NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

didalam kamarnya Reyhan memukul samsak miliknya dengan keras, baginya itu adalah cara untuk melampiaskan amarahnya.

" Brengsek, banjingan " ucap Reyhan dengan penuh amarah

Setelah cukup membaik Reyhan pun langsung merebahkan tubuhnya, saat ini pikirannya kacau karena Ana.

" Makan ayo " ucap sang Kaka sambil membuka pintu kamarnya

" Ga laper, duluan aja " jawab Reyhan

Sang Kaka masuk kedalam kamar, duduk dipinggir ranjang milik Reyhan.

" Rey, kamu mikirin apa sih ? "

" Masalah perempuan"

" Udahlah Rey, lupain aja. Aku bisa kasih apapun yang kamu mau Reyhan "

Sang kaka mengusap pelan area sensitif milik Reyhan, ia pun memejamkan matanya menikmati sentuhan sang kaka.

Reyhan memejamkan matanya begitu sang Kaka menciumi tubuhnya, bahkan satu tangan sang Kaka susah mulai memainkan miliknya.

Sambil memejamkan matanya, Reyhan membayangkan jika kakanya itu adalah Ana.

Ini bukan kali pertama bagi Reyhan dan sang Kaka, tapi hal ini mereka lakukan jika mereka membutuhkan.

....

Hari ini Ana izin tidak bisa ke cafe, ia pergi ke apartemen milik Nathan untuk menyelesaikan skripsi miliknya.

Ana susah kembali fokus dengan laptopnya, sedangkan Nathan ia juga tengah fokus dengan iPad ditangannya.

" Nat, kalau aku putar musik ganggu kamu ga ? " tanya Ana

" Engga sayang, putar aja "

Setelah mendapat izin dari Nathan, Ana langsung memutar lagu untuk menemani dirinya.

Samar samar Nathan mendengar Ana yang ikut bernyanyi, ia meletakan iPad miliknya dan mendekatkan dirinya pada Ana.

" Kenapa ? " tanya Ana melihat Nathan yang semakin mendekat

" Pelan banget nyanyinya "

" Suka suka aku dong Nat "

" Ya tapi aku mau dengar Ana "

" Ga mau, suara aku jelek. "

" Engga ko "

Ponsel milik Ana berbunyi notifikasi pesan masuk, sebuah pesan berisi vidio dari nomor baru.

Ana pun membuka ponselnya, saat Ana memutar vidio itu Ana pun langsung menjauhkan ponselnya.

" Anaa... Ahh Ana.. Ayo sayang kita balikan, aku kangen sama kamu Ana "

Nomor itu adalah milik Jeremy mantan kekasihnya, Jeremy mengirimkan sebuah vidio yang tengah Mastur dengan memakai foto Ana.

Tubuh Ana bergetar, Ana takut jika Jeremy justru melakukan hal nekat kepada dirinya.

Nathan langsung memblokir dan menghapus nya, ia langsung memeluk Ana dengan erat.

" Nat.. Aku takut Nat, aku takut Jeremy ngelakuin hal gila lebih dari ini " kata Ana dengan suara yang bergetar

" Ana hei Na, ada aku sayang kamu jangan takut "

" Tapi Nathan gimana kalau dia nekad temuin aku lagi, terus dia juga nekad melakukan hal-hal yang gila. Kamu itu ga tau Jeremy seperti apa, dia itu nekad Nathan"

" Ana kamu tenang dulu sayang kamu tenang, beberapa hari ini kamu disini dulu ya. Aku akan antar jemput kamu setiap hari, aku ga akan biarin kamu sendiri Ana *

Ana mengatur nafasnya, kini ia masih berada dalam pelukan Nathan.

" Tenang sayang, aku ga akan biarin dia hidup dengan tenang kalau sampai nyentuh kamu "

" Aku lebih rela ngasih diri aku ke kamu Nat, daripada Jeremy"

" Kamu ngomong apasih Na, kamu jangan mikir aneh aneh Na "

Ponsel milik Ana kembali berbunyi notifikasi pesan, Ana kembali menerima pesan dari nomor yang berbeda.

Lagi lagi Jeremy menghubungi nomor Ana dengan nomor yang berbeda, Nathan meraih ponsel itu dan menghubunginya.

" Ana sayang, kamu kangen kan sama suara aku makanya kamu tlpon aku " ucap Jeremy yang terdengar mual bagi Ana

" Stop ganggu Ana " bentak Nathan

" Santai bro santai gausah galak gitu, gue kasih tau sama lo ya. Ana itu bukan perempuan polos, gue udah ngerasain bro "

" Bajingan lo gue ga akan biarin lo hidup sampai lo berani nyentuh Ana "

" Bro bro, lo siapa berani ngatur gue ? Lo pikir gue juga takut sama ancaman lo itu ? Sorry gue ga takut, bilangin ke Ana kalau gue kangen sama suara desahan dia hahaha "

Nathan mengakhiri panggilan itu, ia meletakkan ponsel milik Ana diatas ranjang.

" Nat, aku berani sumpah aku sama Jeremy ga pernah sampai tidur Nat "

" Ana kamu ga usah khawatir, aku akan bikin perhitungan sama dia Na. "

Melihat Ana yang tengah ketakutan pun membuat Nathan ikut sedih, saat ini Ana tengah menangis karena rasa takut itu.

" Yaudah kita ke kamar aja ya, aku udah siapin kamar untuk kamu istirahat disini. Kamu ga usah liat hp kamu dulu "

Ana mengangguk, ia dan Nathan pun pergi ke kamar yang sudah Nathan siapkan.

" Kamu tidur dulu aja ya " kata Nathan menyuruh Ana untuk berbaring

" Jangan pergi Nat, kamu temani aku ya " Ana menahan tangan Nathan agar Nathan tetap bersama dirinya

Nathan duduk di pinggir ranjang Ana, Ana pun bangun dan memeluk Nathan.

" Yaudah aku temani ya "

Nathan ikut merebahkan tubuhnya disamping Ana, sedangkan Ana ia masih tetap memeluk erat Nathan.

" Nat.. "

" Iya, kenapa sayang "

" Jangan tinggalin aku ya Nat "

" Bodoh aku Na ninggalin kamu, aku ga akan ninggalin kamu Na. Kecuali kamu yang minta aku buat pergi "

" Justru aku itu mau sama kamu terus Na, kita nikah, kita punya anak, kita tua bareng bareng "

" Anak ya, tapi kalau ayahnya kamu sih aku bisa memperbaiki keturunan. "

" Memperbaiki keturunan gimana maksudnya ? "

" Ya iya nih, kamu kan tinggi, putih, hidung mancung, ya kecuali semua ini operasi "

" Astaga Na, buat apa aku operasi tubuh aku "

" Ya biar kamu kayak gini, kamu kan sukanya buang buang duit "

" Astaga buang buang duit, sejak kapan aku buang duit ? "

" Nat kamu lupa, kamu beli cafe tempat aku kerja apa itu ga buang buat duit ? "

" Engga, ya karena aku tau ada kamu di dalamnya Ana. "

" Oo yaudah kenapa kamu ga sekalian aja beli kampus Nat ? Kan ada aku didalamnya ? "

" Ya emang ketua Yayasan itu keluarga aku sih Na "

Ana mendorong tubuh Nathan, ia membulatkan matanya usai mendengar ucapan Nathan.

" Lo siapa sih Nat ? sumpah "

" Apasih Na kamu kenapa ? "

" Ga habis pikir aku Nat "

" Ga habis pikir kenapa ? Emang kenapa ? "

" Aku mau tidur aja, tiba tiba kepala aku pusing "

Nathan merasa bingung dengan Ana, ia tak tau dimana kesalahan dirinya

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!