NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Balas Dendam
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Demi melindungi harga diri suaminya yang mandul, Larissa rela menanggung caci maki sebagai wanita mandul. Namun, pengorbanannya dibalas dengan surat cerai dan pengusiran kejam setelah sang suami memalsukan hasil medisnya demi bersanding dengan wanita lain.

Tiga tahun berlalu, dunia terguncang ketika Larissa bangkit sebagai istri dari CEO terkaya dan melahirkan dua anak yang sehat. Saat kebohongan masa lalu mulai terbongkar, giliran Larissa yang memegang kendali untuk membuat mantan suaminya merangkak dalam penyesalan seumur hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 - Tamparan elegan di depan publik

Dentum simfoni klasik yang mengalun di dalam grand ballroom hotel bintang lima itu mendadak terdengar bagai dengung statis di telinga Bram Baskoro. Pria itu berdiri kaku, mencengkeram tepian meja bundarnya dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Sepasang matanya yang membelalak lebar melekat tanpa putus pada sosok Larissa. Mantan istrinya itu berjalan dengan begitu tenang, jemari lentiknya terselip anggun di lekukan lengan Bayu, sang penguasa tertinggi Megah Corp.

"M-Mas Bram... itu Larissa? Tidak mungkin... aku pasti salah lihat," bisik Vera dengan suara yang bergetar hebat.

Vera mencengkeram lengan jas Bram, gaun payet merah menyalanya yang mencolok mendadak terasa mencekik lehernya sendiri.

Sedangkan Bram menolak untuk memercayai realita di depan matanya. Bagaimana bisa wanita yang dicaci maki ibunya sebagai pembawa sial, kini berdiri di barisan VIP depan bersama pria paling berkuasa di kota ini?

Didorong oleh rasa tidak terima dan kesombongan yang membakar dadanya, Bram menyentak kasar tangan Vera. "Ikut aku."

Dengan langkah kaki yang dihentak lebar, Bram menarik Vera membelah kerumunan tamu undangan kelas satu. Dia mengabaikan tatapan heran beberapa pengusaha yang mereka tabrak asal.

Fokus Bram hanya satu, dia harus menjatuhkan harga diri Larissa sebelum wanita itu melangkah lebih jauh ke dalam lingkaran elite.

Bayu dan Larissa baru saja menghentikan langkah mereka di dekat pilar kristal besar, bersiap menyambut salah satu menteri yang berjalan mendekat, ketika sosok Bram dan Vera tiba-tiba memotong jalur mereka.

Larissa menghentikan langkahnya. Sepasang manik mata gelapnya menatap lurus pada sosok mantan suaminya yang kini berdiri di hadapannya dengan napas yang memburu kasar.

Tidak ada riak ketakutan atau trauma di wajah cantiknya. Sebaliknya, wajahnya begitu datar, memancarkan ketenangan yang sangat mengintimidasi.

Bram menatap Larissa dari ujung kepala hingga ujung kaki, mencoba mencari celah untuk menghina penampilan elegan mantan istrinya. Sebuah senyuman sinis yang dipaksakan terukir di wajah Bram.

"Larissa, sungguh kejutan yang luar biasa melihatmu di sini," ujar Bram dengan suara yang sengaja dikeraskan, memancing perhatian beberapa pemilik korporasi di sekitar mereka.

"Sejak kapan seorang wanita yang diusir dari rumah karena cacat dan tidak berguna bisa menyusup ke acara terhormat seperti ini? Pakaian mewah ini... dari mana kamu mendapatkannya setelah luntang-lantung di jalanan?"

Vera yang berdiri di samping Bram langsung menangkap arah permainan suaminya. Dia segera memasang senyum palsunya yang paling manis, beralih menatap Bayu dengan pandangan yang dibuat seolah-olah dia sedang bersimpati.

"Ah, Tuan Bayu... mohon maaf atas kelancangan kami," ucap Vera dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, berharap bisa memengaruhi pemikiran sang CEO.

"Kami hanya terkejut. Sebagai mantan kerabat, kami tahu betul bagaimana latar belakang wanita yang bersama Anda. Kami hanya khawatir Anda tidak mengetahui riwayat aslinya. Larissa ini... dia didepak dari keluarga kami karena memiliki kekurangan fisik yang fatal sebagai seorang wanita. Kami hanya tidak ingin citra Megah Corp yang terhormat tercemar karena—"

"Cukup."

Bukan Larissa yang memotong ucapan Vera, melainkan sebuah suara bariton yang begitu rendah dan dingin

Bayu tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari dokumen digital di tabletnya selama beberapa detik, sebelum akhirnya mendongak. Sepasang mata elangnya menatap Bram dan Vera dengan sorot mata yang begitu tajam, seolah-olah dia sedang melihat dua ekor serangga pengganggu yang mengotori karpet merahnya.

Rahang tegasnya mengeras, dan atmosfer di sekitar pilar kristal itu seketika drop jatuh ke titik beku.

Bayu melangkah maju setengah langkah, memposisikan tubuh tingginya secara protektif di depan Larissa. Tindakan sederhana itu langsung menepis kedekatan Bram secara mutlak.

"Tuan Bram Baskoro," ujar Bayu, suaranya menggelegar tenang namun berwibawa, terdengar sangat jelas oleh jajaran pengusaha papan atas dan beberapa pejabat kementerian yang mulai berkerumun karena penasaran.

"Jaga mulut Anda jika masih ingin melihat perusahaan kecil Anda beroperasi esok hari."

Bram tersentak, langkah kakinya refleks mundur setengah senti akibat tekanan mental dari aura Adrian. "T-Tuan Bayu, maksud saya—"

"Wanita yang berdiri di sebelah saya ini," potong Bayu tanpa ampun, suaranya bergema dingin memotong kalimat Bram dengan tegas.

"Adalah Kepala Asisten Pribadi Utama Megah Corp yang baru. Beliau memegang kendali penuh atas seluruh filter administrasi kesekretariatan saya. Termasuk... memegang kendali atas kelayakan draf proposal Baskoro Konstruksi yang baru saja beliau coret dan saya tolak mentah-mentah pagi ini."

Deg.

Kalimat yang keluar dari bibir Bayu terasa bagaikan hantaman gada besi yang menghancurkan seluruh pasokan udara di dalam dada Bram Baskoro.

Wajah pria itu seketika berubah menjadi sangat pucat pasi seputih kertas. Rahangnya merosot jatuh, dan sepasang matanya membelalak lebar penuh ketidakpercayaan yang luar biasa dahsyat.

Seluruh tubuh Bram bergetar gemetar. Proposal investasi Megah Corp adalah satu-satunya pelampung penyelamat bagi Baskoro Konstruksi yang sedang sekarat di ambang kebangkrutan.

Dan kini, takdir dengan kejam menunjukkan bahwa napas dan mati perusahaannya tidak lagi berada di tangannya, melainkan berada di ujung jari manis Larissa, mantan istri yang dia buang, dia injak-injak, dan dia anggap sebagai sampah tidak berguna.

Larissa yang berdiri di samping Bayu hanya menyunggingkan sebuah senyuman yang sangat tipis di sudut bibirnya yang dilapisi lipstik merah burgundi.

Sepasang mata gelapnya menatap wajah pucat Bram dengan tatapan sedingin es, tanpa perlu mengeluarkan sepatah kata pun untuk membalas hinaan mereka.

Diamnya Larissa malam ini adalah sebuah tamparan elegan yang jauh lebih mematikan daripada seribu makian.

Beberapa pengusaha besar dan rekan bisnis di sekitar mereka mulai berbisik-bisik sembari melayangkan tatapan mencemooh ke arah Bram dan Vera.

"Astaga... jadi itu pemilik Baskoro Konstruksi? Berani sekali dia menghina Kepala Asisten Tuan Bayu di depan publik."

"Benar-benar tidak tahu diuntung. Pantas saja proposal perusahaannya ditolak. Ternyata kelakuannya serendah itu."

Mendengar bisikan-bisikan tajam yang menyudutkan mereka, Vera merasa bumi tempatnya berpijak seolah runtuh. Keringat dingin mulai membasahi pelipis dan punggungnya. Dia mencoba menggenggam jemari Bram, namun tangan suaminya sudah sedingin es.

Namun, penderitaan mereka malam itu belum berakhir.

Bayu memutar tubuhnya sedikit, menatap tajam ke arah dua petugas keamanan yang sejak tadi bersiaga di dekat pintu masuk VIP.

"Dan satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, Tuan Bram," tambah Bayu, intonasi suaranya kian meninggi, menembus keheningan aula.

"Nona Larissa berada di dalam ruangan ini atas undangan kehormatan dari saya pribadi. Jika Anda dan istri Anda tidak memiliki kapasitas intelektual yang cukup untuk menghormati tamu penting saya, silakan tinggalkan ruangan ini sekarang juga."

Bayu memberi isyarat tangan yang sangat pendek.

Dalam hitungan detik, dua petugas keamanan bertubuh besar langsung melangkah maju, berdiri tegap mengunci posisi di belakang punggung Bram dan Vera.

"Mohon maaf, Tuan, Nyonya," ujar salah satu petugas keamanan dengan nada suara yang tegas dan dingin. "Silakan ikut kami keluar demi kenyamanan para tamu undangan lainnya."

Vera hampir pingsan di tempatnya berdiri akibat rasa malu yang luar biasa. Di depan ratusan pasang mata kaum sosialita dan kilatan kamera jurnalis yang kini mulai mengabadikan momen memalukan tersebut, Bram dan Vera dipaksa melangkah mundur, digiring keluar dari grand ballroom bagai pengganggu yang tidak memiliki harga diri.

Dan Larissa menatap kepergian mereka dengan kepala yang terangkat tegak sempurna.

Bersambung

1
sunaryati jarum
Semua manipulatif Bram dan Vera dikuliti publik, rasain
sunaryati jarum
Tanggung jawablah Vera kau kan sudah menikmati Bram dan hartanya, sekarang kau tinggal membayar sebagai penghuni hotel prodeo
YAM
smpe sini terlalu greget ma mc nya bego gampang di tindass😡😡
Sindy Puspita: Hehehehe, hidup kadang emang harus bego dulu kak🤭🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Bu Maya langsung koit
sunaryati jarum
Emak tunggu hasilnya, Larissa
sunaryati jarum
Ingat kamu hamil jangan terlalu emosi
Batara Kresno
makin seru bagus ceritanya lanjut thor
sunaryati jarum
Hanya dengan mengumumkan kehamilan Larissa kebohongan Bram dan Vera terbongkar dengan sendirinya.Jika sejak awal jujur sama Bu Maya, mungkin dia tidak mengecap Larissa mandul,dan cari solusi bersama.Kalau sudah begini kalian sendiri yang hancur, bahkan Bram tidak tahu dirinya menghina Vera juga,lucu .Sudah tahu dirinya yang bermasalah kok melempar kekurangan pada orang lain🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Nah bagaimana Bu Maya masih mempertahankan jika Larissa mandul?
sunaryati jarum
Selamat Larissa akhirnya bersama Sultan Sang Penguasa Raja Bisnis kamu hamil, semoga sehat bayi dan kamu
Sindy Puspita
Terima kasih atas dukungannya kak🙏 Ditunggu updatenya besok malam ya
Batara Kresno
masih kurang thor dirunggu upnya ttp semangat trimakasih udah up 3 bab🙏🙏🙏
Batara Kresno
mampus lho bu maya
Batara Kresno
ko cuma 1 tumben pengin liat keluarga bram mampus
sunaryati jarum
Lanjut
sunaryati jarum
Nah,kan tanpa Larissa membalas sakit hatinya, mereka sudah mendapatkan balasan atas kejahatan mereka
sunaryati jarum
Terbongkar kebohongan kamu,ingin hati menutupi kekurangan Bram,namun merugikan diri sendiri
sunaryati jarum
Tidak usah membalas mereka sudah kenaa karma karena ulahnya dan provokasi Vera.Hiduplah dengan bahagia sudah
Emak suka cerita ini , tidak bertele- tele, alurnya runtut
sunaryati jarum
Jatuh mental sekarang , orang yang kalian hina bersanding dengan pria terkaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Waah mantap Bos Bayu to the point , langsung gass pool.Langsun nikahin,Bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!