Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nyicil KPR
Panggilan telepon tidak berakhir baik akhir-akhir ini, ya sudah lah mari mendinginkan hati dan perasaan
selagi saling introspeksi diri begini bagaimana kalau aku mulai mencari kontrakan seperti ini dekat kantor kemungkinan ada yang cocok, [Menurut kamu aku lebih baik ambil KPR ini atau kontrakan.]
Dari pesan ku tadi panggilan di lanjut, ternyata aku tidak salah memilih seorang bapak untuk anak-anak ku nanti, "Itu flat sampai lunas?" komentar nya atas harga dan fasilitas tersedia di perumahan itu. Aku mengangguk, " kalau surat-surat aman dan terutama ya gak rawan banjir maling gas aja." Kini ia beranjak masak, laki-laki Batak yang tidak patriarki, semoga kau jodoh ku Jos.
"Orang Jakarta sudah makan?" ia memasak ikan ayam dengan sambal hijau salah satu menu makanan kesukaan ku, apalagi kalau
Josua yang masak." Belum, bingung mau makan apa?" Benar kah kata-kata di media sosial kalau laki-laki yang baik akan menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.
"Nanti ambil perumahan itu ditengah-tengah aja Mi, biasanya lebih ramai sih itu." Iyakah aku baru tau dengan rumus begitu. "Tapi nanti kalau rumah 2 kamar pasti aku kesepian, apa ku buat ini aja apa namanya sewa kamar gitu, cuman aku enggak betah tinggal sama orang malas apalagi jorok." Josua tersenyum kecil menutup mulut nya dengan tangan karena senyum itu berubah jadi tawa. "Bentar lagi kau kan rasakan," ia menunjukkan kamar mandi penuh dengan baju dengan posisi kamar mandi terbilang kotor banget, dapur yang tidak terawat. "Idih pantesan kamu panuan tu, baju sampai tumbuh lumut baru di cuci piring berminyak sudah di angkringkan iss Josua rubah dikit kek sifatnya." kata ku manja seraya menasehati ia, ia tersenyum saja tanpa ada perlawanan atau sakit hati. "Boha ma hasian, nga bawaan badan." (bagaimana sayang, sudah menjadi tabiat.)
Sungguh Josua ini amat sangat merusak mood kalau ketemu jeleknya, "Ayam nya enak, nanti kalau ketemu ku masakan ya." Aku tertawa kecil, tertawa nya sih karena senang aja Josua masih ingin menemui ku walaupun jaraknya begitu jauh."Kemungkinan nanti aku dipindahkan ke Kalimantan, disana kan ada perusahaan baru," kami berbicara hingga hari siang. Apakah Lista langsung ke kantor.
"Ia nanti sebelum ke Kalimantan singgah kesini ya," tawar ku padanya. "Teringat nya kamu kontrak berapa Tahun? "
"5 Tahun, cuman nanti aku lari aja enggak sih mau umur berapa aku nikah kalau misalnya nungguin kontrak habis." Ia mendadak merubah ekspresi nya, tadinya wajah bercanda menjadi muka tanda tak senang. "Enggak bertanggung jawab." katanya.
"Eh udah dulu ya aku mau masak atau enggak pesan makanan aja nanti."
Melanjutkan aktivitas masing-masing.Aku mengambil cara instan untuk pesan melalui aplikasi biarpun sedikit mahal setidaknya lebih ringkas, seminggu lagi aku akan bekerja setidaknya aku harus mempersiapkan rumah dekat dengan kantor. "Miwa," Lista memeluk ku saat ia datang, begitu juga dengan makanan pesanan ku yang telah tiba. "Gimana ? Aman kan sama bang Dean?" Kami sama-sama masuk, kembali dengan makan bersama. "Baik aja, kamu kok gak pulang? Langsung dari kantor tadi?" ku ambilkan minum untuk Lista.
"Mi." Tatapan itu amat dalam seperti sebuah rahasia akan ketahui nanti nya, ia terus menatap ku sampai aku menjawab lewat eskpresi. "Kemarin aku sama Ijonk udah ..." Astagaa aku terkejut, mereka akhirnya melakukan dosa itu. Syok banget aku mendengar nya, kenapa itu bisa terjadi. Tapi stop Mi kamu harus bisa menjadi pendengar yang baik. "Kok kamu mau?" aduhhh pertanyaan macam apa itu.
"Kami hilaf, hujan deras kemarin kami terjebak dijalan Ijonk bawa aku ke hotel
dan ya itu terjadi, enggak mungkin kan
aku cerita detail nanti kamu mau lagi."
Ia membalikkan badannya, kemudian melanjutkan cerita itu "Sebenarnya kami sudah sering sih Mi lakuin itu, makanya aku enggak bisa putus dari Ijonk."
'Hummm ahhhh' berat sekali nafas itu harus dibuang, berdebah itu kah Ijonk untungnya Josua tidak pernah seperti itu padaku, dia amat sangat menghormati ku. "Kalian pakai pengaman kan." Lista tertawa mendengar pertanyaan itu, "Pakai lah Mi, kalau enggak bahaya." Kami saling tertawa.
Sebenarnya hati kecil ku tidak mentoleransi hal seperti ini, tapi entah apa yang terjadi aku bisa ikut bercerita tentang itu dihadapan pelakunya langsung. Tapi aku bangga bisa menjadi orang yang tidak menghakimi, biarlah ia dengan keputusan nya.
"Eh ngomong-ngomong soal tempat tinggal aku suka dengan ini dekat dengan kantor, ku lihat juga enggak jauh beda sama kost terdekat."
"Bagus ni, baru dibuka juga kan. Kamu mau tinggal disana?" Aku mengangguk. "Nyicil dong,sayang banget DP nya, kalau kamu juga mau ambil S2 doank di Jakarta. Terus bakal ikut Josua kan." Ia ya kenapa aku enggak ke pikiran kesana tadinya, tapi kalau dilihat-lihat bisalah gaji untuk menutupi itu kalau soal DP bisa telepon orang sekiranya aku memiliki aset di usia kepala 2 ini.
"Gampang kalau itu,kita masih ada backing-an, Lista tertawa kecil." Dalam
batinnya pasti ada sedikit melihat ku, ya
dia mengakui itu. Selama ini dia merasa
kalau hidup ku begitu sempurna, dan aku
sengaja memberikan Ijonk teman ku sebagai kesempurnaan untuk nya eh malah melengkapi jadinya... hadehhh pusing banget dah. Kalau di ingat-ingat sepertinya Ijonk bukan laki-laki yang mau an ya buktinya aku ! Ehh gak boleh begitu Miwa.
Kembali ke rutinitas masing-masing, besok menemui developer rumah untuk menanyakan perihal perumahan terdekat dengan kantor sepertinya lebih baik menambah aset, Bapak di kampung juga pasti senang. Terlebih kan untuk aset di kota loh siapa yang gak bangga, untuk validasi juga di kampung.
"Terlalu berani gak Miwa," Aku masih bimbang diantara keyakinan, bimbang nya sih itu tadi takut gak lama di Jakarta kan sayang, tapi bisa di jadikan kost kamar kan.
Ku jelaskan kepada bapak selaku orang tua dan bandara keuangan rumah lewat chat, untuk penjelasan lebih lanjut mungkin nanti via telepon. "Bapak bisa bantu sedikit Boru." Kata bapak, artinya donatur ACC terhadap pilihan ku, dan ya aku tidak akan berhutang kalau begini. Sebagai anak perempuan satu-satunya dan paling kecil tentu aku dimanja terlebih kedua Abang-abang ku sudah menikah dan finansial mereka juga agak lumayan. Mamak sama Bapak buka lahan di Berastagi,dan juga ada beberapa lahan sawit yang saat ini dikelola oleh kedua Abang ku.
"Ia Lis, orang tua ku setuju aku ambil perumahan aja, dan iya aku numpang sama kamu sampai aku terima kunci boleh?."
"Enggak boleh!" kalian pikir aku sedih atau Lista beneran marah, enggak dia bercanda ya Guyss itu lah cara kami bercanda gurau satu sama lain.
ACC langsung hubungi guna mempercepat proses kepemilikan dan ya itulah ke untungan untuk mu mempercepat segala sesuatu, ada gunanya kan seminggu lebih awal aku bisa langsung masuk ke rumah baru. Perlu diadat i kalau mau masuk rumah baru kata bapaku, biasalah orang tua zaman dahulu masih percaya terhadap keberuntungan dari pihak-pihak roh.
Kadang aku berpikir tentang pemikiran seperti itu rada aneh.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰