NovelToon NovelToon
Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Status: tamat
Genre:Fantasi / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dyoka

Bagaimana caranya untuk menjadi kaya? Bekerja? Berinvestasi? Itu adalah cara klasik. Semua orang bisa melakukannya.

Namun berbeda dengan Andi. Jika semua orang menjadi kaya dengan bekerja keras, maka yang Andi lakukan hanya diam menikmati harinya. Yang perlu ia lakukan hanyalah bernafas. Iya bernafas.

[Ding]

[Level : 1 (10000/100000)

[Host masih berada di level 1. Tingkat konversi : setiap nafas dihargai dengan satu rupiah]

[Host perlu mengeluarkan uang untuk bisa meningkatkan level. Semakin tinggi level semakin tinggi pula tingkat konversi]

[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]

----

Yang perlu Andi lakukan hanyalah bersantai dan menghabiskan uangnya untuk bisa bertambah kaya. Cukup mudah bukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 1 VS 9 (3)

Andi memanggul rangka sepedanya. Dari semuanya, hanya ini yang bisa Andi selamatkan. Sisanya sudah menjadi besi rongsokan yang ia buang di tempat sampah. Ia perlu mencari toko peralatan sepeda. Seingatnya di dekat sekolahnya ini ada bengkel sepeda. Ia bisa membeli baru ban sepeda serta sadelnya.

Setidaknya dengan begitu ia tidak perlu menjawab pertanyaan orangtuanya mengenai sepedanya yang rusak tidak berbentuk. Ia bisa bilang bahwa dirinya hanya mengganti ban dan sadel sepedanya. Lagi pula ban sudah cukup halus dan sadel sepedanya juga sudah usang. Jadi Andi memiliki alasan untuk hal itu.

Lagi pula saat ini Andi memiliki uang yang lebih dari cukup untuk membeli hal itu bukan? Bahkan uang miliknya bisa ia gunakan untuk membeli sepeda motor. Jadi untuk membeli ban, roda sepeda, dan sadel baru tidaklah menjadi masalah untuk Andi saat ini.

Ketika Andi melewati gang yang ada di belakang sekolah, ia dihadang oleh sembilan orang anak yang seusia dengannya. Seringai jahat terlihat menghiasi bibir ketiga orang tersebut. Andi tahu betul siapa mereka. Mereka ini adalah antek-antek Jony.

‘Rupanya mereka sudah siap menyergapku di sini. Baguslah kalau begitu. Dengan begini aku tidak perlu berpikir untuk mencari cara agar mereka datang menemuiku di tempat yang sudah aku tentukan.’ Pikir Andi dalam hati.

Andi mengedarkan pandangannya ke atas. Ia mencari keberadaan CCTV yang mungkin saja ada di sini. Keberadaan CCTV sangat berpengaruh besar pada apa yang perlu ia lakukan kepada mereka. Jika di tempat ini ada CCTV, Andi hanya bisa menyerang mereka secara pasif. Namun jika tidak ada CCTV, Andi bisa bergerak aktif menyerang mereka.

‘Satu, dua….. setidaknya ada empat CCTV yang ada di sini. Dan semuanya menangkap gambar di tempatku berdiri dari berbagai sudut.’ Sudut bibir Andi terangkat mengetahui hal itu. Melihat CCTV yang menangkap gambar dari berbagai sudut membuat Andi hanya bisa berbuat pasif nantinya. Meskipun pasif, Andi sudah memikirkan berbagai cara untuk menghajar mereka. Pemuda itu kemudian memasukkan sebelah tangannya ke dalam kantong celananya. Persiapan lain sebelum menghadapai antek-antek Jony.

“Wah-wah teman-teman lihatlah si anak pengantar makanan ini. Sekarang ini dia turun derajat. Dia tidak lagi menaiki sepeda tetapi dinaiki oleh sepeda. Hahaha.” Salah seorang diantara kesembilan orang itu berbicara, sebut saja dia antek 1.

Yang lain tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari antek 1. “Orang seperti dia memang sangat rendahan. Memang sangat cocok untuk dinaiki oleh sepeda. Hahaha.” Antek 2 ikut menimpali. Kesembilan anak itu kembali tertawa terbahak-bahak.

“Siapa di antara kalian bersembilan yang sudah merusak sepedaku?” tanya Andi dengan suara yang cukup dingin.

“Kami berdua yang melakukannya. Memangnya kenapa?” Dua orang anak terlihat sedikit maju kedepan dengan membusungkan dada mereka.

“Bos Jony sudah membayar kami masing-masing dua ratus ribu untuk menghancurkan sepedamu. Sepuluh menit bekerja kami sudah dibayar sebanyak itu. Jika kau menurut dengan perkataan Bos Jony, kamu bisa aja mendapatkan uang sebanyak kami. Bukannya menurut kamu malah membatah Bos Jony. Itu adalah hadiah yang kamu terima jika membatah Bos Jony.” Ucap salah seorang dari dua orang yang menghancurkan sepeda Andi.

“Tetapi kamu tenang saja. Bos Jony sangat baik hati. Itu adalah hadiah pembuka dari bos Jony. Sekarang ini kami akan memberikan hadiah tambahan untukmu.” Antek 1 kembali berbicara.

Mendengar perkataan antek-antek Jony, Andi langsung menaruh tas dan rangka sepedanya. Setelah itu Andi sedikit melebarkan kakinya dan kemudian berdiam diri di tempat. Ia memandang tajam ke arah sembilan anak tersebut. Jika pandangan bisa membunuh, Andi yakin mereka bersembilan sudah mati karena tatapan tajam yang diberikan oleh Andi.

“Uh…. Tatapannya sangat tajam aku jadi takut. Hahaha. Serang dia.” Antek satu memberi aba-aba.

Sebuah tinju mendekat ke wajah Andi, pemuda itu tidak bergerak hingga tinju itu beberapa centimeter dari wajahnya. Dengan cepat Andi meraih tinju tersebut dan melemparkan pemiliknya kebelakangnya. Delapan orang lainnya sedikit terheran-heran melihat Andi berhasil melemparkan salah satu teman mereka.

“Jangan takut. Itu hanya kebetulan belaka. Lagi pula kita bersembilan dan dia sendirian. Sudah pasti dia akan kalah jika kita bergerak bersamaan.” Antek 3 berbicara.

“Dia benar. Ayo kita serang cecunguk ini lagi.” Antek 2 mencoba meyakinkan.

Sudut bibir Andi terangkat mendengar percakapan antek-antek Jony. Sepertinya mereka lupa identitas Andi sebenarnya. Lihatlah betapa santainya mereka mengeroyok Andi seperti ini.

Delapan orang yang masih berdiri itu kembali menyerang Andi hampir secara bersamaan. Mereka tidak percaya jika Andi bisa menghalau serangan dari mereka berdelapan. Namun, pemikiran mereka kembali salah setelah melihat respon yang diberikan oleh Andi terhadap serangan-serangan yang mereka lancarkan.

Sebuah tendangan berhasil Andi tangkis dengan sedikit menudukkan tubuhnya. Tendangan itu malah mengenai seseorang yang akan meninju wajah Andi. Anak yang tadinya ia lempar, kini sudah bangkit dan menyerang Andi dari arah belakang. Lagi-lagi Andi berhasil menangkap tangan anak itu.

Andi kembali melemparkan anak itu, kini ia melemparkannya ke arah depan menimpa dua orang anak yang akan menyerangnya. Keempat anak lainnya yang belum sempat melayangkan serangan diam terheran heran. Mereka menatap tidak percaya kepada Andi.

“Apakah kalian tidak menyerangku lagi? Ini baru pemanasan loh. Aku belum menyerang kalian. Ini hanya sebuah tangkisan dan elakan yang aku lakukan atas serangan kalian. Jadi apa kalian mau lanjut?” Sebuah seringai menghiasi bibir Andi.

Bagi kesembilan anak itu, seringai yang diberikan Andi kepada mereka adalah sebuah ejekkan atas ketidak berdayaan mereka dalam menghadapi Andi yang seorang diri. Salah satu dari mereka juga baru menyadari bahwa selama mereka menyerang, Andi sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berdiri.

Sedari tadi yang bergerak hanyalah tangan Andi. Kedua kakinya diam di tempat membentuk sebuah kuda-kuda. Bahkan tas dan rangka sepeda yang ada di dekat kaki Andi sama sekali tidak bergerak dari tempat semula. Semua pergerakan yang mereka lakukan seolah-olah tidak memberikan dampak apapun pada kedua benda tersebut.

“Ah, aku baru ingat sekarang.” Seseorang berkata memecahkan keheningan di gang tersebut. “Ka… kamu, kamu adalah juara silat kelas berat tingkat SMA se-provinsi.”

“Hahahaha. Rupanya ada yang ingat soal hal itu. Iya aku memang juara silat se-provinsi. Aku mengikuti lomba silat itu tidak membawa nama sekolah, hanya nama perguruan silat yang aku ikuti. Jadi tidak banyak yang tahu hal itu. Aku tidak menyangka ada di antara kalian bersembilan yang mengetahui hal itu.”

“Jadi apa kalian mau melanjutkan hal ini? Tadi itu hanya sebuah pemanasan. Aku sudah lama tidak memukul seseorang. Jadi kalian mau menjadi lawan berlatihku?” ucap Andi dengan sebuah seringai lebar menghiasi bibirnya.

“Tidak-tidak. Kami tidak akan melanjutkan hal ini.” ucap Antek 1. Ia kemudian memandangi rekan-rekannya yang lain. Antek 1 kemudian mengedipkan matanya kepada mereka seolah memberikan kode kepada mereka.

Tidak lama kemudian, mereka melarikan diri dari Andi. Melihat hal itu Andi menggerakkan kakinya. Dalam sekejap saja tangannya sudah menarik kerah baju dua orang anak yang bertanggungjawab atas kerusakan sepedanya. Kebetulan sekali mereka berdua bersebelahan. Jadi Andi bisa dengan mudah menangkap mereka.

“Ampun Andi, jangan pukul kami. Kami hanya menjalankan perintah dari Jony. Jika kau ingin membalas dendam, kau bisa melakukannya kepada Jony. Jangan ke kami.” Ucap seorang anak yang berada di tangan kanan Andi.

Mendengar hal tersebut Andi mendengus. “Heh. Bukankah kalian berdua yang bertanggungjawab atas kerusakan sepedaku. Kalian perlu mengganti rugi kerusakan pada sepedaku. Jika tidak?” Andi menggerak-gerakkan lehernya sehingga menimbulkan beberapa bunyi-bunyian.

Melihat hal itu, anak yang berada di tangan kiri Andi merogoh kantong celananya. Ia kemudian mengeluarkan uang dua ratus ribu yang tadi ia terima dari Jony dan kemudian memberikannya kepada Andi.

“Itu adalah uang pemberian Jony untuk kami merusak sepedamu. Ambillah.”

Melihat apa yang dilakukan temannya, anak yang berada di tangan kanan Andi juga mengeluarkan uang pemberian Jony kepada Andi. “Ini juga dari Jony ambillah.”

Andi melepaskan genggamannya dari kerah baju kedua anak itu. Ia kemudian mengambil uang yang ada di tangan mereka. Andi menganggukkan kepalanya pelan ketika mengetahui jumlah uang tersebut ada empat lembar. Sesuai dengan apa yang diberikan oleh Jony kepada mereka.

Andi kemudian menyimpan uang tersebut di sakunya. Uang ini bisa ia gunakan untuk memperbaiki sepedanya. Andi tidak tahu apakah uang itu cukup atau tidak. Tetapi itu tidak masalah.

“Bagus. Sampaikan pesanku kepada Jony. Dia belum membayar semua kerugian yang aku derita. Bilang padanya aku akan membuat perhitungan dengannya dan meminta pertanggungjawabnya atas semua ini. Jangan lupa sampaikan pesan itu kepada Jony sekarang enyah dari ini.”

Mendengar ucapan Andi, keduanya langsung lari dari sana. Mereka menyusul ketujuh temannya yang sudah melarikan diri cukup jauh dari mereka.

Setelah antek-antek Jony itu pergi, Andi memandangi sekitarnya. Tidak ada orang lain yang melihatnya. Ini melegakan baginya. Tetapi masih ada hal lain yang perlu diurusnya. Ia perlu mendapatkan data rekaman CCTV dari semua CCTV yang ada di gang ini.

Jika Andi tidak mendapatkan salinannya dari sekarang, bisa jadi kejadian hari ini bisa berbalik menyerangnya. Dalam pertarungan tadi Andi hanya melakukan perlawanan. Ia sama sekali tidak memulai menyerang mereka. Jadi, jika nanti masalah perkelahian ini di perpanjang ia tidak akan berada dipihak yang salah. Semua itu terekam jelas di CCTV.

Tetapi jika Andi tidak segera membuat salinan data rekaman CCTV, Jony bisa saja menyuruh antek-anteknya untuk memperpanjang hal ini. Lalu ketika Andi meminta polisi membuka data rekaman maka yang terjadi adalah semua CCTV yang ada di gang ini “rusak” secara bersamaan. Kalian paham kan tentang hal itu?

Jadi lebih baik Andi mengambil tindakan selangkah lebih jauh di depan Jony. Dengan begini dirinya bisa memiliki bukti untuk membela diri. Sekarang ini tidak hanya Jony yang bisa bermain dengan uang. Andi pun bisa. Ia akan membeli semua data rekaman pada semua CCTV yang ada di gang ini lalu menghapusnya. Dengan begitu, hanya Andi yang memegang bukti atas perkelahian hari ini.

1
Ardi Provision
nanti keluarga jony rugi 20m mc rugi 50 m taktik bisnis mc sangat luar biasa 😂😂😂
Ardi Provision
masak ia thoor 😂😂😂
Ardi Provision
habis dibeli lalu diturunkan harga saham yang rugi bukan saja joni tapi juga mc ini apa karena terlalu pintar ya
Ardi Provision
jangan sepele dengan tamat SMA dinegri konoha gak tamat SMA bisa jadi orang kedua 😁
Ardi Provision
hadeuh mc ini kalung aja bisa kececer kurasa joni nya kalau gak lengket juga bisa kececer, pas mau BAK baru kelimpungan 😂😂😂
Ardi Provision
oooohh pikir mau disimpan terus 😂😂😂
Ardi Provision
bakal dapat masalah lagi nih sama orang tua mc 😂😂😂
baru kali ini baca novel sistem yang mc nya gak mampu menjelaskan uangnya 😁
Ardi Provision
goblok, bukan nya pergi dan beli di toko sebelah sebagai pukulan tidak langsung, kurang ide ya thoor, jangan marah ya 😁😁
Ardi Provision
merek buah mangga digigit tupai ya thoor 😂😂😂
Ardi Provision
mc terlalu kemarok nanti kurang ide untuk menjelaskan hadeuh thoor
Ardi Provision
ditempat kami anak gebernur atau pengusaha tidak berebut parkiran
Ardi Provision
hal pertama yang perlu author perhatikan sebelum menulis cerita sistem adalah sistem sesuatu diluar akal sehat dan bukan buatan manusia karena tidak ada produk manusia yang bisa memberi kan sesuatu diluar akal sehat
Ardi Provision
untuk apa disimpan?
Ardi Provision
uang 5 juta bisa jadi pemilik saham 40% yang buat, antar dan pemilik resep cuma 60 % gila benar sistem bisnis nya 😂😂
S P Lani
sistem nya yg goblog ngapain sistem kalau ga tau ada bahaya .tau nya udah di dpn mata baru pperingati .tolol penulis anda buat sistem .bahkan Dinda sebagai musuh utama yg ada di sebelahnya tidak bisa di ditek ngapain aja sistem nya
S P Lani
195 gue skip males bacanya anjng
S P Lani
melebar ke mana mana alur ceritanya s makin ga jelas nih penulis ceritanya sok misterius dgn penerus palsu sekarang cuma nanya minta info aja sampe harus balapan .ga jelas anjng
S P Lani
kayanya si Brian yg jadi penghianat ya ga penulis
S P Lani
ga jelas ceritanya sok misterius nanti nya malah bikin kecewa alur ceritanya .mesti waspada nih penulis bikin alur misteri
S P Lani
tolol sistem nya giliran Rosalinda ada alarm peringatan giliran usaha yg di modalin sama sistem ga ada peringatan kan aneh penulis nya aoto goblog
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!