NovelToon NovelToon
TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:101.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_va

Nara menjalin hubungan asmara dengan Dewa sejak duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian Nara dilamar sang kekasih. Tetapi, di hari pernikahan, Nara menikah dengan orang lain yaitu Rama.

Rama adalah tunangan sepupunya yang bernama Gita.

Hidup memang sebercanda itu. Dewa dan Gita diam-diam menjalin hubungan di belakang Nara. Hubungan itu hingga membuahkan kehidupan di rahim Gita.

Demi ayahnya, Nara menerima Rama. Menjadi istri dari lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap.



Simak cerita selengkapnya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_va, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah

SAH.

Rama Nicholas Atmaja dan Hinara Rahmat telah resmi menjadi pasangan suami istri.

Nara mencium punggung tangan kanan Rama karena disuruh bapaknya. Kedua kaki Nara terasa lemah seiring denyut hati yang perih. Tidak ada senyuman terukir di wajah Nara.

Rahmat memberikan kode dengan senyuman. Supaya Nara ikutan tersenyum. Bagaimana bisa tersenyum? Sebagai perempuan normal, Nara ingin menikah dengan lelaki yang dia cintai. Bagaimana bisa senyum, yang dinikahi adalah mantan pacar Gita.

Nara ingin bertanya saat itu juga, kenapa harus Rama? Kenapa? Apa alasan bapaknya?

Nara dan Rama duduk di pelaminan. Keduanya tidak saling bicara. Hanya terkadang saling menatap sekilas. Nara bisa melihat para tamu undangan yang keheranan karena mempelai pria yang diganti. Termasuk kedua temannya yang tampak menganga.

"Kamu pucat sekali. Lebih baik istirahat." bisik Rama di sela-sela menyalami para tamu.

"Kepalaku pusing, Mas." keluh Nara.

Rama melambaikan tangannya pada Ajeng dan Intan yang bergegas mendekat.

"Nara sakit, tolong antar ke kamar." pinta Rama.

Kedua tangan Nara dipegangi Ajeng dan Intan. Mereka turun dari pelaminan, berjalan masuk ke rumah. Para tamu berbisik-bisik tentang kondisi Nara. Banyak yang maklum.

Di kamar, Risna yang khawatir ikut membantu melepas pakaian pengantin. Nara berganti pakaian dengan piyama, duduk di kursi. Membiarkan Ajeng melepas sanggul dan printilan hiasan. Kepala Nara terasa ringan sekali setelah semua terlepas.

"Sini, aku bantu bersihkan make up-nya." Intan mengambil kursi lain, duduk berhadapan dengan Nara.

"Makan dulu, Mbak Nara." Bu Rere masuk kamar, membawakan sepiring bubur dan teh hangat. Diletakkan di meja rias.

Rambut Nara yang agak kaku karena hair spray, dikepang longgar. Nara kemudian duduk bersandar di tempat tidur.

Risna membalurkan minyak kayu putih di telapak kaki anaknya.

"Ajeng, kalau ada apa-apa, ibu di depan menyambut tamu."

"Iya, Bu Risna. Biar kami yang jaga Nara." sahut Ajeng.

"Makan dulu, Ra." Intan duduk di pinggiran tempat tempat tidur.

"Nggak, minum aja." tolak Nara, suaranya terdengar lemah.

"Sesuap aja." bujuk Ajeng, menyeret kursi ke dekat tempat tidur. Lalu duduk, mengusap lengan Nara.

Nara menurut. Membuka mulutnya lebar, menerima suapan. Bubur sumsum itu terasa gurih.

"Aku kaget mendengar penjelasan Bu Rere tadi. Lebih kaget melihat Mas Rama yang mengucap ijab kabul. Yang kuat Nara." ucap Ajeng.

"Aku kuat kok." Nara menarik napas panjang.

"Nggak nyangka Dewa selingkuh. Tapi kamu terselamatkan, Nara. Kalau udah nikah, bakal lebih hancur." Intan meletakkan piring bubur.

"Tapi alasannya apa bapakmu milih Mas Rama, Nara?"

"Aku nggak tahu, Tan. Bapak nggak menjelaskan secara rinci. Aku juga nggak bisa nolak. Kasihan ibuk dan Bapak...." Nara meneguk teh hangat, yang kemudian diberikan ke Intan. Nara menata bantal di belakangnya. Pusing dan ngantuk, butuh tidur.

"Mas Rama ganteng ya, ternyata potong rambut dan cukur brewok cukup berdampak." Ajeng tersenyum lebar.

Intan mencolek paha Ajeng, mengedip-ngedipkan matanya. Tidak semestinya membicarakan penampilan Rama.

"Aku mau tidur." Nara menarik selimutnya.

"Tidurlah. Kami tetap di sini," kata Ajeng.

"Nama tengah Mas Rama kebarat-baratan ya. Baru tahu." Intan berkata pelan.

"Sssttt." Ajeng mendelik tajam.

Nama si mempelai pengganti dan foto pernikahan mendarat di aplikasi pesan Gita juga Mansyur. Keluarga itu untuk sementara mengungsi di rumah kerabatnya Yuni.

Gita tertawa sumbang. "Ambil aja lelaki nggak guna itu, Nara." desisnya kemudian.

"Jangan lupa, segera bikin pagar." celetuk Yuni. Rumah Mansyur dan Rahmat hanya terpisah tanah berukuran empat meteran saja yang ditumbuhi pohon pisang.

Yuni yang malu menghadapi skandal, tidak ingin menjalin hubungan kekerabatan lagi dengan keluarga Rahmat.

"Iya, sabar. Seminggu lagi aku pagar tinggi." sahut Mansyur.

"Ma, aku punya ide. Bagaimana kalau kita nyebar isu, kalau Nara dan Rama yang selingkuh duluan." cetus Gita.

"Pinter kamu. Nanti mama suruh Riska nyebarin gosip."

Gita senang mendengarnya. Tidak ingin nama baiknya saja yang rusak, Nara juga harus merasakannya.

"Mama, aku pergi dulu. Mas Dewa udah di depan. Mengajakku bertemu ibunya." pamit Gita, meraih tas cokelatnya. "Terus ke dokter kandungan."

Hasil testpack positif. Gita senang sekali, bisa menjerat Dewa.

Orang-orang terdekat Gita dan Dewa tidak ada yang marah atau menasehati untuk minta maaf. Malah mendukung, termasuk Harmi. Lebih keren mempunyai menantu Gita yang seorang perawat.

Rama di kamar Yuda, adiknya Nara yang sekarang jadi adik iparnya. Dibantu Yuda melepas kain batik yang melilit pinggang ke bawah.

"Kenapa nggak ganti di kamar Mbak Nara, Mas?" tanya Yuda

"Ada temannya Nara, Yud." sahut Rama segera memakai kaus hitam.

Pakaian pengantin beserta pelengkap seperti blangkon, diberikan pada asisten perias yang menunggu di luar.

Rama melihat Ajeng dan Intan keluar kamar. Keduanya tersenyum dan mengangguk, buru-buru berjalan ke belakang.

"Tas dan jaket, ibu taruh dikamar Nara." kata Risna.

"Ngomong-ngomong, orang tuamu tahu kalau kamu udah nikah?"

"Nggak tahu, Bu. Hubunganku kami buruk." jawab Rama.

"Oh, gitu." Risna garuk-garuk pipi.

Selama setahun menjalin hubungan dengan Gita, Risna tidak tahu apa pun mengenai Rama. Karena kata Yuni, orang tuanya Rama tinggal di pulau Sumatra.

"Masuk sana, kamu pasti juga capek." Risna membuka pintu kamar Nara.

"Kalian udah sah suami istri...."

Rama mengangguk. Kedua kakinya melangkah lambat, masuk ke kamar dan menutup pintu.

Nara berbaring miring, tidur pulas di balik selimut merah muda. Rama duduk di kursi, memperhatikan kamar Nara yang berukuran sedang.

Tadi malam, Rama bertemu dengan Rahmat di angkringan. Rahmat menangis pilu menceritakan kondisi Nara. Di akhir obrolan dan curhatan, Rahmat meminta Rama menggantikan Dewa. Lebih gilanya, Rama menerima tawaran itu. Nara cantik dan lemah lembut. Cenderung naif.

"Mas Rama??"

Rama menoleh, melihat Nara menatap tajam. Perlahan meredup sendu.

"A... ku belum bisa menjalankan kewajiban pertama sebagai istri." ucap Nara pelan.

"Kita jalani seperti air, Nara. Aku tidak memaksa sampai kamu siap." tukas Rama

"Kenapa Mas Rama mau menikahi aku? Apa karena patah hati??"

"Entahlah. Aku hanya menuruti kata hati." Rama tersenyum simpul.

"Lusa kita pindah ke rumah kontrakan."

"Iya, Mas. Makasih udah mau mengerti aku." ucap Nara.

Keduanya terdiam. Rama memandangi wajah Nara yang masih pucat.

"Masih pusing?" tanya Rama.

"Dikit, karena aku kurang tidur." jawab Nara pelan.

Rama berdiri. "Lanjutkan tidurmu, Nara."

Rama keluar kamar. Ketika hendak ke area dapur, ponselnya bergetar. Rama tersenyum miring, melihat nama yang tertera di layar ponsel. Rama mematikan ponsel, tidak berniat menerima telepon.

"Mas Rama, nanti malam tidur dimana?" tanya Yuda blak-blakan. Pemuda berusia empat belas tahun itu senyum-senyum tidak jelas.

"Tidur di kamar mbakmu, Yud." Risna memukul bahu Yuda.

"Ini anak benar-benar ya...."

1
Komsiyah Komsiyah
Rama kok berubah ubah namanya jadi Panji
Shiro Oni Weapon Master
baru mampir
Teh Yen
aku udh otw Thor 😁 seru critanya
Teh Yen
trim kasih othor 🙏🤗 sukses.trus ke depannya yah
Teh Yen
yaah udh tamat aj itu anknya Radit blom brojol.thor.cwok.apa.cewek.tuh hehe 😁
Teh Yen
Alhamdulillah Nina udh Hamil.yah
Teh Yen
c Gita mah engg ada kapoknya masa iya satpam apartemen jg d embat yah astagfirullah
Teh Yen
itu pasti.c Gita wah mukanya.hancur.dong eng cantik lagi kena pecahan kaca mobil yah iih ngeri
Teh Yen
sabar yah Nina baru jg nikah berpa.minggu hehe usah aj terus Nina
Teh Yen
lah.mobilnya d curi orang git ,, padahal itu harta terakhir kamu yg paling mewah yah sayang sekali 🥺
Teh Yen
Nina biasa kerja keras skrng jd istri seorang.ceo malah bingung kagak ngapa"in yah Nina 🤭
Teh Yen
haha engg pa pa mas Rama biar membulat bersama kan adil 🤭🤭
Uthie
Baca sedikit cerita nya aja pasti gak kalah bagus dehhh sama yg sekarang sy baca 👍👍👍😘😘😘😘🤩
Uthie: 😘😘😘😘😘😘
total 2 replies
Uthie
Terimakasih atas karyanya yg senang banget bacanya 👍👍👍🤩🤩🤩

Aslii lohhhh.. ini sedari awal mampir langsung maraton dan gak pindah ke lain hati dulu, sampai pada akhir cerita ini 👍👍👍🤩🤩🤩🤩🤩🤗🤗
Tri Wahyuni: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Yaaa....udahan 🤩🤩🤩🤩
Uthie
senang nya 👍👍👍
Uthie
nyebelin cowok banci macam si Andre yg adem ayem sama selingkuhan nya dan gak inget sama anak yg dulu dia buat pada mendiang istrinya 😡😡
Uthie
sukkkkaaa BANGETTT 👍👍👍
Uthie
😂😂😂😂😂😂😂
Uthie
dasar mulut lemes 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!