––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(3) Tempat Kerja Lena
Akan aku kembalikan ke Kak Ardian secepatnya, tidak perlu khawatir.
Ailena mengetik dengan tangan gemetar dan air mata yang siap meluncur bebas di pipi.
Ailena memilih untuk mematikan hp nya agar tak mengganggu nya untuk saat ini, ia mulai melihat ke segala arah dan menelisik barang-barang yang kebanyakan pemberian dari Ardian.
Dengan helaan nafas berat Ailena bangkit, ia tak akan menangis lagi, ia akan bangkit dari keterpurukannya itu.
"Kamu bisa Len, anggap seperti sebelum nya aja, sebelum nya juga seperti ini kan?" gumam Ailena mencoba memberi semangat pada diri sendiri.
Ailena bergegas menuju tempat kerja nya menggunakan angkot yang selalu menjadi kendaraan tercepat Ailena punya.
"Siang Mel" sapa Ailena sembari masuk ke dalam bagian dapur lewat pintu belakang dengan senyum manis yang terpancar di wajah nya, tapi siapa pun yang memperhatikan mata Ailena pasti dapat menebak jika senyum itu palsu.
"Loh tumben datang cepat, nggak kuliah ya hari ini?" tanya Melati yang nampak terkejut dengan kedatangan Ailena lewat pintu belakang.
"Iya Mel, tapi gue kerja nya dari sore aja ya sesuai jam ku, gue mau nongkrong dulu di depan, biar kayak anak-anak zaman sekarang" jawab Ailena sembari melangkah keluar dari dapur.
Melati geleng-geleng kepala dan kembali melanjutkan kegiatan nya mencuci piring dan alat-alat lainnya agar tetap higienis.
Ailena menyapa barista nya terlebih dahulu dan berdiri di depan meja kasir sembari memilih menu yang akan ia pesan.
"Nasi goreng spesial nya ya Yon, sama matcha kayak biasa" ucap Ailena di acungi jempol oleh barista yang sedang bekerja.
"Nggak ngopi Len?" tanya Yona selaku barista yang cukup handal dlaam meracik kopi.
Ailena menggeleng. "Belum makan dari pagi, takut asam lambung kumat kalau langsung di sembur pakai kopi" jawab Ailena dengan jujur.
Yona manggut-manggut dan segera membuat pesanan Ailena.
"Udah bilang ke Melati belum nasi goreng spesial nya?" tanya Yona membuat Ailena cengir kuda.
"Lupa" seru nya sebagai jawaban atas pertanyaan Yona.
"Yaudah sana lo duduk aja, ntar gue bawain pesanan lo" ucap Yona di angguki patuh oleh Ailena.
Ailena menatap ke arah sekitar yang terlihat ramai, padahal jam baru menunjukkan pukul tengah hari, tapi sudah seramai itu cafe tempat nya bekerja.
"Len, jangan melamun mulu. Di makan nasgor nya, kayaknya gue bakal minta bantuan lo deh habis ini" ucap Yona sembari mengantarkan pesanan Ailena.
Ailena mendongak. "Kenapa emang?" tanya Ailena dengan alis mengernyit heran.
"Entah kenapa hari ini rame banget, kalau cuma gue, Melati, sama Geo yang kerja bisa-bisa kita tepar sebelum shift selesai. So, bantuin kita ya? Lo bagian kasir nya aja kok, nggak ribet" jelas Yona dengan wajah memelas.
Ailena menggaruk tengkuk nya, "Tapi gue habisin makanan gue dulu ya, gue udah kelaparan banget" ucap Ailena membuat Yona sumringah.
"Beres itumah" sahut Yona lalu kembali ke tempat nya dan mencatat pesanan orang lain yang sudah mulai berdatangan.
Ailena benar-benar membantu Yona, Melati, dan Geo sebelum shift nya di mulai, Lena dapat di andalkan dalam segala bidang kecuali meracik kopi seperti Yona yang memang sudah senior.
Hingga tak terasa malam pun tiba, semakin banyak anak remaja yang berdatangan, tak jarang ada yang datang sendiri, berdua, atau bahkan rombongan bersama teman-teman nya.
Ailena pun kembali ke bagian nya yang bekerja di dapur, saat giliran shift malam yang bekerja lumayan banyak karena kebanyakan anak muda datang dari sore hingga tengah malam.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️