NovelToon NovelToon
Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Ogah jadi istri kedua aki-aki tapi tak mau rugi, Elara (22) memutar otak saat hendak dijadikan istri muda oleh Pak Broto (65). Di tengah acara lamaran yang tegang, dengan nekat dia menunjuk pria berjas hitam di seberang meja.

"Maaf Pak, saya nolak jadi istri kedua Bapak. Tapi kalau nikah sama anak Bapak yang itu... saya mau."

​Arka (30), CEO sekaligus anak tunggal Pak Broto, mendadak tersedak dan langsung mengiyakan tawaran gila itu, demi menyelamatkan perasaan ibunya. Namun, niat Arka menyelamatkan rumah tangga orang tuanya justru menjadi awal dari bencana di rumah mewahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penawaran Spesial

Ruangan VIP restoran bintang lima itu terasa begitu dingin. Rasa dinginnya bahkan mengalahkan es batu di dalam gelas jus sirsak milik Elara. Namun, bukan pendingin ruangan yang membuat Elara gemetar, melainkan sesumbar dari pria paruh baya di hadapannya.

"Elara, kamu tenang saja. Kalau kamu mau menikah sama saya, hidupmu pasti terjamin tujuh turunan, delapan tanjakan!" Pak Broto membusungkan dada, memamerkan kemeja sutra bermotif bunga-bunga terang yang kontras dengan rambut peraknya yang mulai menipis.

Elara mengerjap. Dia melirik ibunya yang memberi kode lewat tatapan mata tajam, seolah berkata, ‘tersenyum, atau ibu potong uang jajan’.

Pak Broto, pria kaya raya berusia 65 tahun yang masih merasa dirinya berjiwa 25 tahun, tersenyum percaya diri. Dia menyodorkan sebuah kotak beludru merah berisi cincin berlian sebesar biji jagung.

"Bapak ini memang sudah enam puluh lima, tapi jiwa Bapak masih stretching terus tiap pagi. Bapak butuh pendamping muda yang manis seperti kamu buat nemenin Bapak keliling dunia," tambah Pak Broto dengan nada suara yang dibuat-buat berat, bermaksud merayu.

"Keliling dunia? Keliling rumah sakit buat cek tensi dan asam urat kali, Pak," batin Elara menjerit histeris. "Mana udah punya istri sah di rumah, masih nekat mau nyari istri muda lagi."

Bayangan masa depannya langsung berputar cepat di kepala. Nanti dipanggil pelakor oleh tetangga, mengaduk susu kalsium setiap malam, mengoleskan minyak kayu putih ke punggung yang encok, serta mendengarkan cerita kejayaan tahun 80-an berulang-ulang.

Tidak. Elara masih terlalu muda untuk jadi istri kedua berkedok perawat pribadi. Prinsip hidup Elara cuma satu, kalau ada jalan pintas yang menguntungkan, kenapa harus lewat jalan terjal? Menikah jadi istri kedua Pak Broto adalah jalan terjal menuju jurang penderitaan lahir batin.

Tapi, kalau dia menolak mentah-mentah saat ini juga, ibunya pasti akan ngamuk dan menyita seluruh aset pribadinya, termasuk akun jualan baju thrifting-nya yang baru berkembang.

Elara memutar otak. Matanya bergulir mengitari ruangan VIP, mencari celah atau keajaiban. Dan keajaiban itu datang tepat ketika pintu ruangan terdorong terbuka.

Seorang pria melangkah masuk. Setelan jas hitamnya tampak sangat rapi tanpa lipatan sedikit pun. Tubuhnya tegap, garis rahangnya tegas, dan wajahnya tampan meski tertekuk datar bak papan gilasan. Jam tangan mewahnya berkilat diterpa lampu gantung kristal.

"Maaf saya terlambat, Pa. Macet di jalan tol," ujar pria itu dengan suara berat, tenang, dan sangat karismatik.

"Ah, Arka! Sini, duduk. Ini lho, calon ibumu yang baru," panggil Pak Broto, tanpa rasa bersalah sedikit pun pada istrinya di rumah.

Pria itu bernama Arka (30 tahun). Anak tunggal Pak Broto sekaligus CEO dari Valora Group, hanya bisa menghela napas halus. Wajahnya menunjukkan tingkat kepasrahan dan raut geram yang ditahan seorang anak yang lelah melihat kelakuan ajaib ayahnya yang mau menduakan sang ibu. Dia menarik kursi di sebelah Pak Broto, lalu menyesap espresso dingin tanpa banyak bicara.

Mata Elara berbinar. Otaknya langsung mengalkulasi cepat.

"Namanya Arka. Umurnya 30 tahun. Berarti cuma beda 8 tahun dari aku," pikirnya. "Ini dia jalan pintasnya!"

"Jadi gimana, Elara Sayang? Cincinnya mau saya pakaikan sekarang?" Pak Broto mendorong kotak beludru itu lebih dekat.

Elara menghirup napas dalam-dalam, menegakkan punggungnya, lalu menatap Pak Broto dengan raut wajah paling serius dan penuh empati yang dibuat-buat.

"Maaf sekali, Pak Broto," ujar Elara nyaring, membuat seluruh meja hening seketika. "Saya rasa... saya tidak sanggup kalau harus jadi istri kedua Pak Broto."

Ibu Elara langsung melotot lebar, hampir tersedak ludah sendiri. Pak Broto pun terkejut, wajahnya yang penuh bedak mendadak pias.

"Lho, kenapa Elara? Kurang besar berliannya?" tanya Pak Broto panik.

"Bukan begitu, Pak," pangkas Elara cepat sebelum ibunya sempat mencubit pinggangnya. Dia lalu mengarahkan telunjuknya lurus-lurus ke arah pria berjas hitam di seberang meja. "Maaf Pak, saya nolak jadi istri kedua Bapak. Tapi kalau nikah sama anak Bapak yang itu... saya mau!"

Arka yang baru saja menyiram tenggorokannya dengan espresso mendadak berhenti. Matanya yang tajam menatap Elara dengan kening berkerut dalam, lalu batuk heboh karena tersedak hebat. Suara batuknya menggema di ruangan VIP yang mendadak senyap bak kuburan.

"Maksud kamu apa?" tanya Arka dingin sambil mengusap bibirnya dengan tisu.

"Maksud saya, ketimbang Mas Arka diam saja melihat Ibu menderita dan diduakan sama Pak Broto, mending Mas Arka yang nikahin saya."

Elara tersenyam manis tanpa rasa berdosa. "Saya hemat, rajin salat, pinter nawar di pasar kaget, dan yang paling penting... rencana Pak Broto mau nambah istri muda langsung gagal total. Gimana? Penawaran spesial nih, cuma berlaku malam ini!"

Pak Broto melotot panik. "Lho, Elara! Kok malah milih anak saya?!"

Arka menatap Elara lekat-lekat. Dalam otak bisnisnya yang biasanya penuh dengan saham dan laporan keuangan, kali ini dia menghitung cepat pergerakan skenario gila wanita 22 tahun di depannya. Menikahi Elara berarti menghentikan kelakuan genit ayahnya seketika, menyelamatkan perasaan ibunya di rumah, sekaligus memberi pelajaran bagi Pak Broto.

Arka merapikan jasnya, lalu menegakkan tubuh. Tatapannya terkunci pada Elara.

"Baik," sahut Arka tegas, membuat Pak Broto dan ibu Elara melongo berjamaah.

"Saya terima penawarannya. Kita nikah minggu depan."

1
Adinda
🤣🤣🤣🤣🤣
gadis bucin: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rian Moontero
lanjooott👍😍
gadis bucin: pantengin terus updatenya, ya, kak. 🤗❤️
total 1 replies
Putry Chan
untung dia masih waras ya walaupun kaya raya tapi dia udh tua punya bini lagi , ogah lah 🤣
gadis bucin: iyaa bener 🤣🤣🤣
total 1 replies
Putry Chan
buset pria kaya tua bangka pengen nikah
gadis bucin: nikah lagi tepatnya, kak 🤭
total 1 replies
gadis bucin
Kalau suka jangan lupa like dan komen, ya. Terima kasih untuk dukungannya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!