"Dia hanya orang asing di zebra cross."
Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."
Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!
Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.
Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?
Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.
pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 3 pertemuan Hujan.
Di saat keesokan harinya, ketika jam 15.00 sekolah waktunya pulang, cuaca mulai mendung dan aku bergegas untuk pulang, ketika di perjalanan pulang tiba-tiba hujan mulai turun dengan sangat deras dan tiba-tiba ada petir lalu aku meneduh di depan supermarket, sepertinya hujan tidak mengizinkan kun untuk pulang.
"Makin deras hujannya... " ucap ku yang nada pasrah, aku ingin memaksakan pulang tetapi ada petir, aku tidak bisa bertindak apa-apa jika berurusan dengan alam.
Aku terdiam sejenak, "lupa tidak membawa payung, aku sangat menyesal akan perbuatan seperti ini! " ucap diriku.
10 menit kemudian hujan masih turun... Aku yang pasrah hanya bisa menunggu, lalu tiba-tiba ada sebuah mobil hitam memarkir di supermarket, mobil itu adalah mobil mewah yang biasanya para artis gunakan, dan disitu aku langsung membuang muka karna malu.
Tiba-tiba suara langkah tegas turun dari mobil dan aku melihat sedikit, orang yang turun itu adalah orang yang ku temui kemarin, pakaian nya seperti memakai baju kemiliteran luar negeri, dari situ aku langsung menjaga jarak dari supermarket, saat aku melirik lagi pria itu melirik ku juga, dan disitu aku langsung terkejut "eh... " ucap ku yang langsung buang muka, pria itu mulai masuk ke dalam supermarket dengan bodyguard nya, saat dia masuk hujan pun berhenti, aku langsung bergegas untuk pulang sambil lari membawa tas ransel ku yang berada di punggung.
"Hahaha berkat pria itu hujan turun, apakah hujan takut dengan nya! " ucap ku yang pelan sambil tertawa. Rumah ku perjalanannya masih jauh aku melewati jalan gang kecil dan sempit sedikit, tidak bisa masuk mobil, saat aku masuk gang aku melangkah sendirian tetapi seperti ada yang mengintai ku di belakang, tetapi aku cuek saja pura-pura tidak perduli aku langsung bergegas, berlari secepat mungkin, hingga akhirnya aku pun tiba di depan rumah, saat aku mau masuk tiba-tiba ada yang melempar batu kecil ke arah ku, aku langsung menoleh dan ternyata seorang anak laki-laki yang menyuruhku untuk mendekati nya, "ada apa? " ucap diriku sambil mendekati nya, dan adik itu berkata "sini kak ikuti aku! " ucapnya sambil berlari, karena aku penasaran aku langsung bergegas mendekati nya dan mengikuti nya, dia membawa ku ke jalan luar perumahan, tiba-tiba aku melihat ada seorang pria dengan bodyguard nya, aku melihat pria itu persis seperti yang aku temui kemarin sama yang di supermarket, aku langsung berhenti lalu terkejut.
Pria itu mendekati ku sambil menyeringai, sedangkan bodyguard nya di belakang nya, lalu aku melangkah mundur dan mundur karena ketakutan, aura pria itu sangat kuat seperti mafia, dan lensa mata berwarna biru muda itu sangat tajam, aku perlahan mundur, lalu ia melirik langkah kaki ku dan sepatu ku, lalu ia langsung memegang pergelangan tangan ku, dan ia menatap ku seperti sedang mencari tanda-tanda.
Aku melihat nama di baju nya tertulis nama dia *"Mateo von Humboldt alucnurd"* dan itu benar ia pria yang viral yang muncul di fyp tiktok ku kemarin, lalu ia mengusap kepala ku, aku langsung terkejut, ia memegang tangan ku dengan sangat erat tetapi tidak terlalu kuat, aku langsung melepaskan genggamannya itu lalu ia pun terkejut dan tersenyum miring, aku melirik ke arah anak kecil yang membawa ku kesini, anak kecil itu tertawa, lalu aku langsung membalik badan dan lari terbirit-birit.
Dan akhirnya aku sampai di rumah lalu masuk mengunci pintu dan menutup tirai, aku tidak mau melihat ke arah luar.
"Duh dia siapa aku makin takut tetapi ada rasa penasaran nya juga... " ucap aku dengan gugup, "semoga aku tidak bertemu ia lagi... " ucap ku dengan berdoa.
-----
Mateo: "muy interesante"