannya melayang ke taruhan yang dibuatnya dengan Jackson.
Rossy yang semula yakin bisa menang, sekarang menjadi tidak yakin lagi. Wanita muda itu tahu penyakit Jackson sangatlah parah. Tidak mengherankan bahwa koki yang bekerja di Mansion Wijaya selalu tidak lebih dari tiga bulan. Mereka semua tidak bisa membuat Jackson memakan masakan mereka.
Rossy melihat Pak Lesmana yang sedang berada tidak jauh darinya.
"Pak Lesmana! Masih ada lontong sayur di panci. Mau kah Pak Lesmana mencicipi masakanku?" tanya Rossy.
"Mau,nona Rossy!" jawab Pak Lesmana dengan semangat. Pak Lesmana sudah tergoda untuk mencicipi lontong sayur buatan Rossy.
Rossy menyiapkan semangkuk lontong sayur yang hangat di atas meja dengan cepat.
Pak Lesmana pun duduk dan mulai makan bersama Rossy. Bapak tua itu pun makan dengan lahap dan terlihat dengan jelas sangat menikmati lontong sayur tersebut.
Rossy merasa senang melihat Pak Lesmana menyukai masakannya. Merupakan kebanggaan pribadi seorang chef apabila masakannya dinikmati dan di hargai.
"Nona Rossy! Lontong sayurnya enak sekali. Kuahnya sangat gurih," puji Pak Lesmana sambil mengacungkan ibu jari ke Rossy.
"He he he. Terima kasih pujiannya Pak Lesmana. Sangat disayangkan tuan Jackson tidak mau mencicipinya sama sekali," ucap Rossy.
"Nona Rossy harus semangat. Aku yakin tuan Jackson pasti akan makan masakan nona Rossy suatu hari nanti," kata Pak Lesmana.
"Pak Lesmana tahu tidak ya apa trauma di masa kecil tuan Jackspn yang menyebabkannya mengidap penyakit eating disorder?" tanya Rossy Hartono.
Sendok di tangan Pak Lesmana hampir jatuh ke dalam mangkuknya. Pak Lesmana tidak menyangka Rossy akan mengetahui penyakit eating disorder Jackson ada hubungan dengan trauma masa kecilnya Jackson.
"Maaf nona Rossy! Kita sebagai pelayan di larang membicarakan tentang trauma tuan Jackson," kata Pak Lesmana.
"Baik Pak Lesmana. Aku mengerti," jawab Rossy sambil tersenyum.
"Oh ya, nona Rossy. Tuan Jackson tadi berpesan tidak perlu memasak lunch untuknya. Nona Rossy
memasak lunch dan dinner untuk tuan muda Chandra. Aku yang akan mengantarnya ke rumah sakit hari ini," kata Pak Lesmana.
"Baik Pak Lesmana. Hari ini Tuan Jackson akan dinner di Mansion Wijaya jam berapa kah?" tanya Rossy.
"Malam ini tuan Felix akan ikut dinner di Mansion Wijaya. Aku akan menelepon tuan Felix dulu untuk menanyakan waktunya. Biasanya tuan Jackson akan menyesuaikan waktu dinnernya dengan tuan Felix," jelas Pak Lesmana.
"Felix Wilson akan dinner malam ini di Mansion Wijaya?? Aku harus menarik perhatiannya dengan memasak makanan yang enak," kata hati Rossy.
"Pak Lesmana! Apa makanan kesukaan tuan Felix?" tanya Rossy dengan bersemangat.
"Tuan Felix tidak memilih-milih makanan. Semua makanan yang enak, pasti disukainya," jawab Pak Lesmana.
"Terima kasih infonya Pak Lesmana," ucap Rossy.
Suasana hati Rossy yang semula muram berubah menjadi bersemangat .
Rossy sangat antusias untuk bertemu dengan Felix nanti malam. Wanita muda itu sudah mulai memikirkan masakan apa saja yang akan dibuat nya nanti malam .
***Ruang keluarga Hartono***
Violet sedang duduk mengobrol bersama Wulan Sari. Sedangkan Thomas berada di Restoran Hartono.
"Mom! Semalam aku dan Febrian bertemu dengan Rossy di mall," kata Violet.
"Apa?Rossy sudah pulang ke Bali? Ayahmu tidak boleh mengetahui hal ini," kata Wulan Sari.
"Tenang saja mom. Sekarang Rossy berubah menjadi jelek sekali dan masih bersama anak haramnya. Ayah pasti tidak akan mengakui anak haram itu," kata Violet.
Wulan Sari merasa lega mendengar perkataan Violet.
"Bagaimana reaksi Febrian sewaktu bertemu dengan Rossy?" tanya Wulan Sari penasaran.
"Febrian syok berat dan tidak mengenali Rossy. Don't worry mom! Rossy yang sekarang tidak selevel denganku. Febrian tidak mungkin memilihnya lagi," jawab Violet dengan pe de.
"Kita tidak boleh membiarkannya hidup tenang di Bali. Mommy takut suatu saat ayahmu akan memaafkannya dan menerima anak haram itu," kata Wulan Sari.
"Benar sekali mom. Rossy harus meninggalkan Bali. Kepulangannya ke Bali pun hanya diketahui oleh Michelle. Aku akan menyebarkan berita kepulangannya bersama anak haramnya ke teman-teman yang lain," ucap Violet sambil tersenyum licik.
"Mommy setuju dengan idemu. Kita harus membuat Rossy tidak berani menunjukkan wajahnya di Bali lagi," kata Wulan Sari.
CRAZY UP PART II CRAZY UP PART II
CRAZY UP PART II CRAZY UP PART II
CRAZY UP PART II CRAZY UP PART II