NovelToon NovelToon
Project Fate Breaker: Bangkitnya Putri Terbuang

Project Fate Breaker: Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Sistem / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: Lil Miyu

Ding! [Terdeteksi host dalam bahaya. Mengaktifkan skill utama memori Materialization. Memanggil Item]
​Dibuang dan difitnah hanya karena alur sebuah game VR? Itu bukan gaya Aruna. Terbangun di tubuh Auristela Vanya von Vance, seorang putri terbuang dengan Mana besar yang tersegel, Aruna memutuskan untuk mengacaukan skenario dunia ini.
​Bermodalkan Project: Fate Breaker—sebuah sistem aneh yang hobi error di saat kritis—ia justru asyik menciptakan kekacauan versinya sendiri. Namun, satu masalah muncul: Asher de Volland, sang Ksatria Agung sedingin es, kini terpaksa menjadi pelindungnya.
​Akankah petualangan ini mengungkap rahasia besar yang sengaja dikubur, atau justru membuat benua Xyloseria semakin kacau?
​Ding! [Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: 1%. Kesan ML: "Putri ini... sangat aneh."]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lil Miyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Tamu Tak Diundang

​Di dalam kamar penginapan, Asher berdiri di sudut ruangan yang paling gelap. Matanya menyisir setiap sudut, bergantian mengawasi celah pintu dan jendela. Sesekali, tatapannya beralih ke arah kasur. Tepatnya, tertuju pada Aruna yang sedang tertidur dengan gaya yang jauh dari kata anggun.

​Rambut peraknya tersebar berantakan di atas bantal, sementara satu kakinya menggelantung keluar kasur, hampir menyentuh lantai. Asher menatap sosok yang sedang mendengkur halus itu dengan tatapan sulit diartikan. Di matanya, gadis ini seperti sebuah misteri yang tidak terpecahkan.

​"Hmm... Dia mengaku sebagai Auristela Vanya von Vance, Putri yang terabaikan dan terusir dari istana," bisik Asher menyilangkan tangan di depan dada. "Tapi tingkahnya benar-benar di luar nalar. Bagaimana mungkin seorang putri yang di usir mampu mendapatkan ikan goreng beraroma rempah tajam di tengah hutan? Dan sekarang..."

​"Aroma ini mustahil ditemukan di seluruh wilayah Kerajaan, apalagi di penginapan kumuh seperti ini."

​"Haaahh.... Bukan hanya makanannya. Senjata logam bulat aneh itu... tampilannya.... haiz..... Siapa kau sebenarnya?"

​Sring. ssuu... "?!" 'Ini... aroma manis yang samar namun menusuk seperti bau racun pelumpuh saraf!' Asher segera menahan napas. Ia bergerak cepat menuju tempat tidur dan mengguncang bahu gadis itu dengan kasar.

​"Putri, bangun,"

​"Ngghh.... Nambah... telurnya dua... nyam... nyam..." Zzz... Zzz... Aruna malah menarik selimut lebih tinggi dan memeluk si Oyen yang ikut mendengkur di sampingnya.

"...." ​Asher tidak punya pilihan. Ia menunduk, mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa inci. Ia bisa merasakan hangat napas Aruna di kulitnya, sebuah sensasi asing yang membuatnya sempat ragu sejenak sebelum berbisik dingin tepat di telinga gadis itu, "Bangun. Ada musuh."

"Ah?!" ​Shyuush... "Mana?! Mana monster jeleknya?!" Byuung, swish. swish. 'Mana pedangku?'

​PRANKKK!

​Jendela kayu hancur berkeping-keping menjadi serpihan tajam. Dua sosok berpakaian hitam meloncat masuk dengan belati terhunus yang dilapisi cairan hitam—racun mematikan.

​"Putri, tetap di belakangku!" perintah Asher tegas sambil menarik Solis-Aeterna. Shiiing... Swuush! Slash! slash! slash! Asher menerjang kedua penyusup itu dengan gerakan secepat kilat. Denting logam beradu berkali-kali di udara, menciptakan percikan api di tengah kegelapan. Srak. Bam! bayangan hitam ketiga muncul dari langit-langit, menjatuhkan diri tepat ke arah Aruna.

​Sringg!!

​"M4tilah kau!" desis si Assassin dengan nada haus d4rah.

​"Putri, menghindar!" teriak Asher. Ia ingin melindungi, namun ia sendiri tertahan oleh dua lawan lainnya yang sangat terlatih menggunakan teknik sinkronisasi.

​Ding!

​[Terdeteksi ancaman pada Host!

Mengaktifkan skill utama: Memory Materialization!

Memanggil Item!]

Puff!

​TENGGGGGGG!

​Belati si Assassin berhenti tepat di depan permukaan hitam legam sebuah wajan yang tiba-tiba muncul di tangan Aruna. Aruna menyeringai emosi, matanya menyala tajam. "Kau baru saja merusak waktu tidur manisku! Rasakan ini!"

Swiingg!! ​Tanpa menunggu lawan bereaksi, Aruna mengayunkan wajan itu dengan tenaga penuh. PLAAKKKK! Hantaman telak mengenai wajah si Assassin sampai gepeng.

Bam!

Assassin itu terlempar menabrak lemari tua di pojok kamar hingga hancur berantakan. Tring... Sesaat setelah tubuhnya menghantam kayu, sebuah benda kecil terjatuh dari balik jubahnya dan berdenting di lantai.

Swish. Swish.

​Melihat rekannya tumbang dengan cara yang konyol namun brutal, kedua Assassin lainnya saling memandang dengan ragu. "Mundur! Target memiliki artefak pelindung aneh!" isyarat salah satu dari mereka. Buum!! Sshhh... sshhh... whush... Mereka melemparkan bom asap pekat dan menghilang lewat jendela dalam sekejap.

​Wuuu... wuuu... whush... hanya menyisakan bau belerang dari bom asap. Asher perlahan menyarungkan pedangnya, '?!' matanya yang tajam langsung menangkap benda kecil yang terjatuh tadi. Ia membungkuk, mengambil sebuah koin perak dengan ukiran kepala ular melingkari belati.

​Asher tertegun. 'Viper’s Fang. Organisasi pembunuh bayaran paling mahal di Benua Xyloseria. Mereka tidak akan bergerak tanpa bayaran yang sangat besar. Siapa sebenarnya yang mereka incar?'

​"Benda itu... kau menggunakannya untuk menangkis belati?" Asher menatap wajan di tangan Aruna yang tampak sangat biasa namun punya daya tahan luar biasa, lalu beralih menatap koin di tangannya. "Sepertinya informasi mereka tentangmu salah besar. Kamu jauh lebih berbahaya, bukan sekadar putri biasa yang tidak punya mana."

Tap. tap. tap. ​"Jangan hanya diam di sana. Penginapan ini sudah tidak aman. Kita pergi sekarang."

"Hah?" ​Aruna menatap bantalnya dengan tatapan merana. "Yang benar saja! Sekarang?! Hari bahkan belum terang!!"

Swish! Grep! ​Asher berbalik, meraih pergelangan tangan Aruna dan menariknya agar berdiri. Sentuhan itu membuat Aruna terdiam sejenak karena genggaman Asher yang kuat namun hangat. "Musuh tidak akan menunggumu selesai bermimpi, Putri," balas Asher pendek. "Cepat pakai sepatumu jika kau masih ingin melihat matahari besok pagi."

​"Haah..." Aruna segera menggendong si Oyen yang masih mengantuk. "Ugghh... Dasar Ksatria Es Batu! Tidak tahu cara memperlakukan cewek dengan lembut!"

​Asher memimpin jalan menuju kandang kuda di pinggir kota melalui tangga darurat yang berderit. "Kita akan menembus Hutan Hitam sekarang juga," ucap Asher pelan sambil menyiapkan kuda perang hitamnya yang gagah.

​Aruna memutar bola matanya. "Haahh?? Hutan Hitam? Malam-malam begini? Bagaimana kalau aku mau mandi?"

Si Oyen di pelukan Aruna menggeliat, lalu mengeluarkan suara "Meow" yang terdengar seperti ejekan.

​"Jangan mengejekku, kucing beban! Kau sendiri kerjanya cuma tidur saat aku hampir jadi sate pembunuh tadi!" Aruna menarik telinga kucing itu gemas. Ia melirik kuda hitam Asher yang tingginya tidak masuk akal. 'Tunggu, bagaimana cara naiknya? Om developer, kamu lupa memberikan tombol loncat otomatis?'

Swish... ​Asher hanya meliriknya sekilas dengan mata biru sedingin es, lalu naik ke atas kuda dengan gerakan yang sangat atletis. Ia mengulurkan tangannya yang kokoh ke arah Aruna. "Maka Kau bisa mandi di sungai jika kita selamat dari kejaran pembunuh itu. Naiklah."

Aruna menatap tangan besar itu, lalu beralih ke punggung kuda yang tinggi. "Kau bercanda? Aku sedang memakai gaun, bukan celana ksatria! Kalau aku loncat dan robek, kau mau tanggung jawab?!"

​Asher menghela napas panjang, jenis napas yang biasa dikeluarkan orang saat menghadapi anak kecil yang rewel. "Cepat. Atau aku ikat kau di belakang seperti karung gandum."

​'E-eh?! Dasar es batu kasar!'

​"Humph!" Aruna menyambut tangan Asher yang hangat, lalu naik ke belakang pria itu. Saat kuda mulai dipacu kencang, Gyut, Aruna terpaksa mencengkeram jubah Asher erat-erat agar tidak jatuh tersungkur.

​Syut... Kedekatan ini membuat Asher sedikit menegakkan punggungnya. Bau harum dari rambut perak Aruna yang terbawa angin masuk ke indra penciumannya, terasa asing namun entah kenapa membuatnya sedikit teralihkan.

​Ding!

​[Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: +3%.

​Total Kedekatan: 10%.

​Bonus/Catatan: "Target mulai mempertanyakan seluruh informasi intelijen tentang Anda dan merasa sedikit terganggu oleh keberadaan Anda yang terlalu dekat."]

​Perjalanan panjang mereka menembus kegelapan yang penuh misteri baru saja dimulai.

Di balik kegelapan atap penginapan, sesosok bayangan dengan mata merah menyala menatap tajam ke arah Aruna.

​Srak...

1
studibivalvia
asher ini tipe tsundere kah? haha lucu banget
Miyu: sedikit... 🤭
total 1 replies
studibivalvia
siap banget dah 😭
studibivalvia
lucu banget jirr 🤣 kucingnya lapar pengen minta makan tapi sombong mukanya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!