NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Pernikahan

Tiga hari menjelang upacara pernikahan resmi terasa seperti hembusan angin panas yang membawa campuran kegembiraan dan ketegangan. Istana Api Agung berubah menjadi sarang kesibukan yang megah: pelayan berlalu-lalang membawa kain sutra merah darah, perhiasan api kristal, dan bunga-bunga api yang baru dipetik dari lereng gunung berapi suci. Di setiap sudut, aroma dupa api leluhur tercium, menciptakan suasana sakral sekaligus meriah.

Ling Chen kini tak lagi tinggal di barak pengawal. Dia dipindahkan ke paviliun kecil tapi mewah di samping paviliun Yue Yan, diberi nama **Paviliun Api Baru**. Setiap pagi, dia dibangunkan oleh pelayan yang membawa teh api murni dan sarapan khusus kultivator: sup daging phoenix muda yang bisa memperkuat dantian. Tubuhnya semakin kuat setiap hari berkat Benih Api Leluhur yang terus tumbuh pelan di dadanya.

Pagi itu, Yue Yan datang ke paviliunnya dengan senyum tipis yang sudah mulai terbiasa Ling Chen lihat—senyum yang hanya untuknya. Dia mengenakan jubah latihan sederhana berwarna merah gelap, rambutnya diikat tinggi, membuat leher jenjangnya terlihat lebih indah.

“Chen’er, hari ini kita harus ke Gudang Api Suci,” katanya sambil menyodorkan tangan. “Ayah memerintahkan kau memilih satu teknik warisan sebagai hadiah lolos Ujian Api Leluhur. Setelah itu, kita ke ruang penjahit untuk ukur jubah pernikahanmu.”

Ling Chen menggenggam tangannya, merasakan kehangatan yang sudah familiar. “Aku ikut kau kemana saja, Yan’er.”

Mereka berjalan berdampingan melalui koridor panjang istana. Beberapa pelayan membungkuk dalam-dalam, tapi tatapan mereka penuh rasa ingin tahu. Kabar bahwa “pengawal rendahan” itu kini menjadi calon menantu Kaisar sudah menjadi topik hangat di seluruh kekaisaran. Ada yang iri, ada yang kagum, dan ada yang diam-diam membenci.

Di Gudang Api Suci—sebuah ruangan bawah tanah yang dijaga formasi kuno—Ling Chen merasakan tekanan qi yang luar biasa. Ribuan gulungan jade, pedang api, armor kristal, dan bahkan beberapa artifact hidup tersimpan di rak-rak batu vulkanik. Seorang elder tua dengan jenggot putih panjang menyambut mereka.

“Pilih satu saja, anak muda,” kata elder itu sambil tersenyum. “Api Leluhur sudah memberi tanda padamu. Apa pun yang kau pilih akan selaras dengan jiwamu.”

Ling Chen berjalan pelan di antara rak-rak, tangannya menyentuh gulungan demi gulungan. Akhirnya, matanya tertarik pada sebuah gulungan jade kecil berwarna emas pudar yang terletak di sudut paling dalam. Saat disentuh, gulungan itu bergetar lembut, seolah mengenali Benih Api Leluhur di tubuhnya.

“**Api Abadi Jiwa Tak Terbakar**,” gumam Ling Chen membaca tulisan samar di permukaannya.

Elder itu terkejut. “Itu teknik langka, hampir punah. Teknik ini bukan hanya membakar musuh, tapi juga melindungi jiwa pemiliknya dari serangan jiwa dan ilusi. Cocok sekali untukmu yang punya jiwa asing.”

Yue Yan tersenyum bangga. “Pilihan bagus, Chen’er. Teknik ini akan melengkapi **Api Abadi Yue** yang akan kuberikan padamu nanti.”

Setelah mengambil gulungan itu, mereka kembali ke permukaan. Di ruang penjahit kerajaan, seorang master penjahit wanita tua dengan tangan lincah mengukur tubuh Ling Chen. Yue Yan duduk di samping, mengamati dengan mata berbinar.

“Jubah pernikahanmu harus berwarna hitam dengan sulaman api emas,” kata master penjahit itu. “Melambangkan api baru yang lahir dari kegelapan.”

Saat pengukuran selesai, Yue Yan tiba-tiba berdiri dan mendekat. Dia menyentuh kerah jubah sementara yang dipakai Ling Chen, jarinya menyentuh kulit lehernya pelan.

“Chen’er… kau terlihat semakin berbeda sekarang,” bisiknya. “Dari pengawal biasa menjadi… seseorang yang membuat hatiku tak tenang.”

Ling Chen menatapnya, jantungnya berdegup kencang. “Yan’er, aku juga. Setiap kali kau di dekatku, rasanya seperti api di dadaku tak mau padam.”

Mereka diam sejenak di ruangan itu, hanya ditemani suara jarum dan benang master penjahit yang bergerak pelan. Yue Yan mendekat lebih lagi, kepalanya bersandar di bahu Ling Chen sebentar. “Tiga hari lagi… kita akan resmi menjadi suami istri di mata langit dan bumi. Tapi sebelum itu, aku ingin kau tahu—pilihan ini bukan hanya strategi. Aku… mulai benar-benar menyukaimu.”

Ling Chen memeluk pinggangnya pelan, untuk pertama kalinya berani melakukan itu di tempat terbuka. “Aku juga, Yan’er. Lebih dari yang bisa kukatakan.”

Sore harinya, mereka kembali ke Taman Rahasia Api untuk latihan singkat. Kali ini bukan dual kultivasi, tapi Yue Yan mengajari gerakan dasar **Api Abadi Yue**: gerakan tangan yang lembut seperti tarian, menciptakan lingkaran api berbentuk bunga teratai yang bisa menyerang sekaligus melindungi.

Ling Chen mengikuti gerakannya dengan hati-hati. Saat tangan mereka bersentuhan lagi untuk menyalurkan qi, Yue Yan tiba-tiba menariknya lebih dekat. Mereka berputar pelan di tengah taman, seperti menari di antara daun-daun api yang bercahaya.

“Chen’er,” katanya pelan sambil tersenyum, “setelah pernikahan, aku ingin kita punya waktu hanya berdua. Tanpa politik, tanpa musuh. Hanya kita… dan api yang kita bagi.”

Ling Chen mengangguk, matanya penuh kelembutan. “Aku janji, Yan’er. Apa pun yang terjadi, aku akan melindungimu.”

Malam itu, saat bulan semakin tinggi, mereka duduk berdampingan di tepi sungai api, tangan saling bergenggam. Angin malam membawa aroma bunga api yang manis, dan di kejauhan, suara genderang persiapan pernikahan terdengar samar. Tapi di hati mereka, hanya ada kedamaian sementara—dan antisipasi akan hari besar yang semakin dekat.

Namun, di balik tembok istana, bayangan gelap mulai bergerak. Pangeran Tian Hao belum menyerah, dan klan bayangan sudah mengirim utusan. Persiapan pernikahan berjalan mulus di permukaan, tapi badai sedang mengumpul di horizon.

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!