Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Third chapter
Karena merasa tak percaya dia pun segera menyebutkan keinginan nya kembali
"Andai ada nasi" ucap Annchi. daun itu jatuh dan benar berubah menjadi nasi
"Wah.... luar biasa ini pohon ajaib? hahaha.... aku punya pohon ajaib" teriak Annchi sambil tersenyum bahagia dia melihat mata air dan mengambil nya untuk minum
"Eh... kok rasanya ada manis-manis nya gini? beh.. berasa minum Le-minelar oy" ucap Annchi sambil memakan Nasi dan ayam bakar. setelah selesai dia pun langsung membuang bekas makan nya ke dalam tong besi yang untuk membakar sampah
"Bagaimana aku keluar ya? aku yakin di tempat tadi aku menghilang sudah malam, eh... kalau aku pergi sia-sia dong tanaman ku? hais... binggung Neneng Haryati ini" gumam hati Annchi. saat dia bersandar di pohon tiba-tiba dia merasakan hangat dan ringan di tubuhnya, rasa kantuk nya pun tiba
SLING
Pohon lengkeng dan jeruk tiba-tiba berdiri di lahan yang masih kosong, Annchi tidak tahu pohon yang dia maksud itu masuk ke ruang dimensi, sekarang pohon itu berdiri disana. Annchi masih tertidur pulas, sekitar tiga jam Annchi terbangun saat merasakan goyangan tubuhnya
"Eh... bumi gempa, eh maksudnya gempa bumi? tolong... hais baru melek ini mata kenapa langsung di sambut bumi bergoyang" teriak Annchi
"Hahahaha..... hei tuan apa kau bodoh?" tanya suara yang membuat Annchi berhenti berteriak dan berdiri
"Siapa disana? wah kau demit itu ya... keluar kau demit ayo kita ribut, jangan bersembunyi seperti setan kau... tunggu demit kan setan ya? astaga Annchi... kau benar-benar bodoh" ucap nya sambil menepuk jidatnya sendiri
"Hahaha... kau mengakui bila kau bodoh tuan" ucap suara itu
"Diam... kau demit, keluar kau jangan hanya bisa diem aja disitu" teriak Annchi
"Aku sudah keluar dan ada di belakang mu tuan" ucap suara itu. Annchi sadar kalau di belakang dia pohon ajaib itu dia pun mendongak mencari sosok yang berbicara dengan nya
"Dimana kau? katamu kau di belakang ku?" tanya Annchi
"Hais... aku pohon yang berdiri di depan mu, apa kau tak melihat aku sebesar ini" ucap pohon ajaib itu
"APA?.... kau pohon ajaib ini? eh kau tidak di kutuk kan? karena berbuat kesalahan dan kau di kutuk jadi pohon?" tanya Annchi sambil mengelus dagunya
"Tuan bodoh... kau berbicara sembarangan, aku ini pohon kehidupan.. masa iya aku di kutuk, tapi benar seperti nya aku di kutuk, karena memiliki tuan bodoh seperti mu" ucap pohon kehidupan itu. mata Annchi melotot mendengar ucapan itu
"Kau.... dasar pohon tua... pohon tak memiliki hati... pohon yang hanya bisa berdiri tegak tanpa bisa bergoyang seperti ku, lihat aku bisa duduk. aku bisa loncat. aku bisa goyang oplosan, dan kau berdiri tegak seperti patung Pancoran" teriak Annchi
"Ha...ha... ha... sudahlah aku lelah menggataimu, sekarang kau jelaskan kenapa aku dsini? demit mana yang sudah menculik aku kesini?" ucap Annchi
"HM... ku kira kau akan terus mengatai ku, baiklah... aku sudah ada di dalam tubuhmu saat kau di berikan tato Keluarga, aku ikut kemana kau berada, ini ruang pertanian tuan. ruang ini bisa memasukkan apa pun dan membawa siapa pun yang tuan izinkan" ucap pohon kehidupan
"Oya tidak lupa daun ku ini bukan hanya bisa menyembuh berbagai penyakit, tapi juga bisa jadi makanan lezat juga saat tuan meminta nya" ucapnya lagi
"Benarkah? luar biasa sekali. tapi apa aku bisa keluar, kasihan pada suami dan anak-anak ku bila aku terlalu lama dsini" ucap Annchi
"Tuan tenang saja... ruang pertanian ini, bila di luar ruang satu jam disini satu hari" ucap pohon kehidupan
"Luar biasa.... jadi tanaman yang ku tanam itu akan tumbuh lebih cepat?" Annchi
"Ha... sukur deh klo begitu, aku boleh keluar kan? aku harus melanjutkan berburu di luar" ucap Annchi
"Tuan minta apa saja biar aku yang kabulkan" ucap pohon kehidupan
"Tidak... dihutan itu banyak sekali bahan makanan yang belum mereka petik, aku bisa menaman dsini. jadi ngga masalah bila aku berburu, kebetulan ada kolam aku akan mencari ikan di sungai dan membawanya kesini" ucap Annchi
"Baiklah... oya tuan kalau mau menaman apa pun tinggal Lempar saja kesini nanti aku yang akan menaman nya" ucap nya
"Baiklah... kalau begitu terima kasih Aci" ucap Annchi
"Aci? siapa tuan" tanya pohon kehidupan
"Aci itu nama mu, tidak mungkin aku selalu memanggil mu pohon bukan" jawab Annchi
"Ah... jadi aku memiliki nama? terima kasih tuan aku suka nama nya simpel" jawab Aci
"Sama-sama aku keluar dulu ya Aci... nanti aku cari kelinci untuk menemani mu disini" ucap Annchi sambil keluar dari ruang pertanian dan kembali ke hutan tempat dia tadi hilang
Sedangkan An dan Bai menunggu Annchi di depan rumah mereka "Gege apa ibu Annchi akan kembali? An'er takut dia tak kembali seperti ibu kita" ucap lirih An. Bai pun menatap sang adik
"Kau tenang saja... kalau ibu Annchi tak kembali kita cari kehutan, mungkin ibu Annchi sedang menikmati makanan enak" jawab Bai
"Talau benal belalti ibu tat ingin belbagi dengan tita?" tanya An
"Bai'er kau jangan memitnah ibu seperti itu, ibu kembali kok membawakan makanan untuk kalian juga" ucap Annchi. yang baru saja tiba, saat mendengar ucapan kedua anak tiri nya dia terkekeh. tidak lupa dia pun membawa bunga untuk mengobati Bao-yo
"Dimana ayah kalian?" tanya Annchi
"Aku disini