NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Indira melihat ke arah depan ,Indira melihat pria yang ditolongnya sudah dikelilingi banyak orang."Oh salam om ,kek ,maaf Indira baru sadar ada om dan kakek di sini,maafkan Indira" ucap Indira sopan.

Kakek dustin tersenyum "hahaha tidak papa nak,salah kakek juga karena tadi buru buru masuk karena kakek sangat menghawatirkan keadaan cucu kakek yang sangat bandel ini" ucap kakek dustin.

Indira tersenyum "kalau gitu Indira pamit pulang ya kek om,karena sudah ada kakek dan om yang menemani pasien" ucap Indira.

Ayah Indira tersenyum melihat putranya yang mengkodenya untuk menahan Indira agar tetap di rumah sakit , "oh nak boleh om minta tolong?" tanya ayah dustin yang bernama Brian.

Indira menatap ayah dustin , "Boleh om kalau Indira bisa melakukannya" ucap Indira.Brian tersenyum "om ingin membeli sarapan dulu dan kakek katanya ingin pergi ke ruang dokter untuk konsultasi jadi tidak ada yang menemani dustin di sini,bisakah kamu menemani dustin sebentar sampai om atau kakek kembali" ucap Brian.

Indira kaget "padahal aku sudah membayangkan tidur di kasur kesayanganku dan memeluk guling tercintaku" batin Indira.Indira tersenyum "boleh om".

Dustin tersenyum senang lalu mengacungkan jempolnya pada ayahnya."kalau begitu om dan kakek keluar dulu ya,maaf merepotkan kembali " ucap Brian.Indira menggelengkan kepalanya "sama sekali tidak merepotkan kok om justru Indira senang kalau Indira bisa membantu" jawab Indira.

Brian tersenyum lalu mengacak acak rambut Indira gemas "terima kasih ya,ayo yah aku antar ke ruang dokter dulu" ucap Brian.

Ayah dan kakek dustin meninggalkan ruangan dustin ,tinggallah dustin dan Indira lah yang berada di ruangan itu . Indira menatap ke arah dustin "kamu sudah sadar akhirnya"ucap Indira pada dustin.

"hmm seperti yang kamu lihat uhuk uhuk uhuk"dustin terbatuk batuk ,Indira langsung mengambil air minum yang ada di sampingnya lalu membantu dustin duduk lalu memberikannya minum ,"pelan pelan gimana udah mendingan" ucap Indira pada dustin.

Dustin mengangguk "terima kasih ,aku boleh minta tolong tidak ,aku sudah tidak tahan " ucap dustin.Indira mengerutkan dahinya "kamu mau aku membantu apa?" tanya Indira.

"Aku ingin ke kamar mandi tolong aku sudah tidak tahan " ucap dustin. Indira kaget "apaa ke kamar mandi,tidak tidak aku tidak mau" ucap Indira ."Kalau ngak mau ya udah aku sendiri saja " ucap dustin lalu memaksa untuk berdiri namun tiba tiba saja tubuhnya hampir oleng ke depan kalau saja Indira tidak menahannya .

"Aku akan membantumu "ucap Indira pada akhirnya . Indira membopong dustin ke kamar mandi saat sampai di kamar mandi Indira menyuruh dustin duduk di toilet duduk lalu Indira mengambil cairan infus yang dipegang dustin ."Aku ada di luar pintunya aku buka dikit agar infusnya tidak putus.Tenang saja aku tidak mengintip kok" ucap Indira lalu keluar dari kamar mandi.

Dustin tersenyum senyum sendiri melihat perilaku Indira padanya .

Beberapa menit kemudian dustin telah selesai ,dustin pun memanggil Indira.Indira masuk lalu membantu dustin kembali ke ranjangnya .Sampai nya di ranjang Indira menyuruh dustin berbaring sambil menunggu ayahnya datang .

"Kenapa kamu menyelamatkanku?"tanya dustin pada Indira .Indira menatap dustin "aku ini manusia ,aku masih punya rasa berperikemanusiaan,mana tega aku melihat orang yang hampir mati di mobil dengan mobil yang meledak sangat parah ".

Dustin tersenyum."Apa kamu sudah punya pacar?" tanya dustin kembali.Indira kaget "Kenapa kamu menanyakan hal pribadi padaku?" tanya Indira.Dustin menepuk dahinya dengan telapak tangannya .

"Aku tidak mau mencampuri urusanmu tapi aku hanya penasaran saja" Jawab dustin ."Aku udah punya pacar tapi aku juga udah punya calon"cicit Indira."Maksudmu pacarmu yang akan menjadi calon suamimu?" tanya dustin lagi .

"Bukan ceritanya rumit ,aku sudah memiliki kekasih tapi kakekku mau menjodohkanku " ucap Indira kembali .Dustin menatap wajah Indira yang sedih."Apa kamu mencintai kekasihmu ?"

"Tentu saja,kamu saling mencintai,entahlah bagaimana caraku menjelaskannya nanti padanya aku masih bingung,di satu sisi aku tidak bisa meninggalkan orang yang aku cintai di satu sisi aku tidak bisa menolak permintaan pertama kakekku ,aku sangat bingung sekali" ucap Indira.

"Menurutku kamu harus menuruti kata hatimu,katakan menurut hatimu kamu mau melakukan yang mana,apa hatimu memilih untuk tetap bersama kekasihmu atau kamu menuruti perjodohan kakekmu?"tanya dustin.

Indira terdiam sebentar , "Aku memikirkan kakekku ,kakekku sudah sangat tua,dan ini adalah permintaan pertamanya padaku ,aku tidak tega menolaknya ,tapi kekasihku" ucap Indira

"Ikuti kata hatimu ,kalau soal kekasihmu kamu bisa menemuinya bersama calon suamimu dan mengakhiri hubunganmu dengan perlahan" saran dustin."Tapi aku sangat mencintainya"

"Apa rasa cintamu pada kekasihmu lebih besar daripada rasa cintamu pada kakekmu?" ,dammm ucapan dustin mengenai hati Indira ,benar kata dustin ,kasih sayang kakek Indira sangatlah besar ,dan kenapa Indira tidak bisa mengorbankan perasaannya untuk membuat kakeknya bahagia.

"Terima kasih untuk nasihatmu dustin,kamu sedikit membantuku menyelesaikan masalahku" ucap Indira tulus . Dustin tersenyum "sama - sama" Mata dustin terpaku pada mata Indira .Indira yang ditatap dustin sedikit merasa risih.

Tak lama pintu ruangan dustin terbuka dan nampaklah ayah dustin datang sambil membawa paper bag berisi makanan.

"halo nak ,apa om lama ,maafkan om ya" ucap Brian pada Indira."Tidak papa om,aku free kok hari ini "jawab Indira.

"Oh iya kalau begitu apa om bisa merepotkan mu lagi,om ada pekerjaan yang mendesak di perusahaan jadi tidak bisa menemani dustin , apakah kamu mau menemaninya sampai bibi dustin datang"ucap Brian .

Indira melongo tak percaya namun Indira langsung tersadar "ekhmm iya om tidak papa kok ,Indira akan menjaga anak om dengan aman"ucap Indira.

Brian tersenyum lalu memberikan paper bag ke Indira , "ini makanan untuk dustin dan juga untukmu kalian makan ya ,dustin ,ayah pergi dulu ya,nanti bibi akan kesini untuk menemanimu " pamit Brian pada putranya .Dustin langsung tersenyum lebar pada ayahnya .Indira yang melihat senyum Dustin langsung heran.

Brian pun pergi lagi meninggalkan Dustin dan Indira berdua ."Kamu mau makan sekarang atau nanti"tanya Indira.Dustin menatap paper bag itu ,"Aku mau makan sekarang tolong siapkan untukku" ucap dustin .Indira pun menurut.

Selesai membuka paper bag milik Dustin Indira langsung memberikannya pada dustin "apa ini ikan,aku tidak bisa makan ikan " ucap dustin,Indira kaget "maksudmu kamu alergi ikan?" tanya Indira

Dustin menggelengkan kepalanya "aku tidak bisa makan ikan karena aku tidak bisa memisahkan durinya ,terkadang kalau durinya tidak dipisahkan dulu aku bisa tersedak duri "terang Dustin .

Indira menatap wajah Dustin yang sedih , "Sini biar aku yang sisihkan durinya" ucap Indira.Indira pun menyisihkan duri ikan dengan hati hati membuat Dustin yang melihatnya tambah klepek klepek .

Setelah selesai Indira menyerahkannya kembali pada dustin.Dustin menerima nya dengan senang hati,Dustin langsung makan dengan porsi besar hingga ,"uhuk uhuk uhuk uhukkk" Dustin terbatuk batuk sampai mengeluarkan air mata,Indira kaget lalu mengambil tisu lalu menyuruh dustin memuntahkannya .

setelah selesai dustin mengeluh kalau duri ikan tertancap pada lidahnya .Indira yang merasa bersalah langsung menyuruh dustin membuka mulut dan tanpa jijik Indira mengambil duri ikan di dalam mulut Dustin . "akhhhhhhhh"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!