NovelToon NovelToon
Gema Yang Tertinggal

Gema Yang Tertinggal

Status: tamat
Genre:Ketos / Pengganti / Tamat
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Selama dua tahun, aku membiarkan dia mencintaiku sendirian. Bagiku, dia hanyalah pengisi waktu luang, sosok yang kehadirannya tak pernah sanggup menggetarkan jantungku. Aku membalas ketulusannya dengan pengabaian, pesan-pesan yang tak pernah kubalas, dan penolakan yang tak terhitung jumlahnya. Puncaknya, aku mengkhianatinya tepat di depan matanya hanya untuk sebuah rasa penasaran sesaat.

Aku pergi saat melihatnya bersama wanita lain, mengira satu tahun menghilang bisa menghapus semua dosa. Namun, takdir memiliki cara kejam untuk mengingatkanku. Di sebuah gedung pencakar langit Jakarta, gema masa lalu itu kembali. Pria yang dulu kusia-siakan kini berdiri tepat di hadapanku sebagai rekan kerja. Sialnya, dia bukan lagi pria hangat yang kukenal; dia adalah orang asing yang menatapku tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Aku mengetuk pintu kaca itu pelan. "Masuk," suara Baskara terdengar berat dari dalam.

Aku melangkah masuk dan berdiri di depan mejanya, menjaga jarak profesional yang kaku. Aku sengaja tidak menatap gantungan kunci matahari yang tergeletak di dekat tangannya. Aku membuka buku catatan, siap menerima instruksi kerja.

"Duduk, Aruna," perintahnya. Suaranya tidak lagi sedingin di lift, tapi terdengar sangat lelah.

Aku duduk di kursi kayu di hadapannya. "Bagian mana yang perlu direvisi, Bas? Apa klien minta perubahan pada visualnya lagi?"

Baskara tidak menjawab. Ia justru menyandarkan punggungnya ke kursi, menatapku dengan tatapan tajam yang seolah ingin menembus dinding pertahanan yang kubangun. Keheningan di ruangan itu mendadak menjadi sangat mencekik.

"Kenapa kamu menghilang satu tahun lalu?" tanyanya tiba-tiba. Suaranya rendah, namun penuh dengan getaran luka yang tertahan.

Aku tertegun. Penaku terhenti di atas kertas. "Aku pikir... itu sudah tidak relevan sekarang."

"Relevan bagiku!" Baskara sedikit meninggikan suaranya, tangannya mengepal di atas meja. "Satu tahun lalu, setelah kamu melihatku di mall bersama Rasya, kamu hilang ditelan bumi. Aku seperti orang gila, Aruna. Aku mendatangi apartemenmu, tapi kosong. Aku mencari ke kampus, tapi kamu sudah wisuda dan tidak ada yang tahu alamat barumu."

Aku menunduk, tidak sanggup menatap matanya yang kini memerah. Gema masa lalu kembali berputar; hari di mana aku memutuskan untuk memutus semua akses karena merasa sangat malu dan tidak pantas lagi muncul di hidupnya.

"Aku tanya Danesha berkali-kali sampai hampir bertengkar dengannya, tapi dia bilang dia benar-benar tidak tahu di mana kamu bersembunyi," lanjut Baskara, tawanya terdengar sinis dan getir. "Aku berantakan, Aruna. Di saat aku mencoba bangkit bersama Rasya, kamu justru menghukumku dengan kepergianmu yang pengecut itu. Kamu membuatku merasa bersalah karena telah mencoba bahagia, padahal kamu yang lebih dulu mengkhianatiku."

"Bas, maaf..." lirihku, air mataku mulai menggenang.

"Jangan minta maaf!" potongnya cepat. "Katakan padaku, kenapa? Apa melihatku bersama wanita lain begitu menyakitkan bagimu sampai kamu harus lari? Padahal selama dua tahun kita bersama, kamu tidak pernah mencintaiku, kan?"

Aku meremas buku catatanku kuat-kuat. "Aku lari bukan karena cemburu, Bas. Aku lari karena aku sadar betapa buruknya aku. Melihatmu bahagia dengan orang yang jauh lebih baik dariku... itu membuatku sadar bahwa keberadaanku di dekatmu hanya akan menjadi racun. Aku menghilang karena aku ingin kamu benar-benar lepas dariku."

Baskara terdiam. Ia menatapku dengan sorot mata yang campur aduk—antara benci karena ditinggalkan dan perih karena kenyataan.

"Tapi caramu pergi membuat gema itu tidak pernah hilang, Aruna," bisiknya serak. "Kamu pergi tanpa kata maaf yang tulus, meninggalkan aku dalam teka-teki yang menghancurkan warasku setiap malam."

Ruangan itu kembali hening, menyisakan suara detik jam dinding yang terasa sangat lambat. Aku menyadari bahwa menghilang selama satu tahun tidak menyembuhkan apa pun; itu justru membuat luka Baskara menjadi parut yang permanen.

Baskara memalingkan wajah, menatap ke luar jendela besar yang menampilkan gedung-gedung beton Jakarta. Ia mengambil gantungan kunci matahari yang kusam itu, memainkannya dengan jemari yang gemetar.

"Apa kamu tidak ingin tahu, Aruna?" suaranya pecah, seolah-olah pertahanan yang ia bangun selama setahun ini sedang runtuh di depan mataku. "Apa kamu tidak pernah bertanya-tanya, kenapa hari itu aku berjalan di mall bersama Rasya?"

Aku membeku. Nafasku tertahan di tenggorokan. "Bas, itu sudah setahun yang lalu. Kamu sudah bahagia dengan Rasya sekarang. Penjelasan itu tidak akan mengubah apa pun."

"Itu mengubah segalanya bagiku!" Baskara memutar kursinya, menatapku dengan mata yang basah oleh sisa-sisa amarah dan luka. "Hari itu, aku membawa Rasya—sepupuku sendiri —hanya untuk membantuku mencarikan hadiah ulang tahun untukmu. Aku ingin memberimu sesuatu yang spesial, sesuatu yang bisa membuatmu sedikit saja menoleh padaku setelah dua tahun aku kamu abaikan."

Duniaku serasa runtuh. Rasya... sepupunya?

Gema kenyataan itu menghantamku lebih keras daripada apa pun. Jadi, selama ini aku melarikan diri dari sebuah kesalahpahaman yang kubuat sendiri? Aku pergi karena rasa malu dan cemburu yang salah alamat, sementara dia justru sedang berjuang menyisihkan harga dirinya untuk menyenangkan hatiku yang dingin.

"Aku melihatmu dari jauh hari itu, Aruna," lanjut Baskara dengan suara serak. "Aku melihatmu menatapku dengan benci, lalu kamu pergi begitu saja. Aku mengejarmu, tapi kamu hilang. Dan besoknya, semua akses komunikasimu mati. Kamu menghilang tepat saat aku ingin memberikan ini padamu."

Ia membuka laci mejanya, mengeluarkan sebuah kotak beludru biru yang sudah sedikit berdebu. Di dalamnya ada sebuah kalung perak sederhana dengan liontin berbentuk matahari kecil—versi elegan dari rajutan buruk yang kubuat dulu.

"Selama satu tahun aku menyimpan ini, bertanya-tanya dosa apa yang aku perbuat sampai kamu harus pergi sekejam itu," bisik Baskara. "Dan sekarang kamu muncul kembali dengan wajah tenang, memanggilku 'Pak', dan bersikap seolah aku ini orang asing yang tidak pernah kamu hancurkan warasnya."

Aku menutup mulut dengan tangan, isak tangis yang sejak tadi kutahan akhirnya pecah. Rasa bersalah yang murni kini bercampur dengan penyesalan yang tak tertahankan. Aku telah menyia-nyiakan pria sehebat ini, bahkan aku menghukumnya atas niat baiknya sendiri.

"Maaf... maafkan aku, Bas..." aku terisak hebat, menunduk hingga dahiku menyentuh meja.

"Maafmu tidak akan mengembalikan satu tahun waktuku yang hilang karena mencarimu seperti orang gila, Aruna," ucapnya dingin, meski suaranya bergetar. "Sekarang kamu tahu kebenarannya. Sekarang silakan pergi. Bekerjalah seolah-olah matahari ini tidak pernah ada di antara kita."

1
Siska Febriana
bagus Aruna... bayar kesalahan mu dgn profesional kerja...kalo jodohmah GK kn kmn🤭🤭🤭
byyyycaaaa
mampir juga di kembali bertemu bukan bersatu yuk 🙏
falea sezi
ada yg baru kah thor
falea sezi
q ksih hadiah
falea sezi
wahh kok end berasa kurang hehe
falea sezi
jangan ada badai lagi y
falea sezi
banyak up berasa kurang nthor suka deh novel mu q ksih hadiah karena novel mu bagus
falea sezi
klo baskara main gila. cerai nah laki. tolol
falea sezi
ulet bulu ini gatel amat ya
falea sezi
ada baby. mocy ya di perut hehe
falea sezi
moga cpet ada bayi thor
falea sezi
rasya mau jd ulet bulu ya jalang
falea sezi
lanjuttt
falea sezi
lanjut donkk mau tau endingnya gimana
falea sezi
resain Aruna klo g bokek resain pergi aja bodoh amat
falea sezi
bas lu jd serakah ya skg aneh biarin Aruna move on lu jg uda punya pcr. egois bgt sih lu
falea sezi
wes bas urus aja pcrmu np ngurusin Aruna behh ne cowo gk bs move on ya lu
falea sezi
resain pergi jauh Aruna jangan nyari sakit sendiri
falea sezi
abis kerjain proyek resain aja runa cari krja lain dan cari cogan lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!