NovelToon NovelToon
DI SUDUT HATI AMARA

DI SUDUT HATI AMARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: Pena Arafa

Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

saat kau kembali

Dia ada di sini, orang yang paling tak ingin ku temui. Orang yang paling ingin ku lupakan. ya Allah kenapa begini. Atau ini hanya ilusi? hanya bayangan? tapi ini seperti nyata. Lelaki bertubuh tinggi tega dan gagah yang dulu begitu hangat. Tapi... kemudian...

"Amara... Amara.... Hei.. " panggilan bu Zahira bahkan tak ku dengar. Hingga dia terus memanggil.

"Hai Amara kemarilah" bu Zahira berkata saat kesadaran ku telah kembali.

"I.. iya bu" jawabku terbatas. Namun tetap ku langkahkan kaki ini untuk mendekatinya karena aku tidak mau dia curiga ataupun kecewa.

"Ini orang yang pesen dres itu namanya Sofia.. dan ini adiknya, namanya Arsaka".Bu Zahira memperkenalkan kami.

Walaupun hatiku masih tak karuan tapi aku tetep berusaha tersenyum seramah mungkin memperkenalkan diri.

" Halo mbak dan mas saya Amara, salam kenal" ucapku akhirnya.

Teringat saat empat tahun lalu, waktu itu hujan lebat dan aku sedang menunggu seseorang di sebuah taman. Aku duduk di sebuah bangku yang mulai usang di bawah pohon. Dengan baju basah kuyup aku masih menunggunya. Menunggu seorang lelaki yang sudah membuatku merasakan jatuh cinta. Seorang yang dengan senyumnya yang hangat membuatku merasa nyaman. Selama ini aku berjuang agar dia melihat ku. Agar dia menyapaku. Ya... walau hanya sekedar menyapa. Dan setelah sekitar sebulan ini dia mulai menyapa? mulai melihatku bahkan kami sering ngobrol. Hari itu dia mengajak ku bertemu di sini. Walau akhirnya sampai berjam jam aku menunggu dia tak juga datang... ada apa ini... Pun setelah hari itu dia tak pernah muncul lagi, entah kemana tanpa pesan tanpa berita bahkan tidak bisa di hubungi.

Dan esok harinya di sekolah saat aku di kantin, tak sengaja aku mendengar temen temen nya berbincang. Dari sana aku tahu kalau dia deketin aku karena taruhan. Ya taruhan... bersama teman temannya. Menurut mereka, aku susah di dekati makanya di adakan taruhan. Tentu saja karena emang ada rasa di hatiku makanya aku menyambut baik saat dia mendekat. Tapi ternyata begini... jahat... hatiku sangat sakit. Aku benci mereka

Sampai aku lulus SMA dan kuliah aku tidak mau dekat dengan laki laki lagi. Hingga di semester akhir aku bertemu Adit. Dia membuatku mulai membuka hati lagi. Hingga sekarang.

Aku menyadarkan diri ini bahwa hari itu dia mempermainkanku dan hari ini dia muncul lagi setelah empat tahun. Tapi aku tak kan melihatnya seperti dulu lagi. Akan ku anggap dia orang asing yang tak ku kenali agar hati ini tak sesakit dulu lagi.

"Dan ini rancangan nya. semoga anda suka" ucapku setelah terdiam sesat mengingat masa lalu.

"Mari kita bicara si ruangan saya" sambung bu Zahira.

kami pun memasuki ruangan dan membahasnya. Syukurnya dia suka dan aku sangat bahagia.

Di pertemuan itu Arsaka pun sama seperti ku, pura-pura tidak kenel. Atau dia mang lupa? entah lah aku tak peduli padanya lagi. walaupun aku ingin marah dan menghajar nya. Tapi tidak... apapun tentang dia sudah ku kubur dalam dalam, walau sakitnya masih terasa.

ting...

Ponselku bergetar tanda ada pesan masuk. Ternyata Adit yang mengirim pesan. '.

(hai ra.. makan siang bareng yuk.... bentar lagi kan jam istirahat) aku tersenyum membaca pesan itu. 'pas banget ini buat balikin mood yang tadi hilang' ucap ku dalam hati.

(boleh deh) balasku singkat

(bentar lagi ku jemput) ketiknya lagi

(siap) balasku mantap

Adanya Adit kini membuatku bisa tersenyum. Walaupun hati ini selalu berharap semoga kisah ku kali ini akan indah dan bahagia.

Adit datang saat jam makan siang tiba. Dia membawa ku ke restoran dekat butik agar tak perlu memakan banyak waktu.

"Ra... ntar aku kerumahmu ya? " ucapan Adit di sela makan kami membuatku kepo.

"Pengen ketemu orang tuamu" lanjutnya masih santai

"Ha? ngapain? tanyaku lagi

" Ya nggak ngapa ngapain. Pengen ngobrol aja. Boleh dong" pernyataan Adit yang santai semakin membuatku penasaran.' jangan jangan mau ngelamar.. eh... nggak... nggak boleh mikir macam macam dulu. slow aja'. batin ku mulai menebak.

"Ya boleh... dateng aja". jawabku dengan senyum

Kira kira mau ngapain si Adit ini..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!