NovelToon NovelToon
SEESAW

SEESAW

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arthur Bond, Rexana Nycekerh hidup bagai pajangan mahal di dalam sangkar emas. Demi menyelamatkan perusahan ayahnya yang terancam runtuh, Rex terpaksa menelan bulat-bulat dinginnya penghinaan dan tuduhan atas rahasia masa lalu yang enggan ia bocorkan. Namun, ketika kembali ke New York, takdir memainkan lelucon paling kejam.

Lexana, kakaknya sendiri, secara terang-terangan memamerkan kekasih barunya—Diedrick Glodereus Ashford.
Pria itu adalah pemilik masa lalu Rex, cinta pertamanya yang kini hadir kembali membawa dendam dan kepahitan.

Di tengah kepungan tuntutan keluarga yang tak berhati dan intrik kekuasaan, Rex harus berdiri sendirian di antara dua pria yang membencinya.

Akankah rahasia di balik perpisahan masa lalu mereka terkuak, atau justru Rex akan benar-benar hancur dalam permainan pembalasan dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Lantai marmer salon dan butik mewah di kawasan Madison Avenue memantulkan pendar lampu kristal yang begitu megah.

Aroma wewangian mawar eksklusif dan lilin aromaterapi menyeruak lembut di udara, membungkus setiap sudut ruangan yang dikhususkan bagi para kalangan elit New York.

Di dalam area privat butik busana tingkat tinggi tersebut, Arthur Bond berdiri anggun dengan setelan jas abu-abu buatan Italia.

Senyum ramah yang teramat manis terukir di wajahnya, merepresentasikan sosok suami penyayang dan sempurna di mata publik.

Jemari tangannya mengusap lembut bahu Rex, memamerkan kemesraan palsu yang langsung ditangkap oleh kilatan lampu kilat blitz dari beberapa wartawan majalah mode ternama yang berkumpul di luar pintu kaca.

Media New York hari ini dipenuhi oleh berita hangat: Pasangan Harmonis Arthur Bond dan Rexana Ballerina Nycekerh Terlihat Mesra Berbelanja Bersama di Butik Mewah.

Sungguh sebuah komedi gelap yang memuakkan.

Di balik kamera dan senyuman publik itu, Arthur membawa Rex ke salon terbaik bukan karena rasa cinta, melainkan untuk mempercantik "barang dagangannya."

Arthur bahkan secara pribadi memilihkan beberapa gaun malam berpotongan rendah dan lingerie sutra terbaik—pakaian dalam transparan nan seksi yang dirancang khusus untuk memikat mata pria.

Semua itu dibeli Arthur dengan satu tujuan busuk: agar Rex tampil sempurna saat mendatangi penthouse Diedrick Glodereus Ashford nanti malam.

"Pilihlah warna hitam sutra ini, Sayang," ujar Arthur dengan suara lembut yang dibuat-buat, membelai pipi porselen Rex di hadapan para staf butik yang menatap iri.

Namun saat menunduk mendekati telinga Rex, bisikannya berubah menjadi racun yang dingin.

"Kutumpahkan semua uangku di butik ini agar kau bisa membuat Ashford bertekuk lutut. Jangan sampai kau membuatku kecewa nanti malam, Rex."

Rex hanya berdiri kaku bagai patung lilin. Potongan rambut pendek barunya ditata dengan gaya wavy bob yang semakin mempertegas keindahan leher jenjang dan bahu mulusnya.

Bibirnya dipoles gincu merah menyala, memberikan kesan sangat menggoda namun dipenuhi aura dingin yang tak tersentuh.

"Lakukan saja apa yang kau mau, Arthur," balas Rex pelan, hampir tanpa nada, membiarkan para staf memasukkan kantong-kantong belanjaan mewah itu ke dalam genggamannya.

Saat mereka hendak melangkah menuju area ruang ganti khusus, pintu kaca utama butik terbuka lebar.

Suara ketukan sepatu hak tinggi yang nyaring memecah ketenangan butik.

Lexana Nycekerh melangkah masuk dengan gaun musim panas berwarna merah menyala, merangkul mesra lengan tegap pria di sampingnya.

Diedrick Glodereus Ashford.

Keheningan mendadak mencengkeram butik mewah itu.

Empat orang yang terikat dalam pusaran dosa dan kebohongan kini berdiri berhadapan di bawah pendar lampu yang sama.

Diedrick tampil angkuh dalam balutan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya terbuka, memancarkan aura maskulin yang intimidatif. Namun saat pandangannya bertabrakan dengan Rex yang berdiri memegang kantong belanjaan dari area pakaian dalam, pupil matanya membesar seketika.

Mata tajam Diedrick terkunci pada sosok wanita yang dulu amat dicintainya.

Bellerina.

Rex kini tampil jauh lebih cantik, begitu menggoda dengan gaya rambut pendeknya, namun matanya yang redup menyimpan keputusasaan yang begitu pekat.

"Oh, lihat siapa yang ada di sini!" seru Lexana dengan nada manis yang dipaksakan, melangkah mendekat sembari mempererat cengkeramannya di lengan Diedrick.

"Adikku tersayang dan suaminya yang terhormat. Sedang berbelanja bersama?"

Arthur tersenyum lebar, langsung memainkan perannya sebagai suami teladan dengan sangat sempurna. Pria itu merangkul pinggang Rex secara posesif, menarik tubuh istrinya merapat ke dadanya.

"Tentu saja, Lexana," sahut Arthur renyah, pandangannya melirik kearah Diedrick dengan tatapan menantang yang terselubung.

"Istriku yang cantik ini berhak mendapatkan yang terbaik. Kami baru saja menyelesaikan sesi perawatan di salon dan memilih beberapa pakaian dalam... khusus untuk malam-malam istimewa kami."

Deg.

Otot rahang Diedrick mengeras seketika. Tangan Diedrick yang tersembunyi di dalam saku celananya mengepal kencang hingga buku-buku jarinya memutih.

Mata elang Diedrick menatap tajam lurus ke dalam mata Rex. Di dalam benaknya yang dipenuhi amarah dan luka, ribuan pertanyaan bergolak liar.

Sejujurnya, di balik topeng dinginnya malam ini, Diedrick begitu ingin melangkah maju, mencengkeram bahu Rex, dan menanyakan pertanyaan yang menggerogoti jiwanya selama empat tahun terakhir:

Pengakuan kehamilanmu empat tahun lalu... apa bayimu sudah lahir? Apa anak itu sudah besar sekarang? Dan apakah wajahnya mirip dengan suamimu ini... atau justru mirip denganku?

Diedrick tidak pernah tahu bahwa alasan "kehamilan anak pria lain" hanyalah sebuah kebohongan berdarah yang ditenun oleh Rex empat tahun lalu—sebuah dusta kejam yang dibuat Rex agar Diedrick membencinya, melupakannya, dan tidak ikut terseret ke dalam neraka aliansi bisnis keluarga Nycekerh yang hampir runtuh.

Rex yang merasakan tatapan membakar dari Diedrick hanya sanggup menundukkan kepalanya sedikit.

Setiap kilatan di mata Diedrick bagaikan sembilu yang mengoyak dadanya.

Jangan menatapku seperti itu, Diedrick... biarkan aku menjadi wanita jahat di matamu, agar kau tidak perlu merasakan sakit yang kupikul sendiri.

"Wah, sungguh pasangan yang sangat romantis," sindir Lexana sembari terkekeh pelan, meski matanya memancarkan rasa cemburu melihat perhatian Diedrick yang tampak terganggu.

"Diedrick membawaku ke sini untuk memilihkan gaun pesta. Pria seperti Diedrick memang sangat paham cara memanjakan wanitanya."

Diedrick memaksa bibirnya melengkungkan senyum dingin yang samar, akhirnya memutus kontak matanya dari Rex dan beralih pada Arthur.

"Kuharap kau menikmati belanjamu, Bond," ucap Diedrick dengan suara berat yang serak dan sarat akan dominasi.

"Sebab tidak semua barang mewah yang kau beli... bisa memberikan kehangatan yang kau inginkan."

"Terima kasih atas sarannya, Ashford," jawab Arthur santai, sama sekali tidak terintimidasi. "Tapi aku sangat yakin... apa yang kubeli hari ini akan memberikan hasil yang sangat luar biasa nanti malam."

Setelah bertukar basa-basi beracun yang dibungkus keramahan kelas atas, Arthur menarik tangan Rex untuk berpamitan.

Mereka melangkah keluar dari butik menuju mobil mewah yang telah menunggu di depan, meninggalkan Diedrick dan Lexana di dalam ruangan.

Saat mobil sedan hitam milik Arthur menghilang di balik lalu lintas New York, Diedrick berdiri terpaku di tepi jendela kaca butik.

Dari tempatnya berdiri, Diedrick melihat dengan jelas bagaimana staf butik merapikan sisa-sisa koleksi lingerie sutra hitam transparan yang baru saja dibeli oleh Arthur untuk Rex.

Imajinasi liar mendadak merasuki kepala Diedrick tanpa belas kasihan.

Diedrick membayangkan bagaimana kain sutra tipis dan transparan itu akan melekat di atas kulit porselen mulus milik Bellerina.

Tubuh indah yang dulu hanya menjadi miliknya seorang... tubuh yang dulu hanya boleh dia sentuh, dia cium, dan dia dekap di bawah selimut malam... kini bayangan itu dinikmati dan dipamerkan oleh pria lain.

Dada Diedrick terasa sesak luar biasa, bagai dihantam balok es raksasa.

Napasnya memburu kencang, menahan gelombang cemburu dan rasa sakit hati yang membakar hingga ke ulu hati.

Kenapa, Bellerina? jerit Diedrick dalam hatinya yang terluka parah.

Kenapa kau membiarkan pria itu membeli kain murahan itu untuk tubuhmu? Kenapa kau merendahkan dirimu hingga sejauh ini?!

"Diedrick? Kau kenapa?" suara Lexana memecah lamunannya, memegang lengan Diedrick dengan dahi berkerut heran melihat napas kekasihnya yang tidak teratur.

Diedrick menarik lengannya secara halus dari genggaman Lexana, memasang kembali raut wajahnya yang dingin bagai es. "Tidak ada apa-apa. Pilih saja gaun yang kau suka, aku akan menunggu di mobil."

Diedrick membalikkan badan dan melangkah keluar dari butik dengan langkah lebar yang sarat akan amarah yang siap meledak.

Sementara itu, di dalam sedan mewah yang melaju kencang menembus jalanan New York, keheningan mencekam melingkupi Arthur dan Rex.

Arthur menyandarkan punggungnya di sofa kulit mobil, memutar-mutar gelas wiski kecil di tangannya sembari menatap Rex yang melempar pandangan kosong ke luar jendela.

"Kau lihat bagaimana pria Ashford itu menatapmu tadi?" ujar Arthur mendadak, mengumbar senyum miring yang puas. "Mata bajingan itu tidak bisa lepas dari dada dan lehermu. Dia haus, Rex. Casanova terhormat New York itu benar-benar termakan umpan kita."

Rex tidak menyahut, jemarinya meremas kain gaunnya kuat-kuat di atas pangkuan.

Arthur terkekeh pelan, menyesap wiskinya sedikit lalu mencondongkan tubuhnya mendekati Rex.

"Kau harus bersyukur aku memilihkan lingerie sutra hitam itu," bisik Arthur dengan nada meremehkan.

"Pakailah nanti malam saat kau tiba di penthouse-nya. Biarkan dia menikmati tubuh bekasmu sepuasnya. Dan ingat... pastikan dia menandatangani perjanjian aliansi saham sebelum kau melangkah keluar dari pintunya."

Rex memalingkan wajahnya menatap Arthur, matanya memancarkan kedukaan yang begitu dalam dan dingin.

"Kau benar-benar tidak memiliki sedikit pun harga diri sebagai seorang pria, Arthur," desis Rex pelan, suaranya menusuk bagai jarum.

"Harga diri?" Arthur tertawa keras, tawa yang memenuhi kabin mobil.

"Di dunia bisnis New York, harga diri tidak bisa membeli saham atau membayar hutang! Yang penting adalah hasil akhirnya, Rex. Kau mendapatkan kebebasanmu, aku mendapatkan kekuasaan, dan pria Ashford itu mendapatkan mainan malamnya. Bukankah ini transaksi yang sangat adil?"

Arthur menepuk pelan pipi Rex dengan ujung jarinya yang dingin. "Persiapkan dirimu. Malam ini... adalah malam terakhirmu sebagai Nyonya Bond."

Rex kembali menatap keluar jendela, membiarkan air mata yang tertahan menyerap kembali ke dalam matanya.

Di luar sana, langit New York mulai berganti menjadi remang senja.

Takdir sedang menyeretnya menuju penthouse Diedrick Ashford—sebuah pertemuan yang akan membongkar seluruh luka, dendam, dan rahasia yang telah dia kubur dalam-dalam selama empat tahun.

1
Mei TResna Rahmatika
tenang sophia,jodohmu lagi di siapin sama author🤣
Rosdianah 🌷: wah wah boleh juga 🤣🤣
total 3 replies
Mei TResna Rahmatika
penasaran thor ada rahasia apa diedrick sama sophia
Mei TResna Rahmatika
banyak bgtt tantangan hubungan mereka thor
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗
winpar
smngt kk 💪
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
terus semangat berkarya Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak reader 🫶 sehat selalu Dimana pun berada 😍
total 1 replies
Yusry Ajay
ya gpp thor dimaklumi 🤗🤗🤗
Yusry Ajay
up lg Thor kurang...
Rosdianah 🌷: huhu maafkan author 🙏🏻 beberapa hari ini author sibuk dunia nyata
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
ugal"an bangettt cinta nya pria ashford satu ini😍
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru kali ini keturunan asford jd gembel,, 😌
Rosdianah 🌷: ya Tuhan nggak jadi dramatis saya🤣🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
🤣 diedrick malang sekaliii
Rosdianah 🌷: author baru update 🤭🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
menegangkan thor bacanya 🤗🤗
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤣
Rosdianah 🌷: siap kak, Ma'aciww sudah stay baca cerita ku🌷
total 3 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh gercep ini sophi,pliss kak jangan pisahin rexana sama diedrick lagi kesian banget kisah mereka 😭
Mei TResna Rahmatika: keturunan ashford yg kisah cintanya gak banyak hura hara cuma leander sama pearl
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
dari berita ini semoga kembarannya rexana tau keberadaan rexana🤭
Mei TResna Rahmatika: udah mulai klimaks ini ceritanya, tambah penasaran apakah deidrick bakalan dapet bogeman dari kaetos🤭
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
ceritanya agak mirip sama kisahnya aurora,braxley sama jonathan bedanya disini ternyata Arthur terobsesi sama rexana, lanjut kak penasaran 🤭
Mei TResna Rahmatika: soalnya aku udah baca semua karya mu kak jadi inget🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
gak pernah gagal karya" mu kak
love sekebon
Rosdianah 🌷: Lopyuu Setaman kak🤭🌷
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
kisah cinta rexana dan diedrick kaya nya penuh liku nih kaya kisahnya emak bapaknya
Mei TResna Rahmatika: banyak bangett yg perlu di bahas di kisah mereka🤭selalu nunggu up nya kak😍
total 2 replies
Debu Nakal
bunga n like q kirimkan sebagai ucapan terimakasih krn dikau sdh mbuat karya yg woowwww
happy graduation eh happy birthday mksdnya
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii ma'aciww kak reader 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!