Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.
Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.
Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.
Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.
Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.
Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”
Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Seorang pria dengan tubuh tegap berdiri di depan pintu utama. Orang itu mengenakan pakaian sederhana berwarna gelap. Tubuhnya tinggi dan kokoh. Wajahnya serius, sementara kedua tangannya terlipat di depan dada.
Alina mengernyit. Dia tidak mengenal pria itu.
"Siapa?"
Lorenzo yang baru turun dari mobil langsung melihat sosok tersebut. Ekspresinya berubah serius.
"Marcus, akhirnya kamu datang," ucap Lorenzo.
Pria itu segera mengangguk. "Saya sudah mendapatkan apa yang Tuan mau," balas Marcus.
Alina menoleh kepada Lorenzo. "Mendapatkan apa?"
Lorenzo tidak menjelaskan. Dia hanya berjalan melewati Alina.
"Kita bicara di ruang kerja."
Marcus mengangguk dan mengikuti Lorenzo.
Alina berdiri beberapa saat di dekat pintu. Matanya mengikuti kedua pria itu sampai mereka menghilang menuju ruangan yang berada di bagian paling pojok rumah.
Dia sebenarnya penasaran. Tetapi rasa penasaran itu hanya bertahan beberapa detik.
"Ah, sudahlah."
Sejak dulu, dia memang tidak pernah ikut campur dalam urusan Lorenzo. Kalau Lorenzo ingin membahas bisnis, biarkan dia membahas bisnis.
Kalau Lorenzo ingin bertemu seseorang, biarkan dia bertemu seseorang itu. Kalau Lorenzo membawa pulang sesuatu, selama bukan senjata pemus nah masal, Alina merasa tidak perlu tahu. Wanita itu akhirnya berbalik dan berjalan menuju kamarnya.
Di dalam ruang kerja, Lorenzo menutup pintu. Marcus berdiri di hadapannya. Pria itu kemudian mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna cokelat dari dalam tas. Dia menyerahkannya kepada Lorenzo.
"Ini bukti pengkhianatan yang dilakukan oleh Bianca."
Lorenzo tidak langsung mengambilnya. Tatapannya jatuh pada amplop tersebut. Selama beberapa detik, ruangan terasa begitu sunyi. Dia sudah tahu Bianca kemungkinan besar tidak setia.
Alina sudah mengatakan banyak hal kepadanya. Dia juga sudah mulai mencurigai Bianca. Tetapi mendengar dugaan dan melihat bukti adalah dua hal yang berbeda.
Lorenzo akhirnya mengambil amplop itu. Tangannya membuka perekatnya. Beberapa lembar foto langsung terlihat.
Foto Bianca sedang duduk di sebuah restoran bersama seorang pria yang sudah matang. Bianca berada di sebuah hotel bersama pria berbeda yang masih bau kencur. Lalu, Bianca sedang berjalan sambil bergandengan tangan dengan pria lain yang terlihat ranum.
Lorenzo mengerutkan kening. Dia mengambil foto berikutnya. Seorang pria yang sangat dia kenal terlihat berciuman sambil berpelukan dengan Bianca.
Lorenzo membeku. Napasnya tertahan. Tangannya mencengkeram foto itu lebih kuat.
"Ini ...."
Marcus tetap berdiri diam.
Lorenzo mengangkat foto tersebut lebih dekat ke wajahnya. Pria dalam foto itu bukan orang asing. Dia adalah Samuel. Sepupu jauh Lorenzo sendiri, tetapi tidak begitu akrab dengannya.
Untuk beberapa detik, Lorenzo hanya menatap foto tersebut. Rahangnya mengeras.
"Brengsek!" Suara Lorenzo menggelegar di ruang kerja.
Marcus tidak bergerak sedikit pun. Walau di sudut hatinya merasa kasihan.
"Berapa banyak?" tanya Lorenzo dengan suara rendah.
Marcus menjawab tenang. "Masih kami selidiki, Tuan."
Lorenzo mengusap wajahnya. Selama ini dia begitu yakin bahwa Bianca adalah satu-satunya wanita yang benar-benar mencintainya.
Sementara istrinya sendiri, bahkan dia sempat menganggap Alina terlalu dingin karena tidak menunjukkan kecemburuan ketika dirinya dekat dengan Bianca. Sekarang semua kenyataan itu seperti berbalik menghantam wajahnya.
Lorenzo menatap foto Samuel sekali lagi. "Dia tahu aku dan Bianca—"
Kalimatnya terputus. Kemarahan membuat suaranya bergetar.
Marcus mengangguk. "Kami menemukan beberapa pertemuan mereka. Hubungan itu juga bukan baru terjadi."
Lorenzo mengepalkan tangan. "Ada bukti lain?"
Marcus mengeluarkan satu berkas tambahan. "Ada rekaman percakapan dan beberapa bukti transaksi."
Lorenzo menatap berkas itu. Kemudian pandangannya beralih pada foto-foto yang berserakan di atas meja. Dadanya naik turun. Untuk pertama kalinya, dia merasa benar-benar bodoh. Namun, di balik kemarahan itu, ada satu pikiran yang justru semakin mengganggunya.
Alina sudah melihat sisi Bianca yang tidak pernah Lorenzo lihat. Dan selama ini Alina tidak pernah memaksanya percaya. Tidak pernah membuat keributan. Bahkan ketika Lorenzo mengatakan dirinya ingin menceraikan Alina demi wanita itu, istrinya hanya menerimanya dengan tenang.
Lorenzo tertawa pendek tanpa humor. "Hebat."
Marcus menatapnya. "Tuan?"
Lorenzo menjatuhkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya masih tertuju pada foto-foto tersebut.
"Selama ini aku membela orang yang salah."
Lorenzo mengambil salah satu foto dan menggenggamnya erat. Kemudian wajahnya kembali mengeras.
"Dan aku hampir menceraikan istriku untuk perempuan seperti ini."
Marcus memilih diam.
Sementara di luar ruang kerja, Alina sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Wanita itu justru sedang berganti pakaian di kamar. Tidak ada sedikit pun rasa ingin tahu tentang apa yang dibicarakan Lorenzo dan Marcus.
Bagi Alina, itu bukan urusannya. Dia hanya berharap satu hal. Namun, tanpa diketahui Alina, justru hari itu menjadi awal dari terbukanya kebohongan besar yang selama ini mengikat pernikahan mereka.
Dan Lorenzo memiliki alasan kuat untuk tidak lagi mempercayai Bianca.
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
semoga lekas sembuh kak, sehat²...
tau gitu dulu jgn ditolong
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Semangat thor semoga lekas sehat ya
dn kebenaran biar cepat terungkap ,, meski semua terdengar sulit ,,