NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Kepulangan yang Menyakitkan

Hujan perlahan reda, menyisakan rintik halus yang jatuh berirama membasahi aspal yang tampak berkilau basah. Udara terasa sejuk dan segar, namun dinginnya hawa itu justru menusuk hingga ke dalam tulang Cynthia. Ia masih berdiri terpaku di depan pagar rumahnya yang tak jauh dari tempatnya berpamitan dengan Aloy. Jaket tebal milik pemuda itu masih melingkar hangat di bahunya, menahan dingin yang merambat ke seluruh tubuhnya, namun tak mampu sama sekali membekukan rasa sakit yang tajam merambat di dadanya. Sesak. Hatinya terasa begitu sesak seakan tertimpa beban berat yang tak kasat mata.

"Cynthia..." suara Aloy terdengar lembut memecah keheningan sore itu. "Hujan sudah reda. Sesuai janjiku, aku antarmu sampai depan pagar saja. Aku tak akan melangkah lebih jauh tanpa izinmu. Jangan takut melangkah masuk. Dan ingat... kalau hatimu kembali berat, atau sekadar butuh tempat bercerita atau sekadar ditemani, carilah aku. Aku pasti ada."

Cynthia menatap punggung Aloy yang perlahan menjauh di atas sepeda motornya hingga menghilang di tikungan jalan. Kalimat sederhana itu, diucapkan begitu tenang dan tulus, entah mengapa terasa begitu menguatkan hatinya yang sedang hancur lebur. Di saat semua orang yang seharusnya memihak padanya justru berpaling, justru orang asing yang baru pertama kali ia temui inilah yang memberikan ketenangan yang tak pernah ia rasakan selama tujuh tahun lamanya.

Dengan napas yang tertahan di kerongkongan, Cynthia melangkah masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Setiap langkah kakinya terasa berat, seakan ada rantai tak kasat mata yang menariknya mundur. Semakin ia mendekat ke pintu depan, semakin jelas terdengar suara tawa dan percakapan riang dari dalam rumah. Suara yang seharusnya terasa hangat baginya, kini justru terasa bagai duri yang menusuk tajam ke setiap sudut hatinya.

Sesampainya di ruang tamu, pemandangan di hadapannya membuat langkah kaki Cynthia terhenti seketika. Di sana, duduk berjejer kedua orang tuanya tampak begitu gembira, tersenyum puas di hadapan YB dan Karen. Wajah Karen tampak merona merah malu-malu, sesekali melirik ke arah YB yang duduk tegak di sebelahnya dengan senyum tenang yang begitu sering Cynthia lihat selama tujuh tahun. Senyum yang dulu selalu membuatnya merasa aman dan dicintai, kini terasa bagai ejekan paling kejam.

"Cynthia!" panggil Ibu segera begitu menyadari kehadiran putri sulungnya. Ibu berdiri menghampiri, namun alih-alih memeluk atau menanyakan keadaannya, Ibu justru menatapnya dari atas hingga bawah dengan dahi berkerut. "Dari mana saja kau? Lihatlah penampilanmu basah kuyup dan berantakan begitu. Masuklah dan rapikan dirimu."

Cynthia menelan ludah yang terasa pahit di lidahnya. Ia melangkah perlahan mendekat, menatap mereka satu per satu dengan pandangan yang masih sulit dipercaya. "Tadi... aku berdiri di balik pintu ruang tamu. Aku mendengar semuanya."

Suasana seketika berubah hening. Tawa yang sedari tadi terdengar riang seketika lenyap seketika. Karen menunduk dalam, jemari tangannya saling meremas di pangkuan, tak berani menatap mata kakaknya. YB tetap duduk tenang, seakan apa yang baru saja dikatakan Cynthia bukanlah hal yang mengejutkan baginya.

"Baguslah kau sudah mendengar dan mengetahui semuanya," ucap Ayah memecah keheningan dengan nada bicaranya yang tegas dan berwibawa. "YB adalah anak yang baik. Dia memiliki karier yang cerah, berpendidikan tinggi, dan masa depan yang terjamin. Dia memang pantas untuk Karen. Mereka serasi dan setara. Sudah sepatutnya kita semua mendukung kebahagiaan mereka."

Kata-kata itu bagai jarum-jarum tajam yang bertubi-tubi menusuk tepat di ulu hati Cynthia. Mendukung kebahagiaan mereka? Setelah tujuh tahun ia mencintai dan setia menunggu? Setelah tujuh tahun ia berikan seluruh hatinya, waktunya, dan kesabarannya? Lantas... siapa yang akan memikirkan dan menjaga kebahagiaannya sendiri?

"Lantas..." suara Cynthia terdengar lirih namun tegas, matanya berkaca-kaca namun tak setetes pun air mata jatuh membasahi pipinya. Ia tak ingin menangis di hadapan mereka. "Apa selama ini tak ada satu pun di antara kalian yang pernah mempertimbangkan perasaanku? Tujuh tahun... aku mencintainya dengan segenap hatiku. Dan kalian semua tahu itu. Kalian semua menyaksikannya."

"Itu dulu, Cynthia," potong Ibu dengan nada lembut namun penuh penekanan yang menyakiti. "Zaman sudah berubah. Status dan kesetaraan itu penting. Sekarang Karen yang dipilih. YB memang bukan jodoh yang setara untukmu. Karen lebih pantas mendampinginya. Kau harus ikhlas, Nak. Ikhlas dan berbahagialah untuk adikmu."

Ikhlas. Semudah itulah mereka menyuruhnya melepaskan tujuh tahun pengabdian dan cintanya? Semudah itulah mereka menyuruhnya tersenyum di atas luka yang ditorehkan oleh orang yang paling ia cintai bersama darah dagingnya sendiri?

Cynthia menarik napas panjang, menahan segala rasa yang bergemuruh di dadanya. Perlahan ia menganggukkan kepala, menyunggingkan senyum tipis yang terasa getir dan pahit. "Baiklah... aku ikhlas."

Ucapan itu meluncur begitu tenang dari bibirnya, membuat seisi rumah tak menyadari betapa hancur dan remuknya hatinya saat itu. Cynthia tak menatap mereka lagi. Ia berbalik perlahan melangkah menuju kamarnya, meninggalkan ruang tamu yang kembali riuh membicarakan persiapan pesta pernikahan yang megah dan meriah — pesta pernikahan yang bukan miliknya.

Sesampainya di dalam kamar dan pintu tertutup rapat di belakang punggungnya, kekuatan yang selama ini ia pertahankan seketika runtuh. Cynthia merosot jatuh terjerembap di lantai dingin dekat pintu. Tak ada suara tangisan yang keluar dari tenggorokannya. Hanya kesunyian yang begitu dalam dan menyakitkan, disertai air mata yang akhirnya jatuh membasahi pipinya tanpa suara.

Namun di tengah kepedihan yang melanda hatinya yang sepi itu, satu tekad mulai tumbuh perlahan namun teguh di dalam sanubarinya. Aku akan bangkit. Aku akan membuktikan bahwa kesetaraan harta dan gelar bukanlah segalanya. Dan saat aku kelak berdiri tegak kembali dengan kemuliaanku sendiri... kalian semua akan menyadari satu kebenaran yang terlambat sekali untuk disadari.

Dan entah mengapa, di tengah kesunyian kamarnya yang kelam itu, bayangan wajah seseorang kembali melintas di benaknya. Senyum hangat itu. Suara lembut penenangnya. Sosok Aldy Reynaldi yang seakan datang bagai secercah cahaya dan pelangi di tengah badannya yang paling gelap dan menyedihkan.

Siapa sebenarnya pria itu? Mengapa kehadirannya yang begitu singkat saja terasa begitu berarti dan menenangkan hatinya yang sedang hancur? Cynthia belum mengetahui jawabannya. Namun satu hal yang ia yakini dengan segenap hatinya... pertemuan sederhana di tengah guyuran hujan sore itu kelak akan menjadi titik balik yang perlahan-lahan mengubah seluruh jalan takdir hidupnya selamanya.

1
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
Dita Anggraini
Sakit sekali... 😭 Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, tapi seolah semua pengorbanannya tidak pernah ada. Semua sibuk mendukung kebahagiaan mereka, tapi siapa yang akan menjaga kebahagiaan Cynthia? Kata-katanya begitu sederhana tapi menusuk sampai ke tulang. Ceritanya luar biasa, bikin tidak sabar kelanjutannya! ⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥺❤️ Benar sekali, tujuh tahun bukan waktu yang singkat... Sakit sekali melihat pengorbanan yang tidak dihargai. Tapi jangan khawatir, perjuangan Cynthia belum selesai! Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan akan datang! 🙏✨
total 1 replies
Dita Anggraini
"Sungguh karya yang luar biasa indah! Ceritanya menyentuh hati, penuh makna, dan setiap kata yang ditulis terasa begitu tulus. Tidak pernah membosankan, justru semakin dibaca semakin ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah berkarya, tulisanmu sangat berharga! ⭐⭐⭐⭐⭐"
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥰⭐ Sungguh pujian yang membuat hatiku hangat! Aku selalu berusaha menulis dengan tulus dari lubuk hati terdalam. Dukungan Kakak membuatku makin semangat menjaga ceritanya tetap indah sampai bab terakhir! 💖✨
total 1 replies
Satria Aldizar Reyndra Anggaru
Setiap kalimatnya terasa begitu nyata, perih, dan tulus. 💔 Bagaimana bisa tujuh tahun pengabdian diabaikan begitu saja? Kalimat 'siapa yang akan memikirkan dan menjaga kebahagiaannya sendiri' — sungguh menghantam hati pembaca. Kakak menulis dengan begitu indah dan menyentuh. Semoga Cynthia akhirnya mendapatkan kebahagiaannya sendiri! Teruslah berkarya Kak! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih Kak! 🥰💖 Senang sekali ceritaku bisa terasa nyata di hatimu. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, dan pengabdian itu pantas dihargai sepenuhnya. Jangan lewatkan bab selanjutnya, kebenaran akan segera terungkap! Semangat Kak! ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!