NovelToon NovelToon
Suami Untuk Shanum

Suami Untuk Shanum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Shanum gadis desa yang harus bekerja keras untuk kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Di tengah kesulitan ekonominya, ia terus menjadi perbincangan orang-orang disekitarnya karena di usianya yang akan menginjak 30 tahun, ia belum saja menikah.

Karena merasa malu, Ibunya meminta tolong salah satu orang yang dikenal sebagai mak comblang di desanya agar mencarikan laki-laki untuk Shanum, hingga akhirnya mak comblang tersebut memperkenalkan Shanum dengan seorang pria yang merupakan cucu dari salah satu warga desa yang terpandang di desa.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shanum akan menerima pria tersebut? Siapakah pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asisten Baru?

Di hadapan Shanum, terdapat deretan perangkat elektronik yang tertanam rapi di dalam kabinet kayu. Semuanya tampak serupa, berwarna hitam mengkilap dengan tombol-tombol sentuh yang tidak memiliki keterangan bahasa Indonesia.

Ada yang tampak seperti oven, ada yang memiliki layar digital kecil, namun tak satu pun yang berani Shanum sentuh, karena ja takut salah memencet tombol dan justru merusak barang mewah milik suaminya.

​Setelah mencoba menimbang-nimbang selama beberapa menit, Shanum akhirnya menyerah. Dengan bahu merosot, ia memasukkan kembali wadah makanan itu ke dalam kulkas, perutnya sendiri sebenarnya sudah keroncongan. Namun, ia tidak tahu mana yang harus digunakan untuk menghangatkan makanan tersebut, akhirnya Shanum pun memilih untuk memanaskannya dengan kompor.

Shanum beralih menatap permukaan datar berwarna hitam pekat yang menyatu dengan meja marmer. Di desanya, kompor adalah benda besi dengan tungku menonjol dan pemantik yang harus ditekan kuat hingga berbunyi. Namun, di hadapannya kini hanyalah sebuah kaca gelap yang licin tanpa kenop putar sama sekali.

​"Ini... kompornya sebelah mana ya?" gumam Shanum ragu.

Shanum menyentuh permukaan kaca yang terasa dingin dan halus itu pelan, di bagian bawah kaca terdapat beberapa simbol kecil yang menyala redup, garis-garis melingkar, tanda tambah dan kurang, serta simbol kunci.

​Shanum mencoba menekan salah satu simbol yang menurutnya mirip tanda power, dan seketika terdengar bunyi yang nyaring hingga membuat Shanum terlonjak kaget dan menarik tangannya cepat-cepat.

​"Ya Allah, in udah nyala? Tapi apinya mana?" tanya Shanum bingung.

Shanum menunggu munculnya api biru seperti biasanya, namun yang ada hanyalah hawa panas yang mulai merambat naik dari permukaan kaca tersebut.

Shanum tidak tahu jika itu adalah kompor induksi, teknologi yang bahkan tidak pernah ia lihat di televisi. Shanum sendiri lebih sering menggunakan kompor tungku atau minyak tanah, sehingga ia tidak tahu bagaimana cara menggunakan kompor di hadapannya.

Shanum merasa bodoh sekaligus takut, ia ingin mengambil wajan untuk memanaskan tumis buncis. Namun, ia terlalu takut dan tidak mengerti caranya.

​'Gimana kalau wajannya meleleh? Atau gimana kalau kacanya pecah karena kena panas?' batin Shanum.

​Akhirnya Shanum mematikan kembali kompor itu dan mengembalikan makanannya ke dalam kulkas, lalu Shanum pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu apartemen mewah tersebut.

Shanum terduduk lemas di sofa beludru abu-abu yang terasa sangat empuk, namun hatinya tidak tenang lalu ia merogoh saku gamisnya dan mengeluarkan sebuah ponsel kecil dengan tombol fisik yang sudah pudar warnanya. Di layar monokrom itu, hanya ada sisa pulsa reguler yang menipis dan beberapa pesan SMS dari ibunya di desa.

Shanum ingin menghubungi Abi, namun ia baru menyadari jika ia tidak memiliki nomor suaminya. Pria itu terlalu sibuk atau mungkin terlalu kaku untuk sekadar bertukar nomor telepon di tengah hiruk-pikuk pernikahan kilat mereka.

​"Daripada aku diam aja, mendingan aku lakuin sesuatu, " gumam Shanum.

Shanum mulai mengedarkan pandangan, .eski apartemen Abi tampak sangat rapi dan minimalis, bagi mata teliti Shanum, ada lapisan tipis debu di sudut-sudut rak buku dan meja kerja yang mungkin terlewat oleh asisten pembersih mingguan.

​Shanum mulai mencari peralatan kebersihan, ia membuka salah satu lemari di dekat area cuci dan menemukan sebuah alat penghisap debu nirkabel yang bentuknya lebih mirip senjata di film fiksi ilmiah daripada sapu, ia membolak-baliknya dengan bingung dan mencari di mana helai-helai ijuknya, namun tidak menemukannya.

​"Ya Allah, ini sapu macam apa? Kenapa semuanya pakai mesin?" keluh Shanum kecil.

Takut merusak alat itu, ia akhirnya menemukan sebuah kain mikrofiber dan seember kecil di bawah wastafel. Dengan telaten, Shanum mulai mengelap permukaan meja marmer, rak-rak pajangan yang berisi miniatur mesin-mesin industri, hingga bingkai-bingkai foto yang hanya berisi pemandangan abstrak.

Shanum membersihkannya dengan sangat hati-hati agar tidak merusak barang-barang milik suaminya, lalu ia melihat buku dalam bahasa Inggris yang sangat tebal. Shanum menyentuh sampulnya dengan ujung jari, ia merasa kagum sekaligus minder.

Suaminya adalah orang hebat, seorang pendidik yang dihormati. Sementara Shanum hanyalah gadis desa yang hanya lulusan SMA, tentu saja ia tidak pantas jika disandingkan dengan Abi.

​Waktu menunjukkan pukul 14.30, tubuh Shanum mulai terasa lemas karena belum ada asupan nasi sejak pagi, ia mencoba meminum air putih sebanyak-banyaknya untuk mengganjal perut. Di tengah kegiatannya mengelap lantai secara manual, karena ia lebih nyaman berlutut dengan kain daripada menggunakan alat pel canggih, bel pintu apartemen berbunyi.

​Shanum tersentak mendengar bel apartemen, 'Apa Mas Abi pulang lebih awal?' batin Shanum.

Shanum bergegas menuju pintu dan membukanya. Begitu pintu terbuka, seorang wanita paruh baya berseragam rapi berdiri di depan pintu dengan membawa sebuah kotak plastik besar.

"I-iya, Bu. Ada apa ya?" tanya Shanum.

​"Pagi, eh, siang, Mbak. Saya dari layanan laundry khusus lantai ini, saya mau mengantarkan kemeja-kemeja Pak Abi yang sudah selesai disetrika," ucap wanita itu ramah.

​"Oh, iya. Mari masuk, Bu," jawab Shanum sopan.

Petugas itu masuk dan meletakkan kemeja-kemeja yang masih terbungkus plastik bening itu di atas meja, matanya melirik ke arah kaki Shanum yang tanpa alas dan kain pel di tangannya.

​"Mbak ini... asisten baru Pak Abi ya? Wah, telaten sekali ya, lantainya sampai mengkilap begitu. Biasanya Pak Abi pakai jasa cleaning profesional, tapi memang tidak sebersih ini," ucap petugas itu.

'Asisten baru?' batin Shanum.

​Wajah Shanum memerah, ia merasa malu disebut asisten, namun ia juga terlalu canggung untuk mengaku sebagai istri dan akhirnya Shanum hanya tersenyum sebagai jawaban.

​Setelah petugas itu pergi, Shanum membawa kemeja-kemeja itu ke dalam walk-in closet. Ia menyusunnya sesuai urutan warna seperti yang ia lihat tadi pagi, berusaha menyamai kerapian Abi.

Pukul 16.05, suara denting pintu depan terbuka hingga mengejutkan Shanum yang sedang duduk tegak di sofa ruang tamu. Ia segera berdiri dan merapikan gamis cokelat susunya yang sedikit kusut, lalu melangkah menuju pintu dengan jantung yang berdebu kencang.

​Pintu terbuka dan menampilkan sosok Abi yang tampak sedikit lelah, dasinya sudah dilonggarkan, dua kancing teratas kemeja abu-abunya terbuka memberikan kesan maskulin yang lebih santai daripada saat ia berangkat tadi pagi. Di tangan kanannya, ia menjinjing tas kerja kulit, sementara tangan kirinya memegang sebuah kantong plastik putih berlogo restoran ternama.

​"Assalamu’alaikum," salam Abi.

"Wa’alaikumussalam, Mas," balas Shanum pelan.

Shanum ragu sejenak, namun kemudian ia memberanikan diri meraih tangan Abi dan mencium punggung tangannya dengan takzim.

Abi sempat tertegun sesaat, ia tidak terbiasa dengan sentuhan seperti ini setelah pulang kerja, namun ia tidak menarik tangannya. "Kamu sudah bangun lama?" tanya Abi sambil melangkah masuk.

​"Sudah, Mas. Maaf... tadi pagi aku malah ketiduran sampai nggak tahu Mas Abi berangkat," ucap Shanum penuh sesal sambil membuntuti Abi, lalu ia mengambil tas kerja dari tangan suaminya untuk dibawakan.

.

.

.

Bersambung.....

1
Eva Tigan
Hukumannya enak kok..Shanum malah jadi pengen lebih itu..dan sebaiknya dilakukan di rumah saja😄
Asni Kenedy
ahhh ikut baperr
mamayasna
shanum ooo shanumm
Eva Tigan
Kasi ponsel baru buat istrinya Mas Abi..😄
Eva Tigan
Pak Dosen dan shanum sama sama baru buka segel.
pasti keduanya akan merasa kecanduan setelah merasakan nikmatnya Sorga Dunia😊
mamayasna
😍
Eva Tigan
mesra nya sepiring berdua..isi energi dulu nanti selesai makan dilanjutkan kegiatan romantis nya tadi 😊
mamayasna
😍😍
gemar baca
luar biasa alur ceritanya bagus, penokohan nya keren gak berlebihan, bahasa yang digunakan juga Bagus,keren pokok'e
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
mamayasna
😍😍😍
Valen Angelina
baper gak tuh🤭🤭😄😄
Valen Angelina
belajar terbuka sama suamimu ....jgn apa2 terpendam sndiri ya....
Eva Tigan
segera kasi makan itu istrinya Abi..kasihan seharian gak makan..padahal udah lebaran ini..istrinya malah puasa😊
diaul_5
love you thorrr😍
diaul_5
suka banget sama cerita author satu ini dan lebih suka lagi ttp up meskipun lebaran jan josss polll, soalnya novel yang lain g up lebaran😭😭😭
elaretaa: Terima kasih Kak🥰 Pas lebaran .asih ada draf buat up, nah habis lebaran ini belum ada draf buat up soalnya sibuk lebaran, jadi belum sempat nulis🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
dika edsel
hai assalamualaikum bestieeeee... selamat lebaran .minal'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya...😊
elaretaa: Waalaikumsalam bestieeeee!!! selamat lebaran yaaaaaaaaa. Minal aidin wal faizin, semoga kita dipertemukan dengan Ramadan selanjutnya🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
mamayasna
semangat berkarya/Kiss/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dika edsel
/Heart/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Valen Angelina
pasti tidak seindah itu pernikahan shanum kan thor...jgn kejam2 kasian dia...Uda ortua gtu masa dpat suami gtu lagi wkwkkwke🤭
mamayasna
lanjut kakaaaa
elaretaa: Siap Kakkk👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!