Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. Penangkapan.
"Apa Ayah nggak ada?" Ucap Cahya terbata bata kaget.
Dan setelah mendengar apa yang di katakan Cahya, para teman teman nya pun mengerutkan kening, dan mereka pun bahkan ingin siap membantu Cahya untuk mencari ayah Cahya.
" Terus kamu gak menyelidiki dimana ayah pergi?" Tutur Cahya bertanya ke Megy.
"Udah dan akupun belum dapat kabar dari semua teman-teman ku?" Jawab Megy.
"Ya udah kalo gitu aku nyoba cari ayah, dan kamu langsung aja mencari di rumah siapa tahu kamu mendapatkan petunjuk disana." Perintah Cahya.
"Baiklah." jawab Megy yang buru buru mematikan telepon.
Disisi lain pun Cahya bersiap siap mau mencari ayah nya.
Begitu dia mematikan telepon.
"Cahya ayah kamu kenapa?" Tanya Kevin yang ingin tahu.
"Ayah gak ada dirumah, dan dia tiba tiba menghilang gak tau ke mana?" Jawab Cahya yang khawatir dan sedih.
"Siapa tahu ayah kamu mencari udara dingin, dan keluar sebentar?" Jawab Kevin.
Dan Cahya pun langsung menjawab, "gak mungkin ayah keluar mencari udara segar, karena dia kalau mau kemana mana selalu bilang, dan kemarin pun ayah sempat juga di culik gak tau sekarang kenapa tiba tiba gak ada. Jelas Cahya.
Lalu Kevin pun mengerutkan kening setelah mendengarkan penjelasan Cahya.
Kemudian Kevin pun berujar."Jangan-jangan ayah kamu kena culik lagi Cah."
Lalu Cahya gak mau buang waktu dan dia pun langsung bicara sama temen temen nya.
"Oh ya Vin, tolong bantu aku cari ayah ya?" Ucap Cahya penuh harap minta tolong sama temen temen nya.
Dan setelah itu Kevin dan teman nya pun langsung siap membantu, begitu mereka semua mau beranjak pergi tiba tiba suara telepon Cahya berdering lagi dan Cahya pun langsung menerima panggilan itu.
"Halo, ya gimana?" Tanya Cahya sama orang yang menelepon nya.
Diujung telepon pun berbicara, " Cahya aku melihat di tangga ada darah seperti nya ayah di culik lagi deh." Ucap Megy yang diujung telepon.
"Apa darah." Ucap Cahya yang terlihat gelisah karena mendengar ucapan Megy, lalu dia pun berbicara.
Dan terus gimana apa kamu udh tau ayah dimana. Tanya Cahya.
Aku belum tau tapi tadi aku ketemu sama tetangga kita dan dia bilang di seret sama orang dan dia pun terluka kata tetangga kita, dan dibawa sekitar 6 orang, dan ini ada nomor plat mobil dan merk mobil yang dipake orang yang menyeret ayah, aku kirim ke kamu plat nya dan kamu langsung saja kelokasi tempat orang menculik ya kalau sudah ketemu. Terang Megy ke Cahya.
"Ya... Oke." jawab Cahya lalu melihat ke ponsel nya dan menerima foto dari Megy.
Lalu dia pun, memberi tahu ke Kevin, Reno dan Ridho. Setelah menerima foto plat mobil yang di kirim oleh Megy, dan mereka pun langsung berpisah untuk melacak posisi mobil itu.
"Vin foto nya udah aku kirim ya, kalo kalian menemukan mobil tolong kasih tau ke gue ya?" Ucap Cahya ke teman-teman nya.
Disisi lain Kevin pun berhenti di tengah jalan karena motor nya tiba tiba mati mendadak,
"Sial mana pake mati lagi, di saat penting gini?" Oceh Kevin dengan kesal sendiri dan dia pun mencoba menghidup kan dan ternyata tidak hidup hidup, begitu dia melihat ke tangki bensin ternyata bensin nya habis dan dia pun mencari pom bensin yang terdekat, begitu dia mau mendorong motor ke pom bensin tiba tiba ada Reno dan Ridho yang lewat sedang celingak celinguk mencari ayah Cahya.
Dan tak sengaja Reno dan Ridho pun langsung melihat Kevin yang sedang mau mendorong motor lalu mereka menghampiri Kevin.
"Lu kenapa, tanya Reno yang bertanya ke Kevin, karena melihat teman nya mau mendorong motor.
" Ini motor nya habis bensin nih, ya udah bantuin step motor gue kepom bensin ya. Ucap Angga yang meminta di step in motor sama teman nya.
Lalu mereka pun langsung membantu Kevin dan menuju ke pom bensin.
Setelah beberapa menit mereka sampai di pom bensin tiba tiba reno pun langsung melihat mobil Jeep yang tertutup dan plat yang Sama yang dikirim kan Cahya tadi ke mereka.
" Bro... Itu kayak nya mobil yang kita cari deh?" ucap Reno sambil melihat Jeep yang sedang mengantri untuk isi bensin.
Lalu Ridho dan Kevin pun melihat foto yang dikirim Cahya tadi lalu menyamakan sama plat mobil yang di lihat nya.
"Oh ya sama." Tutur Ridho yang sambil memperhatikan foto nya untuk menyamakan benar benar atau tidak karena takut salah kejar dan membuang waktu untuk pencarian.
Lalu Kevin pun menelepon Cahya.
"Halo, cah ini mobil yang kita cari udh ketemu dia ada di pom bensin dan kami pun langsung mau menunggu mereka pergi." Ucap Kevin.
"Oh ya udah gue langsung otewe kesana, lu tungguin disana ya." Ucap Cahya di ujung telepon.
Lalu Cahya pun mematikan ponsel nya dan di sisi lain dia langsung menuju ke pom bensin, dan para semua teman teman Cahya pun mau menghampiri para penculik itu namun mereka buru buru selesai mengisi bensin dan langsung beranjak jalan dari pom bensin.
Dan rombongan Kevin pun akhir nya melihat dari sisi lain pun dia langsung mengirim pesan ke Cahya dan langsung mengikuti laju mobil yang menculik ayah Cahya.
Namun begitu Kevin dan dua teman nya mau mengejar Cahya pun sampai akhir nya mereka pun menunjuk mobil yang sudah jalan dari tadi menyampaikan ke Cahya.
"Cah, itu mobil nya ayo kita ikutin kemana mereka pergi dan kita hadang." Ucap Kevin dengan dingin menyampaikan ke Cahya.
Lalu Cahya mengangguk dan langsung mengejar ke arah mobil yang langsung melaju.
Tak begitu lama rombongan para temen Cahya pun langsung memepet mobil, dan berhenti.
" Hei bocah, mau apa kalian?" ucap para Geng itu bertanya dengan rombongan Kevin.
Lalu Cahya pun turun dari motor nya.
"Dimana bokap gue, yang kalian sekap?" Ucap Cahya dingin sambil menatap tajam ke arah geng itu dengan dingin.
Dan para geng pun merasa ketakutan, karena mereka juga yang melakukan penculikan waktu di gedung itu yang ingin membunuh pak Eko.
Dan Cahya pun mengenali wajah mereka lalu dia berujar lagi.
"Oh, ternyata kalian dimana bokap gue, jangan sampai kaki gue mendarat ke kalian." ucap Cahya yang menekan mereka.
Dan para geng pun langsung masuk ke mobil dan mereka pun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
"Sialan" Ujar Cahya yang melihat para geng yang tiba tiba kabur dan dia pun langsung naik ke motor langsung mengejar para geng itu.
Lalu terjadi kejar kejaran antar mobil dan motor di jalanan melintasi pasar, melintasi jalanan raya dan menuju ke arah tempat rumah tua, namun sebelum mereka sampai tiba tiba Megy pun sudah menghadang mereka di depan dengan santai nya.
Begitu mereka melihat wanita sendirian menghadang mereka, mereka pun langsung berhenti lalu mengusir Megy yang ada di depan.
"Minggir Lo!" Ucap geng motor sambil teriak menyuruh Megy minggir.
Kemudian Megy pun dia hanya tersenyum dan langsung pergi mengejar menuju mereka, begitu mereka melihat Megy menuju mereka lalu para geng itu tersenyum dengan seringai kejam lalu dia menginjak gas mobil dengan sangat cepat, begitu terlihat mobil dan Megy pun terlihat seperti mau di tabrak.
Tiba-tiba Megy pun langsung melompat setelah dia mau kena tabrak dan langsung mengeluarkan kerikil lalu melemparkan langsung ke arah Geng itu.
Namun begitu para Geng itu melihat Megy melompat mereka pun kaget dan tiba-tiba supir itu pun terkena kerikil yang di lempar Megy kemudian mobil nya pun langsung oleng. Lalu berhenti karena Geng yang menyetir mobil terkena kerikil.
Begitu Megy melihat mobil nya oleng dan terhenti dia pun langsung menuju ke mobil yang berhenti dan langsung menarik Geng yang tersisa di dalam mobil.
Namun tiba tiba orang itu langsung menyerang Megy secara tiba tiba dan Megy pun langsung menghindari serangan geng itu begitu dia menghindar lalu Megy langsung menendang geng itu dan langsung memblokir tendangan Megy, namun geng itu pun mental ke belakang, karena Megy menendang lawan nya masih di udara. Dan geng itu pun langsung terpental lalu jatuh ketanah.
Begitu dia jatuh ketanah semua tubuh nya terasa sakit dan dia langsung melihat megy yang sudah dekat dan langsung memberikan tendangan lagi ke dia dan geng itu pun kesakitan lagi.
"Dimana bokap gue lu sekap, ucap Megy sambil menekan kepala geng itu dengan kaki nya.
Lalu geng itu diam saja tanpa menjawab sepatah kata pun, dan Megy pun memberikan serangan lagi ke geng itu tanpa menunda nunda begitu geng merasa tidak tahan lagi.
"Ba...baik... Saya akan ngomong?" ucap Geng ke Megy dengan tergagap sambil menahan sakit.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke