NovelToon NovelToon
CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumahhantu / Sistem / Cintapertama / Romansa
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Elara Wynther, seorang gadis yatim dari pinggiran kota Firenze, tak pernah membayangkan hidupnya akan bersinggungan dengan dunia gemerlap kaum bangsawan. Hidupnya sederhana, penuh luka kehilangan, tapi hatinya tetap bersih.
Di sisi lain, Lucien Kaelmont, pewaris tunggal keluarga Kaelmont yang kaya raya, tumbuh dengan beban besar. Kehidupan mewahnya hanya terlihat indah dari luar, sementara di dalam dia merasa hampa dengan kehidupan yang sudah ditentukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Valenbourg, Kota Para Bangsawan

Valenbourg, Kota Para Bangsawan

Langit Valenbourg sore itu tampak berwarna keemasan, memantul di permukaan batu marmer dan jendela kaca patri setiap bangunan megah di kota itu. Elara berdiri di tengah alun-alun, memandangi menara jam tinggi dan taman bunga yang ditata begitu rapi hingga ia hampir lupa bernapas.

"Jauh berbeda dengan Firenze..." gumamnya pelan, matanya berkeliling penuh takjub.

Elara melihat seorang tukang pos berjaket biru tua sedang mengantar surat . Dengan sedikit ragu, Elara melangkah mendekat.

“Permisi, Tuan… apakah Anda mengenal seseorang bernama Alden Marwick?”

Tukang pos itu menoleh, menatap gadis muda itu dari kepala hingga kaki sebelum akhirnya mengangguk.

“Marwick? Tentu. Dia salah satu penjaga Marquis. Apakah kau perlu menemuinya?”

Elara mengangguk cepat.

“Iya, Tuan. Ada sesuatu yang harus kusampaikan padanya.”

“Baiklah, ikutlah denganku. Rumahnya tak jauh dari sini.”

Beberapa saat kemudian, mereka berhenti di depan gerbang besi besar dengan lambang singa bersayap di tengahnya — lambang keluarga Marquis. Dari dalam terlihat taman luas, air mancur berlapis batu pualam, dan rumah utama berdiri anggun dengan pilar tinggi.

Tukang pos itu mengetuk pintu besar itu, lalu berbicara pada pelayan. Tak lama, seorang pria berumur lima puluhan keluar dari lorong panjang. Rambut peraknya tersisir rapi, sorot matanya tajam.

“Ada yang mencariku?” tanya pria itu datar, pandangannya berpindah dari tukang pos ke gadis muda di sampingnya.

“Ya, Tuan Alden. Gadis ini mencarimu.”

Elara segera menunduk, kedua tangannya menggenggam erat lipatan rok.

“Salam hormat, Paman. Aku Elara Wyhther. Aku datang untuk menyerahkan ini.”

Elara mengeluarkan sepucuk surat bersegel dan menyerahkannya dengan dua tangan.

Alden menerimanya, memeriksa segelnya, lalu membuka surat itu perlahan. Matanya bergerak cepat membaca isinya, hingga alisnya terangkat sedikit.

“Erven… sialan kau. Kau menyuruhku mengurus anak ini, aku bahkan baru sekali melihat ayahnya.” Gumamnya

lirih tapi jelas.

Paman Alden melipat surat itu, lalu menatap Elara

“Aku tidak bisa, Nona Wyhther. Urusan keluarga Erven bukan tanggung jawabku.” Tegasnya, seketika membuat raut wajah Elara sedih.

Elara tertegun. 

“Tapi, Paman…”Aku tidak punya siapa-siapa lagi. Paman Erven bilang… hanya engkau yang bisa menolongku.” Suaranya mulai bergetar.

“Tidak semudah itu.Rumah ini bukan tempat penampungan, dan aku bukan wali amal.”

Elara menunduk, menahan air mata. 

“Aku… aku bisa bekerja, Paman. Aku tidak meminta belas kasihan. Aku hanya butuh tempat tinggal sementara. Aku akan melakukan apa saja yang Paman perintahkan.”

Alden memandangi gadis itu lama. Pakaian itu sangat tipis, apa dia pergi dari Firenze ke Valenbourg menggunakan pakaian setipis itu? 

“Erven benar-benar tahu cara membuatku repot,” desisnya pelan, kemudian menarik napas panjang.

“Baiklah, hanya sementara saja. Setelah musim semi selesai. Kita lihat bagaimana nanti.”

Elara segera menatapnya dengan mata berbinar.

“Terima kasih, Paman! Aku berjanji tidak akan merepotkan.”

Alden mengangkat tangan, memberi isyarat agar ia berhenti bicara.

“Sudah cukup. Tunggu lah dulu disini, aku akan segera kembali.”

Elara mengangguk. “Baik Paman.”

Tak lama setelah Alden pergi, tukang pos yang tadi menemaninya berdeham pelan.

“Hey nak, kau sungguh beruntung,” katanya sembari menatap pintu yang baru saja tertutup.

“Tidak banyak orang yang bisa masuk kemari dan apalagi bicara dengan tuan Alden.”

Elara menoleh bingung. “Memangnya paman Alden… siapa beliau sebenarnya?”

Tukang pos tersenyum kecil. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!