Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga
Bara Bratawijaya lelaki dengan Asisten Pribadinya bernama Reihan, mereka adalah sahabat saat kuliah. Ketika mereka selesai kuliah Bara mengajak Reihan bekerja dengannya dan mengangkat sebagai Asisten pribadinya dan juga ada sahabat baik juga yang Arka dan Arya tapi mereka punya perusahan semdiri. Saat Bara sedang berbicara sama keluarganya, Bara merasakan sesuatu pada tubuhnya. Tubuhnya merasakan panas dan gelisah, Reihan yang meihat Bara yang berkeringat menjadi heran lalu berbisik pada Bara
“Kamu kenapa ?” tanya berbisik
“Ada yang bermain dengan ku .. Ada yang berani memasukan sesuatu di minumanku ..” Bisik Bara
“Kamu pesan kamar aku yang baru dan kamu tolong cari tau sekarang siapa yang berani bermain denganku” Ucap Bara berbisik dan dengan ucapan Bara Reihan menjalankan perintah dengan meminta orang suruhannya memesan kamar untuk Bara dan dia sendiri yang turun tangan mencari tau apa yang terjadi sama Bara
“ Ada Apa Bara ?” Tanya Tiara istri Adrian tante Bara
“Gak ada apa – apa tante Tia “ ucap Bara menutupi apa yang terjadi dan masih bisa bertahan
Bara memandang ke sekililing melihat gerak – gerik tamu yang ada tapi dia tidak melihat ada kecurigaan.
Dan tak lama handponenya berbunyi dan dia melihat pesan dari Reihan. Dan dia pamit dari Adrian dan Tiara untuk ke kamar mandi dan Bara beralasan ke arah kamar mandi tapi sebenarnya dia tidak ke kamar mandi. Bara dengan cepat dia melangkah agar tak ada yag mengikutinya sedangkan Reihan masih terus mencari tau siapa yang mencampur minuman.
Kedua perempuan tadi melihat Bara yang sudah minum minuman tersebut langsung tersenyum senang.
“Sera Pergilah ke kamar yang mama sudah sediakan samping kamar Bara.. Tau kan apa yang kamu lakukan tanpa mama beri arahan lagi” Ucap nya
“Baik Ma .. tapi gak ada yang tau kan?” Tanya Sera
“Gak ada .. “ Ucapnya Sera pun beranjak pergi dari mamanya menuju kamar di samping Bara untuk menunggunya.
Karena acara sudah selesai Mia pun pamit duluan dan Hendra menawarkan pada Mia untuk mengantarnya karena sudah malam. Dan Mia dengan terpaksa menerima ajakan Hendra karena Tania dan Bella memaksakan Mia untuk Hendra mengantarnya. Walau duduk terpisah Hendra pamit pada orangtuanya serta kedua orang tua Bella, kedua orang tua Hendra tak mempermasalahkan siapa yang dekat dengan Hendra, Hendra pamit untuk mengantarkan Mia temannya pun tak di permasalahkan. Saat Hendra pamit pulang Tania pun ingin pulang tapi di tahan oleh Bella karena dia akan menginap di hotel ini dan meminta Tania untuk menemaninya. Bella yang ingin menemui kedua orang tuanya dan keluarganya meminta Tania menemaninya tapi Tania ingin ke kamar duluan sekaligus menelpon Tasya menolak Bella untuk bergabung
“Baiklah .. ini Kunci kamarnya .. “ Ucap Bella dan memberikan kunci kamarnya pada Tania
Tania dan Bella pun beranjak dari tempat duduknya. Bella ke keluarganya sedangkan Tania ke kamar untuk menelpon. Tania yang tau setiap letak kamar pun tanpa menanyakan pada Resepsionis langsung menuju kamar yang di mana sudah di pesan oleh Bella. Ketika melewati setiap kamar menuju kamarnya ada seseorang menarik paksa dan Tania kaget seketika dan langsung memukul tangan tersebut tapi tenaga Tania kalah hingga dia di bawah paksa masuk ke dalam kamar tersebut dan mengunci pintu dengan cepat.
“Lepaskan aku ..” jerit Tania tapi lelaki itu tidak melepaskan malah menarik paksa Tania
Di dalam kamar yang remang – remang Tania semakin memberontak dan berusaha melepaskan pegangan tangan lelaki itu tetapi tenaganya tidak kuat dan lelaki tersebut langsung membungkam mulutnya dengan bibirnya dengan paksa
“mmmphh ... “
Tania yang tak mampu berbicara karena lelaki tersebut masih menciumnya. Tania mencium sedikit aroma alkohol dari mulut lelaki tersebut dan lelaki yang membawa Tania ke dalam kamar melepaskan ciumannya lalu dengan paksa lelaki tersebut menarik Tania ke atas tempat tidur dan Tania masih memberontak dan tanpa sadar Tania mmenjatuhkan Tas yang dia pegang karena masih memberontak dan tak ingin mengikuti kemauan lelaki tersebut yang menarik paksa Tania. Tania yang sudah menangis memohon untuk melepaskan tapi lelaki tersebut seakan tuli dengan Tania yang memohon. Dengan sekali dorongan Tania jatuh di atas tempat tidur dan lelaki langsung menindihnya.
“Akuuu mohonnn jangan .. tolong lepaskannn aku ..” Pinta Tania lagi karena percuma dia teriak karena tak ada yang mendengarnya karena dia tau tiap kamar memiliki peredam suara yang tak bisa di dengar oleh orang luar yang melewati. Seakan Tuli dengan jeritan Tania lelaki tersebut dengan paksa memperkosa Tania
Di luar, Sera dan mamanya saling menelpon karena Sera menantikan Bara yang tak kunjung datang akhirnya Sera pulang sedangkan Reihan masih menyelidiki siapa di balik mencampuri minuman Bara agak kesulitan karena orang tersebut sangat pandai dengan pekerjaan karena setelah mencampuri minuman orang tersebut langsung memberikan pada Bara tanpa ada yang mencurigainya dan setelah itu menghilang karena ternyata setelah di selidiki orang tersebut bukan pelayan di sini dan tak satupun mengenalnya. Reihan sudah memeriksa CCTV dan mengetahui orang tersebut sudah pulang setelah rencananya berhasil dan masih di ruang CCTV, Reihan mendengar kabar dari orang suruhannya
“Maaf Tuan ... Kami menemukan ini di parkiran “ Ucap orang suruhan Reihan
“Periksa CCTV parkiran dari mulai datang... cepat” Ucap Reihan
Reihan bebas meminta petugas memeriksa karena mereka tau Reihan salah satu orang kepercayaan keluarga pemilik hotel ini.
“Baik Tuan “ Ucap petugas keamanan hotel
Reihan dan petugas keamanan memeriksa CCTV di parkiran dan memang benar ada yang membuang barang tersbut dari dalam mobil dan Reihan mencatat plat nomor lalu mengirimkan pada orang suruhan untuk menyelidiki plat nomor tersebut.
“Sialan .. Dia emang cerdik .. “ Ucap Reihan yang tak bisa mengetahui siapa orang tersebut
Reihan meminta pada orang tersebut untuk mencari tau kemana mobil itu dan ke arah mana.
Di lain tempat Bella dan keluarganya pun sudah merasa lelah dan mengantuk. Bella lalu pamit pada keluarganya dan langsung ke kamar di mana Tania sudah di kamar dan dia meminta kunci cadangan siapa tau Tania sudah tertidur dan dia kesulitan untuk masuk nantinya. Ketika Bella sampai di kamar dan memang benar pintu masih di kunci dan dengan kunci cadangan dia membuka pintu dan masuk. Ketika dia masuk tak melihat Tania yang dia pikir sudah tidur dan Bella memandang ke sekeliling kamarnya tapi tidak ada barang yang di bawa Tania dan Bella memeriksa kamar mandi tak ada
“Kemana si nia ? Apa masih di luar ?” Gumamnya dan Bella mengambil handpone untuk menelpon Tania tapi selalu tak di angkat.
Bella pun mandi dan akan telpon nantinya ketika dia habis mandi. Setelah habis mandi, Tania pun belum datang dan Bella kembali menelponnya setelah memakai baju.
“ini anak kemana sich ? telpon gak di angkat bikin khawatir aja” Ucap Bella