Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.
Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.
“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”
Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Spencer terdiam beberapa detik, spontan teringat dengan kebenaran tentang wanita yang sedang Kay cari. Namun, kini bukan saat yang tepat untuknya memberitahu Kay tentang kebenaran Axlyn. Ketika ia bicara lagi, suaranya berubah lebih dingin, lebih berbahaya. “Tidak. Mereka telah membuat kesalahan.”
Kay menambahkan. “Mereka menyentuh anggota keluarga Xavier, maka hanya bisa berakhir mati atau cacat selamanya.”
Di ruang kerja kecil itu, Noah bisa merasakan perubahan suasana meski hanya lewat layar. Baik Kay maupun Spencer memang pada dasarnya memiliki karakter yang berbeda, tetapi jika mereka bersatu melawan musuh karakter keduanya seolah menjadi sama satu sama lain. Tak pandang bulu, kejam dan tak pernah memberi kata ampun bagi musuh yang membuat masalah dengan keluarga Xavier. Ciri khas keluarga Xavier yang tidak akan pernah hilang, jika ada musuh yang berani mengganggu.
“Tunggu… Jika ini berkaitan dengan pengikut setia Kakekmu. Bukankah kita membutuhkan bantuan Paman Jaydon dan Daddy Felix yang merupakan mantan anggota utama klan tersebut. Mereka jelas lebih mengetahui siapa saja yang mungkin terlibat dalam penyerangan ini,” ujar Noah yang tiba-tiba teringat dengan kisah masalalu Ayah angkatnya itu.
“Tidak! Aku tidak mau melibatkan kedua orang tua itu lagi… Jika mereka datang guru psikopat kalian berdua juga akan datang ditambah lagi dengan Kakek Will. Mereka ‘kan di kenal sebagai Trio Kakek Somplak. Aku tidak mau lagi terlibat dengan mereka, sudah cukup tiga tahun aku berada dalam didikan mereka.” Spencer menolaknya dengan cepat.
“Hahahaaa… Kay, lihatlah ada yang trauma dengan didikan militer Daddy Levi, Paman Will, Paman Jaydon, Daddy-ku dan juga Papah Rayden.”
Noah tak kuasa menahan tawanya. Mereka jelas masih mengingat bagaimana Spencer harus bertahan dibawah didikan Papah Rayden dan yang lainnya begitu keluar dari rumah sakit. Ditambah ia harus menjalani semua itu hampir empat tahun lamanya, sampai benar-benar menjadi pribadi yang seperti sekarang.
“Setidaknya kau menjadi orang baik sekarang berkat didikan dari mereka,” lanjutnya.
“Sialan kau! Kirimkan saja semua rekaman dan detail lokasi penyerangan itu padaku. Aku akan mempercepat rencana menyelesaikan masalah ini. Jika mereka ingin merebut klan ini…” Spencer menatap lambang harimau hitam di papan, “…maka mereka akan belajar kenapa Papah dulu memimpinnya dengan cara yang berbeda dengan kakek.”
“Jika sudah diluar kendali kita, maka aku sendiri yang akan meminta bantuan pada mereka,” sambungnya.
Noah mengangguk. “Oke, Kay dan aku juga sudah siap untuk bertarung habis-habisan. Kita tak akan hanya bertahan mulai sekarang, tetapi juga menunjukkan taring keluarga Xavier yang sesungguhnya.”
“Bagus,” kata Spencer. “Karena kali ini… kita yang akan memburu mereka.”
“Hmm, kita tidak boleh ragu lagi mengambil keputusan mulai sekarang. Kau tenang saja, aku pastikan perusahaan dan adikmu akan aman di tanganku,” ujar Kay.
“Aaah, benar! Sekalian pastikan pengawal bernama Axlyn juga tetap aman, Kay! Kalau bisa… jangan biarkan dia turun langsung dalam pertarungan apapun,” balas Spencer yang spontan membuat Noah dan Kay saling melempar pandangan bingung satu sama lain.
“Kenapa tiba-tiba kau—”
“Sudahlah, aku masih ada urusan penting lain! Aku percayakan perusahaan, adikku dan juga Axlyn pada kalian.” Potong Spencer tidak berniat memberikan kesempatan untuk Noah dan Kay mengetahui jawaban atas kebingungan mereka.
Setidaknya untuk sementara waktu ini, sampai ia sendiri memastikan langsung kepada Axlyn.
Layar meredup ketika sambungan diputus, dimana Spencer langsung memastikan sambungan panggilan video mereka.
Noah dan Kay menghembuskan napas panjang, menyadari bahwa penyerangan tadi bukanlah akhir, melainkan pembuka babak baru yang jauh lebih besar. Namun, anehnya mengapa tiba-tiba Spencer begitu perhatian kepada Axlyn.
“Aneh sekali bocah ini?” gumam Noah masih berusaha menebak. “Dulu dia bahkan hampir membunuhnya, kenapa sekarang tiba-tiba ingin melindunginya?”
Sontak ucapan Noah membuat Kay teringat dengan memori yang sempat kembali dalam kepalanya saat pertarungan tadi. Seorang wanita yang hampir di bunuh, tetapi ia melindungi dengan tubuhnya. “Ada yang aneh? Kenapa ucapan Noah hampir sama dengan ingatan yang tiba-tiba muncul di kepalaku? Apakah sebelum ini aku memang pernah bertemu dengan Axlyn dan berhubungan dekat dengannya?”
“Kota Xennor? Sepertinya aku harus mulai mencari tahu dari sana.”
“Kay!” Panggil Noah untuk kesekian kalinya.
“Hmm?” jawab Kay sedikit terkejut.
“Apa yang sedang kau pikirkan sampai tidak dengar aku berulang kali memanggilmu?” tanya Noah penasaran dengan apa yang sedang Kay pikirkan sampai seperti itu.
“Tidak ada! Siapkan pertemuannya sekarang, aku akan mengurus para pengkhianat di perusahaan ini sekaligus.” Perintah Kay seraya berjalan kembali menuju ruangannya.
“Ada apa dengannya? Semakin ke sini, sikapnya semakin aneh saja. Dia tidak benar-benar ketempelan setan di Praha, bukan? Atau jangan-jangan wanita itu memang hantu benaran, hingga Kay menjadi aneh begini? Sebaiknya aku mencari dukun sakti di sini untuk memastikan benar ketempelan atau tidak bocah itu,” gumam Noah bergidik ngeri membayangkan dugaannya sendiri.
...****************...
Sementara di sisi lain, Spencer bergumam sambil menatap layar ponselnya yang sudah mati. “Kay, aku harap kau bisa melindunginya dengan baik kali ini. Meski aku belum mengatakan semuanya padamu, tapi aku yakin perasaanmu padanya yang akan melindunginya dan juga calon bayi kalian dengan baik.”
“Tuan, anda benar-benar sudah berubah sekarang,” ucap Nero.
“Perubahan apa yang kau maksud? Perubahan yang lebih baik atau lebih buruk?” tanya Spencer dengan senyuman tipis disudut bibirnya. “Aku rasa kau berpikir aku lebih egois karena tidak memberitahu Kay tentang….”
“Tidak, Tuan! Aku lebih menyukai anda yang sekarang. Meski anda tidak memberitahukan kepada Tuan Kay, tetapi itu demi kebaikan Tuan Kay dan Axlyn sendiri,” sela Nero.
“Aku harap perubahanku yang sekarang bisa mendapatkan maaf dari Kay maupun Axlyn atas apa yang aku lakukan di masalalu. Entah apa yang terjadi ketika Kay kembali mengingat semuanya… yang pasti aku sudah siap untuk menerima semua konsekuensinya. Meski harus mendapat kebencian dari Kay,” ujar Spencer.
“Lupakan pembahasan ini. Sekarang kumpulkan semua anggota klan, aku akan melakukan pertemuan mendadak dengan mereka semua untuk membahas masalah penyerangan ditujukan kepada Hezlyn,” perintah Spencer mengalihkan topik pembicaraan.
“Baik, Tuan!” sahut Nero yang bergegas pergi untuk menjalankan perintahnya.
Selepas kepergian Nero, Spencer duduk diam sembari memperhatikan informasi para pengkhianat Papahnya. Sebagian orang itu, ia sempat mengenalnya namun sisanya Spencer tidak yakin karena ia tidak sepenuhnya terlibat dalam klan yang dipimpin Papahnya selama ini.
“Siapa sangka kalian masih hidup dengan membawa dendam Kakekku,” gumam Spencer.
Bersambung ….
𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..
𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌