NovelToon NovelToon
Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Beda Dunia / Suami amnesia / Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Musang_Galau

Chandra adalah dewa jatuh yang turun ke bumi menjadi manusia, dia tidak menyadari kekuatan dewa nya tidak hilang. Kesehariannya adalah melukis dan menjualnya di pasar, hidupnya berubah setelah memasuki galeri teratai hitam menemukan banyak keberuntungan dan juga harem yaitu Yueji siluman rubah ekor sembilan cantik dan mempesona, . Apakah hubungan Chandra akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang dewa jatuh setelah bertemu Yueji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang_Galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seriusan,istriku siluman rubah?

Chandra makin erat menutupi tubuhnya dengan selimut. "Pergi kamu, Siluman! Enyahlah! Aku barusan cuma tidak sengaja!"

"Oh... tidak sengaja, ya? Jelas-jelas kamu menikmatinya tadi," goda Yueji dengan senyum mengembang.

"Tidak! Jangan katakan itu!" pekik Chandra merengek.

Yueji mendadak termenung. Dia menaruh jari telunjuknya di dagu dengan ekspresi berpikir. "Sebentar... suamiku ini manusia. Harusnya energi hidupnya sudah terserap olehku. Tapi kenapa dia masih segar bugar begini? Aneh..."

"Kamu yang aneh! Tiba-tiba meniduriku! Enyah kamu!" teriak Chandra seraya melempar bantal ke arah Yueji.

"Ehh, Sayang! Aku tidak bisa pergi. Kamu sudah resmi jadi suamiku. Bahkan cairanmu sudah masuk ke tubuhku, hahahaha!"

"TIDAKKK!! Jangan katakan itu lagi!"

Yueji terkekeh pelan, lalu mengubah dirinya kembali ke wujud normal—seorang wanita cantik jelita yang begitu memesona.

"Sudahlah, Sayang... terima saja kenyataan," ucap Yueji yang kini menaiki ranjang dan menarik selimut yang menutupi Chandra.

"Jangan mendekat!" bentak Chandra sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya.

"Uhh, sekarang takut ya sama aku? Tadi kok bergairah banget..." goda Yueji seraya mengedipkan mata.

"Tidak! Pergi kamu, pergi!"

"Semakin kamu mengusir, semakin aku nakal! Tangkap suamiku, haha!"

Yueji semakin agresif. Tanpa ragu dia melepas gaunnya dan membenamkan diri bersama Chandra ke dalam selimut.

"Suamiku, aku datangg! Hahaha!"

"TIDAKKKK!!!"

Guk! Guk! Rawr...

(Suara anjing bersahutan melintas di depan galeri, mengiringi jeritan histeris Chandra.)

***

"Sayang, senyum dong..." ucap Yueji sembari jarinya memaksa sudut bibir Chandra tersungging.

"Sayang, kenapa sih cemberut terus?"

"Huaaaa..." Chandra memilih membenamkan wajahnya ke kasur.

Yueji awalnya tersenyum melihat tingkah suaminya, namun ekspresinya mendadak berubah serius. Dia mulai menyadari hal aneh: setiap kali berhubungan badan dengan Chandra, energinya justru makin melimpah ruah, bukannya menguras tenaga sang pria.

"Siapa suamiku sebenarnya?" batin Yueji seraya mengangkat kedua telapak tangannya yang memancarkan pendar cahaya putih hangat.

"Baiklah! Aku sudah putuskan!" seru Chandra yang tiba-tiba bangkit dari keterpurukannya.

Yueji berbinar melihat suaminya mendadak penuh gelora.

"Aku tidak peduli kamu siluman jenis apa! Hari ini kita ke kantor agama, kita harus menikah secara sah!" tegas Chandra.

"Horeee!"

"Bahagia banget... Memangnya kamu punya KTP?!"

Ting!

Yueji menjentikkan jarinya. "Nih, aku punya, hihi!" ucapnya sambil menyodorkan sebuah kartu identitas resmi.

"Apa?! Siluman pun punya KTP resmi negara?!" Chandra melotot, makin tak habis pikir dengan keanehan yang terus terjadi.

"Baiklah, kamu tunggu di sini." Chandra bangkit dari ranjang lalu merapikan pakaiannya. "Kamu berdiri di sini."

Yueji menurut dan berdiri melayang santai di hadapan Chandra. Chandra mengamati tubuh Yueji dari pinggang hingga dada, seolah sedang mengukur dimensinya.

"Pelukkk..."

"Kamu ini! Aku sedang menaksir ukuran pakaianmu!"

"Kan cuma ingin memeluk suamiku..." ucap Yueji sambil memanyunkan bibirnya.

"Oke, sudah. Kamu tunggu di sini, aku keluar sebentar."

"Baik, Suamiku!" ucap Yueji manja, lalu kembali tiduran santai di kasur.

***

Chandra segera berlari ke luar, menaiki sepeda motornya, lalu melaju kencang ke toko pakaian wanita terdekat.

"Selamat siang, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" sapa pelayan toko ramah.

Chandra langsung memaparkan detail ukuran dan jenis pakaian yang dia cari. Tak butuh waktu lama, pelayan menyerahkan setumpuk pakaian modis dalam kantong belanja.

"Ini, Tuan. Beruntung sekali wanita Tuan punya pasangan tampan yang hafal detail ukuran tubuhnya."

"Sudahlah... semuanya jadi berapa?"

"Satu juta lima ratus ribu rupiah, Tuan."

"Apa?! Pakaian wanita memang tidak ada yang murah! Pantas saja pria beristri di luar sana selalu kelihatan kurus!" batin Chandra menjerit.

Ting-tong! Transaksi berhasil: Rp1.500.000.

"Uangku... habis segitu cuma buat mendandani siluman! Awas saja kalau penampilanmu tidak senatural manusia biasa," gerutu Chandra dalam hati.

Chandra memacu motornya kembali ke Galeri Teratai Hitam.

"Yueji, kamu harus—"

Kalimat Chandra terhenti. Matanya terbelalak melihat Yueji yang tertidur lelap dalam wujud manusianya.

"Dia... cantik banget kalau lagi diam begini," gumam Chandra pelan.

Perlahan Chandra mendekati kasur. Dia menatap wajah halus Yueji, lalu mengelus lembut poni rambut wanita itu sambil tersenyum tipis.

SRET!

Dalam sekejap mata, sebuah cengkeraman kuat membanting tubuh Chandra! Posisi mereka mendadak berbalik, dengan Yueji yang menindih di atas dada Chandra.

"Apa Suamiku belum puas, hm?" goda Yueji seraya menyeringai manja.

"Kamu ini benar-benar rubah! Awas dulu!"

"Aaaaa! Bruk!"

Yueji terlempar ke samping kasur. "Sakit! Kamu kasar banget sama perempuan!" bentak Yueji sambil cemberut.

"Idih, enggak sadar diri banget! Sudah-sudah, pakai baju ini!"

Wajah Yueji kembali berbinar melihat kantong pakaian di tangan Chandra. "Baik, Suamiku!"

Tanpa ragu, Yueji langsung memegang gaunnya untuk berganti pakaian di tempat.

"HEY! Kamu ganti pakaian di kamar mandi sana!"

"Memangnya kenapa? Kan cuma ada Suamiku saja?" tanya Yueji polos.

"Kamu ini... agresif tapi kok polos banget, sih?!"

"Emm... apa tubuhku ini bikin Suamiku makin bernafsu?"

Wajah Chandra makin memerah menahan kekesalan. Dia turun dari ranjang lalu mendorong tubuh Yueji masuk ke dalam kamar mandi.

"Sayang! Eh, Sayang, kok aku didorong?!"

"Cepat pakai itu!" seru Chandra seraya membanting pintu kamar mandi.

Sepuluh menit berlalu. Chandra tampak duduk gelisah di tepi ranjang. "Lama banget sih pakai ba—"

CEKREK!

Pintu kamar mandi terbuka. Mata Chandra seketika membelalak sempurna.

Yueji keluar dengan rambut dikuncir kuda menggunakan pita merah muda. Poni imutnya membingkai paras cantiknya dengan sempurna, selaras dengan atasan putih anggun dan rok hitam yang membalut lekuk tubuhnya secara pas.

"Sayang... cantik tidak?" tanya Yueji sambil berputar pelan.

Chandra tidak sanggup menjawab. Dia hanya mengacungkan dua jempolnya dengan darah segar yang mendadak meleleh keluar dari kedua lubang hidungnya.

"SAYANG!" teriak Yueji panik seraya berlari mendekat. "Kamu berdarah?!"

"Hah? Aku cuma mimisan..."

Tanpa peringatan, Yueji mencengkeram tangan Chandra yang menutupi hidungnya. Dengan gerakan refleks, Yueji mendekatkan bibirnya dan mendekap mesra wajah Chandra untuk membersihkan sisa darah tersebut.

Chandra mematung kaku. Jantungnya berdegup kencang.

"Nah, sudah bersih! Hihi!" ucap Yueji tersenyum manis.

"Apa-apaan wanita ini..." gumam Chandra dalam batin, wajahnya makin memerah.

Di saat yang sama, Yueji kembali melirik kedua telapak tangannya yang memancarkan pendar cahaya putih halus setelah menghirup sedikit darah Chandra.

"Apakah suamiku ini seorang dewa? Bahkan sedikit darahnya saja bisa meningkatkan kekuatanku secara drastis..." batin Yueji penuh keheranan.

"Ayo kita pergi sekarang!" seru Chandra menarik tangan Yueji untuk mengalihkan kecanggungannya.

"Ehh, Sayang... pelan-pelan!"

Tak lama kemudian, mereka berdua sudah bertengger di atas sepeda motor.

"Kamu sudah siap?"

"Jalan, Sayang! Gooo!"

Chandra tersenyum tipis lalu memutar tuas gas motornya.

VROOOOM!

***

"Seriusan... aku punya istri sekarang?!" Chandra masih tidak percaya memandangi buku nikah di tangannya.

"Memangnya buku itu gunanya buat apa, Sayang?" tanya Yueji polos di sampingnya.

"Jangan banyak tanya! Simpan buku ini baik-baik supaya tidak hilang!"

"Oke, Sayang!"

Tring! (Yueji menjentikkan jarinya.)

"Hah?! Buku nikahnya ke mana?!" pekik Chandra panik.

Tring! (Yueji menjentikkan jari lagi, buku itu muncul kembali lalu menghilang.)

"Tenang, aku simpan di tempat yang aman!"

"Huuuh... jangan keseringan pakai trik sulap kalau nanti bertemu keluargaku!"

"Siap, Sayangku! Suamiku yang paling tampan!"

"Ayo kita pulang ke galeri."

"Gooo!"

Sesampainya di Galeri Teratai Hitam, Chandra mengajak Yueji masuk ke kamar.

"Yueji, aku belum sempat belikan kamu perhiasan mahal. Tapi sebagai bukti aku bertanggung jawab, aku punya cincin warisan dari almarhumah ibuku. Kamu pakai ini dulu, ya."

Perlahan, Chandra menyematkan cincin perak berukir indah itu ke jari manis Yueji.

"Wah... tanganku jadi cantik banget! Terima kasih, Suamiku!"

Yueji langsung memeluk Chandra erat-erat dengan senyum membuncah. Chandra yang tersentuh perlahan membalas pelukan tersebut.

"Aahh!" erang Yueji mendadak.

"Kamu ini kenapa sih?! Aku cuma balas memeluk doang!"

"Aura Suamiku begitu kuat... aku tidak tahan..." bisik Yueji dengan mata berkaca-kaca menahan gairah.

"Hah?! Tidak mau! Bisa habis tenagaku kamu serap!"

"Sekali lagi saja, Suamiku..."

Yueji memaksa dan merubuhkan tubuh Chandra kembali ke atas kasur.

"Tidak! Aku tidak mau!"

"Ayo, Suamiku..."

"CHANDRA! KAMU SEDANG BERSAMA SIAPA?!"

"PAMAN...!!!"

1
Lagu Teu Baleg
semangat Thor ya
Alinsyah 70: oke siap 👍
total 1 replies
Ruang Senddu
lumayan seru
Waaaaaa_
Hallo aku mampir
Alinsyah 70: Makasih loh udah mampir, maaf loh kalau ceritanya kurang bagus
total 1 replies
Ruang Senddu
seru, mari saling dukung
Doodle Music
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!