Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.
Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.
Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 : Saat Takdir Memilihku
Terlihat Devan sedang bertapa di atas sebuah batu di alam spiritual nya, tubuh nya bercahaya putih, seakan menerangi kegelapan yang di sebabkan oleh kabut di sekeliling nya, Sudah lama berlalu Devan bertapa hingga sebuah getaran halus di sekitar Devan terasa.
Pusaran angin kecil mengelilingi tubuh Devan, dan sebuah cahaya putih perlahan masuk kedalam tubuh nya itu, Membuat Devan tersadar dan segera kembali ke alam nyata.
"Kau sudah selesai tuan?" tanya Malea, saat melihat mata Devan terbuka.
Devan mengangguk sebagai isyarat dan bertanya. "Berapa lama aku bersemedi?" tanya Devan
"Sekitar 10 hari tuan!" jawab syafir.
Deug!
Alangkah terkejut nya Devan, mendengar itu, perasaan dia baru saja masuk ke alam spiritual nya namun ternyata telah 10 hari berlalu dia berada di alam spiritual "Ternyata sangat lama sekali", gumam Devan
Malea lalu menjelaskan tentang perbedaan waktu di alam spiritual dan alam nyata, 1 hari berada di alam spiritual sama dengan 10 hari di alam nyata, namun kekuatan Devan akan cepat berkembang jika dia melakukan tapa di alam spiritual. Untuk menyerap energi.
"Ternyata begitu rupanya jika satu bulan aku berada di alam spiritual, maka sama dengan hampir satu tahun aku berada di alam nyata" ucap Devan saat mendengar ucapan Malea.
"Yaa itu benar tuan" timpal Malea.
Lalu Devan segera membersihkan diri di bantu oleh selir nya, bermain di bawah shower dengan tiga wanita nya yaitu Syafir, Malea serta Yunsi karena dua lagi yaitu Ayumi serta Meylin sedang meningkatkan kekuatan mereka, Malea mulai memijat pundak Devan sementara syafir membersihkan tubuh Devan dan Yunsi memainkan senjata milik Devan
Ahh!!
Erangan halus dari Devan terdengar saat Yunsi mulai intens memainkan senjata nya. Tiga wanita yang menemani Devan sudah tak mengenakan apapun, sehingga tubuh halus mereka bebas Devan nikmati, Dan begitulah aktivitas mereka terus berlanjut.
[ Sabar Ya readers, hehehh ]
Devan keluar dari kamar nya, dia menghampiri sang ibu Mariana, tak ada yang menyadari bahwa Devan tak keluar kamar selama 10 hari, karena efek sihir dari Malea serta yang lain nya, Devan asik merapihkan barang-barang di tokonya itu, hingga dia tak menyadari sosok Vivi sudah berada di belakang nya memanggil manggil Devan namun, Devan seperti tak mendengar nya.
Vivi mencolek pundak Devan sehingga Devan pun menoleh saat dia merasakan seseorang menyentuh nya "Di panggil-panggil gak noleh" ucap Vivi saat Devan menoleh ke arah nya.
"Ehh! Vi maaf gak denger, kirain siapa, tumben ada apa nih?" tanya Devan
"Ada waktu gak sebentar, ngobrol di luar gimana?" jawab Vivi
Tanpa berbasa-basi Devan menyetujui ajakan Vivi, Devan memakai jaket dan segera menuju mobil nya, di susul oleh Vivi, Diperjalanan Vivi bercerita tentang banyak hal kepada Devan, Devan mengajak Vivi ke sebuah Cafe di tepian danau, dengan nuansa yang begitu romantis, dan mendukung.
"Sebener nya ada apa Vi?" tanya Devan saat sudah duduk di salah satu meja sambil menunggu pesanan mereka datang.
Vivi menghela napas sejenak lantas menjawab "Apakah kau mau membantuku?" tanya Vivi.
Devan menyenderkan punggung nya serta menyilangkan kedua tangan nya di depan dada "Bantuan seperti apa Vi? Kalau aku bisa bantu pasti aku bantu Vi" tanya Devan
"Pura-pura jadi kekasih ku, agar pria itu berhenti menggangguku vin, aku mohon" jawab Vivi dengan wajah memelas.
Devan menatap ke arah Vivi dengan raut wajah serius "Maksud mu siapa? Apa kah pria tua yang hendak di jodohkan dengan mu?" Timpal Devan
Vivi membenarkan hal itu, lalu dia menceritakan, akhir ini dia selalu diganggu oleh pria itu, Devan pun menyetujui hal itu, untuk membantu Vivi, Lalu Devan serta Vivi pun menikmati makanan yang sudah datang sedari tadi, mereka menikmati makanan itu hingga tak tersisa, Mereka berbincang sejenak sebelum akhir nya kembali pulang.
Singkat cerita Devan serta Vivi, sudah berada di depan rumah milik Vivi, Namun saat Devan serta Vivi turun dari Mobil terlihat sosok pria tua berdiri bersama Hasna ibu dari Vivi. Pria tua itu menatap tajam ke arah Vivi serta Devan.
Namun Hasna terlihat panik, serta gelisah.
"Kau dari mana saja Vi?" ucap Pria tua itu.
Vivi menatap jijik kepada pria tua di hadapan nya itu "Bukan urusan mu om!" jawab Vivi.
"Lalu dia siapa?!" tanya Pria tua itu.
Vivi menoleh sesaat ke arah Devan Namun sebelum Vivi menjawab Devan mendahuluinya "Perkenalkan saya Devan pacarnya Vivi om", timpal Devan seraya mengulurkan tangan.
Namun uluran tangan Devan di acuhkan dia hanya mendapatkan tatapan tajam dari pria tua itu "Kurang ajar berani sekali kau menipuku Hasna! Kau bilang anak mu tidak memiliki kekasih!", ucap pria tua itu.
Hasna mulai panik dia mencoba menjawab dan menjelaskan yang sebenar nya "B-bukan begitu tuan bagas!." ucap Hasna terpotong saat Pria tua bernama bagas itu memberi isyarat kepada dirinya agar diam.
"Sebaik nya kau segera kembalikan uang yang kau pinjam hasna! ku beri kau waktu 1 minggu dari sekarang!" ucap Bagas si pria tua.
Hasna luruh jatuh kelantai, dia menangis panik karena bingung bagaimana cara mengembalikan uang yang dia pinjam. Vivi lantas membantu mendudukan ibu nya di kursi, Vivi lalu mendekat da bertanya.
"Ibu meminjam uang berapa pada om bagas? Dan untuk apa?", tanya Vivi nya.
Setelah Hasna tenang dia berusaha menjawab pertanyaan anak nya itu "Ibu meminjam uang 300 juta Vi, bagaimana ibu menggantinya. Sementara hidup kita aja kaya begini" jelas Hasna,
Seperti di sambar petir, mendengar 300 juta, bukan lah uang yang sedikit, vivi kebingungan. "Ya ampun, ibu pinjam buat apa uang sebanyak itu?" tanya Vivi.
Hasna menjelaskan nya kepada Vivi, sementara Devan hanya menyimak saja dan berjaga jika terjadi hal buruk, Vivi terkejut saat mendengar penjelasan ibu nya, karena uang itu hanya di habiskan oleh ibu nya untuk berpoya-poya, terlebih alasan meminjam uang itu karena akan menikahkan Vivi dengan Bagas si pria tua.
Vivi Shock berat dia kembali berlari menuju mobil Devan, Hasna yang melihat itu menjadi merasa bersalah karena keserakahan nya.
"Vi tunggu! Vi..ibu bisa jelasin!" teriak Hasna mencoba mengejar.
Namun Devan mencegah itu, "Tante tunggu saja disini, biar saya yang coba menenangkan nya, kondisi Vivi mungkin masih shock" ucap Devan
Devan menyusul Vivi kedalam mobil, dan Devan mencoba menenangkan Vivi, dan Devan mengajak Vivi untuk menuju sebuah taman, agar Suasana Vivi lebih tenang, Saat sudah berada di taman Devan segera mengajak Vivi turun dari mobil, untuk menuju sebuah kursi taman yang ada di sana.
"Ibu tega sekali pada ku van!" ucap Vivi saat sudah duduk disana.
Devan tersenyum dan menatap ke arah langit luas seraya menyenderkan punggung nya, sebelum menjawab.