Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.
Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!
Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)
Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19: Naik kuda bareng bos besar dan jantung yang overclocking
Gemuruh langkah kaki ratusan babi hutan bermata merah itu terdengar semakin mendekat, membuat tanah perkemahan di Hutan Terlarang bergetar hebat. Tiang-tiang tenda mulai goyah, dan suara teriakan panik dari para prajurit kelas bawah mulai bersahutan di luar.
Xie Yufei berdiri kaku di dalam tenda utama. Di luar, dia memasang wajah ketakutan yang sangat estetik kedua tangannya menangkup di dada dengan mata berkaca-kaca ala putri suci yang teraniaya. Namun, di dalam kepalanya, jeritan histeris anak IPA yang mendadak kena serangan panik langsung meledak dengan volume maksimal:
(MAMAAAKKK!!! Ini suara gemuruhnya kencang bener, berasa kayak lagi ada car free day tapi pesertanya babi ngepet semua! Wah, gila sih ini Perdana Menteri Lin, taktik animal stampede-nya niat banget! Mana fisik gue lemes begini karena kurang asupan micin. Mas Jenderal, buruan selamatin gue! Gue janji gak bakal ngatain tenggorokan lu amandelan lagi deh, suer!)
Pangeran Mo Cheng yang baru saja memasang pelindung lengannya langsung menoleh. Mendengar jeritan batin Yufei yang menyebut "babi ngepet" dan "asupan micin", sang pangeran menahan diri sekuat tenaga agar tidak kehilangan fokus di tengah situasi genting.
Tanpa basa-basi, Pangeran Mo Cheng melangkah lebar mendekati Yufei. Sebelum gadis itu sempat bereaksi, sang pangeran langsung menyergap pinggang ramping Yufei dan mengangkat tubuhnya dengan satu tangan yang sangat kuat, membawanya keluar dari tenda yang mulai ambruk terseruduk.
Di luar, kuda perang hitam besar milik pangeran sudah mendengus tidak sabar. Dengan gerakan yang sangat tangkas dan gagah, Pangeran Mo Cheng melompat naik ke atas pelana sambil mendudukkan Yufei di bagian depan dekapannya.
Sret!
Kedua lengan kokoh Pangeran Mo Cheng langsung melingkari tubuh Yufei dari belakang untuk memegang tali kendali kuda. Posisi mereka seketika menjadi teramat dekat, hingga Yufei bisa merasakan dada tegap sang pangeran menempel erat di punggungnya, serta embusan napas hangat pangeran di pucuk kepalanya.
Di luar, Yufei hanya bisa berpegangan erat pada surai kuda dengan wajah pucat. Namun di dalam hatinya, sistem kerja jantungnya langsung mengalami overclocking alias korsleting tingkat dewa:
(JANTUNG GUEEE!!! Woy, ini posisinya kenapa jadi back-hug begini?! Bau parfum Mas Jenderal wangi bener lagi, perpaduan kayu cendana sama aroma maskulin yang bikin pusing tujuh keliling! Mana dada dia tegap banget kayak tembok beton perumahan subsidi! Tolong, ini gue lagi di ambang kematian karena diseruduk babi, atau di ambang kematian karena serangan jantung akibat visual attack jarak dekat?! Mas Jenderal, lengan lu berotot banget, gak kuat hayati!)
Pangeran Mo Cheng yang mendengar batin Yufei berteriak "tidak kuat" langsung merasa seluruh wajah dan lehernya memanas seketika. Konsentrasinya menunggangi kuda hampir saja buyar akibat pujian "aroma maskulin" dan "dada tegap" dari gadis ajaib ini. Dia buru-buru mengeratkan pegangannya pada tali kendali untuk menyembunyikan rasa salah tingkahnya yang luar biasa.
"Pegang yang erat, Nona Xie! Kita harus menerobos ke sektor selatan!" bentak Pangeran Mo Cheng dengan suara berat yang sengaja dikeraskan demi menutupi detak jantungnya sendiri yang ikut menggila.
Hiaaa!
Kuda hitam itu meringkik nyaring, lalu melesat kencang membelah kegelapan hutan, menghindari serudukan babi-babi hutan bermata merah yang mengamuk. Xie Jian dan pasukan khusus langsung bergerak membuka jalan di depan, menumbangkan babi-babi yang mencoba mendekati kuda sang pangeran.
Berkat kelihaian Pangeran Mo Cheng menunggangi kuda dan pengawalan ketat Aliansi, mereka akhirnya berhasil keluar dari zona bahaya perkemahan dan memasuki area hutan sektor selatan yang lebih sunyi dan aman.
Namun, kegembiraan itu hanya bertahan beberapa detik. Kuda mereka mendadak berhenti dengan paksa hingga meringkik tegak.
Di depan mereka, di balik remang-remang bayangan pohon besar, sesosok pria bertopeng hitam dengan pakaian serba gelap sudah berdiri menghadang jalan. Di tangannya, sebuah busur besar sudah ditarik penuh, dan mata anak panahnya yang berkilau karena lumuran racun hijau gelap sudah diarahkan tepat ke arah dada Pangeran Mo Cheng!
Yufei langsung membelalakkan mata melihat ujung panah beracun itu, sementara mode sains di otaknya kembali mendeteksi bahaya tingkat tinggi.