NovelToon NovelToon
My Senior, Single Mom

My Senior, Single Mom

Status: tamat
Genre:Romansa / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 24-th Paroline Benedicta adalah wanita yang paling banyak dibicarakan di kampusnya di Los Angeles. Menawan, kaya, dan penuh teka-teki, ia menyusuri lorong kampus bukan dengan tas desainer, melainkan dengan kereta bayi yang membawa Andreas Sunny yang berusia dua tahun. Rumor yang beredar sangat kejam, mereka bilang dia adalah sosialita yang jatuh, seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya setelah melakukan kesalahan yang ceroboh.
Kenyataannya, Paroline adalah wanita yang memegang teguh janjinya, membesarkan putra yatim piatu dari mendiang sahabatnya seolah anaknya sendiri. Ia telah menukar malam-malam liarnya dan gaun pesta sutranya dengan kekuatan tenang dari seorang ibu, mengubur masa lalu pemberontaknya demi memberikan kehidupan yang sempurna bagi Andreas.
Masuklah Fharell Desmon, mahasiswa baru berusia sembilan belas tahun sekaligus pewaris karismatik dari Desmon Group.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#20

Makan malam itu berlangsung di bawah naungan lampu kristal yang berkilauan, dengan denting alat makan perak yang beradu dengan porselen mahal. Suasana yang awalnya tegang antara dua singa bisnis Los Angeles, Tuan Desmon dan Tuan Benedicta, perlahan mencair berkat tawa Andreas Sunny yang sibuk memakan potongan brokoli kecil di kursi bayinya.

Namun, ketenangan itu terusik saat pembicaraan beralih ke rincian teknis pernikahan.

"Jadi, dua bulan lagi adalah waktu yang paling logis untuk menyiapkan pesta di hotel berbintang," ujar Tuan Benedicta sambil menyesap wine-nya. "Kita perlu memesan katering terbaik dan mengundang relasi bisnis dari luar negeri."

Fharell, yang sedari tadi tampak gelisah, tiba-tiba meletakkan garpunya. Ia menatap calon ayah mertuanya, lalu beralih ke arah bundanya yang sedang sibuk menggoda Andreas.

"Dua bulan terlalu lama, Yah... Tuan Benedicta," potong Fharell dengan nada yang sangat serius. "Bisakah kita melakukannya dua minggu lagi?"

Hening seketika. Paroline yang sedang meminum air putih hampir saja tersedak. Ia menatap Fharell dengan mata membelalak, mencoba mencari tahu apakah pria di sampingnya ini sedang bercanda atau sudah kehilangan akal sehatnya.

"Dua minggu?" Tuan Desmon menyahut, alisnya bertaut. "Fharell, kau pikir menyiapkan pernikahan itu seperti memesan pizza? Administrasi, undangan, gedung... itu butuh waktu."

Fharell menarik napas panjang. Di balik meja, tangannya menggenggam jemari Paroline dengan sangat erat, keringat dingin sedikit membasahi telapak tangannya. Dalam hati, Fharell berteriak cemas. Ingatannya kembali pada kejadian panas di apartemen beberapa hari lalu. Penyatuan mereka yang intens, dan fakta bahwa dia sama sekali tidak menggunakan pengaman, ditambah lagi dia sedang gencar-gencarnya menyicil setiap malam.

Kalau dua bulan lagi, perut Paro mungkin sudah mulai membuncit. Kalau Ayah mertua tahu aku menghamilinya sebelum janur kuning melengkung, kepalaku bisa dipenggal sebelum sempat mengucapkan sumpah didepan altar, batin Fharell bergejolak.

"Tuan Benedicta, Bunda, Ayah," Fharell memulai dengan nada bicara yang dibuat seolah-olah dia sangat tidak sabar karena cinta yang meluap. "Aku tidak ingin pesta yang terlalu megah yang butuh waktu lama. Aku hanya ingin Paroline resmi menjadi istriku secepatnya. Aku ingin fokus menjaganya dan Sunny. Dua bulan adalah penyiksaan bagiku."

Bunda Fharell tertawa kecil, menatap suaminya. "Lihat, Yah. Anakmu benar-benar sudah kebelet. Dia tidak ingin kehilangan sedetik pun tanpa status resmi."

Tuan Benedicta menatap Fharell dengan tajam, seolah sedang membedah motif di balik permintaan mendadak itu. Paroline, yang mulai menyadari ketakutan tersembunyi Fharell, hanya bisa menunduk dalam, pipinya terasa panas luar biasa. Ia tahu persis apa yang dikhawatirkan Fharell—fakta bahwa mereka baru saja merobohkan tembok pertahanan terakhir mereka.

"Dua minggu itu sangat mepet, Fharell. Apa kau yakin?" tanya Tuan Benedicta.

"Sangat yakin. Aku akan membantu semua persiapannya. Desmon Group punya tim event organizer yang bisa bekerja 24 jam. Tolong... izinkan kami menikah dalam dua minggu," pinta Fharell dengan wajah yang terlihat sangat tulus, meski sebenarnya ia sedang menahan degub jantung yang tidak karuan.

Setelah perdebatan kecil dan melihat kegigihan Fharell, akhirnya kedua orang tua itu setuju. "Baiklah. Dua minggu. Tapi kau yang bertanggung jawab jika ada kekurangan dalam pesta itu," putus Tuan Benedicta.

Setelah makan malam usai dan keluarga Desmon pamit pulang, Fharell tidak langsung pulang ke apartemennya. Ia mengantar Paroline kembali ke kamar dan membantu menidurkan Andreas yang sudah terlelap di perjalanan.

Begitu pintu kamar tertutup, Fharell langsung menyandarkan tubuhnya ke pintu, mengembuskan napas lega yang sangat panjang.

"Kau gila, Fharell! Dua minggu?" bisik Paroline sambil berkacak pinggang, meski senyum geli menghiasi bibirnya. "Kenapa kau buru-buru sekali? Aku sampai malu tadi dilihatin Daddy."

Fharell melangkah mendekat, melingkarkan tangannya di pinggang Paroline dan menariknya ke dalam pelukan hangat. "Kau tidak tahu betapa ngerinya aku tadi, Sayang. Bayangkan kalau dua bulan lagi perutmu sudah berisi stok yang kita buat setiap malam? Ayahmu bisa mengubah pernikahan kita menjadi acara pemakamanku."

Paroline tertawa lepas, memukul dada Fharell pelan. "Jadi itu alasanmu? Kau takut Daddy tahu kita sudah... nakal?"

"Tentu saja! Ayahmu itu menyeramkan kalau sedang marah," Fharell terkekeh, lalu mengecup hidung Paroline. "Tapi selain itu, aku memang benar-benar ingin memilikimu seutuhnya. Aku ingin bangun pagi dan melihatmu, bukan cuma lewat video call."

Karena hari masih hari libur, Fharell memutuskan untuk menginap di apartemen Paro, tentu saja dengan izin yang agak dipaksa pada penjaga mansion. Mereka menghabiskan waktu di ruang tengah, menonton film sambil menikmati camilan.

Fharell tidak bisa berhenti menyentuh Paroline. Sesekali ia mencium bahunya, sesekali mengusap perut Paroline yang masih rata dengan wajah penuh harap.

"Sayang... kira-kira kalau nanti adik Sunny lahir, dia akan mirip siapa ya?" tanya Fharell tiba-tiba.

"Masih terlalu dini, Rell. Kita bahkan belum tahu apakah aku hamil atau tidak," jawab Paro sambil menyandarkan kepala di bahu Fharell.

"Aku yakin seratus persen pasukan ku semalam adalah pasukan elit yang cepat sampai tujuan," goda Fharell sambil mengerling nakal. Ia kemudian berbisik di telinga Paroline, "Mau kita cek lagi? Siapa tahu ada yang masih tertinggal di luar dan butuh bantuan untuk masuk?"

"Fharell! Ingat, kau bilang dua minggu lagi pernikahan kita. Harusnya kau istirahat!"

"Justru karena dua minggu lagi, aku harus rajin berlatih agar nanti saat malam pertama yang resmi, aku tidak mengecewakanmu lagi, Nona Ratu Klub Malam," Fharell tertawa lebar, mengingat ejekan Paroline tempo hari yang sempat membuatnya blank.

Ia kemudian menggendong Paroline ala bridal style menuju tempat tidur, meninggalkan Andreas yang tertidur pulas di kamarnya sendiri. Di bawah temaram lampu kamar, Fharell menatap Paroline dengan penuh cinta.

"Terima kasih sudah menerimaku, Paro. Aku janji, dua minggu lagi, dunia akan tahu bahwa kau adalah wanita paling bahagia di Los Angeles."

"Dan kau adalah suami berondong paling cerewet yang pernah ada," balas Paro sebelum bibir Fharell membungkamnya dengan ciuman yang menjanjikan masa depan baru yang indah.

Malam itu, di sela-sela kemesraan mereka, Fharell terus membisikkan Kata agar rahasia mereka tetap aman hingga hari pernikahan tiba, dan agar hadiah yang mungkin sedang tumbuh di rahim Paroline menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kecil mereka.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
awesome moment
sll punay senjata disaat yg kritis
awesome moment
slese. saat pisah.
awesome moment
kekuatan cinta yg tdk biasa. skrg...kemana danesha? kemana org yg sdh diberi pengorbanan bgitu besar oleh paro, fharell dan andreas? ttp jd pecundang? ttp jd pengecut? yg tdk mengakui darahnya sndiri?
awesome moment
namanya jg digosok makin sip. tu lah gosip
awesome moment
smg andreas ttp jd beteng utk boo dan babynya
awesome moment
kenyataan mmg hrs dihadapi. sepahit p pun. andreas g sepenuhnya salah. bgitupun Boo. Paro jg g salah kecewa. tp...skrg d nyawa yg hrs lbh diperhatikan. toch andreas dan boo g sedarah. g sesusuan jg. takdir kak author mmg rada istimewa. restui mrk lbh aman. krn boo sdh ditangan yg tpt. tangan yg sdh paro dan fharell bentuk dan asuh. yg sdh jelas
awesome moment
duh...bnr2 nekat n boo
awesome moment
smg fharell dan paro menerima dan memahami
awesome moment
duh malah q yg 😭😭😭
ros 🍂: Harap tenang ini ujian kak😭
total 1 replies
awesome moment
leganya...mrk punya rasa yg sama. dan...smg paro dan fharell paham dan merestui
awesome moment
labelnya...bntar lg brubah
awesome moment
antara gumush dan cemas. jd 1. 7 hr lho. lumayan lama.
awesome moment
scra g sadar...boo jg punya rasa yg sama
awesome moment
jgn smp kebablasan y. mendingan bicara terbuka. krn akan menyakitkan banyak org. terutama paro dan fharell
awesome moment
duh...wor2 klo d badai
awesome moment
bnr2 anak dgn hati yg lembht dan teguh bersamaan
awesome moment
😄😄😄andreas mencintai boo. skrg tinggal boo gmn. klo mrk punuabrasa saling, g masalah. toch tdk ada ikatan darah dan...berarti hrs buka kotak pandora yg slama n disimpan rapat dan rapi
awesome moment
sifat melindunginya kloningan fharell bgts.
awesome moment
👍👍👍👍👍
awesome moment
perlindungan dan cinta yg tpt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!