NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

.

.

.

Chapter Sebelumnya :

Lalu dengan lebih berani, wanita itu bergerak mendekat kearah Melvin dan mengelus lengan berotot pria itu, sambil berkata dengan nada menggodanya. "Jika kau bosan, aku bisa menghiburmu selagi kau menunggu Nona Winston keluar dari panti asuhan tua itu."

***

Membiarkan apa yang dilakukan oleh wanita penghibur tersebut, Melvin hanya melihat sejenak dengan penuh curiga aksi yang dilakukan wanita itu, dan lalu mengizinkan dirinya menikmati sebentar sentuhan manja dari wanita itu pada tubuhnya.

Sebenarnya itu adalah kebiasaan yang sering dilakukannya sebelum bermain cinta, dengan banyak wanita, dari wanita yang sudah memiliki suami ataupun wanita pelayanan rendahan dari Club malam, semua itu menjerumuskannya ke dalam dunia kotor penuh pengkhianatan. Untuk sekian lama, dia memang harus selalu berpuas diri dengan hubungan sesaat penuh perselingkuhan dan rayuan semalam. Yang akhirnya akan meninggalkannya dengan pertanyaan siapa yang sesungguhnya menjadi pelacur.

Tapi sekarang, karena beberapa urusan dalam organisasi telah selesai dan perang melawan beberapa kerajaan pengkhianat telah usai, membuat Melvin kembali menyadari perasaan sakit hidupnya selalu sendiri dalam kastil miliknya. Membuatnya ingin menemukan seseorang yang dapat mengisi kekosongan dalam hidupnya dan merubahnya untuk tak kembali menjadi laki-laki mesum yang hanya bermain cinta.

Dan kenikmatan mesum yang ia dapatkan dari wanita penghibur itu sudah tidak terasa asing baginya. Padahal seorang perempuan yang akan menjadi calon istrinya itu sedang memoles berlian kebijakan di panti asuhan itu, sedangkan ia hanya terdiam menikmati sentuhan-sentuhan yang mulai menggoda moral bejatnya.

Mungkin yang ia lakukan kini bisa menjadi sebuah awal dari pernikahan buruk yang akan ia alami.

Selang tak berapa alam, terlihat sekelebat bayangan Bella yang telah keluar dari panti asuhan itu, dan menarik kembali perhatian dan kesadaran Melvin yang hampir hancur.

Setelah itu, Melvin pun langsung menepis sentuhan wanita penghibur tersebut, dan mendekatkan tubuhnya ke depan jendela untuk melihat dengan saksama bayangan Bella di balik tirai panjang ruangan tersebut.

Dapat Melvin lihat sosok Bella yang berjalan keluar dari pintu besar panti asuhan tersebut sambil memegang topi bonetnya, dan lalu melangkah menuju mobilnya yang terpakir sedikit jauh dari panti asuhan tersebut, bersama dengan pelayan perempuan yang mengikutinya dari belakang.

Rambutnya yang indah seakan berkilau saat terkena sinar matahari di pagi menjelang siang itu, membuat Melvin terpanah dan tak berkedip melihat kecantikan yang terpancar dari Nona Winston tersebut.

Lalu, dengan cepat Nona muda keluarga Winston itu kembali mengenakan topinya, untuk menutupi kecantikannya sebelum menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar situ.

"Dia terlihat cantik." puji wanita penghibur yang ikut memperhatikan Nona Winston di balik tubuh tegap Melvin.

"Ya... " Melvin hanya dapat bergumam mengiyakan apa yang dikatakan oleh wanita di sampingnya itu dengan nada datar, walaupun begitu tatapannya tak pernah lepas dari gadis keturunan Earl Winston itu.

***

Setiap langkah Bella yang tergesa-gesa serta terburu-buru bersama dengan pelayannya Kate. Mereka berjalan dengan cepat menuju mobil mereka yang terparkir di jalan besar di depan sebuah toko perhiasan di tempat itu, yang jaraknya cukup jauh dari panti asuhan yang ia kunjungi.

Sebenarnya sejak awal Bella telah menyadari, jikalau sejak tadi ada seseorang yang terus memperhatikan setiap gerak-geriknya di panti asuhan dari kejauhan. Dan itu membuat Bella sedikit merasa khawatir dan tak tenang.

Bahkan, ketika Bella terus bercakap-cakap dengan pelayannya Kate, yang terus mengomelinya karena keasikan bermain dengan anak-anak di panti asuhan, sehingga membuat mereka terjebak di tempat ini terlalu lama 8l.

Bella tetap merasakan pandangan seseorang yang terus memperhatikannya, walaupun ia pun tak mengetahui siapa itu.

Sampai sebuah suara teriakan dari sebrang jalan memanggilnya, membuat ia dan pelayannya menoleh kearah sumber suara tersebut.

Terlihat lima orang pria yang bertampang kriminal yang keluar dari salah satu klub disana dan berjalan menuju arahnya dengan tatapan mesum, yang membuat perasaan Bella menjadi semakin tak tenang.

'Oh... tuhan masalah apalagi ini?'' teriak Bella dalam hati, sambil mencoba memasang ekspresi cukup tenang di hadapan kelima pria berandalan tersebut. Sedangkan Kate pelayannya, terlihat ketakutan dengan tubuh yang bergetar.

Gerombolan laki-laki Exile land itu menyeringai lebar kearah Bella dan pelayannya.

"Ini dia malaikat penyelamat kita. Bukankah begitu, sayang?"

Mendengar apa yang dikatakan oleh salah satu temannya, membuat suara gelak tawa keras menyembur dari keempat pria lainnya. Dan memberikan rasa geram dari diri Bella.

"hahaha... kau benar. Bukankah mereka orang-orang yang membawakan banyak mainan untuk anak-anak itu. Lalu, mana mainan untuk kami? Ku pikir aku akan menangis?" sahut salah satunya lagi dengan nada mengejek.

Mencoba untuk menghiraukan gerombolan pria itu, Bella pun langsung menarik salah satu tangan pelayannya yang ketakutan itu, untuk berjalan cepat menuju mobilnya.

Tapi, seperti menyadari jika gadis Winston itu akan kabur, para gerombolan pria Exile land itu pun langsung menghalangi jalan keduanya dan mengepung mereka.

"Eitss.... mau kemana? Kemarilah,Sayang. Aku yakin kau pasti memiliki sesuatu yang manis untuk diberikan pada kami, Bukan?"

"Atau Mungkin, kau ingin memberikan sebuah ciuman manis untuk kami?" kata salah satu dari gerombolan tersebut sambil mengedipkan salah satu matanya menggoda Bella.

Melihat hal itu, jantung Bella langsung berdegup kencang. Bukan karena merasa gugup atau malu, tapi lebih merasakan ketakutan dengan hal-hal yang mungkin akan dilakukan oleh gerombolan pria itu kepada dirinya dan pelayannya.

Bella hanya dapat terus melihat ke ujung jalan, berharap seseorang atau polisi dapat menolongnya dari para gerombolan pria Exile Land itu.

***

Melihat kejadian itu, Melvin pun langsung memperhatikan setiap sudut tempat itu, mencoba untuk mempelajari situasi dan membuat rencana untuk menolong Bella dan pelayannya.

Bisa dilihat jika gerombolan pria itu datang dari arah depan, dan menahan jalan Bella menuju ke arah mobilnya yang berada di jalan besar depan toko kelontong, yang cukup jauh dari tempat Bella kini. Apalagi dengan jalan kecil di tempat itu, membuat Bella bersama pelayannya sulit untuk melarikan diri dari gerombolan pria itu, tanpa harus dilecehkan oleh mereka.

'Sebuah pengalihan.' pikir Melvin.

Mungkin dengan mengalihkan perhatian para gerombolan itu dari Nona Winston, dapat membuat wanita tersebut melarikan diri menuju mobilnya bersama pelayannya itu.

Hal itu tentu saja mudah dilakukannya. Tapi, sialan, dia benar-benar tidak menyangka jika akhirnya ia harus turun tangan membantu gadis Winston itu, disaat niat awalnya hanya mengawasi perempuan itu dari kejauhan. Tapi, saat ini Melvin tak ingin ambil pusing, apalagi perempuan itu memang sedang membutuhkan bantuannya, dan lagipula menipu itu adalah keahlian.

"Permisi." Mendorong wanita penghibur itu untuk menyingkir dari tubuhnya, Melvin pun langsung bangkit berjalan menuju pintu keluar dari kamar tersebut. Sampai sebuah suara dari wanita itu menghentikan langkahnya.

"Tuan, tunggu!"

"Ada apa lagi, Nona?" tanya Melvin sambil memandang kearah wanita itu sedikit kesal.

"Berhati-hatilah dengan gerombolan itu! Karena daerah ini merupakan kekuasaan mereka. Bahkan setia toko di tempat ini harus selalu membayar pajak kepada mereka."

Peringatan yang di berikan oleh wanita penghibur itu hanya di balas dengan anggukan kepala dari Melvin, dan lalu ia pun kembali berjalan menuju pintu setelah melemparkan sekantong koin emas kearah tempat tidur di kamar club itu.

Saat ia berada diluar kamar tersebut, Melvin dapat mendengar suara pekikan senang dari wanita penghibur itu yang sedang menghitung jumlah koin emas yang ia tadi berikan.

***

1
Del Rosa
semangat ya author...
cerita nya keren👍👍👍
Black Swan
Hai kak aku sudah mampir, semangat terus💪
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!