NovelToon NovelToon
Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .

bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Hari itu, Jakarta terasa lebih panas dari biasanya. Aisyah berdiri di tepi pantai, menyiram air laut ke wajahnya setelah menyelesaikan sholat dzuhur di mushola kecil dekat dermaga. Keringat bercampur dengan air laut yang asin, tapi dia merasa tenang seperti biasa.

Sementara itu, David duduk di batu besar tidak jauh dari sana, memegang kalung salib yang diberikan oleh ayahnya sebelum dia pergi ke luar negeri. Dia baru saja kembali dari sekolah teologi di Amerika dan ingin merenungkan masa depannya di pantai yang dulu sering dia kunjungi bersama ibunya yang sudah tiada.

Ketika David berjalan untuk mencari tempat teduh, dia tidak sengaja menyentuh tas Aisyah yang terbuka. Dokumen penting yang ada di dalamnya terpental ke pasir. Tanpa berpikir panjang, mereka berdua meraihnya bersamaan , tangan mereka saling bersentuhan, dan mata mereka bertemu.

"Maaf, saya tidak sengaja," ujar David dengan malu.

"Tak apa, terima kasih sudah membantu," jawab Aisyah dengan senyuman lembut.

Mereka mulai berbicara, tanpa menyadari bahwa perbedaan keyakinan mereka adalah hal yang paling jauh dari pikiran mereka saat itu. David adalah seorang calon pendeta muda sekaligus pengusaha muda meneruskan mengelola bisnis keluarga, sementara Aisyah saati itu masih kuliah sembari membuka bisnis sampingan sebuah cafe kecil di kotanya , meski terbilang kecil tapi cafe nya selalu ramai oleh pengunjung dan begitu viral di kalangan anak muda saat ini.

Hari demi hari, pertemuan mereka semakin sering. Kadang di kedai kopi kecil dekat kampus, kadang di taman kota yang sunyi. Mereka berbagi mimpi tentang masa depan, cerita tentang keluarga, dan cara pandang mereka tentang kehidupan.

Aisyah mengajak David melihat bagaimana dia mengajar anak-anak di lingkungan kumuh membaca Al-Qur'an dan matematika di sela-sela kesibukannya. David menunjukkan kepada Aisyah bagaimana dia mengajarkan anak-anak untuk mencintai sesama tanpa memandang latar belakang. Meskipun mereka sering membahas perbedaan agama dengan terbuka dan penuh rasa hormat, cinta perlahan tumbuh di antara mereka.

"Saya pernah berpikir cinta antar agama hanya ada di film," ujar David sambil memegang tangan Aisyah di malam hari di atas jembatan Kali Besar.

" Saya juga," jawab Aisyah. "Tapi rasanya seperti kita diciptakan untuk saling melengkapi."

Hari-hari mereka lewati bersama,seolah tak ada yang akan menentang hubungan mereka di masa depan dan saksi cinta mereka adalah Michael dan Mayang . Sejak memutuskan untuk menjalin hubungan David dan Aisyah hanya terbuka kepada kedua sahabat mereka , selain itu tak ada yang mengetahui hubungan mereka bahkan pada keluarga mereka sendiri.

Namun,sebuah peristiwa yang tak pernah terpikirkan saat itu. Di saat David membawa Aisyah ke sebuah acara amal seseorang tanpa sengaja memergoki mereka ketika David dan Aisyah begitu dekat seperti dua orang yang memiliki hubungan lebih dari sekedar teman dan orang itu tak lain adalah ayah David dan Firdaus kakak Aisyah.

 Sejak saat itu ,Keluarga mereka mulai curiga. Orang tua Aisyah mengingatkannya tentang tradisi dan ajaran agama, sementara ayah David yang menjadi pendeta di gereja lokal memperingatkan bahwa perbedaan keyakinan bisa menjadi batu sandungan yang tak teratasi.

Namun semua nasehat itu seolah hanya menjadi angin bagi Aisyah dan David,bukannya mengikuti arahan keluarga,hubungan keduanya semakin dekat dan cinta pun semakin besar. Meski mereka harus bertemu secara sembunyi-sembunyi dari pantauan keluarga.

Ketika hubungan mereka terbongkar, badai menghantam. Tuan Brawijaya ayah Aisyah mengancam akan memutuskan hubungan jika dia tidak meninggalkan David. Sementara itu, David yang saat itu adalah calon pendeta muda yang juga aktif di dalam organisasi kegerejaan mendapatkan berbagai nasehat dan saran agar ia lebih fokus pada kegiatan mereka saat itu,mereka juga , mengatakan bahwa dia telah menyimpang dari ajaran.

Mereka berdua mencoba segala cara. Aisyah belajar tentang Kristen, menghadiri kebaktian untuk memahami dunia David. David belajar tentang Islam, bahkan mencoba memahami bagaimana melakukan wudhu dengan benar saat Aisyah menjelaskannya. Mereka berjanji bahwa akan saling menghormati keyakinan masing-masing, bahkan jika mereka tidak bisa menyatu dalam satu agama.

Kita bisa memiliki rumah dengan dua ruang ibadah," kata Aisyah dengan harapan.

"Ya, satu untuk mushola kecil, satu untuk altar doa," sambung David penuh semangat.

Mereka merencanakan untuk menikah secara sipil, berharap bahwa waktu akan membuat keluarga dan lingkungan mereka menerima hubungan mereka. Hanya saja, tak ada yang menyangka bahwa sebuah peristiwa besar sedang menunggu mereka di balik cerita cinta mereka.

**********

David duduk termenung di ruang kerjanya,sejak pertemuannya dengan Aisyah kemarin,ia begitu gelisah dan khawatir ketika Mayang memberitahunya jika Aisyah dan keluarga nya bertengkar hebat lagi hanya karena hubungan cinta mereka.

" Papa sudah peringatkan kamu,David... tinggalkan dia dan fokus lah pada agamamu, pekerjaan mu dan keluarga mu. Mempertahankan hubungan seperti ini hanya akan membuang waktumu saja,mau sampai kapan?" Nasehat tuan Emmanuel , ayah David ia tak henti-hentinya memberi nasehat dan peringatan pada putranya itu,tapi semua yang di lakukan nya seolah hanyalah sebuah dongeng yang tak pernah di tanggapi oleh putranya itu.

David menarik nafas berat ,lalu menghembuskan nya dengan perlahan,bukan ia tak mendengar atau tak menuruti semua nasehat dan saran dari ayahnya atau pun dari sahabatnya, dirinya hanyalah belum siap dan belum mampu untuk berpisah dengan Aisyah,wanita yang bertahta di hatinya sejak tiga tahun ini.

" Aku belum siap ,Pa...aku tahu dan sadar akan situasi ini,tapi..."

"Kamu harus bisa dan harus lepaskan dia secepatnya,semakin lama kamu mempertahankan nya, semakin berat dan sulit kedepannya. Jangan menunda-nunda nak. Mau di bawa kemana hubungan kalian ini, dan satu hal hubungan kalian ini tidak akan pernah punya masa depan." Tuan Emmanuel lalu beranjak meninggalkan David yang masih duduk terpaku di ruang kerja nya.

Bayangan kebahagiaan nya dan Aisyah seolah bergantian dalam fikirannya. Ia sangat sadar akan semua kenyataan ini tapi perasaan dan rasa cinta dan kasih sayang nya pada wanita nya seolah menepis semua perbedaan dan kenyataan itu.

" Andai saja...andai saja kita satu dalam tujuan hidup , mungkin hari ini kamu sudah berada di sampingku, menemani hari-hari ku dan kita akan sangat bahagia menuju masa depan bersama anak-anak kita,tapi kita terlahir dari perbedaan yang tak mungkin bisa di satukan dalam sebuah ikatan."

David menutup matanya sejenak,mencoba melupakan semua sesak yang selama ini ia pendam,namun bukannya merasa lebih baik justru wajah bahagia Aisyah yang muncul secara tiba-tiba dalam bayangan nya.

David membuka mata saat seseorang memegang pundaknya ia lalu mendongak dan melihat wajah adiknya yang tersenyum memandangnya.

" Kakak di bawah ada kak Firdaus."

1
maya
makasih sudah mampir kk😍
Isabela Devi
waduh ada mata mata yg melapor tiap gerak gerik mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!