NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

​Malam itu, meja makan di rumah Dira dan Bagas (yang lebih sering terlihat seperti laboratorium eksperimen gagal) tampak lebih mewah dari biasanya. Di tengah meja, dua porsi steak wagyu hasil 'kemenangan panco' Bagas melawan Cindy si ulat bulu kantor, tersaji dengan anggun. Bedanya, Dira makan dengan tenang menggunakan pisau dan garpu asli, sementara Bagas makan menggunakan sumpit kayu sisa mi ayam kemarin karena katanya, "Pisau itu terlalu agresif untuk daging yang sudah mati dengan damai."

​"Gimana, Ndoro? Enak kan steak hasil jerih payah suami lo menanggung malu di depan umum?" tanya Bagas sambil mengunyah daging dengan ekspresi sangat khidmat.

​Dira menyesap jus jeruknya, lalu mengangguk puas. "Enak. Tekstur dagingnya terasa seperti ada campuran rasa frustasi Cindy yang gagal jadi pelakor. Ini bumbu rahasia paling mahal yang pernah gue makan, Pir."

​Bagas nyengir, menunjukkan giginya yang tadi pagi disikat pakai sabun muka stroberi. "Tadi pas di resto, dia nyoba dandan cantik banget, Ndoro. Bulu matanya lentik kayak mau nyapu debu di jalanan. Tapi pas gue mulai jelasin kenapa kita harus dukung gerakan 'Satu Rumah Satu Patung Ayam', dia langsung kelihatan kayak mau pingsan. Gue rasa dia butuh asupan oksigen tambahan deh."

​"Ya jelaslah, Pir. Mana ada cewek waras yang mau diajak kencan tapi malah dengerin seminar sosiologi ayam semen lo," sahut Dira santai.

"Tapi makasih ya, wagyu-nya juara. Besok-besok kalau ada yang ngajak makan lagi, bilang aja lo punya syarat tambahan: minta bungkusin pencuci mulut yang harganya di atas seratus ribu."

​"Siap, Ndoro. Nanti gue bilang ke cewek-cewek di kantor kalau perut istri gue punya standar ISO 9001 untuk makanan mewah," jawab Bagas sambil bangkit berdiri, merapikan kolor spons kuningnya yang legendaris.

​"Eh, bentar," Bagas menahan langkahnya, matanya berbinar-binar penuh ide berbahaya. "Ndoro, gue ngerasa kita ini kurang romantis. Maksud gue, kita punya wagyu, kita punya rumah, tapi kita nggak punya momen 'Cinematic Experience' kayak di film-film yang lo tonton itu."

​Dira menyipitkan mata, insting bertahan hidupnya mulai berdenting. "Pir, kalau ujung-ujungnya lo mau ngajak gue dansa di atas genteng, mending lo tidur di luar sekarang juga."

​"Bukan, bukan!" Bagas berlari ke arah gudang dan keluar membawa sebuah kardus sepatu bekas, sebuah kaca pembesar (lup), dan selotip hitam. "Gue bakal bikin Bioskop Rakitan. Kita nonton film horor di dinding kamar, pakai proyektor buatan gue sendiri. Gue udah nonton tutorialnya di YouTube tadi pas jam makan siang—pas si Cindy lagi sibuk benerin bedak."

​Dira menghela napas panjang, namun rasa penasarannya menang. "Oke, gue kasih waktu lima belas menit. Kalau dalam lima belas menit nggak jadi, lo harus cuci piring selama seminggu."

​"Deal!" seru Bagas.

Keduanya berjalan ke arah kamar mereka, Dira membawa steak wagyu nya yang masih tersisa ke dalam kamar.

Sepuluh menit berlalu dengan suara selotip yang ditarik paksa dan bunyi gunting yang beradu. Bagas bekerja seperti profesor gila. Dia memasukkan ponselnya ke dalam kardus yang sudah dilubangi, menempelkan kaca pembesar di sana, dan mulai mengatur fokus.

​"Selesai! Ndoro, matikan lampu!" perintah Bagas penuh wibawa.

​Lampu mati. Keadaan menjadi gelap gulita. Hanya ada satu titik cahaya yang keluar dari kardus buatan Bagas, menembus kaca pembesar, dan memantul ke dinding putih kamar mereka.

​"Wah..." Dira sedikit terkesan. "Muncul gambarnya, Pir!"

​Tapi kekaguman itu hanya bertahan tiga detik.

"Pir... itu gambarnya kenapa kebalik?"

​Dira menatap dinding dengan kepala miring. Di sana, seorang hantu wanita berbaju putih di film horor itu tidak berjalan di lantai, melainkan merayap di langit-langit dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas.

​"Oh, iya," Bagas menggaruk kepalanya. "Lupa gue. Hukum optik kan emang membalikkan bayangan. Kaca pembesar itu fungsinya membiaskan cahaya, jadi ya... dunia di dalem kardus ini emang kebalik, Ndoro."

​"Terus kita nontonnya gimana, Tapir?! Masak gue harus kayang buat liat mukanya si hantu?!" protes Dira.

​"Tenang, Ndoro. Jangan emosi dulu. Solusinya gampang," Bagas dengan cekatan menumpuk bantal di bawah tembok, lalu dia berbaring dengan posisi sungsang—kepala di bawah menempel ke tembok, dan kakinya diangkat ke atas bersandar di kepala ranjang. "Nah, kalau posisi kita begini, gambarnya jadi kelihatan normal lagi. Ayo, Ndoro, sini! Feel-nya dapet banget, berasa lagi di dimensi lain."

​Dira menatap suaminya yang sedang sungsang dengan wajah serius menatap tembok. Logika Dira berteriak agar dirinya pergi saja ke ruang tamu dan tidur di sofa, tapi keabsurdan Bagas selalu punya daya tarik magnetis. Akhirnya, dengan daster bunga-bunganya, Dira ikut berbaring sungsang di samping Bagas.

​"Gila ya, kita berdua," gumam Dira sambil menatap layar yang kini terlihat "normal" dari sudut pandangnya. "Kita punya gaji jutaan, bisa beli TV 50 inch, tapi malah milih nonton horor sambil nungging begini."

​"Ini namanya seni menghargai proses, Ndoro," sahut Bagas santai. "Liat deh, hantunya jadi makin serem kan kalau diliat dari deket begini? Apalagi kalau bau kaos kaki gue yang belum dicuci ini ikut masuk ke visual filmnya, jadi makin horor."

​Mereka terdiam selama beberapa menit, menikmati film dalam posisi yang sangat tidak ergonomis bagi tulang punggung.

​"Pir," panggil Dira pelan.

​"Hmmm.... Apa, Ndoro?"

​"Punggung gue mulai kram nih."

​"Sama, Ndoro. Kepala gue juga mulai berasa berat karena darah ngalir ke otak semua."

​"Matikan proyektor lo, atau gue banting kardusnya!"

​Bagas segera bangkit dengan gerakan kikuk karena pusing, lalu menyalakan lampu. Keduanya terduduk di lantai sambil memegang leher masing-masing yang terasa kaku.

​"Gagal romantis lagi kan kita," keluh Bagas.

​Dira menatap Bagas, lalu menatap kardus sepatu di lantai, dan terakhir menatap sisa wagyu di piringnya. Dira tiba-tiba tertawa. Tawa yang awalnya kecil, lama-lama menjadi ledakan tawa yang memenuhi kamar.

​"Kenapa, Ndoro? Lo beneran kena sawan gara-gara nonton sungsang?"

​"Enggak, Pir," Dira menyeka air mata di sudut matanya. "Gue cuma kepikiran. Tadi si Cindy pasti ngerasa udah menang banget bisa makan siang bareng lo. Dia nggak tau aja, kalau laki-laki yang dia incer itu sekarang lagi sungsang di kamar gara-gara proyektor kardus sepatu."

​Bagas ikut tertawa, suara tawa yang renyah dan jujur. "Emang bener kata Jaka, Ndoro. Pernikahan itu ibarat naik roller coaster. Bedanya, kalau sama gue, roller coaster-nya sering macet di tengah jalan pas posisinya lagi kebalik."

​Dira tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Bagas yang masih bau keringat kantor. "Ya udah, besok gue yang masak. Tapi nggak ada taruhan ya. Gue cuma mau kita makan normal, di meja makan, tanpa ada benda yang kejepit di mana-mana."

​"Siap, Ndoro. Tapi besok gue mau bawa pulang barang baru dari kantor," ujar Bagas misterius.

​"Apa lagi?!"

​"Koleksi tutup botol bekas. Jaka bilang, kalau kita susun bisa jadi replika kepala lo, Ndoro."

​Dira mengambil bantal dan memukulkannya tepat ke muka Bagas. "TIDUR DI LUAR, TAPIR!"

Malam itu, rumah mereka kembali tenang, meski diiringi suara Bagas yang mengadu kesakitan karena dipukul bantal. Di balik segala kekacauan dan ide-ide tidak masuk akal Bagas, Dira menyadari satu hal: dia tidak akan menukar sirkus rumah tangganya ini dengan "kenormalan" apa pun di dunia.

​Tapi, apakah ketenangan ini akan bertahan lama? Ataukah besok Jaka si Jomblo Bijak akan datang membawa ide gila baru yang membuat Bagas nekat melakukan eksperimen sosial pada tetangga sebelah rumah?

1
Alissia
/Joyful//Joyful/
Alissia: jangan pangil aku tante dek,kyak berasa tua banget dan umur aja baru 20 tahun😭😭
total 2 replies
𑇛ʜᴇ ʏᴜ
ceritanya bagus, menarik dan lucu"
apalagi bagas ada aja ide kreatif nya, dan bisa merubah segala macam situasi 😃
🖤ᴡᴀɴɢ ɴᴀɴ
bagus kak,
dsini dira yang masih waras meski idenya bikin geleng kepala pas suruh lawan pelakor 🤣
🧡⃟ɱᷫυᷤɱυ ιɱυҽƚ
luar biasa bagus ceritanya, lucu dan pasti ga bosen bacanya
up terus kaka semangat 🤗🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι²
bagus cerita nya dan menghibur
semangat up kaka🤗
🧡⃟мσᷫмᷤσ
bagus ceritanya, udah gtu banyak banget ide ide yang menarik
dan suka karakter bagas yang ga menye menye😃
🧡⃟мυᷫмᷤυ αη∂нιкα
sungguh karya yang bagus
idenya kreatif kak, bisa bikin cerita lucu dngan berbagai ide yang unik 🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁴
ceritanya bagus kak, penulisan juga rapih dan enak dibaca
suka karakter manda yang super mistis, 🤣🤣🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
ceritanya bagus , humoris, lucu
yang pasti bnyak ketawa nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ceritanya bagus kak
menarik banget
🧡⃟ɢᴏͨɴͥᴛᷝᴇͥɴᷜɢ²ᵇ
ceritanya bagus alur juga keren pokoknya novelnya bagus ceritanya
ketawa terus pas setiap baca perbab
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁶ᵇ
ceritanya bagus kaka
semangat up iya kaka🤗
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
goood banget ceritanya kak bagus aku suka
semoga makin asyik kedepannya 👍
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren mama mu bagas dia jadi maskot 🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha karena extra pedas ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren sih usaha mereka 🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha pelajaran baru dari bagas itu😅
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ga mau kalah ini emak satu wkwkwkwk
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
kdng emang ga bisa dipredikdi justru yang aneh itu yang menarik perhatian banyak orang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha kapok makanya jangan maen" smaa bagas😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!