NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Pengawasan Ketat dan Bisnis Rahasia

Mansion Vane dipenuhi keheningan yang menekan di pagi hari. Sinar matahari menerobos masuk lewat jendela-jendela kaca raksasa, memantulkan kilau kemewahan di setiap sudut ruangan. Namun, bagi Aura, mansion ini terasa seperti penjara berkasur empuk.

Di balik pintu kamar kerja yang megah, Adrian duduk di belakang meja kayunya. Jemari panjangnya mengetuk-ngetuk permukaan meja secara teratur, menciptakan irama yang lambat namun mengintimidasi. Di depannya, layar monitor menampilkan beberapa sudut rekaman CCTV mansion dan laporan rinci mengenai pergerakan Aura sejak wanita itu menginjakkan kaki di rumah ini.

"Tuan Besar," ujar sang asisten pribadi dengan nada ragu. "Mengenai Nona Aura... orang-orang kita di lapangan tidak menemukan rekam jejak pelatihan militer atau beladiri dalam riwayat hidupnya. Secara medis dan dokumen, dia hanya gadis biasa yang menghabiskan waktunya di dalam kamar."

"Gadis biasa tidak melumpuhkan tiga pria dewasa dalam kurun waktu lima belas detik di jalanan gelap," balas Adrian dingin, suaranya pelan tapi menusuk. "Gadis biasa juga tidak membedah laporan keuangan eksekutif dalam bahasa Perancis secepat senapan mesin."

Adrian memajukan tubuhnya, menatap layar yang menampilkan foto Aura yang sedang mengomeli piring makanannya tadi pagi. Rasa curiga di kepalanya berbenturan hebat dengan rasa penasaran yang kian membakar. Apakah istrinya ini seorang agen rahasia yang disusupkan oleh sindikat lawan untuk menghancurkannya dari dalam? Atau ada permainan yang jauh lebih besar yang belum ia pahami?

"Perketat pengawasan," perintah Adrian tegas. "Setiap langkah yang dia ambil, setiap transaksi yang dia lakukan, dan setiap orang yang dia hubungi... aku mau laporannya berada di mejaku sebelum matahari terbenam."

Sementara itu, di kamar utama, Aura sedang sibuk dengan laptop tipis yang dibelinya secara sembunyi-sembunyi melalui jalur kurir rahasia.

Jemari Aura menari di atas kibor dengan kecepatan luar biasa—sebuah keahlian bawaan dari jiwanya sebagai mantan agen elit. Layar laptopnya menampilkan garis-garis grafik saham internasional, enkripsi data perbankan, dan portal investasi gelap yang biasa digunakan oleh pialang papan atas.

"Keluarga Valeria pikir mereka bisa memotong semua alokasi danaku dan membiarkanku mengemis pada Adrian?" gumam Aura sinis, bicaranya yang serba cepat kembali keluar walau ia sedang sendirian. "Kecil! Modal lima puluh juta sisa tabungan Aura yang lama ini bakal aku lipat gandakan jadi lima miliar sebelum akhir minggu!"

Dengan memanfaatkan keahlian analisis ekonominya dan celah pasar yang ia hafal luar kepala, Aura mengeksekusi belasan transaksi perdagangan saham berrisiko tinggi (*high-frequency trading*). Hanya dalam waktu dua jam, grafiknya melonjak drastis secara eksponensial.

Aura menyandarkan punggungnya ke kursi dengan senyum puas menawan. "Selesai. Sekarang aku punya fondasi finansial sendiri. Jadi kalau si Raja Mafia itu mendadak mengusirku, aku tidak perlu bingung mencari tempat tinggal."

Namun, kebahagiaan itu membuat kewaspadaan Aura merosot drastis.

Niat hati ingin merayakan keberhasilannya, Aura meraih segelas air es yang berada di samping laptopnya. Karena gerakannya yang selalu serba cepat dan impulsif saat sedang santai, ia langsung menenggak air es itu dalam sekali teguk tanpa jeda napas!

*Gluk!*

"Uhuk! *Guk... Uhuk! Uhukk!*"

Seketika itu juga, air masuk ke saluran pernapasan Aura! Paru-parunya menolak cairan dingin tersebut secara mendadak. Aura melotot lebar, memegangi lehernya sendiri sambil terbatuk-batuk hebat hingga matanya berkaca-kaca.

"Uhuk! Sialan... air putih... kenapa selalu air putih yang mencoba membunuhku?!" jerit Aura dalam hati dengan panik, tubuhnya sampai terlonjak dari kursi dan berputar-putar konyol di tengah kamar mencari tisu.

Tepat pada detik yang dramatis itu, pintu kamar terdorong terbuka.

Adrian melangkah masuk dengan niat awal untuk memantau pergerakan istrinya secara langsung. Namun, pemandangan yang menyambutnya di dalam kamar sama sekali tidak ada mirip-miripnya dengan sosok 'agen bahaya' yang ia curigai.

Di sana, Aura sedang terbatuk-batuk sampai wajahnya memerah padam, menepuk-nepuk dadanya sendiri dengan panik, dan hampir menabrak sudut meja rias karena matanya terpejam menahan batuk!

Adrian mematung di ambang pintu. Tatapan matanya yang tadi dingin dan penuh intimidasi mendadak berubah menjadi tatapan heran tak percaya.

Dengan langkah cepat, Adrian mendekati Aura, merangkul bahu wanita itu dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut namun berulang kali.

"Aura? Kamu kenapa?" tanya Adrian dengan nada panik yang jarang sekali muncul di suaranya. "Ada serangan musuh? Racun?!"

"Uhuk! B-bukan racun!" sahut Aura terbata-bata di sela batuknya, bicaranya yang serba cepat makin kacau karena kehabisan napas. "Air! Aku tersedak air putih!"

Adrian terpaku. "Tersedak... air putih?"

Setelah beberapa menit menepuk punggung Aura dan memberinya napas buatan darurat (berupa dorongan udara hangat), batuk Aura akhirnya mereda. Wanita itu terduduk lemas di tepi tempat tidur, mengusap air mata di sudut matanya dengan wajah yang masih merah padam karena malu.

Adrian berdiri di depan Aura, melipat kedua tangannya di dada. Matanya menatap wanita di depannya ini dari atas ke bawah.

"Jadi," suara Adrian terdengar pelan, dalam, dan ada gelombang keheranan yang amat sangat dalam suaranya. "Wanita yang melumpuhkan penjahat berdarah dingin di pelabuhan dan membalikkan fakta perbankan di jamuan bisnis... hampir tewas di dalam kamarnya sendiri cuma gara-gara minum air minum biasa?"

Aura buru-buru mendongak, matanya membelalak menatap Adrian. Sifat reaktifnya langsung menyambar secepat senapan mesin untuk menutupi rasa malu yang luar biasa.

"Air minumnya terlalu dingin! Es batu di dalamnya memicu refleks kejang di tenggorokanku!" alibi Aura secepat kilat tanpa berkedip. "Lagipula kamu kenapa masuk kamar orang tanpa mengetuk pintu?! Ini melanggar privasi tahu! Dan berhenti menatapku seperti itu, aku tidak konyol!"

Adrian tidak menanggapi omelan super cepat itu dengan amarah. Sebaliknya, pria dingin yang ditakuti seluruh dunia bawah tanah itu justru mengusap wajahnya pelan, lalu kekehan renyah keluar dari tenggorokannya.

"Kamu ini benar-benar ancaman terbesar untuk dirimu sendiri, Aura," gumam Adrian sambil melangkah mendekat.

Ia berlutut di satu kaki di hadapan Aura, menyamakan tingginya dengan wanita yang sedang cemberut itu. Tangan kekar Adrian terulur, jemarinya yang hangat mengusap sisa air mata di sudut mata Aura dengan sangat lembut.

Sensasi sentuhan jari Adrian membuat jantung Aura mendadak berdegup kencang secara tidak wajar. Agen elit yang biasanya tidak pernah panik di bawah ancaman pistol itu kini justru gelagapan hanya karena jarak wajah mereka yang terlampau dekat.

"Mulai hari ini," bisik Adrian dengan suara rendah yang sangat seksi, matanya terkunci rapat pada mata Aura. "Aku akan menempatkan dua pelayan khusus di kamarmu. Tugas mereka cuma satu: memastikan kamu tidak tersedak atau jatuh saat sedang minum air."

"Hei! Aku bukan anak kecil ya!" protes Aura cepat, wajahnya semakin memerah panas.

"Kamu memang bukan anak kecil," balas Adrian sambil berdiri, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat menawan. "Tapi kamu istriku. Dan aku tidak mau kehilangan istri yang seajaib ini cuma gara-gara insiden segelas air."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!