NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:633.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Seorang pria dengan tubuh tegap berdiri di depan pintu utama. Orang itu mengenakan pakaian sederhana berwarna gelap. Tubuhnya tinggi dan kokoh. Wajahnya serius, sementara kedua tangannya terlipat di depan dada.

Alina mengernyit. Dia tidak mengenal pria itu.

"Siapa?"

Lorenzo yang baru turun dari mobil langsung melihat sosok tersebut. Ekspresinya berubah serius.

"Marcus, akhirnya kamu datang," ucap Lorenzo.

Pria itu segera mengangguk. "Saya sudah mendapatkan apa yang Tuan mau," balas Marcus.

Alina menoleh kepada Lorenzo. "Mendapatkan apa?"

Lorenzo tidak menjelaskan. Dia hanya berjalan melewati Alina.

"Kita bicara di ruang kerja."

Marcus mengangguk dan mengikuti Lorenzo.

Alina berdiri beberapa saat di dekat pintu. Matanya mengikuti kedua pria itu sampai mereka menghilang menuju ruangan yang berada di bagian paling pojok rumah.

Dia sebenarnya penasaran. Tetapi rasa penasaran itu hanya bertahan beberapa detik.

"Ah, sudahlah."

Sejak dulu, dia memang tidak pernah ikut campur dalam urusan Lorenzo. Kalau Lorenzo ingin membahas bisnis, biarkan dia membahas bisnis.

Kalau Lorenzo ingin bertemu seseorang, biarkan dia bertemu seseorang itu. Kalau Lorenzo membawa pulang sesuatu, selama bukan senjata pemus nah masal, Alina merasa tidak perlu tahu. Wanita itu akhirnya berbalik dan berjalan menuju kamarnya.

Di dalam ruang kerja, Lorenzo menutup pintu. Marcus berdiri di hadapannya. Pria itu kemudian mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna cokelat dari dalam tas. Dia menyerahkannya kepada Lorenzo.

"Ini bukti pengkhianatan yang dilakukan oleh Bianca."

Lorenzo tidak langsung mengambilnya. Tatapannya jatuh pada amplop tersebut. Selama beberapa detik, ruangan terasa begitu sunyi. Dia sudah tahu Bianca kemungkinan besar tidak setia.

Alina sudah mengatakan banyak hal kepadanya. Dia juga sudah mulai mencurigai Bianca. Tetapi mendengar dugaan dan melihat bukti adalah dua hal yang berbeda.

Lorenzo akhirnya mengambil amplop itu. Tangannya membuka perekatnya. Beberapa lembar foto langsung terlihat.

Foto Bianca sedang duduk di sebuah restoran bersama seorang pria yang sudah matang. Bianca berada di sebuah hotel bersama pria berbeda yang masih bau kencur. Lalu, Bianca sedang berjalan sambil bergandengan tangan dengan pria lain yang terlihat ranum.

Lorenzo mengerutkan kening. Dia mengambil foto berikutnya. Seorang pria yang sangat dia kenal terlihat berciuman sambil berpelukan dengan Bianca.

Lorenzo membeku. Napasnya tertahan. Tangannya mencengkeram foto itu lebih kuat.

"Ini ...."

Marcus tetap berdiri diam.

Lorenzo mengangkat foto tersebut lebih dekat ke wajahnya. Pria dalam foto itu bukan orang asing. Dia adalah Samuel. Sepupu jauh Lorenzo sendiri, tetapi tidak begitu akrab dengannya.

Untuk beberapa detik, Lorenzo hanya menatap foto tersebut. Rahangnya mengeras.

"Brengsek!" Suara Lorenzo menggelegar di ruang kerja.

Marcus tidak bergerak sedikit pun. Walau di sudut hatinya merasa kasihan.

"Berapa banyak?" tanya Lorenzo dengan suara rendah.

Marcus menjawab tenang. "Masih kami selidiki, Tuan."

Lorenzo mengusap wajahnya. Selama ini dia begitu yakin bahwa Bianca adalah satu-satunya wanita yang benar-benar mencintainya.

Sementara istrinya sendiri, bahkan dia sempat menganggap Alina terlalu dingin karena tidak menunjukkan kecemburuan ketika dirinya dekat dengan Bianca. Sekarang semua kenyataan itu seperti berbalik menghantam wajahnya.

Lorenzo menatap foto Samuel sekali lagi. "Dia tahu aku dan Bianca—"

Kalimatnya terputus. Kemarahan membuat suaranya bergetar.

Marcus mengangguk. "Kami menemukan beberapa pertemuan mereka. Hubungan itu juga bukan baru terjadi."

Lorenzo mengepalkan tangan. "Ada bukti lain?"

Marcus mengeluarkan satu berkas tambahan. "Ada rekaman percakapan dan beberapa bukti transaksi."

Lorenzo menatap berkas itu. Kemudian pandangannya beralih pada foto-foto yang berserakan di atas meja. Dadanya naik turun. Untuk pertama kalinya, dia merasa benar-benar bodoh. Namun, di balik kemarahan itu, ada satu pikiran yang justru semakin mengganggunya.

Alina sudah melihat sisi Bianca yang tidak pernah Lorenzo lihat. Dan selama ini Alina tidak pernah memaksanya percaya. Tidak pernah membuat keributan. Bahkan ketika Lorenzo mengatakan dirinya ingin menceraikan Alina demi wanita itu, istrinya hanya menerimanya dengan tenang.

Lorenzo tertawa pendek tanpa humor. "Hebat."

Marcus menatapnya. "Tuan?"

Lorenzo menjatuhkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya masih tertuju pada foto-foto tersebut.

"Selama ini aku membela orang yang salah."

Lorenzo mengambil salah satu foto dan menggenggamnya erat. Kemudian wajahnya kembali mengeras.

"Dan aku hampir menceraikan istriku untuk perempuan seperti ini."

Marcus memilih diam.

Sementara di luar ruang kerja, Alina sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Wanita itu justru sedang berganti pakaian di kamar. Tidak ada sedikit pun rasa ingin tahu tentang apa yang dibicarakan Lorenzo dan Marcus.

Bagi Alina, itu bukan urusannya. Dia hanya berharap satu hal. Namun, tanpa diketahui Alina, justru hari itu menjadi awal dari terbukanya kebohongan besar yang selama ini mengikat pernikahan mereka.

Dan Lorenzo memiliki alasan kuat untuk tidak lagi mempercayai Bianca.

1
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
Pa Muhsid
gak tau bakal dikibulin Sama nyonya muda mu Antonio
Muft Smoker
semoga semua baik2 aj ,, baik Lorenzo atau pun Alina ,,
dn kebenaran biar cepat terungkap ,, meski semua terdengar sulit ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!