NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Fantasi / Harem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan mahasiswa elite jurusan bisnis, hukum dan manajemen tanpa sadar memasuki dunia novel kultivasi yang baru saja dibacanya, bukan sebagai mc, bukan juga villain, tapi menjadi karakter pendukung yang akan mati pada arc awal. Dengan bantuan sistem, Wu Xuan berusaha mengubah cerita.

Ia masuk ke tubuh patriark tua, namun karena sistem membantunya menerobos, tubuh tuanya berubah menjadi muda dan tampan.

Dia melamar wanita (Villain) yang harusnya menjadi menantunya, karena pembatalan pertunangan sepihak yang dilakukan oleh anaknya.

Demi menghindari masalah di masa depan, ini adalah jalan yang harus di ambil oleh Wu Xuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terobosan Primordial Suci Puncak: Saint Wu Xuan

Wu Xuan melangkah santai menuju arah Paviliun Timur, memerintahkan pelayan untuk memastikan sang selir datang dan menunggunya di peraduan, sebuah undangan yang tak lebih dari titah absolut seorang penakluk.

Sinar matahari pagi baru saja membelah kabut fajar yang menyelimuti Ibukota Wu Agung Wilayah Selatan, memancarkan cahaya keemasan yang menembus kisi-kisi jendela kayu gaharu di kamar utama Paviliun Timur. Suasana di dalam ruangan itu terasa luar biasa hening, hanya diisi oleh suara pembakaran dupa cendana spiritual yang menguar pelan.

Wu Xuan duduk di tepi ranjang awan yang berlapiskan sutra emas. Jubah tidur naga hitamnya sedikit terbuka di bagian dada, memancarkan wibawa seorang tiran yang sedang beristirahat. Namun, di balik ketenangannya yang sedingin palung samudra, lautan spiritual di dalam dantiannya sedang bergejolak ganas layaknya badai luar. Energi dari Core Darah Kuno yang ia serap semalaman bersama Qin Wuyan telah mendorong pondasi kultivasinya ke titik kritis, mencapai batas akhir yang mendesak untuk menembus terobosan baru. Ia tidak bisa menahannya lebih lama lagi; ia membutuhkan penyaluran, sebuah katalis yang kuat untuk memecahkan cangkang batas kultivasinya.

Cklek.

Suara pintu giok yang dibuka dengan sangat hati-hati memecah keheningan pagi.

Dari balik pintu, sesosok dewi dunia melangkah masuk, menghentikan waktu di dalam kepala Wu Xuan selama sepersekian detik.

Untuk pertama kalinya dalam hidup Wu Xuan—baik di kehidupannya yang membosankan di Bumi maupun di dunia kultivasi yang kejam ini—ia melihat sebuah manifestasi keindahan yang benar-benar bisa meruntuhkan iman dan kewarasan miliknya. Yan Melin berdiri di ambang pintu.

Jika Qin Wuyan adalah lambang pesona dari seorang gadis, murni, dan seindah teratai putih yang baru mekar di pagi hari, maka Yan Melin adalah definisi mutlak dari kematangan seorang wanita dewasa. Sebuah buah persik surgawi yang telah matang sempurna, menggugah selera, dan meneteskan dosa yang sangat manis.

Yan Melin mengenakan gaun tidur berbahan sutra tipis berwarna merah marun yang menjuntai pas di tubuhnya. Kain itu menempel seperti kulit kedua, menonjolkan pinggangnya yang luar biasa ramping dan mengontraskan aset dadanya yang penuh serta lekuk pinggulnya yang menggoda. Wajah dewasanya memancarkan aura aristokrat yang angkuh namun kini dipenuhi oleh rona ketundukan yang samar. Bibirnya dipoles merah merona, sedikit terbuka karena napasnya yang tidak teratur akibat gugup.

Ini adalah hari yang sangat ia tunggu-tunggu, malam-malam penuh kecemburuan yang menyiksa akhirnya terbayar saat suaminya memanggilnya kembali.

Melihat pemandangan itu, sifat asli Wu Xuan nyaris berlutut menyerah pada gravitasi nafsu duniawi. Ia hampir kehilangan kendali untuk langsung menerjang dan melahap wanita itu bulat-bulat.

Namun, sebelum insting purbanya mengambil alih kemudi kewarasan, sebuah notifikasi emas dari sistem meledak di retinanya dengan bunyi denting yang tajam.

[Ding! Peringatan Deteksi Pasif!]

[Mendeteksi target: Yan Melin.]

[Analisis Akar Spiritual: Memiliki 'Tubuh Spiritual Pesona Surgawi' (Heavenly Charm Spiritual Body) yang tersembunyi jauh di dalam garis keturunan jiwanya!]

[Keterangan: Tubuh spiritual ini secara alami memancarkan feromon pesona tingkat dewa yang dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar lawan bicara, sangat berguna dalam negosiasi dan memikat lawan jenis.]

[Opsi Interaksi: Host dapat mempelajari efek pesonanya dengan mengaktifkan penyatuan Yin-Yang ekstrem. Selamat! Host mendapatkan Teknik Kultivasi Ganda Penyalin Bakat (Talent Copying Dual Cultivation Art)!]

Wu Xuan mengerjap pelan, menyerap informasi itu dalam sekejap.

'Tubuh Spiritual Pesona Surgawi?' monolog batin Wu Xuan dengan nada takjub yang segera berubah menjadi kekehan licik. 'Pantas saja pemilik tubuh asli Wu Xuan dulu begitu tergila-gila dan rela menjadi budak cintanya sampai kehilangan segalanya! Wanita ini secara pasif mencuci otaknya dengan pesona surgawi setiap kali mereka berada di satu ruangan! Dan sekarang... sistem memberiku teknik untuk menyalin bakat itu ke dalam tubuhku sendiri melalui kultivasi ganda? Jika aku memiliki pesona surgawi ini, bertransaksi dengan mitra bisnis akan lebih mudah!'

Tanpa ragu sedetik pun, Wu Xuan merespons dalam hatinya. "Ya. Aktifkan teknik penyalinan."

Aliran informasi mistis mengalir ke dalam otaknya. Teknik Kultivasi Ganda Penyalin Bakat langsung melebur ke dalam pemahamannya, menyatu sempurna dengan refleks otaknya tanpa ia sadari.

Di depannya, Yan Melin mulai melangkah dengan gerakan yang sangat lembut, memutar pinggulnya sedikit, menyajikan tarian godaan yang disengaja. Ia mengangkat kedua tangan lentiknya ke belakang kepala, menarik pita yang mengikat rambut hitamnya. Rambut panjang itu tergerai jatuh layaknya air terjun sutra, mengekspos leher jenjangnya yang seputih pualam dan mengundang gigitan.

Wu Xuan menarik napas dalam-dalam, berusaha menjaga kewarasannya agar tetap berada di mode tiran. 'Tenang. Bernapaslah. Jangan bertindak seperti remaja pubertas yang baru pertama kali melihat wanita. Eksekusi tanpa kewarasan tidak akan memberikan manfaat kultivasi apa pun.'

Untuk mengambil alih dominasi absolut, Wu Xuan bergerak lebih dulu. Ia tidak berdiri menyambutnya, melainkan dengan satu tarikan santai, ia membuka jubah tidur naga hitamnya hingga terbuka sepenuhnya.

Otot-otot perut dan dada Wu Xuan yang dipahat sempurna oleh energi Akar Spiritual Samudra Terdalam terekspos ke udara. Kulitnya memancarkan pendaran keemasan samar dari sisa-sisa energi Primordial. Ia membiarkan Yan Melin menatapnya, membiarkan mata wanita itu melebar dan napasnya tertahan karena tersapu oleh maskulinitas yang luar biasa menindas.

Dengan santai, Wu Xuan membalikkan telapak tangannya. Ruang di atas telapak tangannya beriak, dan sebuah kristal merah yang berdenyut layaknya jantung raksasa bermanifestasi.

Itu adalah Core Beast Darah Kuno yang tersisa dari Tambang Kristal Merah.

Melihat benda itu, langkah Yan Melin terhenti. Matanya membelalak kaget. Selama belasan tahun pernikahannya di masa lalu, Yan Melin belum pernah sekalipun melihat Wu Xuan menggunakan sumber daya tingkat kuno saat berkultivasi ganda dengannya. Di masa lalu, kultivasi ganda Wu Xuan dan Yan melin hanya sebatas penyatuan Yin dan Yang tanpa penyerapan energi yang intens.

"Mendekatlah, Melin," titah Wu Xuan pelan, suaranya mengalun seperti madu yang dicampur dengan racun.

Yan Melin menurut, melangkah hingga lututnya menyentuh tepi ranjang.

Tanpa peringatan, Wu Xuan menarik pinggang wanita itu, memutarnya dengan lembut, lalu memeluknya erat dari belakang. Yan Melin tersiap saat merasakan dada bidang Wu Xuan menempel erat di punggungnya yang hanya terhalang sutra tipis. Wu Xuan menyingkirkan rambut dari leher Yan Melin, lalu menunduk, membisikkan kata-kata tepat di dekat telinganya.

"Aku sedang berada di ujung terobosan, Jadi...," bisik Wu Xuan, napas hangatnya menyapu leher Yan Melin dan membuat wanita itu merinding hebat. "Aku membutuhkan tubuhmu untuk menjadi katalis penyerapanku. Apa kau mau membantuku, sayang?"

Kata 'sayang' yang diucapkan dengan nada bariton yang begitu dalam dan posesif itu meruntuhkan seluruh pertahanan Yan Melin. Hasrat yang terpendam, kerinduan, dan perasaan ingin membuktikan bahwa ia masih menjadi wanita paling berharga di mata suaminya meledak di dalam dadanya.

Yan Melin yang tidak tahan lagi dengan siksaan manis itu, memutar tubuhnya dengan kasar. Ia menerjang maju, mencoba mendorong dada Wu Xuan untuk menjatuhkan pria itu ke atas ranjang awan sutra, berniat mengambil alih kendali layaknya yang sering ia lakukan di masa lalu.

Namun, zaman telah berubah. Pria di hadapannya bukanlah Wu Xuan yang lemah lembut dan mudah disetir.

Wu Xuan sama sekali tidak bergeser dari posisinya. Otot-ototnya sekeras baja Primordial. Tubuh Yan Melin justru memantul pelan ke arahnya. Wanita itu akhirnya menyerah pada dominasi fisik suaminya. Ia mengalungkan kedua lengannya erat di leher Wu Xuan, menyandarkan kepalanya di dada pria itu, mendengarkan detak jantungnya yang ritmis bagaikan genderang perang.

Rasa ingin memiliki yang luar biasa kuat kembali muncul di dalam diri Yan Melin. Ia tidak ingin kalah dari Qin Wuyan. Ia ingin pria ini hanya menatapnya.

Wu Xuan memeluk pinggang Yan Melin, mengangkat tubuh ramping itu sedikit, lalu mencium bibirnya yang merona. Ciuman itu tidak terburu-buru, melainkan perlahan, menuntut, dan penuh manipulasi. Ia memainkannya dengan ritme yang memabukkan, sementara di saat yang bersamaan, Akar Spiritual Samudra Terdalam di dalam dantiannya mulai bekerja.

Core Darah Kuno di tangannya mulai menguap menjadi kabut energi merah, mengalir masuk ke dalam pori-pori Wu Xuan.

Wu Xuan menjatuhkan tubuh Yan Melin perlahan ke atas ranjang giok berlapis sutra emas. Gaun tipis merah marun itu tersingkir tanpa perlu dirobek, mengekspos setiap inci kematangan tubuh wanita itu di bawah tatapan lapar sang tiran.

"Kau... kau menghukumku terlalu lama,..." keluh Yan Melin dengan napas terengah-engah, matanya sayu menatap Wu Xuan dari bawah. Ia tanpa sadar melingkarkan sepasang kaki jenjangnya di pinggang pria itu, menariknya lebih dekat.

"Kapan aku menghukummu? Hukumanmu baru saja dimulai, Sayang," geram Wu Xuan pelan, menyusupkan dirinya dalam satu dorongan halus namun penuh dominasi absolut yang membuat tubuh Yan Melin melengkung ke atas.

"AHH...!" pekik Yan Melin tertahan. Kuku-kuku berpoles merah merona miliknya seketika mencengkeram sprei sutra emas. Sensasi penyatuan kali ini begitu berbeda, jauh lebih dalam, lebih padat, dan dipenuhi energi murni yang langsung mengaliri meridiannya. "Wu Xuan... kau... kau terasa luar biasa... sejak kapan kau sehebat ini."

Wu Xuan menatap wajah cantik istrinya yang dibanjiri gairah. "Hebat? Ini belum seberapa! Apakah kau masih merindukan selingkuhanmu itu, Sayang?" goda Wu Xuan dengan nada dingin yang menusuk namun dibarengi dengan ritme pinggul yang semakin menuntut.

Mendengar pertanyaan sarkastik itu di tengah guncangan kenikmatan penyatuan, Yan Melin menggelengkan kepalanya dengan liar, air mata kenikmatan mulai menggenang di sudut matanya.

"Tidak! Tidak pernah! Tidak berani! Ahh... kumohon, lupakan itu!" isak Yan Melin, tangannya meraih leher Wu Xuan dan menarik wajah suaminya mendekat. "Hanya kau... hanya kau yang bisa membuatku seperti ini! Teruskan, Suamiku... berikan semuanya padaku... jadikan aku milikmu lagi!"

‘Sistem sialan, tubuh pesona surgawi ini benar-benar pasif yang mengerikan,’ guncangan pada jiwa Wu Xuan, berusaha keras menjaga ritmenya agar tidak kehilangan kendali seperti remaja yang pertama kali melihat wanita yang begitu luar biasa seperti ini. ‘Setiap lenguhannya, setiap tarikan napasnya... semuanya adalah candu. Pantas saja pemilik tubuh asli nyaris gila karenanya. Tapi sayangnya, aku bukan Wu Xuan yang kau kenal.’

Wu Xuan mencengkeram pinggul istrinya, memacu kultivasi ganda mereka ke tingkat yang lebih tinggi. "Fokuskan pikiranmu, Istriku," bisik Wu Xuan tepat di cuping telinga Yan Melin, menggigitnya kecil hingga wanita itu mendesah panjang. "Aku sedang menyalurkan esensi core darah ini padamu, dan di saat yang sama... aku menyalin esensi bakat bawaan tubuh mu. Jangan berani-beraninya kau kehilangan kesadaran."

"Aku tidak... ahh!... ini terlalu... nikmat!" jerit Yan Melin, tubuhnya terguncang mengikuti setiap hantaman suaminya. "Wu Xuan... Sayang... kumohon... aku tidak tahan lagi... ahhh!"

Adegan yang menyusul adalah sebuah tarian penyatuan Yin dan Yang yang luar biasa panas dan elegan. Wu Xuan mengeksplorasi setiap jengkal kematangan tubuh istrinya, membuat Yan Melin melengkungkan punggungnya berkali-kali, mengeluarkan desahan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Di masa lalu, kultivasi ganda mereka terasa hampa karena Wu Xuan yang asli terlalu penurut. Namun kali ini, dominasi mutlak yang ditunjukkan oleh Wu Xuan membuat Yan Melin merasa seolah jiwanya sedang diangkat ke surga. Setiap kali Wu Xuan menghantam titik terdalamnya, energi purba yang telah disaring mengalir deras ke dalam meridian Yan Melin, sementara Teknik Penyalin Bakat bekerja secara diam-diam, menyerap bakat bawaan Tubuh Pesona Surgawi milik wanita itu.

Wu Xuan benar-benar terpesona. Wajah matang Yan Melin yang dipenuhi peluh gairah, bibirnya yang digigit menahan desahan, dan gerakan tubuhnya yang merespons setiap sentuhan dengan kepatuhan yang membuat Wu Xuan nyaris tidak berkedip menatapnya. Ia menikmati mahakarya visual dan fisik ini dengan sangat rakus.

Yan Melin, di tengah kabut kenikmatannya, menyadari suatu hal. Suaminya belum pernah seintens, seliar, dan sepeduli ini dalam memberikan kenikmatan kepadanya. Rasa aneh dan kecurigaannya bahwa pria ini mungkin bukan suaminya, namun pikiran itu digantikan oleh gelombang ekstase yang membakar habis akal sehatnya.

Sementara itu, di waktu yang sama, di dalam Paviliun Utama.

Sinar matahari pagi telah menyinari ranjang giok tempat Qin Wuyan beristirahat. Gadis itu perlahan membuka matanya yang bening. Ia meraba sisi ranjang di sebelahnya; dingin. Suaminya telah pergi.

Qin Wuyan bangkit, menarik jubah sutranya untuk menutupi tubuhnya yang kini memancarkan aura Ranah Roh tahap awal. Ia melangkah keluar dari bilik dan memanggil salah satu pelayan wanita pribadinya.

"Di mana Yang Mulia Archduke?" tanya Qin Wuyan dengan nada lembut namun sedikit serak.

Pelayan itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, terlihat serba salah. "Yang Mulia Archduke... beliau saat ini sedang berada di Paviliun Timur. Beliau sedang bersama... Nyonya Selir Melin."

Mendengar nama itu, sebuah jarum kecemburuan menusuk pelan hati Qin Wuyan. Tangannya secara refleks meremas ujung lengan jubahnya. Ia mengingat bagaimana angkuhnya Yan Melin di masa lalu. Kini, suaminya menghabiskan pagi harinya bersama wanita itu, berbagi ranjang dan kehangatan yang baru saja ia rasakan semalam.

Namun, perasaan cinta dan perlindungan yang diberikan Wu Xuan padanya telah mengubah pandangan dunianya. Ia bukan lagi gadis lemah yang akan menjadi gila karena cemburu. Ia adalah Nyonya Utama dari kediaman keluarga Archduke, istri dari seorang penguasa wilayah selatan.

Qin Wuyan mengambil napas dalam-dalam, melepaskan cengkeramannya pada jubahnya, dan tersenyum anggun—sebuah ketegaran yang dipaksakan namun masih memancarkan aura seorang Permaisuri sejati.

"Begitu rupanya," ucap Qin Wuyan lembut. "Suamiku pasti sedang memastikan keadilan bagi semua orang di istana ini. Baiklah. Siapkan saja air hangat dan sarapan spiritual untukku. Aku masih perlu menstabilkan kultivasiku hari ini."

"B-Baik, Nyonya," pelayan itu mundur dengan takjub melihat aura Nyonya yang dia layani.

Kembali ke ruang tidur Paviliun Timur yang dipenuhi oleh kabut energi gairah.

Proses penyalinan berjalan sempurna. Esensi Tubuh Spiritual Pesona Surgawi dari Yan Melin perlahan mulai tertanam ke dalam struktur sel Wu Xuan. Keduanya sama-sama melahap sisa energi dari Core Darah Kuno tersebut.

Adegan kultivasi ganda itu berlangsung selama berjam-jam, melewati waktu makan siang tanpa disadari.

BOOOM!

Esensi energi merah terakhir dari Core Darah itu akhirnya menguap habis. Namun, di dalam dantian Wu Xuan, dunia mikronya masih berputar dengan kecepatan tinggi. Pondasinya bergejolak, namun belum cukup untuk meledakkan penghalang ke tahap akhir Primordial Suci. Energi Core itu tidak cukup untuk dua orang!

Wu Xuan menahan tubuhnya di atas tubuh Yan Melin yang terengah-engah dengan dada naik turun, dipenuhi peluh yang berkilau. Ia menatap mata sayu istrinya yang memancarkan kabut gairah.

"Sayangku," bisik Wu Xuan, suaranya parau dan sangat berbahaya. "Bolehkah kita bermain sedikit lebih... sakit?"

Yan Melin mengerjap, belum sempat mencerna pertanyaan itu.

Tangan kanan Wu Xuan yang bertumpu di samping kepala istrinya tiba-tiba terbuka. Sebuah botol giok spasial bermanifestasi. Wu Xuan membuka segelnya, dan menarik satu tetes cairan kental berwarna emas kemerahan yang memancarkan tekanan absolut yang nyaris meretakkan ruang di kamar itu.

Itu adalah tetesan Esensi Darah Daratan Murni (Pure Earth Blood Essence) dari Tambang Kristal Merah.

Merasakan aura kuno yang luar biasa padat dan liar dari satu tetes cairan itu, insting bertahan hidup Yan Melin menjerit. Meridiannya terasa seperti dilipat hanya dengan berada di dekatnya. Esensi itu mengandung elemen daratan darah purba yang belum dimurnikan oleh alkemis!

"S-Suamiku..." Yan Melin menelan ludah, ketakutan mulai merayapi matanya. Ia melingkarkan lengannya di leher Wu Xuan, memeluknya erat seolah tidak ingin pria itu melakukan tindakan bunuh diri. "Apa itu...? Apakah itu aman untuk kita serap secara langsung? Auranya terlalu liar..."

Wu Xuan tersenyum mematikan, matanya berkilat menantang. "Apa kau takut?"

Tiga kata itu menghapus keraguan di hati Yan Melin. Ia menggeleng pelan, menyerahkan sisa nyawanya pada pria di atasnya. "Jika bersamamu... aku tidak akan mundur sedetik pun."

"Istri pintar," puji Wu Xuan.

Dalam satu gerakan cepat, Wu Xuan menelan tetesan Esensi Darah Daratan Murni itu ke dalam mulutnya, lalu ia menunduk, menyatukan bibirnya dengan bibir Yan Melin.

Seketika, energi masih meledak di dalam meridian mereka.

Wu Xuan langsung memacu kultivasi ganda mereka ke tingkat yang brutal. Gerakannya tidak lagi lembut, melainkan penuh dominasi liar untuk memaksa sirkulasi Qi berputar sejuta kali lebih cepat.

Rasa sakit yang luar biasa menyiksa menghantam Yan Melin. Meridian di dalam tubuhnya terasa seperti disayat oleh ribuan pisau berkarat akibat elemen tanah purba yang merusak. Air matanya menetes, erangan kenikmatannya berubah menjadi rintihan kesakitan yang tertahan.

Namun, di detik yang sama saat rasa sakit itu muncul, Wu Xuan menggunakan Akar Spiritual Kayu Surgawi miliknya.

Energi hijau zamrud kehidupan murni mengalir dari setiap sentuhan jari Wu Xuan yang mengusap kulit Yan Melin. Energi kayu itu memulihkan dan merajut kembali setiap meridian yang robek di dalam tubuh istrinya secara real-time. Hancur, lalu disembuhkan. Hancur lagi, lalu dirajut lebih kuat.

Perpaduan gila antara rasa sakit yang menyayat jiwa dan kenikmatan gairah yang menyembuhkan membuat kewarasan Yan Melin nyaris putus. Ia menggigit bahu Wu Xuan, mendesah sakit, dan menjerit nikmat dalam ekstase brutal yang berlangsung terus-menerus. Mereka tenggelam dalam pusaran kegilaan kultivasi, menghabiskan waktu tanpa henti bahkan hingga langit senja di luar jendela berubah menjadi pekatnya malam.

Hingga akhirnya...

BOOOOOOM!

Tetesan Esensi Darah Daratan itu akhirnya pecah dan berhasil berasimilasi sepenuhnya ke dalam fondasi mereka berdua.

Di langit malam di atas Kota Wu Agung, cuaca mendadak berubah secara radikal. Awan hitam yang luar biasa tebal berkumpul, menutupi bulan dan bintang. Kilat berwarna ungu kemerahan menyambar di dalam perut awan, menciptakan suara gemuruh yang membangunkan seluruh penduduk kota.

Itu adalah Tribulasi Petir Petaka Langit! Hukum alam merespons energi murni yang mencoba menembus batas alam semesta!

Di dalam kamar yang berantakan, Wu Xuan membuka matanya. Ia merasakan panggilan tribulasi itu. Ia segera melepaskan tubuh Yan Melin yang sudah lemas tanpa daya namun memancarkan aura luar biasa kuat, pertanda ia juga akan mendapatkan tribulasi kenaikan.

"Bangunlah, Istriku. Langit sedang cemburu pada kita," kekeh Wu Xuan pelan.

Ia dengan cepat mengenakan jubah tidur sutra hitamnya. Kemudian, dengan gerakan yang sangat romantis dan penuh perhatian, ia mengambil sebuah gaun panjang berbahan sutra merah yang indah dari lemari, lalu mengenakannya ke tubuh telanjang istrinya dengan hati-hati.

Yan Melin masih terlalu lemas untuk berdiri. Wu Xuan menyelipkan satu tangannya di bawah lutut istrinya, dan tangan lainnya di punggung, mengangkat Yan Melin dalam gaya bridal style.

"Pegang aku erat-erat," bisik Wu Xuan, menendang jendela kamar hingga hancur berkeping-keping.

Wu Xuan melesat keluar dari jendela, membawa Yan Melin terbang menembus angin malam yang dingin, langsung menuju ke pusat pusaran awan tribulasi di langit.

Merasakan angin kencang dan melihat petir ungu menyambar di sekitar mereka, Yan Melin menatap wajah tampan suaminya dari bawah. Jantungnya berdebar menggebu-gebu. Pria ini... suaminya rela membawanya ke langit, mempertaruhkan nyawanya menahan petir kesengsaraan demi melindungi proses terobosannya! Cinta macam apa yang lebih besar dari ini?! Yan Melin benar-benar jatuh cinta kembali, kali ini dengan kepatuhan dan pemujaan yang seribu kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.

Namun, di dalam kepala Wu Xuan, yang sangat tidak romantis sedang berjalan.

'Hehehe. Aku menang banyak hari ini,' batin Wu Xuan dengan humor gelap khas kapitalis. 'Kau pikir aku membawamu ke sini untuk melindungimu layaknya kesatria berzirah putih? Salah besar. Aku tidak akan membiarkanmu mencuri hukum dari petir tribulasi ini, ini milikku! Petir ini mengandung energi pemurnian kosmik gratis! Aku akan menyedot semuanya sendirian untuk memperkuat pondasiku!'

Tepat saat mereka tiba di titik pusat awan hitam, petir ungu pertama sebesar pilar istana menyambar turun dengan niat memusnahkan.

Wu Xuan tidak menghindar. Ia tidak menggunakan pedang. Ia memeluk Yan Melin erat-erat di dadanya, lalu melepaskan kekuatan aslinya.

Di punggung Wu Xuan, Dao Halo raksasa bermanifestasi, menyala terang benderang menerangi malam. Halo itu mulai membesar, menutupi langit kota, mengeluarkan aura kehidupan dari Akar Spiritual Kayu Surgawi yang menyerap energi di sekitarnya.

BLAAARRR!

Petir ungu menghantam tubuh Wu Xuan. Namun, alih-alih menghanguskan mereka berdua, Dao Halo di punggungnya menyerap energi petir itu sepenuhnya!

Di dalam dantian Wu Xuan, dunia mikro itu bergetar hebat. Pondasinya akhirnya meledak!

Ranah kultivasi Wu Xuan melonjak menembus kemacetan. Ia resmi menginjakkan kaki di Ranah Primordial Suci tahap akhir!

Namun, ia tidak berhenti di sana. Wu Xuan tidak membiarkan tribulasi ini berlalu percuma. Saat petir kedua dan ketiga menyambar, Wu Xuan melakukan tindakan gila yang melampaui batas kewarasan alkimia manapun.

Ia mengeluarkan botol giok yang berisi ratusan tetes cairan Esensi Darah Daratan murni yang masih mentah, yang sebelumnya ia katakan butuh bantuan "Alkemis tingkat Kuno" untuk dimurnikan. Wu Xuan melemparkan seluruh cairan esensi darah itu ke udara, tepat di jalur sambaran petir tribulasi selanjutnya.

"Menurut novel ini petir tribulasi adalah energi pemurnian yang lebih kuat dari api surgawi manapun!" raung Wu Xuan.

JDHAAAAR!

Petir Petaka Langit menghantam gumpalan Esensi Darah Daratan itu. Energi penghancur petir bertabrakan dengan elemen tanah purba. Percikan api kosmik menyilaukan mata penduduk kota di bawah sana. Tanpa ampun, petir langit secara paksa membakar dan memurnikan racun liar di dalam darah tersebut, mengubah ratusan tetes cairan kental itu menjadi kristal-kristal cairan emas kemerahan yang sangat murni. Petir tribulasi bekerja dengan sempurna!

Di kejauhan, di atas pegunungan selatan, armada Kekaisaran Fajar Suci yang sedang berlabuh sembari membangun perkemahan ikut tersentak. Tetua Agung Shen Boaxi berdiri di geladaknya, memegang pagar pembatas kapal hingga retak. Matanya membelalak kaget melihat fenomena di langit ibukota.

"Baru ini aku lihat ada O-Orang gila dari wilayah belantara ini?!" gumam Shen Boaxi dengan keringat dingin bercucuran. "Dia menggunakan Petir Tribulasi sebagai api alkimia untuk memurnikan Esensi darah Daratan?! Ini... ini adalah metode paling Gila jika dia gagal cairan itu akan meledak dan merusak pondasi jiwa dan roh miliknya!"

Di langit, Wu Xuan tidak mempedulikan siapa yang melihatnya. Ia membuka mulutnya, dan dengan manipulasi airnya, menyedot seluruh tetesan Esensi Darah Daratan yang telah dimurnikan itu masuk ke dalam tubuhnya secara langsung.

Energi yang luar biasa masif meledak di dalam meridian Wu Xuan. Kultivasinya yang baru saja mencapai tahap akhir, terus melesat dengan kecepatan peluru roket.

BOOOOM! Gelombang kejut energi transparan meledak dari tubuh Wu Xuan, membelah awan hitam tribulasi menjadi dua, menampakkan langit berbintang di baliknya.

Wu Xuan berhasil menstabilkan pondasinya secara sempurna, mencapai puncak absolut. Ranah Primordial Suci Puncak!

Di dalam perutnya, tata surya mikronya kini bersinar layaknya miniatur galaksi sungguhan. Wu Xuan menghentikan proses penyerapannya, sengaja menyisakan satu tetes cairan esensi murni terakhir yang melayang di udara.

Ia menunduk, menatap Yan Melin yang ada di pelukannya, yang sejak tadi ternganga melihat suaminya menahan petir tribulasi dan mencapai puncak alam primordial suci.

"Buka mulutmu," titah Wu Xuan lembut.

Yan Melin menurut tanpa sadar. Wu Xuan mengarahkan tetesan terakhir yang telah dimurnikan itu ke dalam mulut istrinya.

Seketika, sisa energi dari kultivasi ganda yang tertahan di tubuh Yan Melin bereaksi.

DOOOM!

Aura Yan Melin meledak. Ia langsung menembus kemacetan tahap awalnya. Kultivasinya melesat ke Ranah Kuno tahap menengah! Tanpa perlu berdarah-darah, tanpa harus menghadapi petir karena Wu Xuan telah menyerap semuanya.

Yan Melin merasakan kekuatan baru yang mengalir di pembuluh darahnya. Ia memeluk leher Wu Xuan erat-erat, air mata kebahagiaan tak bisa lagi dibendung. "Sayang... terima kasih... kau memberikan segalanya padaku."

Wu Xuan tertawa. Ia mengelus punggung wanita itu. "Malam ini belum berakhir, Sayang. Aku harus membawamu kembali ke kamar kita... kultivasi barumu masih butuh 'stabilisasi', bukan?"

Wajah Yan Melin memerah padam, menyembunyikan senyumnya yang tak tertahankan di dada suaminya. Pria ini telah mengembalikannya ke tahta hatinya.

Wu Xuan melesat turun membawa istrinya, kembali masuk melalui jendela ke dalam Paviliun Timur, mengabaikan segala pasang mata yang mengawasi mereka.

Di pelataran istana di bawah, beberapa komandan bayangan dan ratusan pelayan yang sejak tadi menyaksikan fenomena itu saling berbisik dengan takjub.

"Apakah kalian melihatnya?! Yang Mulia Archduke menerobos ke tingkat Puncak! Langit Selatan kita memiliki pelindung Seorang Saint Puncak!" bisik seorang komandan dengan fanatisme menggebu.

"Padahal belum satu bulan Archduke mencapai Awal dari Alam Primordial suci dan sekarang telah mencapai tahap akhir." Ucap seorang penjaga kagum pada tuannya.

Di dekat mereka, sekelompok pelayan wanita yang memegang nampan teh menatap jendela Paviliun Timur yang berlubang dengan pandangan iri yang membakar dada.

"Lihatlah Nyonya Melin..., betapa beruntungnya dia," desah salah satu pelayan wanita dengan mata berkaca-kaca menahan cemburu. "Yang Mulia Archduke menggendongnya langsung menghadapi petir, melindunginya dengan tubuhnya sendiri, dan membantunya menerobos Ranah Kuno... Pria mana di dunia ini yang rela ditambar petir langit demi melindungi wanitanya? Mengapa bukan aku yang ada di pelukan Archduke malam ini..."

"Shtttt, jaga ucapanmu! Apa kau mau kita di hukum!"

Langit malam Kota Wu Agung kembali tenang, namun benih-benih kecemburuan, fanatisme, dan legenda sang Tiran Romantis telah mengakar semakin dalam di tanah Selatan.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 51 thor bikin ibu suri itu ketakutan semua orang suruhan sudah mati di bantai wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maer malah memperkuat wuxuan cepat naikin ranah kultivasi sampai ranah tribulasi dunia tahap puncak
Fajar Fathur rizky
bikin wuxuan menunjukkan kekuatan alkemisnya thor bikin kedua leluhur itu ketakutan bikin kedua leluhur itu menjadi boneka perang wuxuan
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 50
Fajar Fathur rizky
cepat bikin bab 48 bikin wuxuan dapat hadiah besar thor protagonis itu gagal
Fajar Fathur rizky
thor gambar yan meli mana thor
EGGY ARIYA WINANDA: Nanti kalau wu xuan udah pulang ke selatan dinasti.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 46
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 45 thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan licik orang yang mau meracuni klanya bikin bantai bikin orang yang mau meruntuhkan tambang spritual juga di bantal semua sampai tak tersisa bikin faksi ibu kota ketakutan bikin wuxuan meracuni semua anggota Kekaisaran great yan termasuk kedua leluhur itu bikin ranah kultivasi mereka turun sampai ranah primordial suci tahap awal bikin mereka menua
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan bikin pil racun yang menurunkan ranah kultivasi kedua leluhur itu sampai ranah primordial suci tahap awal thor bikin wuxuan licik
Fajar Fathur rizky
bikin semua orang yang di suruh itu mati oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maier yang ada elu yg bakal di taklukkan oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
bikin Kekaisaran great yan bangkrut thor
Fajar Fathur rizky
bikin nanti bantai leluhur itu dan kaisar Kekaisaran great yan dengan cara paling kejam thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai para pembunuh itu dengan cara paling kejam thor bikin tubuh mereka jadi makanan hewan kontraknya
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 44 thor
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi wuxuan sampai ranah tinggi thor pengen liat dia bantai kaisar Kekaisaran great yan termasuk dua leluhur itu dan taklukin ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin ranah kultivasi yan dobu dan yan chaoran turun sampai ranah primordial suci tahap awal
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 43 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!