Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Kinara memilih untuk tidak memperpanjang perdebatan di koridor itu. Ia membalikkan badan dan melangkah pergi, meninggalkan Zergan, Haura, dan Arsen dalam kecanggungan mereka sendiri. Langkahnya membawanya menuju kafe di dekat area kampus, tempat ia sudah berjanji untuk bertemu dengan kedua sahabat karibnya, Ririn dan Keysha.
Begitu sampai, Kinara langsung disambut lambaian tangan heboh dari Ririn. Di samping Ririn, Keysha duduk dengan wajah yang tampak jauh lebih lega, meski guratan sisa kekecewaan masih membekas di matanya. Setelah memesan minuman, mereka bertiga mulai terlibat dalam obrolan yang panjang lebar.
Keysha tiba-tiba menggenggam tangan kanan Kinara yang bebas dari balutan kasa dengan sangat erat. Matanya berkaca-kaca menatap Kinara. "Ra, aku bener-bener mau berterima kasih banget sama kamu," ucap Keysha dengan suara yang sedikit bergetar. "Firasat dan arahan yang kamu kasih ke aku minggu lalu... semuanya terbukti. Setelah aku selidiki diam-diam, cowok aku ternyata beneran nggak bener, Ra."
Keysha mengembuskan napas berat, mencoba menahan air matanya. "Dia selama ini memanfaatkan uang tabunganku, dan yang paling parah, dia berselingkuh di belakangku dengan adik tingkat kita sendiri. Kalau kamu nggak mengingatkan aku buat cek mutasi rekening dan ponselnya malam itu, aku pasti masih jadi orang bodoh yang ditipu sama dia."
Ririn yang duduk di samping Keysha ikut mengusap punggung sahabatnya itu. "Untung Nara cepat kasih tahu kamu, Key. Sekarang bajingan itu udah ditendang dari hidup Keysha, Ra."
Kinara menyunggingkan senyuman yang teramat lega mendengarnya. Satu per satu takdir buruk orang-orang tulus di sekitarnya berhasil ia ubah dengan baik. "Aku ikut senang, Key. Kamu pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik dan jujur. Jangan pernah tangisi pria seperti itu lagi," jawab Kinara tulus, meremas balik jemari Keysha.
Namun, di tengah kebahagiaan para sahabatnya yang mulai terbebas dari masalah, pikiran Kinara mendadak teralih pada urusan pribadinya yang jauh lebih besar. Senyum di wajahnya perlahan memudar, berganti dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.
"Sekarang... tinggal aku yang harus bersiap menghadapi keluargaku sendiri," gumam Kinara lirih, hampir seperti berbisik pada dirinya sendiri.
Ririn dan Keysha serentak menoleh. "Maksudmu, keluarga kandungmu, Ra? Keluarga Adijaya?" tanya Ririn dengan raut wajah khawatir. Mereka tahu bagaimana dinginnya perlakuan keluarga kaya itu pada Kinara selama ini.
Kinara mengangguk perlahan. "Iya. Tunggu beberapa hari lagi... seharusnya mereka akan segera menghubungiku," ucap Kinara penuh keyakinan. Berdasarkan garis waktu kehidupan lalunya, dalam hitungan hari, perusahaan keluarga Adijaya akan menghadapi krisis pasokan bahan baku yang sangat besar, dan satu-satunya cara bagi mereka untuk selamat adalah menggunakan nama Kinara untuk sebuah kesepakatan bisnis rahasia.
Tepat tiga hari setelah obrolan di kafe itu, prediksi Kinara terbukti sepenuhnya.
Sore itu, setelah menyelesaikan kelas terakhirnya, Kinara melangkah keluar dari gerbang utama kampus. Langkah kakinya mendadak terhenti ketika melihat sebuah mobil sedan hitam mewah yang sangat familiar terparkir tepat di pinggir jalan depan gerbang.
Seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam rapi yang sangat dikenal Kinara mendadak keluar dari kursi belakang mobil tersebut. Pria itu adalah Bram, asisten pribadi sekaligus tangan kanan kepercayaan dari kepala keluarga Adijaya—ayah kandung Kinara sendiri.
Bram melangkah mendekati Kinara, lalu menundukkan kepalanya sedikit dengan sikap formal yang kaku, tanpa ada kehangatan sedikit pun di matanya.
"Selamat sore, Nona Kinara," sapa Bram dengan suara baritonnya yang dingin. "Saya datang diutus langsung oleh Tuan Besar Adijaya. Mobil sudah disiapkan, Tuan Besar meminta Anda untuk segera ikut saya pulang ke kediaman utama Adijaya sore ini juga. Ada hal penting yang harus dibicarakan mengenai masa depan Anda dan keluarga."
Kinara berdiri tegak, menatap asisten keluarga kandungnya itu dengan sepasang mata yang memancarkan ketenangan yang dingin dan tak tersentuh. Tidak ada lagi rasa takut atau keinginan untuk memohon kasih sayang seperti di kehidupan lalunya. Pengalaman pahit telah membentuknya menjadi wanita yang jauh lebih kuat.
"Katakan pada Tuan Adijaya, aku akan datang," jawab Kinara dengan nada suara yang sangat datar dan penuh penekanan.
kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍
dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
besok² crazy up dong kk thor💪