NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Nisan Tanpa Nama

​Sepuluh tahun berlalu seperti kedipan mata bagi gunung yang diam, namun bagi Tian Shan, setiap detik adalah beban yang kian berat.

Tubuhnya kini tegap, setinggi pria dewasa, dengan garis wajah setajam pedang yang ia panggul di punggungnya.

Namun, matanya tetaplah sama—dua telaga kelabu yang tidak memantulkan cahaya kehidupan.

​Pagi itu, kesunyian gunung terasa berbeda. Tidak ada suara batuk kecil dari dalam gubuk, tidak ada aroma teh herbal yang menyengat.

Xinjiang telah pergi. Pria tua itu mati dalam tidurnya, dengan senyum tipis yang seolah mengejek kematian itu sendiri.

​Tian Shan menggali kuburan itu sendirian. Tanpa air mata, tanpa isak tangis. Baginya, kematian hanyalah kepulangan menuju kehampaan yang selama ini ia tinggali.

Setelah tanah menutup jasad gurunya, ia menancapkan sebilah kayu sederhana sebagai penanda.

​Ia teringat wasiat terakhir Xinjiang semalam sebelum napasnya terhenti:

​"Shan, pergilah turun gunung. Jelajahi dunia yang luas ini. Jangan biarkan kehampaanmu menuntunmu pada kegelapan. Berjanjilah... tetaplah berbuat baik, karena hanya dengan memberi makna pada orang lain, kau akan menemukan maknamu sendiri."

​Tian Shan berdiri, menatap nisan itu untuk terakhir kalinya. "Berbuat baik?" gumamnya datar. "Bagaimana aku bisa memberi cahaya pada orang lain, jika aku sendiri adalah kegelapan?"

Dengan caping yang menutupi wajahnya dan jubah hitam yang berkibar tertiup angin kencang, Tian Shan melangkah turun ke dunia manusia. Namun, dunia tidak menyambutnya dengan keramahan.

​Di sebuah celah sempit di kaki gunung, langkahnya terhenti.

Enam orang pria dengan wajah bengis dan parang berkarat keluar dari balik semak-semak.

Mereka adalah bandit yang sudah lama mengintai para pengelana.

​"Berhenti, Bocah!" teriak pemimpin bandit, seorang pria besar dengan bekas luka melintang di wajahnya. "Serahkan pedangmu, pakaianmu, dan semua perak yang kau punya jika kau masih ingin melihat matahari besok!"

​Tian Shan berhenti, namun ia tidak mendongak. "Aku tidak punya perak. Dan pedang ini... terlalu berat untuk kalian bawa."

​"Cih! Sombong sekali kau!" Sang pemimpin bandit maju, meludahi tanah. "Geledah dia! Jika dia melawan, cincang saja!"

​Dua bandit maju mendekat, namun sebelum tangan kotor mereka menyentuh jubahnya, atmosfer di tempat itu berubah.

Udara mendadak terasa dingin dan berat, seolah oksigen telah lenyap. Tian Shan bergerak.

​Gerakannya tidak terlihat seperti manusia. Ia adalah kilatan bayangan.

​SRETT!

​Tanpa mencabut pedang besarnya, ia hanya menggunakan dua jari yang dialiri Qi tajam.

Dalam satu sapuan, tenggorokan bandit pertama terbelah.

Darah menyembur, menghiasi jubah hitam Tian Shan.

Belum sempat bandit kedua berteriak, Tian Shan menghantam dadanya dengan telapak tangan terbuka.

​KREK!

​Tulang rusuk pria itu hancur menusuk jantungnya sendiri. Ia terpental belasan meter sebelum tewas seketika.

​"SETAN! BUNUH DIA!" teriak sang pemimpin yang mulai ketakutan.

​Tian Shan bergerak maju dengan langkah tenang di tengah hujan parang.

Ia menangkap pergelangan tangan salah satu bandit, memutarnya hingga tulang bahunya mencuat keluar, lalu menggunakan parang bandit itu sendiri untuk memenggal kepala pemiliknya.

​Satu per satu, mereka jatuh. Bukan sebagai petarung, tapi sebagai ternak yang disembelih.

Tian Shan melakukannya dengan efisiensi yang mengerikan. Tidak ada amarah di wajahnya—hanya ketidaktertarikan yang mendalam.

​Terakhir, tinggallah sang pemimpin bandit yang kini terduduk lemas, celananya basah karena kencing. "Am-ampun... kumohon... aku punya keluarga..."

​Tian Shan berdiri di hadapannya. Ia merogoh saku bandit itu dan mengambil sekantung koin perak yang dicuri dari korban sebelumnya.

​"Guru memintaku berbuat baik," ucap Tian Shan sambil menatap koin-koin di tangannya. "Bagiku, melenyapkan sampah seperti kalian adalah sebuah kebaikan bagi dunia."

​JLEB!

​Dengan satu gerakan kejam, ia menginjak leher pria itu hingga patah.

Suara derak tulang yang pecah menjadi melodi penutup di jalan sunyi itu.

​Tian Shan berdiri di tengah tumpukan mayat. Ia melihat kantong perak di tangannya, lalu melihat mayat-mayat yang ia buat.

Ia tetap merasa hampa. Tidak ada kepuasan setelah membalas ancaman, tidak ada rasa bangga setelah menang.

​"Dunia ini hanya berisi orang-orang yang ingin mengambil, atau diambil." bisiknya pada angin.

​Ia memasukkan kantong perak itu ke dalam jubahnya, menyesuaikan posisi capingnya agar wajahnya tertutup kembali, dan melanjutkan perjalanan.

Ia tidak tahu ke mana ia pergi, ia hanya tahu bahwa perjalanannya baru saja dimulai dengan tangan yang kembali bersimbah darah.

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!