NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:895k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 20 - Siapa Wanita Itu?

Saat makan malam berlangsung, Ethan memastikan Ashlyn benar-benar menghabiskan seluruh makanan yang ada di dalam piringnya.

Gadis itu sempat beberapa kali melirik ke arah ruang tengah dimana box es krim berada, tetapi setiap kali tatapannya bertemu dengan Ethan, Ashlyn akan segera kembali memusatkan perhatian pada makanannya. Ashlyn benar-benar berusaha menjadi istri pintar seperti yang dikatakan Ethan.

Begitu selesai, Ashlyn meletakkan sendoknya dan tersenyum puas. "Sudah habis, Suamiku."

Ethan mengangguk. "Bagus."

Ashlyn kemudian menatap pria itu dengan mata penuh harapan. "Sekarang boleh es krim lagi?"

Ethan hampir menghela napas. "Nanti."

Ashlyn mengangguk patuh. "Baik."

Ethan berdiri dari kursinya, lalu berjalan mendekati Ashlyn. Pandangannya turun pada kaki gadis itu yang sejak tadi belum benar-benar mendapatkan perawatan setelah berlari menyambutnya sore tadi.

"Kakimu masih sakit?"

Ashlyn menunduk melihat kakinya sendiri, kemudian menggeleng kecil. "Sedikit."

"Sedikit itu artinya sakit." Ethan memberi isyarat kepada kepala pelayan. "Obati lukanya sebelum tidur."

"Baik, Jenderal."

"Pergilah ke kamar dan obati lukamu, setelah itu boleh makan eskrim dan setelahnya tidur," titah Ethan pada Ashlyn.

"Tidur? Tapi Ashlyn mau menunggu Suami."

Ethan menatapnya beberapa saat. "Tidak perlu. Aku masih punya beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan."

Wajah Ashlyn sedikit murung, tetapi kali ini ia tidak membantah. Ia sudah belajar bahwa menjadi istri yang pintar berarti harus mendengarkan Ethan.

"Baik," jawab Ashlyn pasrah.

Ethan mengusap puncak kepala Ashlyn sebentar. "Kamu juga harus tidur lebih awal."

"Iya."

"Besok kamu akan mulai belajar."

Mata Ashlyn kembali berbinar. "Dengan guru?"

"Iya."

"Ashlyn akan pintar."

Ethan mengangguk tipis. "Tentu saja."

Ashlyn kemudian berdiri dan mengikuti kepala pelayan menuju kamar. Sebelum benar-benar menghilang dari ruang tengah, ia sempat menoleh pada sang suami.

"Selamat malam, Suamiku."

Ethan menatapnya. "Hm."

Ashlyn tersenyum puas, lalu pergi bersama kepala pelayan. Begitu suara langkah kaki mereka semakin menjauh, Ethan pun menuju ruang kerjanya.

Sander yang sejak tadi menahan banyak hal akhirnya memberanikan diri mendekati Ethan. Ada keraguan yang jelas terlihat di wajahnya, sesuatu yang jarang sekali terjadi pada seorang yang selama ini selalu mampu berdiri tenang di hadapan sang jenderal.

"Jenderal," panggil Sander.

Ethan yang sedang mengambil salah satu dokumen pun menoleh. "Apa?"

Sander menarik napas dalam-dalam. "Saya ingin menyampaikan sesuatu."

"Katakan."

Ingatan Sander sontak tertuju pada perkataan Ashlyn. 'Jika sudah pintar nanti kita bisa mandi bersama.'

Entah kenapa kalimat itu membuat Sander merasa perlu berbicara. Bukan karena ia ingin mencampuri urusan pribadi atasannya, tetapi karena ia benar-benar khawatir Ashlyn justru membuat Ethan terganggu.

"Kalau keberadaan Nona Ashlyn mengganggu Anda..." Sander berhenti sebentar, mencari kata-kata yang tepat. "Mungkin lebih baik Nona Ashlyn ditempatkan di tempat lain."

Tatapan Ethan perlahan berubah, menatap Sander lebih lekat. Sementara Sander segera melanjutkan sebelum keberaniannya hilang. "Tidak harus di mansion. Bisa di tempat yang lebih aman, dengan pengawasan dokter dan perawat. Saya hanya berpikir, selama ini Anda tidak pernah terbiasa tinggal bersama seseorang seperti Nona Ashlyn."

Ethan menatapnya tanpa berkedip.

Sander menelan ludah. "Terutama setelah kejadian tadi. Nona Ashlyn masih belum memahami batasan antara dirinya dan Anda. Saya khawatir itu akan membuat Anda tidak nyaman."

Ruangan kembali sunyi dan Sander sudah siap menerima teguran. Ethan kembali meletakkan dokumennya.

"Dia tidak akan pergi," jawab Ethan.

Sander terdiam sejenak. "Jenderal_"

"Ashlyn tidak akan meninggalkan mansion ini." Nada suara Ethan memang terdengar tenang, tetapi jelas ada ketegasan di dalamnya. "Setidaknya sampai dia sembuh."

Sander mengerutkan kening. "Sembuh?"

"Kamu masih menganggapnya sebagai gadis idiot?" balas Ethan.

Sander terdiam, pertanyaan ini jadi terasa begitu sulit untuk dia jawab. Karena tak dipungkiri memang begitulah penilaian Sander pada Ashlyn, meskipun sebenarnya Sander pun mengetahui dengan jelas bahwa Ashlyn tak seharusnya menderita seperti itu.

"Tidak, Jenderal," jawab Sander akhirnya.

"Dia sakit, bukan tubuhnya tapi cara dia memahami dunia yang salah karena orang-orang di sekitarnya."

Sander perlahan menundukkan kepala.

Ethan masih teringat semua laporan yang dibacanya malam sebelumnya. Ashlyn tidak pernah mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak pernah mendapatkan kasih sayang. Bahkan sejak kecil, gadis itu terus dibuat percaya bahwa dirinya adalah pembawa sial. Semua yang dimilikinya direbut begitu saja, bahkan harta peninggalan sang ibu.

Selama dua puluh tahun, tidak ada seorang pun yang berusaha memperbaikinya dan sekarang Ethan tidak berniat menjadi orang yang kembali meninggalkannya.

"Selama satu bulan ini kita masih berada di Servo," lanjut Ethan, ini adalah salah satu keputusan yang di ambil siang tadi, mereka memang tidak akan langsung kembali ke perbatasan.

Sander menatap atasannya. "Saya mengerti."

"Selama satu bulan itu, aku akan memastikan Ashlyn mendapatkan perawatan yang benar."

Tatapan Ethan berubah semakin dalam.

"Dia akan diperiksa oleh dokter dan dibantu psikiater. Aku tidak ingin mendengar siapa pun menyebutnya gadis idiot lagi."

Sander menatap Ethan cukup lama sebelum akhirnya memberikan hormat. "Baik, Jenderal."

Ethan kembali mengambil dokumen di atas meja.

Sander hendak pergi, tetapi sebelum benar-benar berbalik, ia kembali teringat sesuatu. Tentang eskrim yang terlalu banyak itu.

"Jenderal."

"Hm?"

"Untuk masalah es krim..."

Ethan menatapnya datar.

Sander langsung merasa sedikit gugup. "Saya membeli terlalu banyak."

"Tidak apa-apa," balas Ethan.

Sander mengangguk. "Baik." Ia kemudian meninggalkan ruang tersebut, sementara Ethan tetap duduk di kursi kerjanya.

Keesokan Harinya mansion Ethan kembali dipenuhi aktivitas. Para pelayan mulai menjalankan tugas mereka, sementara beberapa orang yang telah diperintahkan Ethan untuk datang juga mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk proses belajar Ashlyn.

Di sisi lain sebuah mobil memasuki area mansion setelah mendapat izin dari penjaga.

Nadine datang dengan pakaian yang terlihat sangat rapi dan elegan. Sejak pagi ia sudah memutuskan untuk datang menemui Ethan secara langsung.

Setelah penolakan yang diterimanya kemarin, Nadine tidak ingin menyerah begitu saja. Ia justru merasa harus mengambil langkah lebih berani.

Jika Ethan tidak mau menemuinya di luar, maka ia akan datang ke tempat Ethan tinggal. Namun baru memasuki halaman, mobilnya tiba-tiba terhenti.

Ada seorang wanita tengah bermain di taman.

Nadine mengangkat wajah.

Di antara hamparan rumput hijau dan bunga-bunga yang tertata rapi, seorang wanita dengan gaun indah sedang berlari kecil, di dampingi beberapa pelayan.

Rambut panjangnya tergerai mengikuti gerakan tubuhnya. Gaun yang dikenakannya membuat sosok itu terlihat sangat berbeda dari bayangan Nadine tentang penghuni mansion seorang jenderal.

Wanita itu berlari mengejar sesuatu yang tidak terlihat dari tempat Nadine berdiri, kemudian tertawa begitu polos.

Nadine mengernyitkan kening, Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya.

Tatapannya semakin tajam.

Mansion ini adalah kediaman pribadi Ethan dan sepanjang pengetahuan Nadine, Ethan adalah pria yang bahkan tidak suka jika wanita mendekatinya terlalu dekat.

Namun sekarang ada seorang wanita asing yang justru berlari bebas di taman mansionnya.

Nadine mengepalkan tangan perlahan. Perasaan tidak enak mulai muncul di dalam dadanya.

"Siapa wanita itu?" gumam Nadine pelan.

1
isni afif
lanjut....
isni afif
😘😘😘😘😘😘😍😍😍
Sastri Dalila
🤣🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
ashlyn mau nya makan suamihhh 🤣 ashlyn enggak mau makan nasih, maunya makan suamih di kamar mandiihh ( pakai nada serak2 basahhh ) 🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
emang kamu sengaja eth 😂 dari Oppa kamu, daddy dan sekarang kamu...kalau sudah makan, tak tahu aturan 😂 nasi sebaskom langsung kamu habiskan beserta lauknya 😂 makanya ashlyn sampai tellerrrr 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Kira2 Bau mulut ashlyn, aroma apa? aroma jeruk, mangga, apa durian? 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kamu sihhh! Enggak tahu aturan pakai eth 😆 kalau mau makai tuh di baca dulu aturan pakai nya. jangan karena sudah Halal, langsung saja main Gas polll 😂 lihatt tuh sekarang ashlyn smapai Klengerrrr enggak bisa bangun gitu. pasti badan nya remukk habis kena Bajakkk 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Namanya juga masih anget2nya 😂 apapun yang di mau istri yaa suami yang ladeni 🤭 mau ke kamar mandi saja, pasti langsung Gendong, mau mandi langsung di mandiin + minta jatah sekalian 🤭, mau makan di suapin + di pangku 😆 mau apapun pokoknya Ashlyn enggak boleh sendiri, kerjaan Ashlyn Nafas, rebahan dan siap siaga Di Qeloninn 🤭🤣🤣
Lela Angraini: iihhh kak ning iri ya,,mau jga ya kaya ashlyn? 🤭🤭🤭
total 1 replies
Hanima
🤭🤭🤭😁
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
semalam kamu main berapa Ronde ashlyn? 😂 smapai kamu tidak ada Daya dan tenaga untuk bangun? pasti semalam kamu di Rudall habis2san sama ethan 😂 smapai mau buka mata saja tak ada tenaga 😂
Ernawati
terimakasih udah up Thor 🙏
Kar Genjreng
jawabannya pasti sampai kiamat dan sampai menutup mata bersama sama kelak bila sudah renta 🤣 saking tidak tahan di. pandangi terus dan selalu berkata SUAMI KU. ,,ganteng sekali dadanya keras sekali dan tangan juga mana lagi yang mengeras Ashlynn,,,coba tanya kan lagi kepada sang SUAMI,,,,
pasti jawaban Hem. Suami Ku ga kebayang nanti bila Mommy Aluna datang dan bertemu Ashlynn apa akan murka atau menerima Ashlynn,,, Ethan usianya sudah mau kepala Empat Mommy setuju' ya dengan pilihan putranya,,
Kar Genjreng
biarpun sudah kelewat tapi ceritanya bagus
Kar Genjreng
jangan ngelunjak ya,,, jangan jangan bilang iya boleh jadi favorit nya Ashlynn,,, boleh apa yang ga buatmu 🤣🤣
Kar Genjreng
apa itu jatuh pas terkena sesuatu 😂 bisa jadi wahhh pantas Ethan tidak bisa bergerak tetapi Ashlynn tidak paham apa yang di rasakan Ethan hihi seruuu
Kar Genjreng
apakah Ethan dan Evan saudara nya Alicia dan Anine,,, berarti abangnya ya,,,kan mommy namanya Aluna 👍👍
Kar Genjreng
Ashlynn istri nya ,,siapa ya mirip namanya ,,,,lama memandangi wajah Ashlynn pasti lama lama jatuh cinta ya ke
pada gadis kumuh di perbatasan,,,ternya sangat penurut dan tidak pura pura polos dan ambisius,,
Kar Genjreng
kayanya kenal sama nama pemeran nya Dokter Aresha istri Raiden Anaknya Nicholas kah lupa lupa ingat,,,harus baca yang lalu tentang keluarga Daddy Raiden biar ingat ya,,
neng ade
bikin jantungan kepala pelayan dan semua pelayan yang ada 😂
Kar Genjreng
pasti Jendral karena Kau adalah Suamiku,,, bersyukur ucapan orang orang tidak sesuai dengan perlakuan Jendral terhadap Ashlynn. sungguh di luar dugaan,,,ternya di balik siksaan ternya ada malaikat yang bisa menerima semua luka yang ada di tubuh gadis polos itu,,,, Tuhan memang adil di hadapan orang lain mungkin jendral Ethan menyeramkan tetapi tidak dengan Ashlynn,,, sangat mengayomi dan melindungi,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!